
Pagi itu seperti biasa Nino sudah bersiap dengan pakaian untuk pergi ke kantor dan tiba-tiba saja Sekar ikut mengganti pakaiannya, Nino pun hanya bisa melihat Sekar dengan tatapan mata bingung
"Kamu mau ke mana?" mengerutkan keningnya
"Mau ikut ke kantor" dengan santai
"Kamu kan lagi hamil, ngapain mau ikut ke kantor? gimana kalo kamu jadi kecapean?"
"Enggak pokoknya aku mau ikut ke kantor"
"Tapi sayang.."
Sekar langsung menatap tajam ke arah Nino
"Kenapa kok ngeliat aku sampe begitu?" mengerutkan keningnya
"Aku kemarin habis nonton film korea suaminya selingkuh saat istrinya lagi hamil, jangan-jangan kamu ga ijinin aku ikut ke kantor karena ada perempuan yang kamu suka di kantor ya?"
"Astaga, apa sebaiknya aku cekal stasiun tv yang menampilkan film korea ya?"
"Kenapa kok diam? jangan bilang kalo kamu beneran selingkuh di belakang aku?"
"Ya Tuhan apa semua orang yang lagi hamil akan begini? gimana aku mau selingkuh kalo semua hati aku sudah penuh dengan kamu"
Nino pun membuang napasnya dengan kasar
"Ya udah ayo kalo mau ikut, tapi kalo kamu udah capek bilang ya. Aku anter kamu pulang"
"Ok" Sekar pun mulai merias wajahnya senatural mungkin membuat kecantikan dirinya semakin sempurna
Nino pun seperti orang yang sedang kebakaran jenggot dan memandangi istrinya tersebut dari kejauhan dengan perasaan sedikit kesal
"Ngapain pake dandan segala sih? kalo begini kan kamu jadi keliatan makin cantik, gimana kalo mata semua laki-laki ke arah kamu?"
"Kenapa dandan rapi sih? kita kan cuma mau ke kantor"
"Maksudnya kamu mau aku datang ke kantor kamu kelihatan jelek ya?" memajukan bibirnya
"Marah lagi pasti nih, sabar Nino sabar.. Ingat di dalam perutnya ada anak kamu, kalo ibunya stres anak kamu ikutan stres"
"Bukan gitu sayang, tapi kamu ga dandan aja sudah cantik kok" sambil mengelus rambut panjang Sekar
"Aku mau tampil dengan cantik di kantor kamu jadi kalo ada cewe yang naksir sama kamu, mereka tau kalo istrinya Nino ini cantik"
"Ya udah terserah kamu aja istri aku tersayang" mencium ujung kepala Sekar
Dengan setia Nino menunggu di dalam kamar hingga Sekar selesai berdandan
"Aku sudah rapi nih, ayo sarapan sayang"
Nino memandangi Sekar dari atas hingga ke bawah
__ADS_1
"Gimana kalo ada laki-laki yang ngeliat ke arah dia? Apa dia mau bikin aku gila gara-gara cemburu?"
Tak mau membuat masalah Nino mengajak Sekar untuk ke ruang makan, Ervan yang sudah berada di sana memandang Sekar dengan penuh tanya sedangkan Nino hanya bisa menjawab dengan menggelengkan kepalanya
"Aku sudah selesai sarapan, ayo berangkat ke kantor kamu sayang" melepaskan senyuman terbaik yang dia punya
Dengan berat hati Nino pergi ke kantor dan di kawal langsung oleh sang nyonya besar, dan tanpa rasa bersalah sedikit pun Sekar yang sudah di rasuki drama korea bertekad mengikuti Nino seharian penuh. Dan mereka kini sudah berada di dalam mobil
"Liat aja aku ga akan tinggal diam kalo sampe ada perempuan yang genit sama kak Nino, aku ga mau kejadian di film itu jadi kenyataan"
Ervan hanya bisa melirik melalui kaca spion drama antara Nino dan Sekar di bangku belakang dan dia pun tersenyum tipis
"Orang yang melihat kalian berdua pasti ga akan pernah menyangka cobaan hidup yang sudah kalian lalui"
"Pokoknya selama di sana kamu harus selalu gandeng tangan aku"
Nino hanya terdiam sambil mengerutkan keningnya
"Kenapa? ga mau gandeng tangan istri kamu yang udah dandan secantik ini?"
