
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
“Yang Mulia, kita akan mulai menyerang Kerajaan Shu begitu senjata yang kita pesan dari wilayah barat telah sampai, dan dipastikan dapat kita gunakan dalam perang,” kata Raja Gui Mo yang sedang berkunjung ke istana Kekaisaran Qing, dan saat ini dia berada di dalam ruang kerja Kaisar Qing duduk berhadap-hadapan dengan sang Kaisar.
“Kali ini aku memesan tambahan belasan meriam dan lebih banyak bahan peledak dari wilayah barat. Akan tetapi, aku merasa ada yang aneh dengan penguasa wilayah barat, yang kali ini tidak membatasi seberapa banyak barang yang aku beli,” ujar Kaisar Qing Lho yang menaruh kecurigaan pada penguasa wilayah barat.
“Yang Mulia tidak perlu merasa ada yang aneh dengan penguasa wilayah barat. Aku yakin dia melakukan semua itu karena dia tahu kalau Yang Mulia akan berperang, dan membutuhkan banyak senjata untuk memenangkan peperangan,” ungkap Raja Gui Mo yang dalam hatinr yang terdalam juga merasa adanya keanehan dengan penguasa wilayah barat.
Biasanya penguasa wilayah barat sangat membatasi pembelian senjata yang bisa dibeli oleh Kerajaan atau Kekaisaran di wilayah timur. Akan tetapi, belum lama ini penguasa wilayah barat membebaskan Kerajaan ataupun Kekaisaran wilayah timur memberi sebanyak-banyaknya senjata dari mereka.
Meskipun merasakan keanehan, Raja Gui Mo menganggap keputusan penguasa wilayah barat adalah untuk membantu Kekaisaran Qing memenangkan peperangan karena bagaimanapun juga, Kekaisaran Qing adalah pelanggan setia persenjataan yang dijual oleh penguasa wilayah barat.
Setidaknya kali ini Kekaisaran Qing dan Kerajaan Guiembeli lebih dari dua puluh meriam dan belasan ton peledak, dan semuanya akan tiba dalam kurun waktu satu atau dua minggu ke depan.
“Raja Gui Mo, apa ada mata-mata Kerajaam Gui yang berhasil mengumpulkan informasi tentang kekuatan Kerajaan Shu?” tanya Kaisar Qing Luo.
Raja Gui Mo menggelengkan kepala. “Yang Mulia, tak satupun dari pengumpul informasi Kerajaam Gui mendapatkan informasi tentang seberapa kuat kekuatan Kerajaan Shu,” jawabnya.
Bukannya mendapat informasi, Raja Gui Mo harus merelakan belasan pengumpul informasi Kerajaannya yang hingga sekarang tidak diketahui keberadaannya.
“Sudah puluhan pengumpul informasi Kekaisaran aku kirim ke Kerajaan Shu untuk mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan kekuatan Kerajaam Shu. Akan tetapi, sampai hari ini tak satupun dari mereka kembali untuk melaporkan hasil pekerjaannya,” kata Kaisar Qing Luo yang merasa frustasi mengumpulkan informasi tentang seberapa kuat Kerajaan Shu.
Kaisar Qing Luo merasa ada kekuatan besar yang menjaga Kerajaam Shu, yang membuat musuh tidak lagi bisa keluar begitu memasuki wilayah Kerajaan Shu.
“Yang Mulia, sebenarnya kekuatan Kerajaan Shu dapat kita nilai dari kehadiran mereka di Kerajaan Tang. Kerajaan Tang yang lemah, hanya dalam beberapa hari bisa memiliki pertahanan yang sangat kuat setelah menerima belasan meriam dari Kerajaan Shu. Bukan hanya mendapat belasan meriam secara percuma, tapi Kerajaan Tang juga mendapatkan pelatih prajurit dari Kerajaan Shu, yang mampu meningkatkan kekuatan prajurit Kerajaan Tang,” ujar Raja Gui Mo.
__ADS_1
Kaisar Qing Luo sejenak terdiam mendengar semua itu. Memberikan belasan meriam secara percuma, bisa diartikan kalau Kerajaan Shu memiliki jumlah meriam yang sangat banyak.
“Raja Gui Mo, bukannya penguasa wilayah barat mengatakan dia sudah lama tidak menjual persenjataan berat ke Kerajaan Shu. Kalau seperti itu, darimana Kerajaam Shu mendapatkan meriam-meriam itu?” tanya Kaisar Qing Luo.
Raja Gui Mo yang mendengarnya hanya bisa menggelengkan kepala. “Yang Mulia, itu juga yang selama ini mengganjal di pikiran hamba. Kalau tidak dari penguasa wilayah barat, darimana lagi Kerajaan Shu mendapat persenjataan berat? Apalagi senjata berat yang mereka miliki memang kualitasnya jauh lebih baik dari apa yang kita beli dari penguasa wilayah barat,” kata Raja Gui Mo.
“Mendapatkan senjata itu dari wilayah utara tentu tidak mungkin karena persenjataan wilayah utara sangat tergantung dengan persenjataan yang kita jual ke mereka. Kalaupun mereka membuat sendiri senjata-senjata itu, tidak mungkin kualitas senjata itu jauh lebih baik dari yang dibuat penguasa wilayah barat. Kerajaan Shu, mereka benar-benar berhasil menutupi semua dari mata dan telinga kita,” ujar Kaisar Qing Luo yang tidak bisa melihat atau mendengar informasi apapun dari dalam wilayah Kerajaan Shu.
