
Ervan seakan tak bisa sedikit pun berkonsentrasi dalam bekerja pada saat itu semua itu terjadi karena setelah sekian lama akhirnya dia kembali melihat wajah Nino yang seperti itu, bayang wajah Nino selalu saja menghantui dirinya
"Apa sekarang Nino udah bangun ya? apa Sekar bisa menghibur hatinya saat ini. Bisa gila lama-lama aku mikirin Nino, tapi kali ini aku ga akan ijinkan kejadian dulu terulang lagi. Aku akan lakukan apapun untuk jaga hati Nino yang rapuh, aku ga akan biarin kejadian dulu terbesit di pikiran Nino"
FLASH BACK
Suasana mendung menyelimuti kediaman Nino kecil pada saat itu karena sang nyonya besar di rumah itu meninggal dunia, dan sampai detik terakhir sang mama menghembuskan nafas terakhirnya sang suami tetap tak kunjung datang. Sang suami hanya datang saat mendengar istrinya tersebut sudah meninggal dunia
Tersisa Nino sendirian di dalam rumah mewah tersebut, pernikahan mama dan papanya sebuah ikatan yang bernama cinta, walaupun di awal hubungan mereka terjadi banyak lika-liku karena perbedaan status yang amat mencolok walaupun mamanya Nino termasuk orang yang berada tetapi tak bisa di bandingkan bila berhadapan dengan keluarga besar Erlangga
Beralaskan dengan cinta mereka berdua papanya Nino menentang keluarga besar Erlangga dan tetap memilih mamanya, tetapi semua tak berlangsung lama begitu keadaan mulai goyang papanya Nino di minta untuk menikahi seorang wanita yang sepadan dengan keluarga Erlangga. Dan yang namanya cinta itu pun akhirnya di kalahkan oleh yang namanya kekuasaan
Hingga papanya menikah lagi dengan seorang wanita yang sangat cantik dan elegan, entah dari mana datangnya cinta papanya dapat berpaling dengan mudahnya. Tetapi hal tersebut tidak terjadi dengan mamanya, sang mama tetap setia menanti suaminya agar bisa kembali lagi. Hingga hembusan nafas terakhirnya dia tetap hanya mencintai seorang pria yang tak lain adalah suaminya
Saat itu papanya meminta Nino untuk ikut dengan dirinya karena mamanya kini telah tiada, tapi siapa sangka bila saat itu Nino menolak ajakan papanya dengan sangat tegas. Nino kecil adalah anak yang sangat penurut dan ceria, hingga suatu ketika papanya meninggalkan dirinya dan mamanya
Dan yang membuat Nino sangat sakit hati adalah sang papa membawa istri barunya tak lama setelah kepergian mamanya, untuk kembali membujuk Nino pada saat itu agar mau ikut dengannya mau bagaimana pun Nino adalah anak pertamanya. Wanita tersebut sangat cantik dan modis bila di bandingkan dengan mamanya yang terlihat jauh lebih sederhana karena ingin menjadi istri yang baik bagi keluarganya
Saat sang papa tak ada di tempat karena mengambil barang-barang yang masih tertinggal di kamarnya yang terdahulu, wanita itu menunjukkan sifat aslinya terhadap Nino. Wanita tersebut memandangi Nino dengan tatapan meremehkan
__ADS_1
"Kamu itu sekarang udah ga punya mama, papa kamu sampe harus bujuk kamu berkali-kali cuma supaya bisa urus kamu dengan baik. Apa kamu pikir kamu bisa hidup dengan baik tanpa orang tua? kamu pikir saya sudi urus anak nakal seperti kamu" sinis
"Saya bisa urus diri saya sendiri, masih ada keluarga besar mama yang perduli sama saya" dingin
"Dasar anak kurang ajar berani jawab omongan orang tua, pasti kamu ga di ajarkan dengan baik sama mama kamu"
Nino hanya seorang anak kecil yang baru saja terpukul karena kepergian orang yang sangat dia sayangi, walaupun saat itu dia hanya anak kecil yang berumur belasan tahun entah mengapa tiba-tiba saja dia mempunyai keberanian yang sangat besar mendengar wanita yang ada di hadapannya menghina mamanya. Nino bangkit dari duduknya dan menghampiri wanita tersebut dengan tatapan membunuhnya
"Mau apa kamu?"
