
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Peperangan antara Kerajaan Shu dan Kerajaan Gui telah mencapai puncaknya. Qiao Bao, Jin Han, dan Jenderal Shang Hong saat ini bekerjasama untuk mengalahkan Raja Gui Mo yang sedang mengerahkan kekuatan puncaknya. Meskipun ketiganya bekerjasama, saat ini kekuatan mereka hanya dapat berimbang dengan kekuatan Raja Gui Mo.
Ketiganya tidak pernah menyangka kalau Raja Gui Mo memiliki teknik yang dapat meningkatkan kekuatannya dengan mengorbankan sepuluh tahun usia yang dimilikinya. Dengan mengorbankan sepuluh tahun usianya, kekuatan Raja Gui Mo saat ini setara dengan kekuatan pendekar tingkat Kaisar.
Sulit memang untuk mempercayai keberadaan teknik yang dimiliki Raja Gui Mo. Akan tetapi dengan luasnya dunia persilatan dan banyaknya harta tersembunyi yang sampai sekarang belum diketemukan, sebuah kewajaran ada teknik luar biasa seperti yang dimiliki Raja Gui Mo.
Akan tetapi, meskipun kekuatan Raja Gui Mo telah meningkat jauh melampaui kekuatan mereka, Qiao Bao, Jin Han, serta Jenderal Shang Hong masih belum mengeluarkan seluruh kekuatan yang mereka miliki.
Ketiganya masih menahan untuk tidak menggunakan seluruh kekuatan yang dimiliki karena mereka terlebih dahulu ingin memastikan Raja Gui Mo tidak lagi memiliki teknik luar biasa lainnya.
Dengan apa yang saat ini mereka miliki, ketiganya hanya bisa bertahan dari serangan Raja Gui Mo. Akan tetapi, saat mereka hanya bisa bertahan dari serangan Raja Gui Mo, pasukan Kerajaan Gui semakin kewalahan menghadapi gempuran pasukan Kerajaan Shu yang kali ini keluar dari benteng melakukan pertempuran langsung dengan pasukan Kerajaan Gui.
Jumlah pasukan Kerajaan Gui yang sebelumnya dua kali lebih banyak dibandingkan jumlah pasukan Kerajaan Shu, saat ini hanya tersisa seperempatnya.
Sedangkan jumlah pasukan Kerajaan Shu, sejak awal dimulainya peperangan di hari kedua, Kerajaan Shu hanya kehilangan kurang dari seratus prajurit.
“Aku tidak menyangka seluruh Jenderal Kerajaan Shu adalah para pendekar tingkat Raja,” kata Raja Gui Mo yang terlihat mulai kelelahan melakukan pertempuran melawan tiga musuh yang sangat cepat dan lincah menghindari serangannya.
Jin Han tersenyum kecil mendengarnya. “Kami justru yang lebih tidak menyangka kalau Yang Mulia Raja Gui Mo memiliki teknik yang sangat luar biasa,” kata Jin Han.
“Hahahaha... Teknik ini adalah teknik khusus yang hanya akulah pemiliknya, dan sudah waktunya kita mengakhiri pertempuran ini!” seru Raja Gui Mo.
__ADS_1
Raja Gui Mo menggunakan tenaga dalam untuk menyelimuti seluruh tubuhnya, lalu dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata mereka yang jauh lebih lemah darinya, dia melesat maju menyerang Qiao Bao, Jin Han, dan Jenderal Shang Hong.
“Sepertinya teknik itu adalah satu-satunya teknik luar biasa yang dimilikinya. Jadi, sebaiknya kita sekarang mengeluarkan seluruh kekuatan yang kita miliki untuk mengakhiri pertempuran ini!” kata Jin Han dan langsung saja dia serta dua orang lainnya mengeluarkan seluruj kekuatan yang mereka miliki.
“Mereka ternyata sejak tadi masih menahan kekuatannya,” gumam Raja Gui Mo melihat ketiga lawannya mampu mengimbangi kecepatannya.
“Aku tidak menyangka kalian bertiga benar-benar membuat aku harus mengeluarkan semua yang aku miliki!”
Raja Gui Mo kembali meningkatkan kecepatan dan kekuatannya. Akan tetapi, Jin Han dan dua orang lainnya tidak tinggal diam. Mereka juga kembali meningkatkan kekuatan dan kecepatan untuk mengimbangi Raja Gui Mo.
Mengetahui ketiga lawannya masih dapat mengimbangi kecepatannya, dan kerja sama mereka dapat mengimbangi kekuatannya. Raja Gui Mo mulai frustasi menghadapi mereka. Dia sudah mengerahkan seluruh kekuatannya, tapi itu semua belum cukup untuk mengalahkan ketiga lawannya. Di sisi lain, dengan jelas dia melihat pasukan Kerajaannya keseluruhannya hampir musnah di tangan-tangan kejam pasukan Kerajaan Shu.
“Kerajaan yang aku dirikan dan aku besarkan dengan kekuatan serta kerja kerasku tidak akan hancur dengan mudah. Aku Raja Gui Mo akan memusnahkan seluruh musuh Kerajaan Gui!” Raja Gui Mo menyerang membabi-buta.
