
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Qin Chen baru saja diresmikan sebagai Raja baru Kerajaan Shu, dan di waktu yang sama Liu Yao diresmikan sebagai Permaisuri Kerajaan. Dengan di hadiri Raja baru dari ketiga Kerajaan serta kehadiran Raja Tang Gong, Qin Chen hari ini ingin menentukan masa depan Kerajaan Shu. Mendapat dukungan dari empat Kerajaan, hari ini setelah resmi menjadi Raja, Qin Chen ingin merubah status Kerajaan Shu dari Kerajaan menjadi Kekaisaran.
“Apa ada yang tidak setuju dengan rencanaku?” tanya Qin Chen pada semua orang.
Semua orang saling melihat dan tidak terlihat ada yang keberatan dengan rencana Qin Chen, merubah Kerajaan Shu menjadi sebuah Kekaisaran.
“Kalau tidak ada yang keberatan, hari ini juga aku ingin mengubah status Kerajaan Shu dari sebuah Kerajaan, menjadi Kekaisaran Shu,” kata Qin Chen tegas dan jelas.
“Hormat kami pada Yang Mulia Kaisar, semoga Yang Mulia senantiasa diberkahi kesehatan, dan memimpin Kekaisaran Shu menuju kejayaan,” kata seluruh orang yang berada di istana.
Sebelumnya mereka bertempat di istana Kerajaan Shu, tapi setelah bergantinya status Kerajaan Shu menjadi sebuah Kekaisaran, sekarang mereka sedang menempati istana Kekaisaran, dan dihadapan mereka saat ini adalah Qin Chen, Kaisar Pertama Kekaisaran Shu.
Setelah resmi menjadi Kaisar Kekaisaran Shu, Qin Chen mulai menata kembali susunan pejabat Kekaisarannya, dan memberi tugas utama pada mereka dimana tugas itu harus segera terselesaikan. Sedangkan untuk Keempat Kerajaan di bawah naungan Kekaisaran Shu, Qin Chen memutuskan tidak menarik pajak dari mereka, tapi dia ingin seluruh Kerajaan saling membantu jika terjadi masalah sesama Kerajaan di bawah naungan Kekaisaran Shu.
Setelah Qin Chen membagi tugas dan menerapkan peraturan barunya yang mana salah satu peraturan barunya dia menghapuskan perbudakan. Sekarang Qin Chen sedang membahas permasalahan wilayah Timur, yang kemungkinan besar tak lama lagi akan terlibat dalam peperangan besar melawan Kekaisaran Barat.
Setelah bertahun-tahun memonopoli perdagangan dan persenjataan di wilayah timur. Dengan berdirinya Kekaisaran Shu di bawah kepemimpinan Qin Chen, Kekaisaran Shu memutuskan segala jenis hubungan dengan wilayah barat. Perdagangan akan dikelola langsung oleh Kekaisaran Shu. Untuk persenjataan, Kekaisaran Shu akan memproduksi sendiri senjata yang jauh lebih baik dari apa yang ditawarkan bangsa barat.
Meskipun tidak lagi dapat berhubungan dengan wilayah timur yang masuk dalam wilayah kekuasaan Kekaisaran Shu, bangsa barat tetap bisa berhubungan dengan wilayah timur melalui Kerajaan Chu. Akan tetapi, hubungan itu akan sulit dilakukan karena di tengah-tengah jalur yang menghubungkan mereka, berdiri kokoh Kerajaan Zang, yang tentu tidak akan memberi jalan untuk mereka.
Kalau masih nekat ingin melakukan hubungan, kedua belak pihak harus melewati jalur utara, dimana jalur itu berada di dalam wilayah Kekaisaran Utara. Sedangkan Kekaisaran Utara, sejak berdirinya Kerajaan Zang, Kekaisaran Utara bisa dikatakan memiliki hubungan erat dengan Kerajaan Zang.
Jalan terakhir hubungan keduanya bisa terjalin dengan melalui luasnya lautan, tapi hubungan itu akan berjalan lambat karena jauhnya jarak yang memisahkan keduanya.
“Setelah membagi tugas pada mereka, sekarang aku hanya tinggal memikirkan cara mengatasi permasalahan di beberapa kota Kekaisaran,” kata Qin Chen yang saat ini sudah berada di ruang kerjanya bersama dengan Liu Yao.
__ADS_1
“Apa Yang Mulia membutuhkan bantuanku?” tanya Liu Yao yang duduk di sebelah Qin Chen.
Qin Chen tersenyum mendengarnya. “Bukan permasalahan yang sulit, aku sendiri masih bisa menyelesaikannya,” jawab Qin Chen.
“Kalau begitu, aku akan mengerjakan apa yang menjadi tanggungjawabku,” kata Liu Yao yang memiliki tanggungjawab tersendiri karena saat ini dia adalah Permaisuri Kekaisaran.
Qin Chen hanya menganggukkan kepala, lalu dia mulai mencari jalan keluar untuk permasalahan Kekaisaran. Selain masalah utama peningkatan kekuatan militer Kekaisaran, ada dua masalah utama lainnya yang harus segera diselesaikan. Masalah kekeringan dan kelaparan harus segera terselesaikan dalam beberapa hari ke depan.
Untuk mengatasi kekeringan, pejabat Kementerian Pembangunan telah menyiapkan dua desai bendungan dan saluran irigasi untuk memaksimalkan kegunaan air saat di musim penghujan maupun di musim kemarau.
Sedangkan permasalahan kelaparan akibat kekeringan, pasokan makanan yang melimpah dari timur akan di pasok ke wilayah selatan yang saat ini sedang dilanda kekeringan.
