Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Meninggalkan Ibukota Kerajaan Shu


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Putri Liu Yao yang hanya dikawal Jenderal Shang Hong dan puluhan prajurit, pergi ke istana Kerajaan Shu untuk menemui Raja Liu Feng. Putri Liu Yao ingin berpamitan pada Raja Liu Feng sebelum dia berangkat ke Kekaisaran Qing untuk menghadiri pesta ulang tahun Permaisuri Kekaisaran Qing.


Kedatangan Putri Liu Yao disambut hangat oleh Raja Liu Feng dan Kasim Kerajaan yang senantiasa berada di sisi Raja.


Raja Liu Feng mempersilahkan Putri Liu Yao dan Jenderal Shang Hong memasuki istana Kerajaan. Namun, dengan alasan ingin segera melakukan perjalanan, Putri Liu Yao menolak untuk memasuki istana Kerajaan.


Putri Liu Yao lalu menjelaskan maksud dari kedatangannya pada Raja Liu Feng, “Yang Mulia, maksud kedatanganku kali ini, aku ingin pamit pada Yang Mulia karena hari ini juga, aku dan Jenderal Shang Hong akan mulai melakukan perjalanan menuju Kekaisaran Qing...”


Raja Liu Feng mengangguk, lalu berkata, “Perjalanan ke Kekaisaran Qing lebih jauh dan lebih berbahaya dibandingkan perjalanan ke Kerajaan Chu. Untuk itu, aku telah menyiapkan pengawal tambahan untuk mengawal perjalananmu...”


Raja Liu Feng memanggil Jenderal Fan Sui, Jenderal Kerajaan Shu yang akan memimpin puluhan prajurit untuk mengawal perjalanan Putri Liu Yao. Meski belum lama ini diangkat menjadi Jenderal Kerajaan, Raja Liu Feng mengakui kehebatan Jenderal Fan Sui, dan menjadikan Jenderal Fan Sui sebagai salah satu Jenderal kepercayaannya.


Jenderal Fan Sui segera saja pergi ke sisi Putri Liu Yao karena kali ini dia mendapatkan tugas melakukan pengawalan pada sang putri.


Putri Liu Yao segera pergi meninggalkan istana Kerajaan Shu setelah berpamitan dengan Raja Liu Feng. Dengan dikawal dua orang Jenderal, Putri Liu Yao berjalan menuju kereta kuda miliknya yang terparkir di depan istana Kerajaan. Begitu Putri Liu Yao duduk tenang di dalam kereta kudanya, perlahan kereta kuda mulai berjalan meninggalkan istana Kerajaan Shu.


“Semua berjalan sesuai rencana. Raja mengira aku benar-benar akan pergi ke Kekaisaran Qing. Padahal aku sama sekali tidak memiliki keinginan untuk pergi ke tempat itu,” kata Putri Liu Yao pada Qin Chen yang sejak awal sudah berada di dalam kereta kuda.


“Semua memang berjalan sesuai rencana. Akan tetapi, bukannya Putri juga harus kehilangan salah satu kartu as, yang selama ini Putri tempatkan di istana Kerajaan...” Kartu as yang dimaksud Qin Chen adalah Jenderal Fan Sui.


Sang Jenderal yang seharusnya menjadi mata dan telinga Putri Liu Yao di istana Kerajaan, kini justru harus pergi meninggalkan istana kerajaan karena harus mengikuti rencana yang telah dipersiapkan Putri Liu Yao.

__ADS_1


“Kehilangan mata dan telinga seperti Jenderal Fan Sui memang sebuah kerugian yang tidak sedikit, tapi aku telah mengantisipasi ketidakhadiran Jenderal Fan Sui di istana Kerajaan dengan mengirim orang baru, yang aku yakini dia dapat menggantikan tugas penting Jenderal Fan Sui,” ungkap Putri Liu Yao yang tidak ingin rugi setelah Jenderal Fan Sui harus mengikutinya pergi meninggalkan istana Kerajaan Shu.


Qin Chen sangat mengagumi pola pikir Putri Liu Yao yang selalu berpikir maju, dan selalu memiliki solusi untuk setiap masalah yang dihadapinya.


“Bagaimana dengan mereka yang berada di istanaku, apa mereka telah pergi meninggalkan istana?” tanya Putri Liu Yao pada Qin Chen yang bertanggungjawab mengurus kepergian seluruh penghuni istananya.


“Mereka semua telah pergi meninggalkan istana, begitu Putri pergi ke istana Kerajaan. Saudara Bao dan empat pelayan pribadi Putri, memimpin mereka menuju Kota Hebei. Kalau kita bergerak cepat, kemungkinan kita dapat menyusul mereka,” kata Qin Chen menjawab pertanyaan Putri Liu Yao.


“Untuk pasukan elit kura-kura hitam, apa mereka juga sudah pergi ke Kota Hebei?” kembali Putri Liu Yao bertanya pada Qin Chen.


