
Ervan benar-benar merasa menyesal dengan apa yang telah dia sangka dan dia lakukan terhadap istrinya selama ini, dia pun semakin memeluk tubuh Citra dengan sangat erat
"Aku pikir selama ini aku orang yang pintar, ternyata aku ga lebih dari seorang laki-laki yang bodoh. Aku kira dia akan lakukan hal yang sama dengan mama, ternyata aku benar-benar mendapatkan wanita yang baik"
"Maaf ya, aku benar-benar minta maaf karena selama ini aku udah sia-siain kamu" berbisik
Citra tak menjawab apapun dia hanya semakin mengeratkan pelukannya, itu bukanlah pertama kali mereka melakukan hubungan suami istri. Tetapi itu pertama kalinya mereka melakukan hubungan tersebut dengan penuh perasaan, dan mulai saling terbuka dengan apa yang ada di dalam hati mereka
Sedangkan di tempat yang berbeda ada seseorang yang sedang duduk di atas bangku kebesarannya dengan ekspresi wajah yang menakutkan sambil memandangi foto Nino dan Sekar saat menikah
"Kamu bisa berbahagia sekarang tetapi tunggu saatnya nanti, saya akan hancurkan kamu berkeping-keping. Sampai kamu ga punya kekuatan untuk bangkit lagi"
Malam itu tiba-tiba saja Ervan bermimpi buruk dia melihat Sekar dan istrinya sedang di kejar oleh orang-orang yang tidak dia kenal, sekuat tenaga dia sudah berusaha untuk menyelamatkan mereka. Tetapi dia hanya bisa melihat istrinya yang tergeletak dan berlumuran darah, sedangkan Sekar menghilang entah kemana
Ervan langsung terduduk dengan keringat yang mengucur deras, Citra yang saat itu sedang tertidur dengan memeluk tubuh Ervan pun ikut terbangun karena gerakan Ervan yang mengejutkan
"Kenapa sayang?" mendudukkan dirinya
"Ga apa-apa kok, aku cuma mimpi buruk"
Citra melihat ke arah jam dan masih menunjukkan pukul dua malam
"Cuma mimpi kok sayang, ayo tidur lagi"
Ervan tak ingin membuat istrinya menjadi cemas, dia pun memilih untuk merebahkan tubuhnya kembali dan memeluk tubuh Citra
"Kenapa mimpi aku terasa nyata? tadi aku sempat liat Sekar tapi aku ga bisa liat kamu sayang. Aku mohon jangan pernah pergi tinggalin aku, karena seandainya kamu pergi aku ga tau cara melanjutkan hidup aku"
Tanpa sadar Ervan memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat
"Masih kepikiran mimpi kamu barusan ya?"
__ADS_1
Ervan yang tersadar langsung melonggarkan pelukannya
"Maaf aku ganggu tidur kamu ya?"
"Apa kamu mau cerita tentang mimpi kamu?"
"Ga kok, tidur lagi ya masih malam" mencium ujung kepala Citra
"Kayaknya mimpi kak Ervan barusan pasti menakutkan, wajah kak Ervan aja masih tegang sampai sekarang"
"Kamu yakin ga mau cerita?"
