
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Raja Ming Kang senang menyambut kedatangan Pangeran Ming Lang dan dua kakak seperguruannya. Kedatangan mereka dan lima puluh ribu prajurit tambahan, semakin memperkuat kekuatan Kerajaan Ming.
“Ayahanda, pasukan senjata berat juga telah datang dan siap menggempur pertahanan musuh,” ujar Pangeran Ming Lang yang juga menyertakan pasukan senjata berat dalam rombongan yang dia bawa ke medan perang.
Raja Ming Kang tersenyum lebar mendengar keberadaan pasukan senjata berat, di mana pasukan senjata berat memiliki persenjataan khusus yang dapat langsung memusnahkan ratusan prajurit setiap kali gunakan.
“Persiapkan semua! Pagi ini juga kita serang benteng musuh,” seru Raja Ming Kang.
Semua Jenderal segera menyiapkan pasukan mereka yang akan berada di barisan paling depan. Meski sebelumnya ada teror dari sosok misterius yang berhasil melukai tiga Jenderal Kerajaan, semua orang kembali bersemangat setelah kedatangan rombongan Pangeran Ming Lang.
Dengan kekuatan yang dimiliki Kerajaan Ming, mereka yakin dapat mengalahkan kekuatan pertahanan Kerajaan Shu, dan membawa pulang kemenangan besar.
Tak lama setelah matahari terbit dari timur, lebih dari dua ratus ribu prajurit Kerajaan Ming telah membentuk formasi menyerang dengan sepuluh meriam menghadap ke arah benteng Kerajaan Shu di Kota Zhuhai, kota di wilayah Kerajaan Shu yang berbatasan langsung dengan wilayah Kerajaan Ming.
Selain sepuluh meriam, terdapat lebih dari dua puluh pelontar api yang juga telah dipersiapkan oleh pasukan senjata berat Kerajaan Ming.
Putri Liu Yao yang melihat persenjataan milik Kerajaan Ming, dia sama sekali tidak terkejut ataupun takut. Dia sudah tahu Kerajaan Ming memiliki pasukan senjata berat, dan dia telah menyiapkan kejutan untuk mereka.
Putri Liu Yao cukup mengangkat tangannya, prajurit Kerajaan Shu yang berjaga di atas benteng segera saja mendorong maju puluhan meriam, menunjukkan pada Kerajaan Ming kalau bukan hanya mereka yang memiliki persenjataan berat.
Tak hanya meriam, di bagian dalam benteng yang merupakan Kota Zhuhai, lebih dari dua puluh pelontar api telah dipersiapkan oleh prajurit Kerajaan Shu. Jika semua itu belum cukup untuk mengalahkan musuh, Putri Liu Yao masih memiliki kavaleri teratai perak, yang mana kali ini setidaknya ada 80.000 orang anggota kavaleri teratai perak yang sudah berada di Kota Zhuhai.
Meski jumlah mereka lebih sedikit dibandingkan jumlah prajurit Kerajaan Ming. Dengan kekuatan satu orang anggota kavaleri teratai perak yang setara dengan prajurit elite Kekaisaran. Bukan sesuatu yang sulit bagi mereka melawan, dan mengalahkan prajurit Kerajaan Ming yang lebih lemah dibandingkan prajurit elite Kekaisaran.
“Yang Mulia Raja Ming Kang, belum terlambat kalau kamu mengakui kekuatan Kerajaan Shu, dan memutuskan menyerah tanpa melakukan perlawanan,” ujar Putri Liu Yao dengan suara lantang.
“Bag-Bagaimana bisa jumlah meriam mereka lebih banyak, dari jumlah meriam yang aku miliki?...” Raja Ming Kang bingung bagaimana Kerajaan Shu dapat memiliki senjata meriam, sementara meriam adalah benda yang dibeli Kerajaan Ming dari pedagang barat.
__ADS_1
“Ayahanda tenang saja, meski senjata mereka lebih banyak, kita masih memiliki dua pendekar yang dapat menghancurkan mereka,” kata Pangeran Ming Lang yang belum tahu tentang penyerangan di perkemahan Kerajaan Ming, yang berhasil melukai tiga Jenderal Kerajaan.
Raja Ming Kang menganggukkan kepalanya. Setidaknya dia masih memiliki harapan memenangkan peperangan dengan mengandalkan kekuatan yang dimiliki oleh kedua murid pendekar tangan iblis.
“Raja Ming Kang, apa keputusanmu? Ingin menyerah, atau melanjutkan apa yang belum kita mulai?” tanya Putri Liu Yao yang masih saja berdiri tenang di atas benteng.
Raja Ming Kang menunjukkan senyuman di wajahnya lalu dia mengarahkan sorot mata tajam pada Putri Liu Yao, dan setelahnya dia memerintahkan prajuritnya menyerang benteng Kerajaan Shu di Kota Zhuhai.
“Tujuanku datang ke tempat ini adalah berperang dan merebut wilayah Kerajaan Shu. Bagaimana mungkin aku mengaku kalah dan menarik mundur pasukan sebelum memulai berperang?” kata Raja Ming Kang lalu diikuti suara menggelegar yang berasa dari tembakan meriam.
“Kalau berperang adalah keputusanmu, dengan senang hati aku meladeni keinginanmu...” Putri Liu Yao melompat ke ketinggian, lalu dia menggunakan selendang yang terikat di pinggangnya untuk menghalau sekaligus mengembalikan bola besi peledak yang terlontar dari mulut meriam.
Bola-bola besi peledak yang terlontar dari mulut meriam, kini justru mengarah kepada prajurit Kerajaan Ming.
Boom... Boom... Boom...