Namun, serangan membabi-buta yang dilakukan dengan emosi, membuat serangan Raja Gui Mo hanya mengenai udara karena ketiga lawannya dapat menghindari seluruh serangannya, dan saat dia sudah mulai kelelahan kini giliran ketiga lawannya melakukan serangan balik bertubi-tubi kearahnya. Serangan ketiganya, membuat Raja Gui Mo kesulitan melakukan serangan balik, dan dia hanya bisa bertahan.
“Yang Mulia Raja Gui Mo, apa Yang Mulia masih ingin melanjutkan pertempuran yang sudah jelas siapa pemenangnya? Kalau Yang Mulia masih ingin melanjutkan, dengan senang hati tangan ini akan mengakhiri hidup Yang Mulia.” Tak menunggu jawaban dari Raja Gui Mo, Qiao Bao yang baru selesai berkata kembali menyerang Raja Gui Mo dengan seluruh kekuatannya.
“Boom... Boom... Boom...” Seluruh serangan yang dilakukan Qiao Bao tidak lagi bisa dihindari Raja Gui Mo, membuat sang Raja terpental kesana-kemari akibat serangan bertubi-tubi yang dilakukan Qiao Bao.
Tak hanya Qiao Bao, Jin Han juga ikut maju menyerang Raja Gui Mo yang tak lagi terlihat gagah selayaknya seorang Raja dan pendekar dengan nama besar. Pukulan dan rendangan lawan-lawannya membuat keadaan Raja Gui Mo semakin mengenaskan.
“Sudah cukup bermain-main dengannya,” kata Jin Han sambil menarik keluar dari sarung pedang miliknya.
Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong juga mengeluarkan senjata mereka, lalu bersamaan ketiganya melesat maju menyerang Raja Gui Mo dengan mengerahkan seluruh sisa kekuatan mereka.
__ADS_1
“Ini memang akhir dari hidupku!” gumam Raja Gui Mo sambil mencoba menghindari serangan mereka, tapi tanpa tenaga yang tersisa akhirnya dia harus rela tiga pedang menusuk tepat di dadanya.
Raja Gui Mo memuntahkan darah segar dari mulutnya dan tak lama dia menghembuskan nafas terakhir bersama dengan Qiao Bao, Jin Han, dan juga Jenderal Shang Hong menarik pedang mereka yang tertancap di dada sang Raja.
Kematian Raja Gui Mo menjadi akhir dari peperangan antara Kerajaan Shu dan Kerajaan Gui karena sisa prajurit Kerajaan Gui memutuskan menyerah, tapi pada akhirnya mereka dijatuhu hukuman mati di tempat oleh Jin Han yang merupakan pemimpin pasukan Kerajaan Shu yang melawan Kerajaan Gui.
Kemenangan menjadi milik Kerajaan Shu, dan segera saja prajurit Kerajaan Shu yang masih memiliki sisa tenaga mereka bekerjasama membersihkan medan perang dari mayat korban perang.
Sementara itu di perbatasan antara Kerajaan Shu dan Kekaisaran Qing, peperangan di tempat itu juga telah berakhir dengan kemenangan Kerajaan Shu. Namun, tidak seperti Raja Gui Mo yang mati dalam perang, Kaisar Qing Luo sampai detik ini masih hidup.
Sang Kaisar penguasa Kekaisaran Qing memang masih hidup dan hanya mengalami sedikit luka lecet. Akan tetapi itu hanyalah untuk sementara karena tak lama lagi dia akan dijatuhin hukuman mati bersama lima pendekar pelindung Kekaisaran Qing.
Tepat di sore hari sebelum matahari benar-benar tenggelam, Kaisar Qing Luo dan kelima pendekar pelindung Kekaisaran Qing diseret ke atas benteng pertahanan Kerajaan Shu. Di atas benteng, kepala mereka diikat menggunakan tali, dan tubuh mereka didorong menuju pinggiran benteng. “Yang Mulia Kaisar Qing Luo, apa ada pesan terakhir sebelum kematianmu?” tanya Qin Chen.
Kaisar Qing Luo hanya diam, tak keluar satu kata pun dari dalam mulutnya. “Kalau memang tidak ada yang ingin kamu katakan, teimalah kematian sebagai konsekuensi apa yang kamu lakukan pada Kerajaan Shu.”
Qin Chen langsung saja menendang tubuh Kaisar Qing Luo, membuat sang Kaisar jatuh dari atas benteng. Namun, karena ada tapi yang mengikat kepalanya, tubuh Kaisar Qing Luo tergantung di tengah-tengah benteng, dan tak lama kematian datang menghampirinya dalam keadaan tergantung.
Kelima pendekar pelindung Kekaisaran Qing juga mendapatkan perlakukan yang sama, mati tergantung di benteng pertahanan Kerajaan Shu.
“Memanfaatkan situasi saat ini, sebaiknya kita segera mengirim prajurit untuk mengambil alih seluruh wilayah kekuasaan Kekaisaran Qing! Membiarkan Kekaisaran Qing tanpa pemimpin, hanya akan memancing kedatangan kekuatan lain yang memiliki niatan menguasai wilayah Kekaisaran Qing,” ujar Qin Chen.
Putri Liu Yao yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala, tapi tak lama dia berkata, “Aku senantiasa mendukung apapun yang ingin kamu lakukan.”
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.