Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Amarah Ervan


__ADS_3

Sore itu Nino mengajak Sekar untuk menyusuri bibir pantai, hamparan pasir putih yang bersih dan birunya laut membuat Sekar tak bisa mengalihkan pandangannya dari sana. Sekar berhasil melupakan semua kenangan pahit, dia merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini karena ada seorang pria yang selalu menggengam tangannya dengan penuh kasih sayang


Nino tak bisa mengalihkan pandangannya sedetik pun dari wajah Sekar sambil terus menggenggam tangan Sekar, sedangkan para pengawal terus berjaga dengan siaga dari kejauhan karena peringatan keras sudah di berikan oleh Ervan


Sekar menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah matahari yang akan tenggelam, suasana di sana benar-benar membuat hati Sekar menjadi tenang. Nino pun mulai memeluk tubuh Sekar dari belakang dan menjatuhkan wajahnya di pundak Sekar


"Lagi mikirin apa?"


"Bagus banget ya kak, rasanya hati aku jadi tenang" tersenyum, Nino pun mencium pipi Sekar dengan lembut


"Aku janji akan sering bawa kamu ke sini"


"Makasih ya kak"


"Harusnya aku yang selalu ucapin itu ke kamu, karena kamu berhasil membuat aku merasakan tentang hidup," menatap lembut


Sedangkan di tempat lain Ervan sedang sibuk di depan laptopnya memeriksa semua pekerjaan kantor yang dia tinggalkan, dan tak lama kemudian terdengar suara pintu ruangan tersebut di ketuk


"Masuk"


Salah seorang kepercayaan dari Ervan melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan tersebut, sedangkan Ervan masih asik dengan laptopnya


"Ada apa?" Tanpa menoleh


"Ada hal yang harus saya sampaikan ke bapak tentang rencana mereka malam itu"


Ervan langsung menghentikan semua aktivitas yang sedang dia lakukan dan menatap orang tersebut dengan serius


"Ada apa?"


"Saya yakin dengan saya menyampaikan hal ini pasti pak Ervan akan semakin murka dengan anak itu, tetapi saya adalah orang kepercayaan pak Ervan saya ga mungkin menutupi hal ini dari pak Ervan"


"Kenapa diam? ayo bilang"


"Saya juga baru tau dari salah seorang pengawal pak, bahwa malam itu Damar berencana untuk melakukan hal itu lagi dengan ibu Sekar di hadapan pak Nino langsung"

__ADS_1


Dalam sekejap wajah Ervan langsung berubah dia pun mengepalkan tangan dan rahangnya, saat itu Ervan merasakan dadanya seperti akan meledak mendengar hal tersebut. Tanpa menunda waktu Ervan segera bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangan tersebut


Ervan langsung menuju ke ruang di mana Damar sedang di sekap, dia pun mendudukkan dirinya di sebuah kursi dengan santai tepat di hadapan Damar. Ervan memberikan aura dingin yang sangat menusuk


"Baru jam segini kenapa orang ini udah ada di sini?"


"Mau apa kamu?" Damar sudah mulai menunjukkan bahwa dia merasa takut melihat Ervan


Ervan pun melepaskan senyuman dari bibirnya yang terlihat sangat mengerikan


"Sebenarnya saya sedikit salut dengan cara kamu bersembunyi, tapi sayangnya kamu terlalu berani untuk bermain"


"Kamu udah puas kan? jadi saya mohon lepasin saya sekarang"


Ervan bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah Damar masih dengan senyuman yang mengerikan


"Jangan mendekat!! tolong jangan mendekat!!"


"Kenapa sekarang baru ngerasa takut? waktu kamu melakukan hal itu apa yang kamu rasakan?"