“Yang Mulia, sepertinya kita harus mengerahkan kekuatan penuh kalau ingin menguasai Kerajaan Shu yang kekuatannya sangat misterius,” saran Raja Gui Mo.
“Apa menurutmu aku perlu mengeluarkan enam pendekar penjaga Kekaisaran dan Kavaleri Rajawali Perak untuk menghadapi Kerajaan Shu?” tanya Kaisar Qing Luo.
“Kalau memang diperlukan, kenapa juga tidak mengeluarkan mereka? Yang Mulia, dalam peperangan ini hamba juga akan mengeluarkan pasukan utama Kerajaan Gui, yang kekuatannya bisa diadu dengan kekuatan Kavaleri Rajawali Perak,” kata Raja Gui Mo.
Kaisar Qing Luo akhirnya setuju mengeluarkan Kavaleri Rajawali Perak, dan dia juga akan mengikutsertakan enam pendekar pelindung Kekaisaran Qing.
...----------------...
Sementara itu di Kerajaan Shu, sebanyak dua ratus ribu prajurit diberangkatkan menuju perbatasan yang berbatasan langsung dengan Kekaisaran Qin, dan prajurit dengan jumlah yang sama diwaktu bersamaan diberangkatkan menuju perbatasan yang berbatasan langsung dengan Kerajaan Gui.
Untuk wilayah yang berbatasan langsung dengan Kerajaan Chu, Putri Liu Yao hanya mengirim seratus ribu prajurit ke tempat itu karena untuk saat ini belum ada pergerakan berarti dari Kerajaan Chu.
Meskipun banyak prajurit yang sudah meninggal ibukota Kerajaan Shu, saat ini masih ada tiga ratus ribu prajurit di ibukota Kerajaan yang siap dikirim sebagai kekuatan tambahan.
Selain tiga ratus ribu prajurit, masih terdapat Kavaleri Naga Hitam yang rencananya akan dikirim ke wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Kekaisaran Qing.
Namun, hanya setengah dari keselurur prajurit anggota Kavaleri Naga Hitam yang akan diberangkatkan ke tempat itu, sedangkan sisanya mereka akan menjadi pelindung istana Kerajaan.
__ADS_1
...----------------...
Jauh dari wilayah timur, tepatnya di wilayah barat. Pria tua dengan jenggot panjang menunjukkan senyum lebar di wajahnya setelah mendengar laporan dari mata-mata yang dia tugaskan mengamati pergolakan panas di wilayah timur.
“Yang Mulia, Kekaisaran Qing dan Kerajaan Gui akan melakukan serangan berskala penuh ke Kerajaan Shu begitu persenjataan yang kita kirim sampai di tangan mereka. Di sisi lain, Kerajaan Chu mulai melakukan serangan kecil ke Kerajaan Tang setelah mereka berhasil menaklukkan Kerajaan Song.”
“Tak lama lagi wilayah timur akan menjadi tempat pertempuran besar yang sangat mengerikan. Akan tetapi, sampai sekarang kami belum berhasil menyusup dan mendapatkan informasi tentang seberapa besar kekuatan Kerajaan Shu. Beberapa orang yang menyusup ke Kerajaan Shu, sampai sekarang belum ada yang kembali, dan besar kemungkinan mereka telah memilih mati daripada tertangkap pihak Kerajaan Shu.”
Senyum pria tua berjenggot panjang yang tak lain adalah Kaisar penguasa wilayah barat seketika luntur setelah mendengar laporan tentang kegagalan mata-matanya menyusup masuk ke dalam wilayah Kerajaan Shu.
“Aku tidak menyangka, bukannya Kekaisaran Qing yang terkuat di wilayah timur, tapi posisi itu sekarang justru dipegang Kerajaan Shu yang dipimpin oleh seorang wanita,” gumam penguasa wilayah barat.
“Yang Mulia, wanit itu memang menjalankan tugasnya dengan sangat baik, tapi dari rumor yang beredar, semua kemajuan Kerajaan Shu tidak lepas dari keberadaan pria bertopeng yang merupakan kekasih dari wanita itu. Dari rumor itu juga dikatakan kalau pria bertopeng adalah sosok yang telah membunuh salah satu pendekar kuat Kekaisaran Qing.”
Penguasa wilayah barat menganggukkan kepala. “Aku yakin masih ada sosok penting lainnya di Kerajaam Shu selain mereka berdua. Tidak mungkin Kerajaan Shu dapat berkembang pesat hanya dalam beberapa bulan kalau hanya mengandalkan mereka berdua,” ujarnya.
“Kalau itu, hamba tidak mengetahuinya karena minimnya informasi tentang Kerajaan Shu. Bahkan, rumor tentang Kerajaan Shu sangat jarang terdengar, dan itu menyulitkan kita dalam mengumpulkan informasi tentang Kerajaan Shu.”
“Bagaimanapun caranya, kumpulkan sebanyak-banyaknya informasi tentang Kerajaan Shu, supaya kita bisa langsung mengambil alih wilayah timur begitu perang di tempat itu berakhir!”
“Baik Yang Mulia.” Pemimpin mata-mata Kekaisaran barat segera pergi meninggalkan ruang kerja penguasa wilayah barat.
“Dengan memanfaatkan mereka yang sedang terluka dan lemah, aku pasti dapat menguasai wilayah timur, dan jika saat itu tiba seluruh dunia akan menjadi milikku,” seru sang penguasa wilayah barat, yang sudah tidak sabar menguasai seluruh wilayah timur.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1