Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Alasan Sekar


__ADS_3

Sekar masih terlihat lebih pendiam dari biasanya karena dia masih merasa sedikit jengkel dengan sikap Nino, walaupun semua itu terjadi karena diriny sendiri yang tak bercerita kepada Nino tentang apa yang membuat dia seperti itu


Nino pun terus berusaha membuat suasana mencair dengan berbagai tingkah lakunya, dia berusaha membuat Sekar kembali menjadi Sekar yang biasanya. Karena ancaman dari Sekar walaupun hanya sebatas tidak tidur bersama, tetapi berhasil membuat seorang Nino Erlangga merasa takut


Usaha keras Nino pun akhirnya membuahkan hasil, karena suasana tegang yang sempat tercipta di antara mereka sudah mulai mencair. Dan sudah pasti Sekar juga tak ingin berada jauh dari aroma tubuh suaminya


"Tapi apa kamu ga penasaran sayang?" Sekar mendongakkan wajahnya agar bisa saling bertatapan dengan Nino


"Masalah apa sayang?"


"Kenapa hari ini sikap aku berubah ke kak Ervan?"


"Kalo aku bilang aku ga penasaran sama sekali pasti aku bohong sayang, tapi aku lebih takut kalo kamu jadi marah lagi karena aku tanya masalah itu. Jadi aku pilih diam aja"


"Diam tapi ternyata ngambek" tersenyum meledek


"Bukan ngambek sayang, tapi lebih tepatnya aku sedikit cemburu"


"Ya ampun sayang, masa kamu masih bisa ngerasa cemburu sama kak Ervan sih"


"Ya kan itu tandanya aku cinta mati sama kamu, aku mau hati dan perhatian kamu cuma buat aku" mencium kening Sekar dengan lembut


"Ya tapi aneh dong sayang kalo kamu bisa cemburu sama kak Ervan"


"Ya kan belakangan ini permintaan kamu suka agak aneh, aku cuma takut aja kalo tiba-tiba kamu jadi..."


"Jadi apa?" menatap tajam


Nino tak berani untuk melanjutkan ucapannya, dia memilih untuk mengalihkan pandangannya. Dan tiba-tiba saja Sekar memegang wajah Nino dengan kedua tangannya, dan cup sebuah ciuman singkat mendarat di bibir Nino


"Aku udah punya suami yang sempurna kayak kamu, apa kamu pikir hati aku bisa terima laki-laki lain lagi?"


Sekar mengucapkan semua kata-kata itu dengan penuh perasaan sambil menatap jauh ke dalam mata Nino


"Maaf ya harusnya aku ga boleh punya pikiran kayak gitu, terus apa alasannya hari ini kamu bersikap aneh sama Ervan?"


"Tapi kamu harus janji dulu sama aku, kalo kamu ga akan bilang lagi sama kak Ervan"


"Iya aku janji sayang" menarik kepala Sekar agar bersandar di atas dadanya


"Semalam aku mimpi tentang kak Ervan"

__ADS_1


"Kok bisa kamu sampe mimpi tentang dia, kenapa kamu ga mimpi tentang aku aja? kan aku lebih ganteng dari dia"


Sekar pun tertawa lepas mendengar ucapan Nino


"Kok kamu ketawa sih?"


Sekar pun menghentikan tawanya dan mengangkat wajahnya, karena mendengar suara Nino yang mulai menunjukkan bahwa dia tidak suka


"Habis kamu narsis banget sayang"


"Jadi kamu pikir Ervan lebih ganteng dari aku?" dengan nada dingin


"Ya ga mungkin lah sayang, udah pasti suami aku ini lebih ganteng dari kak Ervan. Tapi tolong sayang jangan memuji diri sendiri"


Sekar berusaha menahan tawanya karena wajah Nino yang masih terlihat sedikit kesal


"Udah akh jangan bahas itu dulu, sekarang kamu mau dengar cerita aku ga?"