"Iya"
"Kok ga ikhlas gitu jawabannya? apa takut ada yang liat kalo kita mesra?"
"Astaga, yang ada di sini isi apa sih?" menunjuk kening Sekar
"Cuma kamu" tersenyum dengan manis
"Baik pak"
"Jangan gitu dong sayang, nanti aku nonton apa kalo di rumah? aku kan setia nunggu kamu di rumah" memasang wajah memelas
"Batalin Van"
"Baik pak"
"Terima kasih sayang" mencium pipi Nino
Mereka pun sudah turun dari dalam mobil dan saat baru berjalan beberapa langkah, Sekar sudah mematung tak mau melanjutkan langkah kakinya. Dia pun memasang wajah masam
"Kenapa lagi sih sayang?"
Sekar tetap berdiam diri dan memajukan bibirnya, sedangkan Ervan langsung memahami keinginan Sekar
"Mungkin ibu Sekar mau di gandeng sama pak Nino"
"Astaga kenapa aku bisa lupa?"
Nino langsung memundurkan langkahnya dan menggenggam tangan Sekar sambil tersenyum
"Ayo sayang"
__ADS_1
"Ini baru suami yang baik" sambil tersenyum puas
"Dokter bilang ibu hamil emosinya bisa berubah-ubah, tapi apa separah ini?"
Mereka mulai masuk ke dalam gedung tersebut saat itu aura yang Nino pancarkan langsung berubah, tak ada senyuman sama sekali dari bibirnya hanya ada aura dingin yang menyelimuti dirinya
Setiap pegawai yang berpapasan akan menyapa dan memberi hormat tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang di balas, Nino hanya menganggukkan sedikit kepalanya. Setelah masuk ke dalam lift Sekar pun mulai membuka suaranya
"Apa semua orang yang kerja di sini begitu sama kamu sayang?"
"Begitu gimana maksudnya?"
"Kayaknya mereka semua takut sama kamu"
Nino hanya melirik sekilas ke arah Sekar, sedangkan Ervan sedang berusaha menahan tawanya
"Lagian kamu kenapa pasang muka begitu sih sayang? aku kalo jadi mereka juga pasti takut liat kamu"
"Kalo di kantor aku memang begini" dengan santai
Pintu lift pun terbuka Nino dan Ervan sudah masuk ke ruangan mereka masing-masing, saat di depan pintu ruangan Nino entah mengapa Sekar merasakan perasaan yang akrab dengan ruangan tersebut
"Kenapa bengong?"
"Iya sayang"
Sekar mendudukkan dirinya di sofa dan Nino sudah mulai sibuk dengan segala macam pekerjaan yang menumpuk, hanya ada seorang office boy yang sempat datang karena mengantarkan minuman dan buah untuk Sekar
Detik demi detik terus berlalu Sekar hanya bisa menghabiskan waktu dengan memainkan ponselnya, semakin lama akhirnya rasa jenuh pun menghampiri Sekar. Karena drama Korea yang dia saksikan sangat berbeda jauh dengan keadaan yang dia hadapi
"Apa setiap hari kak Nino begini kalo di kantor?"
Nino pun menghentikan segala aktivitas yang sedang dia lakukan
"Maksud kamu gimana?"
"Tadi kan aku liat banyak juga perempuan yang kerja di sini, masa ga ada satu pun yang berurusan sama kak Nino. Dari tadi yang masuk ke sini cuma Ervan atau office boy"
"Mereka kasih laporan ke Ervan ga ada yang ke aku langsung, dan cuma office boy yang di kasih ijin antar sesuatu ke ruangan ini"
"Berarti ga pernah ada perempuan yang masuk ke sini dong"
"Ada"
"Siapa? aku mau ketemu sama perempuan itu" menatap tajam
"Yang barusan tanya" dengan entengnya sambil tersenyum
"Makin lama perasaan makin jago gombal aja, kayaknya yang di film itu benar. Laki-laki yang lagi selingkuh pasti bakal lebih baik sama istrinya"
Entah sudah sehebat apa film yang merasuki Sekar saat itu, sehingga sikap baik Nino masih dia samakan dengan film yang dia tonton
__ADS_1