Selain di wilayah Kekaisaran Shu, bencana kekeringan juga terjadi di Kerajaan Qiao yang baru berdiri, tapi dengan kerjasama yang baik antara Kerajaan Qiao dan Kekaisaran Shu, bencana tidak sampai mengakibatkan banyak nyawa melayang karena kekurangan pasokan makanan dan air.
Setelah membandingkan dua desain di tangannya, Qin Chen memutuskan memilih desain pertama, dan dia ingin pejabat Kementerian Pembangunan memulai pembangunan paling lambat bulan depan. Memanggil prajurit yang berjaga di depan ruang kerjanya, Qin Chen menyuruh prajurit itu mengirim gulungan kertas berisikan desain bendungan dan saluran irigasi pada pejabat Kementerian Pembangunan.
Setelah menyelesaikan tugasnya dan melihat hari sudah siang, Qin Chen mengajak Liu Yao makan siang bersama di taman Kekaisaran, dimana hanya dirinya dan Permaisuri Kekaisaran, yang diizinkan berada di taman itu.
Qin Chen tahu kalau Liu Yao sudah menyelesaikan pekerjaannya, setelah dia melihat Liu Yao sudah merapikan meja kerjanya. Liu Yao sendiri, dia hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum mengiyakan ajakan Qin Chen.
Melihat Qin Chen bangkit dari tempat duduknya, Liu Yao merapikan pakaian serta cadarnya, lalu dia segera bangkit, dan langsung saja dia memeluk lengan Qin Chen.
Qin Chen tersenyum lembut saat Liu Yao memeluk lengannya, kemudia keduanya berjalan bersama keluar dari ruang kerja Kaisar.
“Siapkan makan siang di taman Kekaisaran,” perintah Qin Chen pada para pelayan yang senantiasa menunggu di luar ruang kerjanya.
“Baik Yang Mulia,” balas keempat pelayan pribadi Liu Yao, yang kini juga menjadi pelayan pribadi Qin Chen.
Keempat pelayan pribadi Kaisar dan Permaisuri yang didampingi empat pelayan lainnya, mereka segera pergi ke dapur istana Kekaisaran untuk menyiapkan makan siang Kaisar dan Permaisuri.
__ADS_1
Sedangkan Qin Chen dan Liu Yao, mereka langsung saja pergi ke taman istana Kekaisaran dengan kawalan ketat Jin Fan dan Jin Yan.
“Apa kalian tahu kapan tepatnya hari pernikahan Jin Han dan Mu Niao?” tanya Qin Chen pada Jin Fan dan Jin Yan sambil terus melangkahkan kakinya.
“Yang Mulia, setau kami, pernikahan mereka akan berlangsung bulan depan, dan undangan resmi baru akan dikirimkan minggu depan,” jawab Jin Yan.
Qin Chen menganggukkan kepala. “Aku tidak menyangka mereka ternyata saling mencintai dan memutuskan menikah tak lama setelah aku meresmikan hubungan dengan istriku,” ungkap Qin Chen sambil mengarahkan pandangan pada Liu Yao.
Pembicaraan diantara mereka terhenti saat sampai di taman istana Kekaisaran, dimana Qin Chen meminta Jin Yan dan Jin Fan untuk beristirahat di bagian luar taman bunga.
Melihat kemanan taman yang begitu ketat, Jin Fan dan Jin Yan setuju beristirahat dengan duduk di bangku yang berjajar rapi di luar area taman istana Kekaisaran.
Qin Chen sengaja menyuruh mereka beristirahat di luar area taman karena dia ingin menghabiskan waktu berdua dengan Liu Yao. Sejak pagi sampai siang keduanya disibukkan dengan kegiatan dan pekerjaan, yang membuat mereka tidak memiliki waktu untuk berduaan.
Sementara itu jauh dari Kekaisaran Shu, tepatnya di istana Kerajaan Chu, Ratu Li Wei marah besar saat mendengar kabar pernikahan Qin Chen dengan Liu Yao.
Ratu Li Wei mengumpulkan para pendekar yang selama ini namanya belum terdengar di dunia persilatan, tapi mereka semua merupakan pendekar tingkat Raja yang telah menjadi bagian dari Kerajaan Chu, dan senantiasa menuruti apa yang menjadi keinginan Ratu Li Wei.
“Kalian berlima aku beri tugas menculik dan menyeret ke hadapanku wanita yang telah merebut priaku!” perintah Ratu Li Wei lalu dia menceritakan pada mereka, siapa wanita yang harus mereka culik.
“Penjagaan wanita itu pasti ketat, tapi aku yakin bukan hal sulit bagi kalian untuk menculik dan menyeret wanita itu ke hadapanku.”
“Kalian tenang saja, setelah kalian menyeret wanita itu ke hadapanku, kalian bebas melakukan apapun pada wanita itu, dan aku akan menyiapkan para wanita yang masih suci sebagai bonus keberhasilan tugas kalian. Kalau perlu, aku sendiri yang akan memberi kepuasan pada kalian,” kata Ratu Li Wei yang perutnya semakin membesar, tapi itu tidak mempengaruhi kecantikan serta keindahan tubuhnya.
Kelima pendekar yang mendengar penawaran Ratu Li Wei, mereka terlihat sangat bersemangat menyelesaikan perintah itu, dan hari ini juga mereka berangkat menuju Kekaisaran Shu.
“Keindahan tubuhku sulit untuk ditolak oleh siapapun, tapi kenapa kamu justru memilih wanita lain sebagai istri?” tanya Ratu Li Wei sambil melihat lukisan Qin Chen.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.