Damar tak dapat membuka mulutnya untuk menjawab karena tatapan mata dari Ervan sudah memberikan dirinya tekanan yang sangat besar


"Karena kamu berani berpikir untuk melakukan hal gila itu, seandainya itu benar-benar kejadian bukan hanya kamu yang berada di sini. Saya akan buat seluruh orang yang memiliki hubungan dengan kamu akan bernasib sama dengan kamu"


"Cukup.. Saya menyesal, saya ga akan pernah mengulangi hal itu lagi"


"Kamu ga tau sepenting apa perempuan itu bagi saya? karena perempuan itu sudah berhasil membuat Nino bangkit dari kenangan pahit di masa lalu. Tapi kamu hancurkan perempuan itu tanpa perasaan, kamu bahkan berani berpikir untuk melakukan yang lebih buruk lagi"


Bugh... Bugh...Bugh... Beberapa pukulan telak mendarat mulus di perut Damar


Ervan mencengkram dagu Damar dengan kuat


"Apa ga terbayang sama kamu gimana takutnya dia saat itu? gimana perasaan dia saat itu? kamu tau kamu ga lebih baik dari pada seekor binatang di mata saya. Banyak yang bilang kalo saya adalah iblis dalam wujud manusia, tapi saya ga pernah punya pikiran sedikit pun untuk melecehkan wanita!!" melepaskan wajah Damar dengan kasar


Pukulan demi pukulan kembali mendarat di tubuh Damar, setiap Damar mengeluarkan suara atau memohon pengampunan maka Ervan akan semakin menambah kekuatan pukulan nya

__ADS_1


"Tolong berhenti saya sudah ga kuat lagi," dengan suara yang lemah


"Maaf ya saya ga bisa lakukan itu," tersenyum jahat "sekalipun kamu membayar dengan nyawa kamu, ga akan sebanding dengan rasa sakit yang Nino dan Sekar rasakan karena kamu"


Ervan pun menghabiskan malam panjang bersama Damar hingga Damar tak sadarkan diri, dan tanpa perasaan bersalah sedikit pun dia meninggalkan Damar begitu saja. Ervan memberikan perintah kepada anak buahnya untuk mengobati Damar yang semakin terlihat mengenaskan


Para pengawal masuk ke dalam ruangan tersebut dan mulai melakukan pengobatan agar Damar tetap bisa bertahan hidup, tiba-tiba saja Damar tersadar dan mulai menatap penuh harap ke arah para pengawal


"Tolong lepasin saya," memelas


"Maaf tapi kami ga punya wewenang untuk itu"


"Aku yakin mereka ga akan berani melawan perintah manusia satu itu"


"Kalo gitu tolong bunuh saya, saya sudah ga kuat lagi"


Terlihat bahwa para pengawal tersebut sedikit iba melihat keadaan Damar, tetapi rasa takut mereka terhadap Ervan jauh lebih besar dari pada apapun


"Cuma pak Ervan yang punya wewenang untuk itu"


"Sumpah orang itu ga waras, udah dua hari dia bikin aku begini. Dia selalu pastiin supaya aku tetap hidup cuma untuk siksa aku lagi"


Nino dan Sekar sedang merasakan kebahagiaan bulan madu mereka berdua karena setiap saat Nino selalu memberikan perhatian penuh terhadap Sekar, sedangkan Damar harus merasakan pembalasan atas kesalahan yang dia perbuat dengan cara yang sangat menyakitkan


Di siang hari Nino akan membawa Sekar ke berbagai tempat yang sangat indah di tempat itu, dan di malam hari mereka akan menghabiskan waktu berdua di dalam kamar


Berbeda jauh dengan Damar di siang hari dia dapat beristirahat dan mendapatkan pengobatan, lalu di malam hari dia akan kembali merasakan berbagai siksaan dari Ervan, hingga pada malam ke empat Damar pun mulai merasa putus asa


"Tolong berhenti, tolong bunuh saja saya" dengan suara yang semakin melemah


Hampir sekujur tubuh Damar sudah di penuhi lebam dan bahkan dia sudah tidak bisa lagi merasakan sakit karena sebagian tubuhnya seperti sudah mati rasa


"Kamu dengarkan saya baik-baik, saya ga akan pernah melakukan hal tersebut. Karena keinginan saya hanya memberikan kamu rasa sakit"


Ervan kembali malancarkan pukulan demi pukulan hingga dia sendiri tak sadar bila kini tangan nya sudah memar, dia pun keluar dari ruangan itu setelah Damar tak sadarkan diri

__ADS_1


__ADS_2