
Jangan lupa like dan komentarnya, trimakasih.
...----------------...
Jin Fan dan Jin Yan tersenyum melihat Lao Pi pergi ke arah berlawanan dari arah yang dituju Jin Han. Mereka sudah merencanakan semua dan saling berbagi tugas.
“Wanita itu mengira dirinya hebat, tapi ternyata dia sudah masuk dalam jebakan yang sudah kita persiapkan untuknya,” ujar Jin Fan sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.
Di arah yang dituju Lao Pi, di sana sudah menunggu Qin Chen, Mu Niao, dan juga ada Qiao Bao. Dibawah instruktur Qin Chen, mereka saat ini hanya perlu bersabar menunggu kedatangan Lao Pi.
“Saudara Chen, kalau aku boleh tahu, kira-kira sekuat apa wanita itu sampai saudara mengatakan tidak bisa mengalahkan wanita itu seorang diri?” tanya Qiao Bao penasaran.
“Saudara Bao, wanita itu sudah lama melampaui tingkat pendekar Raja. Kemungkinan saat ini dia berada di tingkat pendekar Kaisar,” jawab Qin Chen.
Qiao Bao meneguk ludahnya kasar mendengar lawanny adalah pendekar tingkat Kaisar.
Qiao Bao menghela nafas untuk menenangkan diri, lalu dia berkata, “Dunia ini memang sangat luas, dan aku baru saja tahu ada pendekar yang sudah melampaui tingkat pendekar Raja...”
“Saat baru menapaki dunia persilatan, aku mengira tingkat pendekar Raja adalah yang terkuat, tapi aku salah. Di dunia ini ternyata ada yang lebih kuat dibandingkan pendekar tingkat Raja...”
Qin Chen hanya tersenyum mendengar itu, dan kembali dia berfokus melihat jalanan di depan kedai teh tempat dia dan dua orang lainnya menunggu Lao Pi lewat di depan kedai.
Tak lama, mereka melihat Qin Chen dan Mu Niao melihat sosok Lao Pi melintas di depan mereka. Sedangkan Qiao Bao yang tidak tau seperti apa wujud Lao Pi, dia hanya ikut berjalan di belakang Qin Chen yang berjalan keluar meninggalkan kedai teh.
Tanpa suara, Qin Chen, Qiao Bao dan Mu Niao menggunakan tenaga dalam mengikuti Lao Pi yang sampai sekarang belum menyadari keberadaan mereka.
Lao Pi terus saja berjalan, dan akhirnya dia sampai di rumah kecil di pinggir ibukota Kerajaan Shu.
Di depan rumah kecil Lao Pi sejenak berhenti melihat sekeliling, dan setelah dirasa aman dia masuk ke dalam rumah.
“Kalian berempat malam ini pergi ke istana Kerajaan, dan sebar bubuk pelumpuh ke seluruh kawasan istana!” perintah Lao Pi pada empat pria berpakaian serba hitam.
Belum juga mendapat balasan, Lao Pi mendengar seseorang mengetuj pintu rumah yang dia tempati.
Merasa ada tamu tak diundang mendatangi tempatnya, Lao Pi dan empat pria berpakaian serba hitam segera waspada dan bersiap melakukan pertempuran.
__ADS_1
Namun, saat salah satu pria berpakaian hitam membuka pintu, dia tidak menemukan siapapun di luar rumah, bahkan setelah berkeliling di sekitaran rumah dia tidak menemukan keberadaan orang lain.
“Tidak ada siapapun di luar rumah. Aku juga tidak melihat keberadaan orang lain di sekitaran rumah,” kata pria yang beru saja mengecek keadaan di sekitaran rumah.
Tida pria lainnya merasa ada sesuatu yang aneh, begitu juga Lao Pi yang hanya diam sambil mengamati sekeliling rumah.
Saat melihat ke atas pepohonan di sekeliling rumah, Lao Pie melihat ada seseorang berdiri di atas salah satu dahan pohon, tapi saat dia lebih memfokuskan pandangan, dia melihat keberadaan lebih dari satu orang di dahan pohon lainnya.
Lao Pi menghitung jumlah orang-orang itu, dan setelah menghitung semua orang di atas dahan pohon dia merasa situasi saat ini tidak menguntungkannya.
“Keberadaan kita ditempat ini sudah ketahuan oleh orang-orang Kerajaan Shu,” kata Lao Pi pada empat pria berpakaian serba hitam.
Tiba-tiba saja salah satu orang yang berdiri di atas dahan pohon kelompat turun, lalu dia berjalan mendekati Lao Pi sambil menunjukkan senyuman lebar di wajahnya.
Melihat sosok yang datang, Lao Pi tau situasi benar-benar tidak menguntungkannya.
“Bocah sialan, bagaimana kau bisa menemukan keberadaanku di tempat ini?” tanya Lao Pi pada sosok pemuda di depannya yang tak lain adalah Qin Chen.
Qin Chen berhenti lima langkah di depan Lao Pie, dan baru dia menjawab pertanyaan wanita itu.
“Aku punya mata, jadi tidak akan sulit menemukan keberadaanmu,” jawab Qin Chen tak menghilangkan senyuman di wajahnya.
