Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Cemburu


__ADS_3

Sekar dan Jonathan langsung menatap ke arah suara tersebut dengan berbarengan, mereka sama-sama merasa sedikit cemas melihat wajah Nino yang menunjukkan bahwa dia tidak suka Sekar di pegang oleh orang lain walaupun hanya sebatas tangan


"Aduh kok kayaknya kak Nino lagi marah ya, mukanya kok seram banget sih" saling melepaskan jabatan tangan mereka


"Kamu Nino kan? kenalin saya Jonathan kakaknya..."


"Maaf saya ga mau berkenalan dengan orang yang ga ada kepentingan dengan saya"


Jonathan yang sudah mengulurkan tangannya menarik tangannya kembali


"Ya ampun apa ga salah Vio suka sama cowo kayak gini? dia bilang tadi tunangannya Sekar, jadi ini perempuan yang bikin Vio patah hati"


"Apa urusan kamu udah selesai? kita harus fitting baju sekarang," menatap dengan lembut ke arah Sekar


"Vio kamu ga ada harapan lagi selain cantik perempuan ini juga baik, dia rela antar papa orang yang ga dia kenal ke rumah sakit padahal dia seharusnya lagi fitting baju"


"Udah kok kak"


"Berarti kita udah bisa ke butik sekarang?"


"Ayo kak," Sekar langsung menggandeng tangan Nino untuk menjauhkan Nino dari Jonathan


"Aku pergi dulu ya kak," menghadap ke arah Jonathan sambil tersenyum


"Ya, sekali lagi makasih ya kamu tadi udah tolongin papa aku"


"Sama-sama kak"


"Kunci Van," mengadahkan tangan "Saya bawa mobil sendiri aja, nanti kamu nyusul pake mobil yang lain ya,"


"Baik pak"


Jonathan hanya bisa terdiam menatap kepergian Sekar dan Nino dari tempat itu


"Bisa ya dia bersikap dingin ke orang lain tapi saat berhadapan dengan Sekar dia langsung berubah jadi sosok yang lembut, kamu beruntung Sekar laki-laki itu mencintai kamu dengan tulus"


"Bisa kita bicara sebentar?"


Ervan mengajak Jonathan ke sebuah cafe Coffe yang berada di dekat rumah sakit, dan kini mereka sudah duduk saling berhadapan dengan segelas kopi di hadapan mereka masing-masing


"Ada perlu apa ya?"


"Kamu lihat sendiri kan perempuan itu perempuan baik, jadi apa kamu masih berpikir yang kami lakukan keterlaluan?"


"Masalah itu kan..."

__ADS_1


"Saya ga mau membahas hal yang sudah lewat, mulai sekarang apa kalian bisa untuk tidak mengganggu mereka berdua lagi?" dengan tegas


"Kayaknya memang aku harus bujuk papa untuk berhenti, bagaimana pun juga Sekar sudah menyelamatkan nyawa papa"


"Saya paham, tapi apa kami bisa minta bantuan dari kalian juga?" Ervan melepaskan senyuman sinis


"Saya tau Vio sudah melakukan kesalahan tapi dia putri satu-satunya di keluarga kami, dengan keadaan dia yang sekarang membuat keluarga kami jadi berantakan. Saya ga akan minta kalian cabut tuntutan kalian, tapi apa bisa meminta keringanan masa tahanan untuk Vio?"


"Ternyata ga salah saya ajak kamu bicara, kamu lebih mengerti dari pada papa kamu. Untuk masalah yang kamu minta akan saya bicarakan dengan pak Nino terlebih dahulu"


"Terima kasih,"


"Kalau begitu saya permisi karena saya sudah di tunggu oleh pak Nino"


Ervan pun segera bangkit dari duduknya dan meninggalkan tempat itu sedangkan Jonathan hanya menjawab dengan anggukkan kepalanya, dia terus memandangi punggung Ervan hingga dia menghilang


"Semoga permintaan aku bisa di kabulkan oleh mereka, setidaknya mereka bisa meringankan tuntunan masa tahanan Vio"


Lain hal dengan Nino dan Sekar masih berada di dalam mobil menuju ke butik yang sudah mereka pilih untuk merancang baju pernikahan mereka, di sepanjang perjalanan itu Sekar dapat merasakan aura dingin yang Nino pancarkan


"Kamu marah ya kak?"


