Kisah Cinta Sang Gadis Desa

Kisah Cinta Sang Gadis Desa
Makan Malam Keluarga


__ADS_3

"Kalo mau terima kasih dengan seseorang itu harus pake pembuktian dong" Sekar pun mengerutkan keningnya


"Apa pak Nino mau minta yang aneh-aneh dari aku ya? gimana juga yang pak Nino kasih ke aku udah banyak banget. Akh aku ga mau kalo harus jadi perempuan simpanan kayak di film-film itu"


"Jangan pernah punya pikiran mesum ke saya" seolah Nino selalu tau apa yang ada di pikiran Sekar


"Ga kok saya ga lagi pikirin apapun" tersenyum canggung karena merasa bersalah


"Kamu cukup traktir saya makan malam, tapi harus masakan kamu sendiri"


"Okh... Kalo cuma itu sih gampang pak, Siap pak" tersenyum dan mengangkat tangan kanannya ke dahi seperti sedang memberi hormat


"Ok.. Saya tunggu undangan makan malam di rumah baru kamu ini"


"Rumah bapak saya cuma tinggal di sini" Nino hanya membalas dengan senyuman yang sulit di artikan


"Saya harap saya bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga di tengah-tengah kalian"


Setelah semua orang yang bekerja selesai Nino dan Ervan pun berpamitan meninggalkan rumah mewah tersebut, dan sebelum itu Nino sudah menyiapkan dua orang pekerja di rumah tersebut seorang wanita dan seorang pria. Mereka bertugas mengurus segala kebutuhan Sekar dan adik-adiknya


Ajeng dan Dimas sedang menikmati kamar baru mereka dan di dalam kamar mereka masing-masing telah tersedia berbagai peralatan sekolah dan mainan untuk masing-masing, sudah pasti perintah dari Nino dan Ervan yang mengatur semuanya


Sekar yang berada sendiri di dalam kamarnya mencoba menyapu bersih seluruh kamarnya "Seperti sebuah mimpi aku bisa tinggal di tempat semewah ini" Sekar melanjutkan langkahnya menuju ke meja rias bahkan segala peralatan rias sudah tersusun rapi


"Jangan bilang kalo semua baju yang tadi di pilih pak Ervan juga udah ada di dalam lemari"


Sekar segera menuju ke lemari pakaian dan membukanya, berbagai jenis pakaian sudah tersusun dengan rapi "Akh.. Aku jadi ngerasa kayak seorang putri aja, semuanya udah di sediakan" tertawa kecil


"Kayaknya aku harus ucapin terima kasih sekali lagi sama pak Nino" Sekar segera mencari di mana letak ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Nino

__ADS_1


"Aku dan adik-adikku sekali lagi mengucapkan terima kasih atas kebaikan pak Nino kepada kami" Nino yang masih dalam perjalanan membuka, Nino yang membaca pesan tersebut langsung tersenyum bahagia dan membalas pesan tersebut dengan cepat


"Saya tunggu undangan makan malamnya di rumah baru kalian"


"Siap pak.. Besok malam saya akan undang bapak ke rumah ini, saya akan masak makanan spesial untuk bapak"


"Ok.." Nino menggenggam erat ponselnya sambil kembali tersenyum, Ervan hanya melihat senyuman di bibir Nino melalui kaca spion "Saya berharap bapak akan selamanya bisa tersenyum seperti itu"


Sekar memilih melihat adik-adiknya dan memberitahukan kepada mereka bahwa sebentar lagi mereka akan segera bersekolah kembali, bahkan mereka akan masuk ke dalam sekolah yang terbaik di kota tersebut. Kabar baik tersebut di sambut dengan sangat gembira oleh adik-adiknya


Malam itu pun mereka memutuskan untuk langsung beristirahat di dalam kamarnya masing-masing setelah makan malam bersama, untuk pertama kalinya mereka bertiga makan tanpa harus menunggu sang kakak menyiapkan terlebih dahulu. Dan makan yang mereka makan bisa di bilang cukup mewah


