Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Rahasia


__ADS_3

Waktu menunjukkan belum saatnya untuk makan siang Sekar hanya menghabiskan waktu entah melakukan apa saja yang dia inginkan, karena itu adalah perintah langsung dari sang bos besar tak lupa juga Ervan menginginkan dirinya akan tugasnya tersebut


Saat memasuki jam makan siang Sekar akan langsung menyiapkan segala keperluan untuk makan siang mereka berdua, seakan Sekar sudah paham dengan apa saja yang harus dia lakukan termasuk menemani sang bos besar makan siang. Setelah merapikan semuanya Sekar pun melakukan kewajiban sebagai seorang hamba. Sedangkan Rendi baru saja tiba di kantor Nino dan kini sudah berada di loby dan langsung ke arah resepsionis


"Kak Nino nya ada mbak?"


"Maaf apa sudah buat janji pak?"


"Belum, tolong bilang ke kak Nino saya Rendi mau ketemu"


"Tunggu sebentar ya pak, saya akan hubungi pak Ervan terlebih dahulu"


"Makasih" tersenyum "Gw beneran penasaran sebenarnya apa posisi Sekar buat kak Nino?"


"Silakan pak di tunggu pak Nino di ruangannya"


Nino yang tau Rendi datang ke kantornya segera ke ruang istirahatnya tetapi dia melihat Sekar masih khusyuk menjalankan sholat, Nino kembali menutup pintu ruang istirahatnya


"Dia masih sholat ga mungkin aku ganggu, tapi aku juga ga mungkin nolak Rendi untuk ketemu"


Nino pun hanya bisa pasrah dan kembali mendudukkan dirinya ke bangku kebesarannya, dan tak berselang lama terdengar suara pintu di ketuk


"Masuk"


"Maaf pak saya mau mengantarkan pak Rendi" Nino memberikan kode agar sang sekretaris keluar dari ruang kerjanya


"Apa kabar kak?" melangkahkan kakinya mendekati meja kerja Nino


"Kayak yang kamu liat Ren, kak Nino baik-baik aja. Gimana kabar kamu?"


"Aku baik kak" tersenyum dan mulai duduk di hadapan Nino


"Tumben kamu cari kak Nino?"


"Apa ga boleh? kita kan udah lama ga ketemu, abis kak Nino ga pernah mau datang kalo kita ada acara keluarga"


"Kak Nino rasa kamu tau alasannya" dingin


"Ya kak aku ngerti kok" tersenyum


"Aku harus cepat tau apa mau dia? supaya dia cepat pergi dari sini" sebenarnya ada perlu apa kamu datang ke sini?"

__ADS_1


"Masa iya aku harus bilang langsung aku mau cari tau tentang Sekar"


Tiba-tiba saja cekrek suara pintu ruang istirahat Nino pun terbuka, dan Sekar tanpa tau apapun keluar dari ruangan tersebut. Sekar sedikit terkejut karena semua mata yang berada di dalam ruangan tersebut langsung menunju ke arahnya, apalagi di sana ada Rendi yang menatap dirinya dengan tajam seakan ada seribu pertanyaan yang ingin Rendi tanyakan pada dirinya


"Jadi bener kamu ada di sini, tapi tunggu itu kan ruang istirahat kak Nino. Kenapa kamu bisa keluar dari ruangan itu? atau jangan-jangan kamu seperti yang Rosa bilang" Rendi menatap ke arah Sekar dengan tatapan sedikit kecewa, bagaimana pun bila Sekar hanya seorang office girl tidak mungkin dia bisa keluar dari tempat itu. Dan segala barang yang Sekar gunakan semakin mengarah kepada ucapan adiknya


"Pasti Rendi jadi salah paham karena Sekar keluar dari situ, apa aku boleh sedikit egois dan biarkan semuanya?"


"Kak Rendi ada di sini?" dengan polosnya


"Ya kak Nino ini sepupu aku" tersenyum canggung


"Masa iya mereka sepupu, ok kalo masalah wajah sama-sama tampan maximal tapi masalahnya ada di sikap"


"Udah selesai sholat?" ternyata Nino mengalahkan rasa egonya karena ternyata menjaga nama baik Sekar jauh lebih penting baginya dari pada menjauhkan Sekar dari Rendi, dan yang pasti pertanyaan dari Nino membuat Rendi menatap ke arah Nino sambil tersenyum


"Ya pak sudah selesai"


"Tolong buatin minuman untuk Rendi"


"Baik pak kalo begitu saya permisi dulu" Sekar segera meninggalkan ruangan tersebut tanpa tau apa yang ada di pikiran ke dua pria tampan tersebut


"Jawab jujur sebenarnya kamu mau ngapain ke sini?" melepaskan tatapan membunuhnya


"Cari tau tentang dia" menunjuk ke arah pintu yang berarti dia sedang mencari tau tentang Sekar


"Kenapa?"


