Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Penyesalan Kaisar Bernard


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Di istana Kekaisaran Barat yang sedang ditinggalkan pemiliknya pergi berperang, pejabat tinggi Kekaisaran yang sebagian besar tidak mendukung keputusan Kaisar Bernard menyerang Kerajaan Qiao, mereka sepakat mengambil alih istana serta kekuadaan Kekaisaran Barat dari tangan Kaisar Bernard. Sang Permaisuri Kekaisaran yang untuk sementara waktu menggantikan Sang Kaisar telah di tangkap, saat dia sedang melakukan hubungan badan dengan Jenderal yang mendampinginya.


Prajurit yang dimiliki para pejabat tinggi Kekaisaran Barat mulai menangkap dan mengeksekusi di tempat seluruh pendukung Kaisar Bernard. Mereka para pejabat tinggi Kekaisaran ingin melakukan perubahan dan kembali memperbaiki hubungan dengan wilayah timur. Kekaisaran Barat memang kaya akan hasil tambang, tapi tanah yang tandus membuat mereka selalu mengalami gagal panen, dan selama ini kebutuhan pokok mereka sebagian besar didatangkan dari wilayah timur.


Namun, setelah memburuknya hubungan Kekaisaran Barat dan Kekaisaran Shu yang bisa dikatakan sebagai penguasa baru wilayah Tltimur, penduduk Kekaisaran Barat mulai mengalami krisis pangan setelah wilayah timur tak lagi menjual kebutuhan pokok ke wilayah barat. Puncak krisis pangan terjadi saat datang musim dingin, yang mana setelah empat bulan berlalu musim dingin tak kunjung berakhir.


“Kaisar Bernard telah membuat kehidupan rakyat diliputi kesengsaraan. Sebagai wakil dari rakyat Kekaisaran Barat sudah saatnya kita menegakkan keadilan untuk mereka. Menguasai istana ini adalah awal dari bagi kita untuk menegakkan keadilan untuk seluruh rakyat Kekaisaran Barat!” teriak salah satu pejabat tinggi Kekaisaran Barat.


Setelah menangkap seluruh keluarga Kekaisaran dan memberi hukuman mati di tempat untuk seluruh pendukung Kaisar Bernard, pejabat tinggi Kekaisaran Barat memutuskan mengirim surat permintaan maaf pada Kekaisaran Shu. Dalam surat itu juga tertuliskan kalau Kekaisaran Barat tidak lagi dipimpin oleh Kaisar Bernard. Kursi pemimpin masih kosong dan belum ada yang menempatinya.


Setelah surat selesai di tulis, sepuluh prajurit bergegas mengantarkan surat itu langsung ke istana Kekaisaran Shu melalui jalur yang melewati Kerajaam Zang. Mereka tidak mungkin melalui jalur yang melewati Kerajaam Qiao karena saat ini pasti sedang terjadi pertempuran di tempat itu. Melihat panjangnya rute yang harus mereka tempuh, butuh waktu lima hari untuk mereka sampai di istana Kekaisaran Shu.


Begitu surat untuk Kekaisaran Shu dikirim, para pejabat tinggi yang telah mengambil alih Kekaisaran Barat, mereka pergi ke gudang makanan Kekaisaran untuk melihat seberapa banyak cadangan makanan yang tersisa di tempat itu. Melihat sisa makanan di dalam gudang, mereka tahu kalau seluruh makanan akan habis dalam satu sampai dua minggu ke depan, dan setelahnya Kekaisaran Barat benar-benar akan jatuh dalam krisis pangan mengerikan.


“Bagaimana dengan hasil laut? Bukannya hasil laut dapat kita gunakan untuk menangani situasi krisis pangan seperti saat ini?” Salah satu pejabat tinggi Kekaisaran Barat bertanya pada teman-temannya sesama pejabat tinggi Kekaisaran Barat.


“Saat ini ombak di lautan sedang tinggi dan membuat sebagian besar nelayan tidak bisa pergi melaut,“ jawab salah satu temannya.


Saat di daratan tak ada lagi yang dapat mereka makan, biasanya ada lautan yang bisa memberi banyak makanan untuk mereka bertahan hidup. Akan tetapi baik manusia maupun alam, semua sedang tidak memihak pada Kekaisaran Barat. Makanan di daratan akan segera habis, sedangkan makanan di lautan tidak bisa diambil karena tingginya gelombang lautan. Kelaparan dan kematian masal tak lama lagi bisa terjadi di Kekaisaran Barat, di tengah musim dingin yang tak kunjung berakhir.