“Hah, ternyata aku sudah masuk dalam permainan kalian,” kata Lao Pi yang menyesal karena sempat meremehkan musuhnya.
Sosok Jin Han muncul di dekat Qin Chen, sementara yang lainnya muncul di sekitar empat pria berpakaian serba hitam.
“Membawa banyak orang untuk melawanku, apa kamu yakin hanya dengan mereka sudah cukup untuk mengalahkanku?” ujar Lao Pie sambil menatap Qin Chen.
“Aku tidak berpikir dapat mengalahkanmu kalau aku hanya seorang diri menghadapimu. Namun, dengan bantuan mereka bukan kemustahilan aku dapan mengalahkanmu,” kata Qin Chen.
“Kau terlalu meremehkan kekuatan pendekar Kaisar...” Lao Pi langsung saja melesat maju menyerang Qin Chen dan Jin Han.
“Kalian akan menjadi lawan kami!...” Keempat pria berpakaian serba hitam menyerang Qiao Bao, Jin Fan, Jin Yan, dan Mu Niao.
“Hanya dengan kekuatan pendekar Raja, kau memang mencari mati!” seru Lao Pi menyerang Qin Chen yang hanya bisa bertahan.
__ADS_1
Sedangkan Jin Han, dia beberapa kali harus melompat mundur menghindari serangan Lao Pi yang bisa berakhir buruk padanya kalau serangan itu mengenai tubuhnt. Hanya dengan kekuatan pendekar Ahli, tentu Jin Han sulit mengimbangi kekuatan pendekar Kaisar.
Lao Pi terus melancarkan serangan tangan kosong kearah Qin Chen dan Jin Han yang menjadi lawannya. Kecepatan dan kekuatan Lao Pi membuat kedua lawannya hanya bisa bertahan.
Sedangkan di tempat lain, keempat pria berpakaian serba hitam berhasil dibuat terpojok oleh lawan mereka.
“Boom... Boom... Boom... Boom...” diwaktu bersamaan keempat pria berpakaian serba hitam berhasil dilumpuhkan oleh Qiao Bao dan yang lainnya, yang menjadi lawan mereka.
Dengan luka parah yang mereka alami, keempat pria berpakaian serba hitam tak lagi dapat menggerakkan tubuh mereka untuk kembali bertarung.
Melihat lawan mereka sudah tak berdaya, Qiao Bao dan tiga orang lainnya segera membantu Qin Chen dan Jin Han yang terpojok menghadapi kekuatan besar Lao Pi.
“Wanita ini benar-benar kuat. Kekuatan pendekar Raja memang tidak akan pernah sebanding dengan kekuatan pendekar Kaisar,” gumam Qin Chen sambil terus menghindari serangan Lao Pi.
“Apa kalian sudah memutuskan untuk menyerah dan membiarkan aku menyelesaikan apa yang menjadi tujuanku datang ke Kerajaan Shu?” ujar Lao Pi sambil menunjukkan senyuman remeh di wajahnya.
“Siapa juga yang ingin menyerah, dan jangan harap kamu dapat menyelesaikan apa yang menjadi tujuanmu,” seru Qin Chen, dan dia tak lagi menahan kekuatan yang dimilikinya.
Seluruh titik pusat tenaga dalam di tubuhnya terbuka, membuat kekuatan Qin Chen melonjak melebihi kekuatan sebelumnya, bahkan kini terlihat asap keluar dari mulut dan hidung Qin Chen setiap kali dia bernapas.
Melihat apa yang ditunjukkan Qin Chen padanya, cukup untuk membuat Lao Pi terkejut. Dia tidak menyangka Qin Chen sudah berhasil membuka seluruh titik pusat tenaga dalam di tubuhnya.
“Ka... kau, katakan padaku bagaimana kau bisa membuka seluruh titik pusat tenaga dalam di tubuhmu! Kalau kau mengatakannya, aku berjanji tidak akan mengusik wanitamu,” ujar Lao Pi.
Qin Chen tersenyum sinis mendengar itu, dan tentu dia tidak percaya dengan kata-kata manis yang keluar dari mulut Lao Pi.
“Aku sekarang memiliki kekuatan yang cukup untuk melawanmu. Jadi, maaf saja aku tidak akan memberitahu apa yang ingin kamu ketahui...” Sosok Qin Chen tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya, dan seperti berteleportasi dia begitu saja muncul di belakang Lao Pi.
Meski menyadari keberadaan Qin Chen, tapi karena gerakan Qin Chen yang begitu cepat, Lao Pi gagal menghindari serangan Qin Chen, tapi dia berhasil menahan serangan itu menggunakan kedua tangannya.
Lao Pi memang berhasil menahan serangan Qin Chen, tapi kuatnya serangan yang dia tahan, membuat tubuhnya terdorong mundur belasan langkah, dan dia seketika merasakan sakit di kedua tangannya.
Melihat ekspresi kesakitan Lao Pi, Qin Chen kembali menunjukkan senyuman sinis di wajahnya.
“Saat aku serius, saat itu juga tak akan ada musuh yang aku lepaskan sebelum dia mati!” seru Qin Chen, dan kembali dia menyerang Lao Pi.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.