"Ada yang bilang aneh-aneh tentang dia, jadi aku mau cari tau dulu"


"Kenapa kamu mau cari tau tentang dia?"


"Apa kak Nino suka sama Sekar?" tersenyum


"Soalnya aku.."


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk"


Sekar masuk ke dalam ruangan tersebut dan mengantarkan dua gelas teh hangat dan makanan ringan, Sekar letakkan di atas meja kerja Nino

__ADS_1


"Sekar kamu keluar dulu sebentar dan jangan masuk sebelum saya panggil kamu" dingin


"Baik pak, kalo gitu saya permisi dulu pak" Nino hanya menganggukkan sedikit kepalanya, Sekar pun melepaskan senyuman terhadap Rendi dan keluar dari ruangan itu


"Sekarang kamu bilang sebenarnya tujuan kamu ke sini Ren? kak Nino tau kamu ga mungkin ke sini kalo tujuannya cuma itu"


"Aku kan udah bilang cuma mau pastikan aja Sekar itu perempuan yang kayak gimana? soalnya ada omongan kurang enak yang aku dengar tentang dia"


"Apa?" penuh penekanan karena jauh di dalam lubuk hatinya Nino penasaran segala sesuatu yang berhubungan dengan Sekar


"Ada yang bilang kalo dia bukan perempuan baik-baik"


Dalam sekejap wajah Nino menjadi merah menahan segala amarahnya mendengar ucapan tersebut


"Maksud kamu apa? omongan apa maksud kamu? Sekar itu perempuan baik-baik" sedikit menaikkan nada suaranya


Rendi melepaskan senyuman yang penuh arti sambil menatap wajah Nino "Apa kak Nino suka sama dia? tapi aku yakin orang kayak kak Nino akan susah untuk mengungkapkan perasaan dia"


"Sekar itu sebenarnya kerja sebagai apa di sini kak?"


"Dia orang kepercayaan kak Nino" dengan tegas


"Berarti bener kak Nino belum ungkap perasaan dia ke Sekar, berarti sekarang kesempatan aku. Aku inget banget kak Nino akan selalu mengakui apapun yang telah menjadi miliknya di hadapan siapapun"


"Syukur deh kalo ternyata Sekar cuma orang kepercayaannya kak Nino dan ga lebih" tersenyum


"Tujuan kamu cari tau tentang dia apa?" menatap tajam


Rendi melepaskan senyuman terbaik yang dia miliki "Rahasia"


"Apa sebenarnya mau anak ini? bikin kesel aja pake rahasia segala. Apa dia juga suka sama Sekar? kalo dia minta itu dari aku gimana? harusnya tadi aku biarin aja dia salah paham supaya dia mundur deketin Sekar, tapi aku juga ga mungkin ngerusak nama Sekar"


"Sekar cuma kerja di sini bagian urusin semua keperluan kak Nino selama jam kerja dan ga lebih, kamu liat sendiri kan dia itu perempuan baik-baik. Kak Nino ijinkan dia pake ruang istirahat untuk dia sholat"


"Makasih ya kak" tersenyum "Sekarang aku makin yakin kalo dia memang perempuan yang menarik"


"Kalo urusan kamu sudah selesai sebaiknya kamu pulang, kak Nino masih banyak kerjaan"


"Dasar kak Nino ga peka banget perasaannya, padahal aku kangen banget sama kak Nino kita udah lama banget ga ketemu, semenjak kejadian itu kak Nino juga seperti menghindar dari aku. Tapi sekarang aku di usir mana dari tadi mukanya ga bersahabat, tapi ga apa seenggaknya sekarang aku udah yakin sama Sekar"


"Kalo gitu aku pamit ya kak" mulai bangkit dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya ke arah pintu sebelum membuka pintu Rendi menghentikan langkahnya dan menoleh kembali ke arah Nino "Kayaknya sebentar lagi aku bakal tau apa yang bakal aku minta dari kak Nino" tersenyum dan pergi dari ruangan tersebut

__ADS_1


__ADS_2