
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Istana Pangeran Qing Moran...
Pangeran Qing Moran menggebrak meja kerjanya setelah mendengar laporan prajurit yang dia suruh menunggu kedatangan rombongan Putri Liu Yao di gerbang ibukota Kekaisaran Qing. Meski malam sudah berlalu dan saat ini hari sudah sudah tak lagi dapat dikatakan pagi, tapi rombongan Putri Liu Yao belum juga sampai di ibukota Kekaisaran Qing.
“Pa... Pangeran, puluhan prajurit yang semalam pergi mencari rombongan Putri Liu Yao, mereka belum lama ini kembali, dan tak satupun dari mereka berhasil menemukan keberadaan rombongan Putri Liu Yao,” kata prajurit di hadapan Pangeran Qing Moran.
“Kemana perginya rombongan Putri Liu Yao? Apa telah terjadi sesuatu pada rombongannya?...” Pangeran Qing Moran bingung memikirkan keberadaan rombongan Putri Liu Yao.
“Siapkan prajurit! Aku ingin mencari keberadaan Putri Liu Yao. Kalau perlu, aku akan mencari keberadaannya ke seluruh penjuru wilayah Kekaisaran Qing dan Kerajaan Shu!...”
Prajurit di hadapan Pangeran Qing Moran segera saja undur diri, lalu dia bergegas pergi menemui Jenderal kepercayaan Pangeran Qing Moran untuk mengatakan apa yang ingin dilakukan sang Pangeran.
°°°
Istana Kota Hebei...
Jin Fan dan Jin Yan, dua orang yang paling dipercayai Qin Chen setelah Jin Han, keduanya sedang melakukan pelatihan pada prajurit kura-kura hitam, “Mereka sudah sangat terlatih, tapi serangan mereka masih terlalu banyak membuang tenaga untuk sesuatu yang tidak penting,” ujar Jin Fan.
“Kalau kekuatan dan keterampilan mereka sudah setara dengan pasukan Naga Hitam, tidak mungkin Tuan menyuruh kita melatih mereka. Jadi, sebaiknya kita sekarang segera melakukan apa yang sudah seharusnya kita lakukan,” ungkap Jin Yan.
“Seperti biasa, aku serahkan mereka yang melakukan pertempuran jarak dekat padamu, dan aku akan melatih mereka yang telah dipersiapkan untuk melakukan serangan jarak jauh,” kata Jin Fan.
__ADS_1
Jin Fan dan Jin Yan segera saja melatih prajurit kura-kura hitam. Di bawah pelatihan keduanya, prajurit kura-kura hitam dilatih untuk lebih efektif dalam melakukan serangan, dan tidak lagi membuang banyak tenaga untuk sesuatu yang tidak penting. Meski pelatihan yang diberikan keduanya tidak mudah, tapi dengan bekal prajurit kura-kura hitam yang telah menerima pelatihan dari Qin Chen, dengan mudah prajurit kura-kura hitam mengikuti pelatihan yang diberikan Jin Fan dan Jin Yan.
“Kedua orang itu sangat luar biasa. Prajurit kura-kura hitam yang menurutku sudah sangat kuat, ternyata masih bisa dibuat lebih kuat dan semakin mengerikan oleh mereka,” ujar Qiao Bao memuji Jin Fan dan Jin Yan.
“Sebelum menjadi Jenderal yang melindungi Putri Liu Yao, dulunya aku merupakan salah satu Jenderal pasukan teratai emas, dan aku sangat tahu seberapa besar kekuatan pasukan teratai emas. Kekuatan satu anggota pasukan teratai emas, setidaknya dia memiliki kekuatan setara dengan sepuluh prajurit biasa,” kata Jenderal Shang Hong.
“Mereka bisa dikatakan sebagai pasukan elite yang setara dengan pasukan elite Kekaisaran. Akan tetapi, setelah melihat bagaimana kekuatan prajurit kura-kura hitam setelah dilatih saudara Chen, aku merasa prajurit teratai emas masih belum pantas menyandang nama pasukan elit. Apalagi setelah melihat perkembangan kekuatan prajurit kura-kura hitam, dibawah bimbingan mereka. Pasukan teratai emas terlihat selayaknya pasukan biasa di hadapan mereka. Dengan kekuatan dan keterampilan anggota pasukan kura-kura hitam, setidaknya salah satu anggota pasukan kura-kura, mereka dapat mengalahkan lebih dari sepuluh anggota pasukan teratai emas dengan sedikit usaha,” ungkap Jenderal Shang Hong.
“Kalau pasukan kura-kura hitam saja sudah sekuat ini, bagaimana dengan pasukan yang dipimpin oleh kedua orang itu? Pastinya mereka jauh lebih kuat dibandingkan pasukan kura-kura hitam,” ujar Qiao Bao.
Jenderal Shang Hong setuju dengan Qiao Bao tentang seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh pasukan yang dipimpin Jin Fan dan Jin Yan.
“Saudara Bao, apa kamu melihat tato di lengan pasukan yang dipimpin mereka?” tanya Jenderal Shang Hong.
