
Sebuah gedung yang sangat mewah telah di pilih Nino untuk merayakan bersatunya dirinya dan Sekar, Gedung tersebut sudah di sulap sedemikian rupa hingga terlihat sangat megah sesuai permintaan Nino. Dia ingin semua yang terbaik untuk acara tersebut
Sekar saat itu sudah berada di ruang tunggu yang di persiapkan untuk menjadi ruang rias, Sekar merasakan sedikit gugup sehingga dia memilih untuk meminum segelas air sebelum di rias dan tiba-tiba saja gelas tersebut terlepas dengan sendirinya dari genggaman tangannya
"Kenapa mbak?"
"Saya juga ga tau kok gelasnya jatuh sendiri," dengan wajah yang terlihat bingung
"Oh ya udah mbak awas kena pecahan kacanya, nanti kita minta orang buat bersihin. Sekarang mbak duduk aja dulu saya ambil minuman yang baru ya"
"Makasih ya," tersenyum kaku
"Kenapa perasaan aku tiba-tiba ga enak gini ya? aku merasa sesuatu yang buruk akan terjadi"
Saat itu Sekar tak dapat pungkiri bahwa hati kecilnya sedang memberikan dia sebuah peringatan, tetapi dia tetap hanya manusia biasa dia hanya bisa berdoa dan berpasrah diri kepada Sang Pencipta. Sekar pun berusaha mengatur napasnya yang kian memburu
Sekar sempat mengirimkan pesan kepada Nino tentang perasaan yang sedang mengganjal di dalam hatinya, Nino yang berada di ruangan yang berbeda dengan Sekar mencoba menenangkan Sekar. dia pun mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja dia juga mengatakan mungkin Sekar sedang gugup saat itu
Pihak keluarga Sekar pun sudah tiba di gedung itu karena mereka harus ikut bersiap dengan pakaian yang sudah di siapkan, dan sudah pasti mereka menerima pelayanan terbaik yang sudah Nino siapkan. Mereka benar-benar merasa takjub dengan keberuntungan yang Sekar miliki
Saat acara sudah di mulai satu persatu tamu para undangan pun mulai memenuhi gedung tersebut, hampir semua tamu yang hadir di sana berasal dari kalangan para elite. Papanya Nino dan keluarganya juga hadir di sana, bahkan Jonathan pun ikut hadir di sana karena undangan dari Sekar
Sudah pasti Rendi dan keluarga nya hadir di sana walaupun saat itu Rosa bersikeras untuk tidak datang ke acara tersebut, Rendi dan keluarganya naik ke atas pelaminan dan mengucapkan selamat atas pernikahan mereka kepada ke dua mempelai
"Ingat ya kak janji kak Nino ke aku belum di bayar, jadi kalo kak Nino sakiti Sekar aku mau tagih lagi janji itu," berbisik ke Nino
__ADS_1
"Jangan harap, sampe kapan pun kak Nino ga akan lepasin Sekar," mereka berdua pun tertawa
Acara itu pun berjalan dengan lancar karena sudah pasti setiap detail dari acara tersebut di awasi langsung oleh Nino dan Ervan, acara itu benar-benar terkesan mewah dan sempurna
Hampir semua yang hadir di sana akan merasa iri akan keberuntungan yang Sekar miliki. Mereka tak akan pernah menyangka bila yang dapat menaklukkan seorang Nino Erlangga sang gunung es adalah seorang gadis biasa seperti Sekar
Semua yang hadir di situ sedang menikmati segala suguhan yang telah tersedia di sana, tanpa ada satu orang pun yang menyadari ada seorang pria yang sedang menatap ke arah Nino dan Sekar. Tatapan yang dia berikan bukanlah tatapan kagum ataupun iri seperti yang lainnya tetapi tatapan penuh kebencian
"Sebentar lagi saya akan buat kalian merasakan penderitaan yang akan pernah kalian lupakan seumur hidup kalian, nikmati sebaik-baiknya kebahagiaan kalian yang tersisa sebentar lagi ini"
Waktu pun terus berlalu para tamu undangan mulai membubarkan diri satu persatu dari tempat itu, dan keadaan gedung yang tadinya ramai kini sudah mulai sepi hanya tersisa Nino dan orang-orangnya serta Sekar dan pihak keluarganya. Nino dan Sekar memilih untuk berbincang sejenak dengan mereka
Pihak keluarga Sekar tak henti-hentinya memuji kemewahan acara tersebut, Sekar hanya bisa tersenyum mendengar itu sedangkan Nino sudah pasti merasa puas karena dia berhasil menciptakan yang terbaik untuk Sekar
"Ayo kita juga pulang," tersenyum hangat
"Apa aku ga perlu ganti baju dulu kak?"