Sekar merebahkan tubuhnya setelah melakukan segala kewajibannya dia menatap kosong ke arah langit-langit kamarnya, jauh di dalam lubuk hatinya dia masih tidak bisa percaya dengan semua yang kini dia miliki. Sekar mencoba mengalah dengan perasaan yang mengganjal di dalam hatinya, dia memilih untuk mulai bersyukur dengan apa yang telah Tuhan berikan kepada dirinya


Keesokan harinya pagi-pagi sekali Sekar sudah pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan yang akan dia masak spesial untuk sang bos besar sekaligus penyelamat nyawanya


Menuju sore hari Sekar mulai memasak dari bahan-bahan yang dia beli tadi pagi, Sekar memasak dengan penuh perasaan sebagai ungkapan rasa terima kasih yang mungkin sampai kapan pun takkan pernah bisa dia lupakan


"Sekar ke mana mbak?"


"Lagi sholat berjamaah sama adik-adiknya pak"


"Di mana?"


"Di kamar mbak Sekar tapi pintunya ga di tutup pak" dan entah mengapa untuk pertama kalinya hati kecil Nino tergerak untuk melihat hal tersebut


Nino melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar Sekar dan berdiri menatap ke arah mereka bertiga yang sedang khusyuk menjalankan ibadah, hatinya merasakan getaran yang sudah lama dia tak rasakan


"Rasanya sakit banget melihat itu aku jadi teringat kembali semua kenangan itu" berkaca-kaca

__ADS_1


"Sebaiknya kita tunggu di ruang tamu aja pak" Ervan yang mengerti perasaan Nino memilih mengajak Nino pergi, Nino memberikan isyarat dengan tangannya seperti biasa. Dan itu adalah sebuah tanda mutlak bagi Ervan bahwa dia harus berhenti


Nino terus memandangi Sekar dan adik-adiknya tanpa dia sadari bahwa mereka sudah selesai menjalankan sholat, ketika Ajeng mulai mencium tangan kakak-kakaknya Ajeng menoleh dan melihat Nino sudah berada di depan pintu memandang ke arah mereka


"Kak Nino.."


Sekar langsung menoleh ke arah pintu" sejak kapan pak Nino berdiri di situ? tapi kenapa ekspresi dan mata pak Nino begitu?"


Nino yang sudah tersadar langsung tersenyum ke arah mereka dan menyeka air matanya yang hampir menetes, untuk menghilangkan rasa canggung Sekar segera melepaskan senyuman terbaik yang dia miliki


"Sudah lama ya pak?"


"Terima kasih Sekar senyuman kamu benar-benar bisa membuat suasana hati saya berubah dalam sekejap" kami baru datang kok"


"Mau makan sekarang pak? biar saya langsung siapkan" tersenyum kembali Nino pun membalas dengan senyuman


Kini mereka semua sudah berada di meja makan dan semua makanan sudah tersaji di meja makan, dan tanpa sadar Sekar mengambil piring Nino seperti yang biasa dia lakukan dan mengambil nasi secukupnya


"Mau coba yang mana pak? semuanya saya masak sendiri"


"Masa kamu masak semuanya sendiri?" tatapan Nino memancarkan tanda tidak percaya


"Hem... Masakan kak Sekar itu paling enak loh kak"


"Kak Nino coba ya sayang" menatap ke arah Sekar


"Aduh kenapa ngomong sayangnya ngadep ke arah aku sih? jadi bikin jantung aku berdetak ga karuan lagi gini" mencoba tetap tenang dan mengatur napasnya


Makan malam tersebut berjalan dengan sangat bahagia, setelah makan malam mereka semua berkumpul di ruang tamu celoteh dari bibir Ajeng membuat Nino terus tersenyum, hanya Sekar yang harus selalu mengatur napasnya saat melihat senyuman dari bibir Nino. Ervan bernapas lega melihat senyuman di bibir Nino

__ADS_1


"Saya tau pak anda sudah sangat lama merindukan ini semua, makan malam ini pasti membuat anda merasa makan malam bersama keluarga. Dan berada di tengah mereka membuat anda menjadi lebih nyaman"


__ADS_2