
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Di Kekaisaran Barat, Kaisar Bernard yang ingin segera menguasai wilayah timur, nampak serius mendengar laporan dari mata-mata yang dia kirim untuk mengamati keadaan wilayah timur, dimana sebagian besar wilayah itu berada di dalam kekuasaan Kekaisaran Shu.
“Yang Mulia, hamba dan yang lainnya kesulitan masuk ke wilayah Kekaisaran Shu. Jangankan memasuki wilayah Kekaisaran Shu, saat masih berada di Kerajaan Qiao, kami sudah harus kehilangan setengah dari keseluruhan jumlah anggota kami,” kata pria yang bekerja sebagai mata-mata Kekaisaran Barat.
“Bukannya kalian sudah terlatir melewati penjagaan tanpa menimbulkan jejak dan suara, bagaimana bisa kalian mengalami kesulitan memasuki Kekaisaran Shu?” Kaisar Bernard terlihat tidak puas dengan kinerja mata-mata Kekaisarannya sendiri.
“Yang Mulia, kami sudah melakukan yang terbaik, tapi apapun cara yang kami gunakan untuk menyusup ke wilayah Kekaisaran Shu, penjaga di perbatasan Kekaisaran Shu selalu dapat menemukan keberadaan kita. Mereka bahkan jauh lebih sulit terlihat dibandingkan keberadaan kita sebagai mata-mata,” kata pria itu.
Kaisar Bernard yang terlalu menganggap remeh kekuatan Kekaisaran Shu, dia belum bisa sepenuhnya percaya pada laporan mata-matanya. Dia berencana mengirim lebih banyak mata-mata Kekaisaran untuk menyusup ke wilayah Kekaisaran Shu, dan ke wilayah empat Kerajaan yang berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Shu.
“Kamu aku tugaskan kembali memimpin mata-mata Kekaisaran pergi menyusup ke wilayah Kekaisaran Shu, dan kali ini aku tidak ingin mendengar kegagalan! Kirim juga beberapa mata-mata ke Kerajaan Tang, Kerajaan Han, Kerajaan Qiao, dan ke Kerajaan Zang!” perintah Kaisar Bernard.
“Kalau kau masih kembali dengan kegagalan, aku sendiri yang akan melenyapkanmu dan seluruh keluargamu!” Kaisar Bernard tidak pernah main-main dengan ancamannya.
Pria di hadapan Kaisar Bernard hanya mengangguk lalu dia segera pamit undur diri untuk bersiap kembali memata-matai Kekaisaran Shu. Dia tahu kalau Kaisar Bernard tidak pernah main-main dengan ancamannya, oleh karena itu, kali ini dia tidak boleh gagal, dan apapun yang terjadi dia harus bisa menerobos masuk ke Kekaisaran Shu untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan Kaisar Bernard.
Kali ini dia akan membawa lebih banyak anggota karena selain mengumpulkan informasi dari Kekaisaran Shu, dia juga mengemban tugas mengumpulkan informasi dari empat Kerajaan di bawah kekuasaan Kekaisaran Shu. Sebelumnya dia memang berhasil menerobos wilayah Kerajaan Qiao, tapi dia tidak mendapat informasi apapun di Kerajaan itu.
Sedangkan Kaisar Bernard yang hanya sendirian di ruang kerjanya, dia membaca laporan pejabat tinggi Kekaisarannya tentang permasalahan yang sedang dihadapi Kekaisaran Barat.
Selain musim dingin yang sebentar lagi datang, dan kurangnya pasokan selimut hangat untuk rakyat karena runtuhnya Kekaisaran Qing yang selama puluhan tahun memasok selimut hangat ke Kekaisaran Barat. Kaisar Bernard juga dihadapkan dengan bencana kelaparan yang mungkin sebentar lagi akan terjadi, dikarena pasok makanan dari Kerajaan Gui tak lagi mereka dapatkan, setelah Kerajaam Gui runtuh dan berganti nama menjadi Kerajaan Qiao.
Kekaisaran Barat memang kuat dalam kekuatan militer, persenjataan dan ekonomi. Akan tetapi, militer yang kuat dan kekayaan yang dimiliki Kekaisaran Barat, tidak menjamin mereka dapat hidup mandiri tanpa bantuan dari wilayah lain. Separuh kebutuhan pokok Kekaisaran Barat didapatkan dari wilayah timur, tapi setelah wilayah timur jatuh ke tangan Kekaisaran Shu, mereka mulai kesulitan mendapatkan makanan dari wilayah timur.
Jika situasi ini terus berlangsung, sebelum Kaisar Bernard memutuskan menyerang Kekaisaran Shu, mereka akan lebih dulu hancur karena musim dingin dan kelaparan.
__ADS_1
...----------------...
Ibukota Kekaisaran Shu.
Dinginnya malam membuat semua orang enggan keluar dari rumah mereka. Sebagian besar penduduk ibukota memang memilih bertahan di dalam rumah mereka, tapi tidak dengan prajurit penjaga ibukota. Dengan memakai pakaian tebal dan persenjataan lengkap, mereka melakukan penjagaan seperti hari-hari biasa. Memasuki awal musim dingin membuat prajurit penjaga harus segera terbiasa dengan dinginnya malam.
Jin Fan yang malam ini memimpin sendiri penjagaan malam ibukota Kekaisaran, dia tidak menemukan adanya gangguan dari luar yang mengancam ibukota Kekaisaran. Meski tidak menemukan gangguan, Jin Fan tidak mengendurkan penjagaan karena dia tidak ingin membuat kesalahan saat sedang mengerjakan tugas.
“Malam yang tenang. Hari-hari sebelum datangnya musim dingin akan menjadi malam yang membosankan,” gumam Jin Fan.