"Iya" dengan nada suara yang lemas


"Aku mimpi kak Ervan datang ke aku sambil nangis, dia cuma terus menerus minta maaf ke aku. Makanya tadi aku sempat kaget waktu dia jawab gitu"


Dalam sekejap Nino pun langsung memasang wajah serius


Nino tak bisa mengeluarkan kata-kata sama sekali dari bibirnya, karena semua yang Sekar ucapkan benar adanya


"Padahal harusnya kak Ervan ga perlu menyiksa diri sendiri dengan perasaan bersalah, aku ga bisa bayangin perasaan kak Ervan saat itu. Karena sampe sekarang aja dia masih merasa bersalah"


Nino pun langsung menarik kembali kepala Sekar dan memeluk Sekar dengan erat, lalu mencium ujung kepala Sekar dengan lembut


"Makasih ya sayang"


"Untuk apa?"


"Karena kamu udah berhasil bikin Ervan tersenyum"


"Memang apa hebatnya bisa bikin kak Ervan senyum?"


Nino hanya tersenyum mendengar ucapan Sekar


"Mungkin bagi orang lain senyuman adalah hal yang biasa, tapi bagi aku dan Ervan senyum adalah hal yang sulit untuk di lakukan. Hidup aku bisa berubah menjadi lebih baik karena kamu, dan Ervan belum bisa menemukan hal itu"

__ADS_1


"Udah tidur yuk udah malam" mencium ujung kepala Sekar sekali lagi


Hari pun berganti dengan hari yang lainnya dan saat menjelang akhir pekan, Sekar terus membujuk Nino agar membawa Ervan dan anggota keluarganya yang lain untuk berlibur


Sudah pasti Nino langsung menolak permintaan Sekar, dia tak ingin Sekar terlalu lelah di masa trimester kehamilannya. Dan Sekar pun terpaksa mengalah dengan catatan Ervan dan keluarganya harus datang ke kediaman Nino


Saat tiba di kantor Nino langsung menyampaikan keinginan Sekar kepada Ervan, dan tak ada satu pun alasan Ervan untuk menolak hal tersebut


Hari pun berganti saat akhir pekan datang, sejak pagi Sekar sudah sibuk meminta menyiapkan ini dan itu untuk menyambut kehadiran Ervan dan keluarganya. Sedangkan Nino sudah tak mempunyai perasaan cemburu sedikit pun hal tersebut


Pada malam hari semua sudah berkumpul di taman, karena Sekar merencanakan akan membuat acara barbeque. Semua pun merasa bahagia pada saat itu, bahkan anak Ervan terlihat asik main bersama Ajeng


Nino memaksa untuk membakarkan daging untuk Sekar, akhirnya terpaksa Ervan pun berdiri di samping Nino dan membantu apa yang bisa dia kerjakan. Sedangkan istrinya Ervan langsung mendekati Sekar yang sedang melihat anak-anak bermain


"Ibu Sekar"


"Ga usah panggil ibu, kamu kan istrinya kak Ervan"


Wanita tersebut tersenyum dengan tulus


"Saya mau mengucapkan terima kasih"


"Terima kasih buat apa ya?" mengerutkan keningnya


"Terima kasih karena sudah meminta dia untuk tersenyum"


"Maaf ya kak jangan salah paham, saya waktu itu cuma..."


"Saya tulus bu mengucapkan terima kasih, karena sekarang dia terlihat lebih baik. Malam itu pulang dari sini dia bilang ke saya kalo dia di suruh datang ke sini cuma untuk senyum"


"Lebih baik, apa maksud istrinya kak Ervan ya? bukannya kak Ervan memang baik-baik aja"


"Maaf saya ga bermaksud untuk lancang, tapi apa maksudnya kak Ervan terlihat lebih baik?"


"Kamu bisa lihat sendiri"


Citra istri dari Ervan mengalihkan pandangannya kepada para pria yang sedang membakar daging, Sekar pun mengikuti memandang ke arah Nino dan Ervan. Terlihat saat itu Ervan sedang menertawakan Nino karena daging yang dia bakar terlihat hangus


"Selama kami menikah saya belum pernah melihat suami saya tertawa selepas itu, saya merasa dia belum bisa menerima saya sebagai keluarga"


Sekar langsung menatap Citra dengan tatapan bingung

__ADS_1


"Lalu bagaimana kalian bertahan selama ini?"


Citra pun menatap ke arah Sekar sambil tersenyum


__ADS_2