Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Kecelakaan


__ADS_3

Nino merasakan perasaan yang mengganjal di dalam hatinya, dia memilih untuk langsung pergi ke kampus Sekar dan di perjalanan dia menghubungi Rendi


"Ya kak"


"Kamu ada di mana?"


"Baru mau jalan ke kampus, kenapa kak?"


"Sial.."


"Apa ada orang di kampus yang bisa kamu mintain tolong?"


"Tolong apa ya kak?"


"Perasaan kak Nino ga enak banget, sekarang juga kak Nino lagi ke arah kampus, tolong kamu suruh orang cek Sekar ada ga di kampus?"


"Wait kak" Rendi langsung memutuskan sambungan teleponnya dan menghubungi beberapa kenalannya yang kemungkinan sudah berada di kampus, begitu mendapatkan kabar Rendi langsung menghubungi Nino


"Gimana Ren?"


"Sekar ada kelas hari ini tapi katanya dia ga datang kak"


"Sial..!!"


"Mungkin dia di kantor kak" Rendi hanya berusaha menenangkan Nino, karena dia sangat yakin saat ini pasti sedang panik


"Ga mungkin, tadi dia masih kirim pesan mau jalan ke kampus"


"Ok Ren nanti kak Nino hubungi lagi"


"Ya kak"


Nino menghentikan mobilnya di tepi jalan sambil terus berpikir kemungkinan yang ada, kilasan tentang mimpi buruknya terlintas di benaknya


"Ga, aku yakin kamu baik-baik aja. Aku yakin Tuhan sayang sama aku"


Nino langsung menghubungi Ervan


"Ya pak"


"Kerahin semua orang untuk cari Sekar, tadi pagi dia masih kirim ke saya pergi ke kampus naik taksi online"


"Baik pak"


"Perhatiin semua properti milik orang tua itu"


"Baik pak"

__ADS_1


Nino memukul beberapa kali kemudian stir mobilnya untuk melampiaskan segala beban yang ada di hatinya


"Kamu ada di mana Sekar? tolong jangan buat saya takut"


Sedangkan di tempat lain di sebuah rumah sakit ada dua orang pasien kecelakaan yang sedang mendapatkan pertolongan pertama, kedua pasien tersebut dalam keadaan kritis. Mereka seorang gadis dan seorang pria


Nino yang sudah mulai mengeluarkan air matanya tiba-tiba di kejutkan oleh dering penselnya


"Mau apa dia telpon aku? atau jangan-jangan hilangnya Sekar seperti dugaan aku ada hubungannya sama dia"


"Nino kamu di mana?"


"Di jalan"


"Sebaiknya kamu segera ke rumah sakit pelita di jalan xx, wanita kamu mengalami kecelakaan"


"Sial, aku bersumpah sekalipun kamu orang tua kandung aku. Aku ga akan maafin kamu kalo ini semua karena kamu"


Tanpa menjawab lagi Nino langsung memutuskan sambungan teleponnya dan menuju ke rumah sakit yang tadi di sebutkan, di perjalanan Nino juga menghubungi Ervan agar segera ke rumah sakit itu. Nino melajukan mobilnya dengan sangat cepat, dia ingin segera melihat wanita yang berhasil menyentuh hatinya


"Kamu ga boleh kenapa-napa, kamu ga boleh pergi tinggalin aku"


Sesampainya di rumah sakit Nino segera berlari ke arah ruangan di mana kekasih hatinya sedang berjuang untuk hidup, begitu tiba di sana papanya sudah lebih dulu berada di depan ruangan tersebut


"Kenapa kamu bisa ada di sini?"


Sekar yang mulai panik karena jam masuk kelas semakin dekat sedangkan Nino tak menjawab panggilan telpon dari dirinya memilih untuk segera memesan taksi online, dan di tengah perjalanan taksi online yang di tumpangi oleh Sekar di hentikan oleh beberapa mobil mewah


Beberapa pria berpakaian rapi yang tampak seperti seorang pengawal pribadi turun dari mobil tersebut dan mengetuk kaca mobil yang di tumpangi oleh Sekar


"Aduh siapa orang-orang ini ya mbak?"