"Enggak kok cuma agak kesal aja sedikit," berbicara tanpa menoleh


"Karena aku ga langsung pergi ke butik atau..."


"Genit sama laki-laki lain yang mana? apa maksudnya cowo yang tadi di rumah sakit? jangan-jangan dari tadi diam aja karena cemburu ya"


"Nama orang tadi Jonathan kak," tersenyum


"Terserah aku ga perduli sama nama dia"


"Tapi kak tadi aku cuma kenalan aja sama kak Jonathan, dia itu.." Sekar langsung menghentikan ucapannya karena terkejut karena ulah Nino yang tiba-tiba menghentikan laju mobilnya


"Kamu panggil dia apa?" menatap tajam, Sekar pun merasa udara di sekitar Nino semakin dingin


"Kak Jonathan kak," tersenyum


"Kamu panggil aku apa?"


"Kak Nino," dengan polosnya


"Kenapa kamu samain cara panggil kita berdua?"


"Sebenernya kak Nino kenapa sih? masa iya aku harus panggil namanya aja ke orang yang lebih tua dari aku.

__ADS_1


"Ya karena kelihatannya orang tadi lebih tua dari aku, jadi aku panggil kak supaya sopan"


"Iya juga sih, tapi aku kan calon suami dia aku ga mau harus dapat panggilan yang sama dengan orang yang baru dia kenal"


"Kalo gitu mulai sekarang kamu ga boleh panggil aku kak lagi"


"Terus aku harus panggil apa dong?" mengerutkan keningnya


"Apa ya? gimana kalo sayang?" tersenyum menggoda dan sudah bisa di pastikan wajah Sekar langsung merona dalam sekejap


"Apa kak Nino begini karena cemburu?"


Senyuman di wajah Nino pun perlahan menghilang karena yang di ucapkan oleh Sekar benar adanya, dia pun mulai memikirkan hal-hal memalukan yang baru saja dia lakukan


"Ya aku memang cemburu lihat kalian tadi terlalu akrab, aku jadi melakukan hal-hal yang bodoh karena ga bisa kendaliin perasaan aku. Maaf ya, kamu jangan marah"


"Aku ga marah kok kak aku malah senang, kalo kak Nino cemburu berarti kak Nino tulus sama aku. Ya walaupun jujur sikap kak aneh sedikit berlebihan"


"Maaf aku benar-benar minta maaf, tolong jangan marah ya," Sekar bisa melihat saat itu Nino menunjukkan rasa takut akan kehilangan dirinya


"Aku ga marah kok kak," tersenyum


"Kamu beneran ga marah? kamu ga akan tinggalin aku kan?"


"Apa cuma perasaan aku ya? kak Nino merasa ketakutan yang berlebihan"


"Kenapa harus marah? udah ayo jalan sayang ga enak kita udah telat nih"


"Kamu panggil aku apa barusan?"


"Sayang, kayak permintaan dari calon suami aku tadi," tersenyum


Nino langsung menarik tubuh Sekar agar jatuh ke dalam pelukannya "Terima kasih ya, maaf ya kalo aku tadi agak berlebihan," Sekar hanya menjawab dengan anggukkan kepalanya di dalam pelukan Nino


Mereka pun melanjutkan kembali perjalanan ke butik, kini Sekar sudah berada di ruang ganti sedangkan Nino dengan setia menunggu di ruang tunggu. Tak lama selang berapa lama Ervan pun tiba di sana


"Pak"


"Kok baru datang?"


"Maaf pak tadi ada sedikit urusan, apa ada yang bapak butuhkan?"


"Ga kok Van, saya cuma mau tanya sesuatu sama kamu"


"Ada apa ya pak?" Ervan sudah memasang mode serius

__ADS_1


"Kalo mencintai seseorang secara berlebihan apa bisa jadi gila Van?"


Dhuar.... Serasa isi kepala Ervan saat itu mau pecah mendengarkan ucapan dari Nino, Ervan hanya bisa menggelengkan kepalanya di belakang Nino


__ADS_2