Suara ledakan bertubi-tubi terdengar saat peluru meriam yang ditembakkan prajurit Kerajaan Ming, menghujani rekan mereka yang berada di garis depan, dan menyebabkan ratusan prajurit mati terkena senjata yang seharusnya membunuh musuh mereka.
“Wanita itu, dia setidaknya memiliki kekuatan setara degan kami,” kata salah satu murid pendekar tangan iblis, yang melihat bagaimana Putri Liu Yao mengembalikan serangan meriam prajurit Kerajaan Ming.
Untuk diakui sebagai pendekar tongkat Raja, seorang pendekar haruslah berhasil membuka setidaknya sepuluh dari keseluruhan titik pusat tenaga dalam di tubuhnya. Sebelum berhasil melakukan itu, seorang pendekar hanya akan dikatakan sebagai Pendekar Ahli yang keberadaannya cukup banyak di dunia persilatan.
Melihat betapa mudahnya Putri Liu Yao menghadang tembakan meriam, kedua murid pendekar tangan iblis menyakini wanita itu hampir berhasil membuka sepuluh titik pusat tenaga dalam di tubuhnya.
“Yang Mulia, teruskan serangan! Biar kami yang melawan wanita itu...” Dua murid pendekar tangan iblis melesat maju menghampiri Putri Liu Yao.
Keduanya langsung saja menyerang Putri Liu Yao. Akan tetapi, belum juga berhasil mendaratkan serangan pada sang Putri, Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong lebih dulu berhasil menahan serangan mereka.
“Murid pendekar tangan iblis. Bagaimana kalau kalian menjadi lawanku?...” Qiao Bao langsung saja menyerang salah satu murid pendekar tangan iblis.
Murid pendekar tangan iblis yang menjadi lawan Qiao Bao, dia dikejutkan dengan kekuatan orang yang menjadi lawannya. Dari kecepatan dan kekuatan, jelas terlihat olehnya kalau dia dihadapkan pada lawan yang memiliki kekuatan setara dengannya.
__ADS_1
Sedangkan murid pendekar tangan iblis yang mendapatkan serangan dari Jenderal Shang Hong, dia juga merasakan apa yang dirasakan rekan seperguruannya.
“Bukan hanya wanita itu, tapi mereka masih punya sosok kuat lainnya,” ujar Raja Ming Kang melihat jalannya pertempuran antara dua murid pendekar tangan iblis dan dua pelindung Putri Liu Yao.
Meski sadar kemenangan sulit didapatkan, Raja Ming Kang masih terus melanjutkan serangan. Bahkan dia menggunakan pelontar bola api, untuk melontarkan bola-bola api ke arah Kota Zhuhai. Namun, saat bola-bola api mendekati benteng pertahanan kokoh Kota Zhuhai, kekuatan aneh meledakkan bola-bola api sebelum berhasil melewati benteng pertahanan.
Setelah terus melakukan percobaan yang bahkan telah menghabiskan seluruh persediaan bola api dan bola besi peledak yang digunakan sebagai peluru meriam. Tak satupun serangan yang dilakukan oleh Kerajaan Ming, memberi dampak merusak pada benteng pertahanan Kota Zhuhai.
Melihat serangan jarak jauh tidak membuahkan hasil, Raja Ming Kang mencoba melakukan serangan jarak dekat.
Raja Ming Kang memerintahkan tiga Jenderal memimpin lima puluh ribu prajurit untuk menghancurkan gerbang benteng pertahanan Kota Zhuhai.
Mendapatkan perintah, tiga Jenderal langsung saja menyusun formasi penyerangan, dan bergerak maju untuk menghancurkan gerbang benteng pertahanan musuh.
Namun, pergerakan yang mereka lakukan tidak berjalan lancar karenakan dari atas benteng, prajurit Kerajaan Shu mulai menembakkan meriam dan anak panah untuk mengurangi jumlah mereka.
Setelah lima belas menit bergerak maju, akhirnya mereka sampai di depan gerbang benteng pertahanan musuh, tapi jumlah mereka hanya tersisa setengah dari jumlah sebelumnya yang mencapai lima puluh ribu orang.
Meski sudah berkurang banyak, dengan jumlah yang ada mereka masih bisa menggerakkan alat yang digunakan untuk menghancurkan gerbang benteng pertahanan.
Namun, belum juga mereka menghancurkan gerbang benteng pertahanan musuh, gerbang besar di depan mereka terbuka, bersamaan dengan ratusan anak panah yang menghujani ke arah mereka.
“Sial!... kita telah masuk dalam jebakan mereka!...” Tiga Jenderal Kerajaan Ming bekerjasama menghalangi anak panah yang mengarah ke arah mereka.
Menggunakan pedang, ketiganya terus bergerak, menghalau anak panah yang terus saja keluar dari gerbang yang saat ini telah terbuka lebar, tapi tak satupun prajurit Kerajaan Ming yang berhasil menerobos masuk kedalam kota di balik benteng pertahanan musuh.
Raja Ming Kang dan Pangeran Ming Lang yang melihat bagaimana nasib tiga Jenderal serta lima puluh ribu prajurit yang mencoba menghancurkan gerbang benteng pertahanan musuh, mereka mulai berpikir menarik mundur pasukan dari medan perang.
Akan tetapi, Raja Ming Kang dan Pangeran Ming Lang, keduanya masih urung melakukan itu saat melihat dua murid pendekar tangan iblis masih mampu mengimbangi kekuatan dua pelindung Putri Liu Yao yang menjadi lawan mereka.
“Ayahanda, selama mereka dapat mengalahkan kedua orang itu dan menaklukkan Putri Liu Yao, kita masih ada harapan memenangkan pertempuran di tempat ini,” ujar Pangeran Ming Lang yang disambut anggukan kepala Raja Ming Kang.
__ADS_1
°°°
Bersambung...