"Aku cuma mau kamu janji satu hal sama aku"
"Apa sayang?" menatap dengan serius
"Selain Tuhan ga boleh ada memisahkan kita" dengan serius
Hari yang damai pun di lewati oleh keluarga kecil Nino dan Ervan, hanya ada kata bahagia di antara mereka. Nino yang sedang bahagia karena melihat perut Sekar yang semakin membesar dan sikap Sekar yang semakin manja, sedangkan Ervan merasa bahagia karena kini dia merasakan kehangatan sebuah keluarga
Dan entah dari mana datang tiba-tiba saja perusahaan Nino sedang mendapatkan banyak proyek besar, hal tersebut sudah pasti membuat Nino dan Ervan semakin sibuk. Tetapi ada Citra yang selalu mendampingi Sekar saat Nino tak bisa bersama dirinya
Sebuah masalah yang cukup besar pun terjadi secara bersamaan di beberapa proyek yang sedang Nino kerjakan, wajah marah Nino sudah tidak bisa di tutupi lagi. Karena dia sangat yakin ada seseorang yang sudah merencanakan itu semua
Beberapa orang kepercayaan Nino pun sudah di kirim untuk meninjau termasuk Ervan, Ervan memilih ke tempat yang dia anggap mendapatkan masalah paling berat
Untuk pertama kalinya Ervan merasa berat saat akan meninggalkan kediamannya, dia bahkan hingga beberapa kali memeluk tubuh istrinya. Ada perasaan yang dia sendiri tidak mengerti pada saat itu. Seolah hatinya berkata bila dia pergi maka dia tidak akan segera bertemu dengan istrinya kembali
Sedangkan di tempat yang berbeda ada seseorang yang misterius baru saja menerima laporan dari anak buahnya
"Penjaga setianya sudah pergi, berarti tinggal selangkah lagi aku bisa mulai menjalankan rencana aku"
__ADS_1
Masalah yang Ervan lakukan belum selesai dan muncul masalah baru lagi di salah satu proyek besar yang Nino pegang, Nino yang sudah semakin kesal sudah memikirkan untuk turun langsung. Tetapi dengan tegas Ervan melarang Nino melakukan hal tersebut, Nino pun terpaksa mengikuti keinginan Ervan
Dan orang misterius itu pun merasa rencananya sedikit berantakan, karena Nino tidak turun langsung ke salah satu proyek yang sedang bermasalah. Nino terus berusaha mengatasi permasalahan yang timbul di kantor mereka, orang misterius itu pun akhirnya merubah rencana awalnya
Ervan mulai bertindak tegas dengan mencari titik masalah hingga ke akarnya, karena dia merasa ini semua bukan lah sebuah kebetulan semata. Dia mulai merasa bahwa orang tersebut sengaja membuat dia dan Nino pergi dari kota tersebut
Hari itu adalah jadwal di mana Sekar harus memeriksakan kandungnya, Nino yang sedang menghadapi seribu permasalahan tidak bisa mengantarkan Sekar ke rumah sakit. Dan akhirnya dia pun pergi dengan Citra dengan pengawalan yang super ketat
Tetapi apa daya karena memang semua sudah di rencanakan dengan sangat baik dan sangat lama, dalam sekejap Iring-iringan mobil yang mengawal Sekar sudah bisa di lumpuhkan. Dengan paksa orang-orang tersebut menarik tubuh Sekar dari dalam mobil dan Citra yang melihat itu semua berusaha menghalangi
Sekar sudah berada di luar mobil dan berusaha meronta sekuat tenaga sambil berteriak meminta tolong, Citra yang sudah mendapatkan pukulan sangat keras berusaha keluar dari dalam mobil dan berdiri menghalangi mobil yang akan membawa Sekar
"Tabrak" perintah orang yang memimpin rombongan tersebut
"Tapi pak bos pasti marah"
"Apa kamu mau tunggu rombongan pengawal yang lain datang?"
Orang yang duduk di belakang kemudi setir tampak kebingungan
"Saya bilang tabrak perempuan itu!!"
Orang yang mengendarai mobil tersebut menghantam tubuh Citra dengan sangat kuat hingga tubuhnya terlempar cukup jauh, dan darah segar pun langsung mengalir dari beberapa bagian tubuh Citra. Dengan sisa kesadaran yang ada dia mengarahkan tangannya ke arah mobil yang membawa Sekar pergi
"Sekar maaf aku ga berhasil lindungi kamu"
Secara perlahan Citra pun mulai kehilangan kesadarannya, sedangkan di tempat yang beredar tiba-tiba saja gelas yang sedang berada di tangan Ervan pun terlepas dengan sendirinya
Ervan merasakan dadanya terasa sesak hingga dia merasakan kesulitan untuk bernafas, Ervan mencoba mengatur nafasnya terlebih dahulu. Dan kembali melancarkan aksinya masuk ke salah satu ruangan untuk mengintrogasi seseorang
Dengan perasaan yang mengganjal Ervan terus melancarkan aksinya untuk membuat orang yang ada di hadapannya membuka mulut, tetapi Ervan sekali ini melakukan hal tersebut dengan cara yang jauh lebih baik. Tanpa mengetahui bahwa di seberang sana istrinya sedang dalam keadaan terluka parah, dan mimpi buruknya sedang menjadi sebuah kenyataan
__ADS_1