"Ga usah, dari tadi kan semua orang udah puas liat kamu yang cantik pake baju itu. Jadi sekarang giliran aku suami kamu yang harus puas dulu liat kamu pake baju itu,"
"Apaan sih kak?" merona
"Kita harus cepat pulang kan sekarang malam pertama kita," berbisik, dan sudah pasti wajah Sekar saat itu semakin merah
Nino pun menggandeng tangan Sekar ke arah luar gedung menuju mobil mereka yang sudah siap, dan saat Sekar hendak masuk ke dalam mobil perasaan yang tadi sempat mengganjal di dalam hatinya pun hadir kembali. Sekar langsung menghentikan langkahnya untuk masuk ke dalam mobil
__ADS_1
"Kamu kenapa?" menatap serius ke arah Sekar
"Perasaan aku kok ga enak banget ya kak?" Nino pun tersenyum tipis
"Kalo kamu belum siap untuk malam pertama kita, aku janji aku ga akan lakuin itu ke kamu. Kita cuma istirahat aja, aku janji," dengan bersungguh-sungguh
"Bukan itu kak, sebagai seorang istri itu udah jadi kewajiban aku. Tapi perasaan ini beda, aku merasa sesuatu yang buruk sudah menanti kita"
"Kamu sekarang udah sah jadi istri aku, apapun yang terjadi aku akan tetap ada di samping kamu," memegang ujung kepala Sekar dengan lembut
Sekar pun tak ingin mengecewakan hati Nino dia mulai masuk ke dalam mobil dan Nino duduk tepat di sampingnya, sudah pasti Ervan saat itu yang mengendarai mobil mereka. Dua mobil berisikan para pengawal berada di depan mobil mereka dan masih ada beberapa mobil yang berisikan pengawal di belakang mobil mereka
Iring-iringan mobil tersebut mulai keluar dari area gedung tersebut dan mulai membelah jalanan ibu kota yang mulai senggang karena sudah melewati tengah malam, dan tiba-tiba saja ada banyak mobil yang menghadang mobil para pengawal yang berada di belakang
Para pengawal tersebut langsung sigap dan bersiap turun dari mobil untuk memberikan perlawanan, sedangkan mobil yang berada di depan langsung mendapatkan perintah dari Ervan untuk menambah kecepatan karena merasa ada yang tak beres. Tetapi semua sia-sia karena tak jauh dari sana jalanan di depan sudah di tutup oleh mobil yang berjejer
Para pengawal yang berada di mobil depan pun segera keluar, mereka bertiga masih berada di dalam mobil. Melihat para pengawal yang sudah mulai kewalahan Ervan pun segera bersiap dan memegang senjata yang dia punya
"Sial siapa yang berani melakukan ini? semua rencana yang dia punya sudah tersusun rapi"
"Saya minta kalian berdua jangan keluar dari dalam mobil," menatap ke arah belakang
Nino sudah tampak tegang tetapi Sekar sudah bergetar hebat karena ketakutan
"Apa ini yang akan terjadi dari firasat ga enak aku?"
__ADS_1