“Maksud saudara, tato kepala naga di lengan mereka? Meski tidak selalu melihat, tapi aku beberapa kali melihat tato itu di lenganereka. Kenapa saudara Hong menanyakan itu? Apa ada yang aneh dari tato di lengan mereka?...” Qiao Bao bertanya balik pada Jenderal Shang Hong.
Qiao Bao menganggukkan kepala karena dia memang pernah mendengar nama pasukan naga hitam, lalu dia berkata, “Apa menurut saudara mereka ada hubungan dengan pasukan naga hitam?...”
“Bukan lagi memiliki hubungan, tapi aku merasa merekalah pasukan naga hitam. Pasukan kuat yang mampu mengalahkan ratusan ribu pasukan musuh, meski jumlah mereka tak lebih dari lima puluh ribu orang,” kata Jenderal Shang Hong.
“Dari apa yang aku dengar, pasukan naga hitam adalah pasukan yang dilatih dan dipimpin langsung oleh Pangeran ketiga Kerajaan Chu. Namun, pasukan itu memilih membubarkan diri setelah Pangeran ketiga Kerajaan Chu memilih pergi meninggalkan Kerajaan Chu setelah melepas seluruh gelar yang dia miliki. Kalau benar mereka pasukan naga hitam, bagaimana mungkin saudara Chen dapat mengumpulkan mereka? Ditambah, dua orang itu sepertinya sangat menghormati saudara Chen,” ujar Qiao Bao.
“Pangeran Qin Chen adalah Pangeran ketiga Kerajaan Chu, dan Pangeran Qin Chen memiliki hubungan yang cukup baik dengan Putri Liu Yao. Sampai di sini, apa saudara Bao dapat menyimpulkan siapa saudara Chen yang sebenarnya?...”
Jenderal Shang Hong sebenarnya sudah lama mencurigai Qin Chen bukanlah sosok pendekar biasa, dan kecurigaannya semakin beralasan saat melihat Qin Chen mendatangkan puluhan ribu orang ke Kota Hebei.
__ADS_1
“Sepertinya selama ini kita senantiasa berada di sisi sosok luar biasa yang dijuluki sang Jenderal perang, yang konon katanya kekuatan Jenderal perang setara dengan kekuatan yang dimiliki tiga Raja pendekar,” ungkap Qiao Bao setelah mendengar seluruh perkataan Jenderal Shang Hong.
“Dengan begini aku tahu kenapa saudara Chen bisa begitu dekat dengan Putri Liu Yao, dan sepertinya putri juga sudah tahu identitas asli saudara Chen,” kata Jenderal Shang Hong.
“Meski telah melepas seluruh gelat yang dimilikinya. Dengan status yang saat ini dimiliki saudara Chen, mereka benar-benar pasangan yang telah direstui langit,” ujar Qiao Bao.
Baru juga keduanya membahas tentang Qin Chen dan Putri Liu Yao. Dua orang yang mereka bahas tiba-tiba saja datang ketempat pelatihan untuk melihat pelatihan yang dilakukan Jin Fan dan Jin Yan.
“Saudara Bao, sebaiknya kita bergabung dengan mereka!...” Jenderal Shang Hong dan Qiao Bao segera pergi ke tempat Qin Chen dan Putri Liu Yao.
Tak lama setelah Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong sampai di tempat berkumpul Qin Chen dan tiga orang lainnya, Zang Lei datang ikut berkumpul bersama mereka.
“Pangeran Qing Moran telah melakukan pergerakan menuju Kerajaan Shu. Kasim Kerajaan yang telah mengambil alih Kerajaan Shu, kemungkinan dia akan memberitahu Pangeran Qing Moran tentang keberadaan Putri Mahkota di tempat ini. Untuk menghindari adanya peperangan di Kota Hebei, kita akan menemui Pangeran Qing Moran di lembah Shenghuo yang memisahkan wilayah ibukota Kerajaan dengan wilayah Kota Hebei,” kata Qin Chen pada Qiao Bao dan yang lainnya.
“Akan tetapi, ada kemungkinan kita tidak akan berperang dengan Pangeran Qing Moran seandainya dia bisa menerima keputusan Putri Liu Yao, dan kembali ke Kekaisarannya,” lanjut Qin Chen.
Semua mengerti dengan perkataan Qin Chen. Meski tidak menginginkan terjadinya peperangan, tapi mereka tidak takut kalau harus berperang dengan salah satu Pangeran Kekaisaran.
Qin Chen mengarahkan pandangannya pada Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong yang jelas terlihat kalau keduanya ingin menanyakan sesuatu padanya.
“Kalau kalian ingin mengatakan sesuatu padaku, katakan saja,” kata Qin Chen pada Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong.
“Akan tetapi, kalau kalian ingin menanyakan apa aku adalah dia, aku cuma bisa mengatakan kalau dia adalah aku dan aku adalah dia...” Tanpa sepengetahuan Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong, dia telah mendengar seluruh isi pembicaraan yang belum lama ini dilakukan keduanya.
Mendengar itu, Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong tidak lagi memiliki keinginan untuk bertanya karena keduanya telah mendapatkan jawaban dari apa yang ingin mereka tanyakan.
__ADS_1
°°°
Bersambung...