"Saya juga ga tau pak"


"Maaf mbak Sekar ada yang mau bicara" menunjukkan sebuah ponsel yang sedang dalam keadaan menelepon


"Aku cuma bisa pasrah, kalo pun aku nekat ga turun mereka bisa lakuin apa aja"


Sekar menurunkan sedikit kaca mobil yang dia tumpangi agar bisa memasukkan handphone tersebut dari situ


"Halo" dengan suara yang bergetar karena ketakutan


"Saya papanya Nino, maaf kalo orang-orang saya membuat kamu kaget. Ikut sama mereka secara baik-baik saya mau ketemu kamu"


"Baik pak"


"Mbak mau turun?" sang supir merasa tidak tega melihat ternyata yang menjadi incaran mereka hanya seorang gadis biasa

__ADS_1


"Iya pak"


"Apa ga lebih baik kita bertahan di sini aja sambil telpon polisi mbak?"


"Ga apa kok pak, tenang aja saya kenal sama yang kirim mereka"


"Mbak yakin?"


"Saya percaya Tuhan Maha Melihat"


"Ya udah hati-hati ya mbak"


Sekar turun dan naik salah satu mobil mereka, Sekar di minta untuk mematikan ponselnya setelah tiba di tempat tujuan mereka. Sekar di antar ke sebuah ruangan vvip rumah makan tersebut


Kini Sekar sudah duduk berhadapan dengan orang tua kandung Nino, Sekar memang masih bergetar karena takut bahkan dia bisa merasakan tangannya sudah sedingin es. Walaupun orang-orang yang menjemput dia secara paksa tak ada yang menyakiti dirinya


"Apa kamu mau pesan sesuatu?"


"Ga usah pak, terima kasih" dengan sopan


"Ya udah kalo gitu langsung aja ke inti masalahnya, apa kamu tau kenapa saya mau ketemu kamu?"


"Saya tau pak pasti masalah saya berhubung dengan kak Nino"


"Saya ga mau Nino melakukan kesalahan yang sama seperti saya dulu, karena yang namanya cinta lambat laun akan menghilang. Jadi saya sudah memilihkan seorang pendamping untuk Nino seorang putri pengusaha ternama dari kota lain"


"Saya sudah membawa foto Nino ke gadis tersebut dari lama, dan gadis tersebut sudah menyetujui perjodohan ini. Lalu tiba-tiba kamu datang, saya sudah memperingatkan Nino untuk hanya sekedar bermain bersama kamu, tetapi sepertinya peringatan saya di abaikan oleh Nino"


"Jadi kamu sebut aja, berapa banyak uang yang kamu mau untuk meninggalkan Nino?"


Sekar yang sedari awal hanya menundukkan kepalanya mendengar kata-kata terakhir pria paruh baya itu langsung menatap pria tersebut


"Maaf sebelumnya pak tapi saya ga bisa lakukan itu, saya tulus mencintai Nino jadi saya ga mungkin pergi tinggalin dia. Yang bisa membuat saya pergi cuma dua hal, Nino sendiri atau Tuhan mengambil nyawa saya" tak membuang pandangannya sama sekali


"Aku ga tau bagian mana dari gadis ini yang bisa menarik hati Nino"


"Apa kamu tau pilihan yang kamu ambil bisa membahayakan diri kamu sendiri?"


"Saya tau pak orang kaya seperti kalian bisa melakukan apapun terhadap orang kecil seperti saya, tapi saya tetap tidak akan mundur. Sekali pun saya harus kehilangan nyawa saya, berarti Tuhan yang ga izinkan saya dan Nino bersama"


"Saya akui kamu menarik, dulu saat saya menghadapi keluarga besar saya mamanya Nino hanya bisa menangis di samping saya"


"Itu pilihan kamu silahkan saya ga akan menghalangi, tapi jangan lupa saya sudah ingatkan kamu. Jika terjadi sesuatu terhadap kamu jangan salahkan saya"


Sekar hanya bisa terdiam sambil terus menatap ke arah orang yang ada di hadapannya, Sekar pun di antarkan kembali dengan salah satu mobil untuk pergi dari tempat itu. Setelah kepergian Sekar pria tersebut mengirimkan beberapa pengawal pribadinya dan mengikuti mobil yang membawa Sekar, lalu kejadian naas itu pun terjadi


FLASH OFF

__ADS_1


__ADS_2