“Sebaiknya aku berkeliling untuk menghilangkan rasa bosan,” Jin Fan pergi meninggalkan benteng ibukota, dan terus bergerak sampai akhirnya dia sampai di perumahan yang berada di wilayah timur ibukota.
“Ternyata tempat ini jauh lebih ramai dari wilayah yang lain.” Jin Fan melihr masih banyak orang yang beraktivitas di luar ruangan.
Jin Fan pergi ke salah satu kedai teh, dan memesan teh serta cemilan hangat untuk menghangatkan tubuhnya yang mulai kedinginan.
Melihat pakaian yang digunakan Jin Fan, wanita pemilik kedai teh tahu kalau pelanggannya adalah salah satu pejabat tinggi Kekaisaran. Mengetahui itu, dia mencoba tidak melakukan kesalahan saat memberi pelayanan pada pelanggan, yang bisa dikatakan sebagai pelanggan spesial yang pernah singgah di kedai tehnya.
“Apa ada lagi yang ingin Tuan pesan?” tanya wanita pemilik kedai setelah menyerahkan semua pesanan Jin Fan.
Mendengar suara lembut wanita, Jin Fan menoleh melihat ke arah pemilik suara yang berdiri di sampingnya. Melihat wajah wanita di sampingnya yang sedang tersenyum, entah kenapa Jin Fan merasa wajahnya menghangat. ‘Wanita yang sangat cantik,’ ungkapnya membatin.
“Tuan, apa ada lagi yang ingin Tuan pesan?” Wanita itu kembali bertanya, dan berhasil membuyarkan lamunan Jin Fan yang sedang menikmati keindahan di hadapannya.
Merasa tidak enak karena terlalu lama memandang wanita di hadapannya, Jin Fan segera saja berkata. “Aku akan memanggilmu kalau ingin tambahan teh dan cemilan,” Jin Fan memberikan senyuman pada wanita itu, lalu dia kembali dengan minuman dan cemilannya.
“Kalau begitu saya kembali kebelakang, dan Tuan bisa memanggil saya kalau membutuhkan sesuatu.” Wanita itu kembali ke belakang kedai menjaga nyala bara api.
“Wanita yang sangat cantik, lembut, dan cukup sopan. Dengan semua kelebihannya, aku yakin banyak pria yang menginginkannya, atau mungkin dia sudah memiliki pasangan,” gumam Jin Fan mulai menikmati minumannya.
__ADS_1
Baru juga Jin Fan menikmati minuman yang terasa manisnya sangat pas, dua orang pria masuk kedai dan menggebrak meja tepat di sebelah Jin Fan. Tak memperhatikan keberadaan Jin Fan, mereka berteriak memanggil Bao Yu, wanita pemilik kedai teh.
Sedikit berlari Bao Yu keluar untuk menyambut pelanggan yang baru datang. Namun, sebuah tarikan tangan yang begitu kasar membuat dia jatuh ke dalam pangkuan salah satu pria yang dengan erat mencengkram lengan tangannya.
Bao Yu sekuat tenaga meronta dan mencoba melepaskan diri, tapi kekuatan pria itu jauh lebih kuat darinya. Bukannya lepas, cengkraman pria itu justru semakin erat.
“Cantik, kamu duduk tenang di sini menemaniku minum, dan setelah ini temanin kamu melewati dinginnya malam.” Pria yang mencengkram lengan Bao Yu mencoba menyentuh bagian sensitif wanita itu menggunakan tangan lainnya.
Namun, belum sempat dia melakukan itu, Jin Fan terlebih dahulu muncul dan memukul tangannya yang sudah berada di dekat area sensitif Bao Yu.
“Menggunakan kekuatan untuk menindas wanita. Apa kamu bangga menjadi seorang pria setelah bertindak selayaknya pengecut?” Jin Fan menatap tajam pria yang belum juga melepaskan Bao Yu.
Pria yang ditatap Jin Fan hanya tersenyum sinis, tapi saat dia melihat pakaian Jin Fan, dengan begitu cepat dia melepaskan Bao Yu. “Tu.. Tuan, maafkan kami, kami hanya bercanda!” Pria itu dan pria satunya jatuh berlutut di hadapan Jin Fan.
Akan tetapi mereka telah meminta maaf ke orang yang salah. Mengikuti ajaran Qin Chen, Jin Fan bukanlah seorang pemaaf pada penjahat.
Melihat dua pria yang berlutut di hadapannya, tanpa aba-aba Jin Fan langsung menendangnya keluar kedai teh, bertepatan dengan itu, empat prajurit penjaga melintas di depan kedai teh dan melihat semuanya.
“Bawa mereka ke penjara dan beri hukuman untuk kasus kejahatan terberat karena mereka sudah melecehkan seorang wanita!” Jin Fan memberi perintah pada prajurit yang kebetulan melintas di depan kedai teh.
“Baik Tuan.” Mereka segera menyeret kedua pria yang melecehkan Bao Yu ke dalam penjara, dan mereka akan mendapatkan hukuman terberat atas perbuatannya.
Semua orang tahu, yang dimaksud hukuman terberat adalah hukuman mati, dan besok kedua kepala orang itu akan tergantung di dinding benteng ibukota.
Jin Fan kembali ke dalam kedai teh, melihat Bao Yu yang masih memegangi lengan tangannya yang memerah.
“Mereka sudah mendapatkan hukuman terberat. Jadi, kamu tidak perlu takut mereka datang kembali ke tempat ini,” Jin Fan melihat sekali lagi keadaan Bao Yu.
Setelah memastikan Bao Yu hanya mengalami luka ringan dan lebih banyak mengalami trauma, Jin Fan memutuskan tetap berada di tempat itu menemaninya.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.