“Mereka sudah pergi meninggalkan tempat pelatihan. Kemungkinan besar saat ini mereka sedang menunggu kita di luar ibukota, dan bersama-sama dengan mereka kita akan melakukan perjalanan menuju Kota Hebei,” jawab Qin Chen.


Putri Liu Yao mengangguk puas mendengar jawaban Qin Chen. Dengan semua orang-orangnya tidak lagi ada di istana miliknya yang kini telah sepenuhnya kosong, Putri Liu Yao merasa jauh lebih tenang saat dia harus pergi meninggalkan ibukota Kerajaan.


Kalaupun masih ada orang-orangnya yang tersisa di ibukota Kerajaan, mereka adalah orang-orang yang telah disusupkan Putri Liu Yao untuk menjadi mata dan telinganya di ibukota Kerajaan, dan ada beberapa dari mereka yang diberi tugas khusus untuk menjaga istana miliknya.


“Akhirnya mereka datang,” seru Zang Lei, mantan pemimpin kelompok bandit kura-kura hitam, yang saat ini menjadi pemimpin pasukan elite kura-kura hitam.


Setelah mengikuti pelatihan yang dilakukan Qin Chen selama satu bulan, kekuatan Zang Lei meningkat pesat dan saat ini kekuasaannya hampir setara dengan Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong. Jika terus mengikuti cara latihan yang diajarkan Qin Chen, dalam satu bulan ke depan kemungkinan dia sudah bisa menyamai kekuatan Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong.


“Semua bersiap! Kita akan menjaga belakang rombongan Putri Liu Yao,” seru Zang Lei yang terdengar jelas oleh seluruh anggota pasukan elite kura-kura hitam.


Saat rombongan Putri Liu Yao melintas di depannya, Zang Lei segera mengarahkan pasukan yang dia pimpin membuat barisan di belakang rombongan sang putri. Begitu barisan terbentuk, Zang Lei segera memimpin mereka mengikuti rombongan Putri Liu Yao.


“Banyaknya prajurit yang mengawal perjalananku, entah kenapa aku seperti sedang melakukan perjalanan ke medan perang,” kata Putri Liu Yao pada Qin Chen setelah dia melihat keberadaan Zang Lei dan pasukan elite kura-kura hitam.

__ADS_1


“Bukannya aku ingin menakut-nakuti, tapi kemungkinan besar tak lama lagi kita akan memasuki situasi peperangan, yang sama sekali tidak memberi keuntungan pada kita,” kata Qin Chen yang sadar akan ancaman dari Kerajaan Ming dan Kerajaan Gui, begitu mereka mendengar kabar Putri Liu Yao sedang terlibat masalah dengan Pangeran Qing Moran.


“Selama kita dapat melindungi penduduk Kerajaan ini, itu adalah keuntungan terbesar yang kita dapatkan saat terjadi peperangan,” ujar Putri Liu Yao.


“Apapun akan aku lakukan untuk melindungi Putri dan penduduk Kerajaan Shu. Bagaimanapun juga saat ini aku adalah pengawal pribadi Putri, dan namaku sudah tercatat sebagai penduduk Kerajaan Shu,” kata Qin Chen sembari dia membuka topeng yang menutupi sebagian wajahnya.


Melihat Qin Chen membuka topengnya, Putri Liu Yao ikut membuka cadar yang dia gunakan, dan menunjukkan wajahnya secara utuh pada Qin Chen.


Meski bukan pertama kalinya melihat wajah Putri Liu Yao tanpa ditutupi cadar. Entah kenapa ada perasaan aneh yang kali ini dirasakan Qin Chen saat dia melihat wajah Putri Liu Yao.


“Sebenarnya aku ingin mengatakan ini setelah semua masalah yang akan aku hadapi berakhir, tapi aku sudah tidak ingin menyimpannya terlalu lama...” Putri Liu Yao yang semula duduk di hadapan Qin Chen, tiba-tiba saja di sudah duduk di pangkuan Qin Chen yang terlihat terkejut saat dia merasakan adanya wanita yang duduk di pangkuannya.


“Pangeran Qin Chen, di dunia ini hanya kamu satu-satunya laki-laki yang aku izinkan memiliki semua yang ada pada diriku. Selain kamu, mereka hanya akan mati membusuk, dan menjadi sarang belatung...” Menatap wajah Qin Chen, Putri Liu Yao tiba-tiba saja mendaratkan ciuman hangat ke bibir Qin Chen.


Sedangkan Qin Chen yang tidak tahu harus melakukan apa, dia hanya diam, membiarkan Putri Liu Yao melakukan apa yang ingin dia lakukan.


Meski tidak tahu apa yang harus dia lakukan, Qin Chen harus mengakui kalau dirinya telah bisa membuka hatinya kembali, dan sosok Putri Liu Yao adalah wanita yang membuatnya kembali bisa membuka hati.


‘Apa aku benar-benar telah jatuh cinta pada Putri Liu Yao?’ tanya Qin Chen dalam hati, saat Putri Liu Yao masih berada di atas pangkuannya.


...Putri Liu Yao...



°°°

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2