Nino tak melepaskan satu buah kata pun dari bibirnya hanya plak.. Nino melepaskan sebuah tamparan yang mendarat dengan mulus di wajah cantik wanita tersebut, sialnya hal tersebut terlihat dengan papanya yang baru saja keluar dari dalam kamar dan langsung berlari kecil menghampiri mereka
"Nino apa-apaan kamu..!!" Menatap tajam dan berteriak, Nino hanya menatap dingin ke arah papanya
"Ga.. Aku ga akan minta maaf dengan perempuan kayak dia, dan sampai kapan pun dia ga akan jadi mama aku. Karena mama aku sudah meninggal dunia"
"Sayang.. Aku cuma bujuk dia supaya mau ikut sama kita tapi dia tampar aku" memasang akting tingkat dewa dengan air mata buaya yang menetes
Nino kecil yang sangat polos menjadi jijik melihat tingkah laku wanita tersebut, dan memandang wanita tersebut dengan tatapan muak
__ADS_1
"Nino sekali lagi papa bilang minta maaf sekarang juga" penuh penekanan
"Aku udah bilang aku ga mau"
Tiba-tiba saja plak.. Sang papa menampar pipi Nino walaupun itu pasti bukanlah tamparan yang sangat kuat, tetapi hati Nino saat itu menjadi sangat sakit karena itu adalah pertama kalinya papanya berlaku kasar pada dirinya. Nino sempat melirik ke arah wanita tersebut dan Nino dapat melihat dengan jelas bahwa wanita tersebut sedang tersenyum
Semua rasa muak Nino terhadap para wanita di mulai dari situ, semua kenangan pahit yang telah terjadi di rumah mewah tersebut terjadi karena wanita tersebut. Bahkan Nino kembali mengingat mamanya yang sering menangis di tengah malam di dalam sujud nya, sebatas berharap papanya akan kembali mengisi kekosongan di rumah tersebut
"Ini pertama kali papa pukul aku kan? tapi kenapa harus pelan pah?" dingin
"Nino itu papa minta maaf tapi kamu udah berbuat salah"
"Seharusnya papa tampar aku lebih kuat karena selamanya aku akan ingat ini, atau sekalian papa bunuh aku biar aku bisa berkumpul sama mama di sana" dingin, dan langsung meninggalkan mereka begitu saja lalu masuk ke dalam kamarnya
Dan ternyata semua kejadian tersebut di saksikan olah mata dan kepala Ervan sendiri, Ervan hanya selisih beberapa tahun lebih tua dari Nino. Ervan hampir setiap hari datang ke rumah mewah tersebut untuk bantu-bantu dan bermain dengan Nino, karena selain ayahnya bekerja sebagai seorang supir, tetapi alasan utamanya adalah untuk membalas budi. Karena sang nyonya besar sudah menanggung semua keperluan sekolahnya hingga saat itu
Malam itu Nino menangis dengan hebatnya untuk pertama kali, bahkan saat kepergian mamanya dia berusaha untuk tetap tegar karena sang mama berusaha tetap tersenyum hingga detik terakhir kepada dirinya dan berpesan untuk tidak menangis
Saat mamanya sedang terbaring sakit Nino kecil beberapa kali mencoba menghubungi papanya untuk sekedar menjenguk mamanya, tetapi papanya tak sekali pun datang menjenguk. Nino hanya bisa bersimpuh dan memohon kepada Sang Pencipta untuk memberikan kesembuhan bagi mamanya karena hanya mamanya yang kini dia miliki
__ADS_1
Di saat keadaan mamanya semakin memburuk Nino terus berada di samping mamanya sambil terus melantunkan doa-doa, tetapi kita sebagai seorang umat hanya bisa memohon dan Sang Pencipta tetapi ternyata takdir berkata lain mamanya menghembuskan nafas terakhirnya di hadapan Nino sambil tetap berusaha tersenyum. Entah apa yang merasuki Nino saat itu dia memutuskan untuk tidak lagi percaya dengan Tuhan
"Mama kenapa pergi tingalin aku sendirian di sini mah? mama liat kan perempuan itu tadi gimana sama aku? papa juga ga tanya dulu ke aku papa langsung pukul aku mah, aku ga tau lagi harus gimana mah? aku kangen mama aku mau ada di samping mama aja"