...----------------...

__ADS_1


Prajurit bantuan yang dipimpin Pangeran August, Pangeran kedua Kekaisaran Barat sedang istirahat di tengah perjalanan mereka menuju benteng pertahanan Kekaisaran Barat yang berbatasan langsung dengan wilayah Kerajaan Qiao.


Saat Pangeran August sedang menikmati makan siang dengan dua Jenderal yang menemaninya, seorang prajurit dalam keadaan terluka menemui dirinya, menyampaikan kabar yang sedang terjadi di istana Kekaisaran.


Mendengar kabar pemberontakan yang dilakukan para pejabat tinggi Kekaisaran Barat membuat Pangeran August mengerang penuh amarah, dia benar-benar tidak menyangka kalau pejabat tinggi Kekaisaran telah melakukan pemberontakan, bahkan saat ini Permaisuri Kekaisaran yang merupakan ibu kandungnya sedang mendekam di dalam penjara Kekaisaran.


Pangeran August ingin kembali ke istana Kekaisaran untuk merebut kembali istana Kekaisaran dan membebaskan ibunya dari penjara. Akan tetapi, dirinya tidak mungkin dapat melakukan itu sekarang karena ada ayah dan kakaknya yang sedang membutuhkan bantuannya.


“Jenderal, mana yang harus aku utamakan? Mengambil alih istana dan membebaskan ibuku, atau membantu ayahanda dan kakak?” Pangeran August bertanya pada dua Jenderal yang bersamanya.


“Pangeran, sebaiknya kita terlebih dahulu membantu Yang Mulia Kaisar dan Putra Mahkota, baru setelahnya kita kembali ke ibukota Kekaisaran.” Jawaban salah satu Jenderal.


“Kalau begitu segera siapkan prajurit, kita segera melanjutkan perjalanan!” Pangeran August memberi perintah pada kedua Jenderal.


“Baik Pangeran...” Kedua Jenderal segera pergi meninggalkan Pangeran August, kemudian mereka menyiapkan seluruh prajurit supaya mereka segera melanjutkan perjalanan.


...----------------...


“Yang Mulia, hamba mengaku salah karena telah berani menghina Permaisuri Kekaisaran Shu. Hamba pantas mati, tapi hamba mohon beri pengampunan untuk putra hamba! Dia tidak tahu menahu tentang masalah ini.” Kaisar Bernard berlutut di hadapan Qin Chen.


“Kita tidak sedang melakukan penawaran. Jadi, tidak ada alasan untukku mengampuni nyawa putramu!” Bentak Qin Chen bersuara lantang.


“Yang Muli, hamba mohon pengampunan untuk nyawanya karena bagaimanapun juga dia adalah sosok penerus penguasa Kekaisaran Barat.” Kaisar Bernard bersujud dengan kening menyentuh tanah.


“Sudah aku katakan padamu kalau kita tidak sedang melakukan tawar menawar, tapi setelah mendengar permohonanmu yang begitu tulus, aku justru ingin segera mengakhiri hidup putramu!” Qin Chen mengeluarkan pedangnya, mengarahkan bilah tajam pedangnya ke leher Putra Mahkota Arthur.

__ADS_1


“Oh iya, asal kamu tahu! Putramu telah lebih dulu menghina Permaisuriku dengan mengirimkan orang yang mengaku sebagai dirinya untuk merebut Permaisuri dari sisiku. Apa yang dia lakukan jauh lebih parah dari yang kamu lakukan, dan dia pantas mati!”


Qin Chen langsung mengayunkan pedangnya, memenggal kepal Putra Mahkota Arthur di depan kedua mata Kaisar Bernard. Dia melakukan semua itu tanpa berkedip, bahkan dia menunjukkan senyuman di wajahnya setelah melihat kepala Putra Mahkota Arthur jatuh dan menggelinding di atas permukaan tanah.


Membunuh tanpa berkedip bahkan dia masih sanggup tersenyum. Apa yang dilakukan Qin Chen menunjukkan kalau dirinya sangat membenci keberadaan Putra Mahkota Arthur, dan sudah begitu lama dia menginginkan kematian pria itu.


“Yang Mulia Kaisar Bernard, jangan kamu berpikir dapat menikmati kematian secepat putramu! Aku tahu kalau kamu sebelumnya sedang menunggu datangnya bala bantuan. Bagaimana kalau kamu melihat musnahnya bala bantuan yang datang, sebelum aku mengakhiri hidupmu?” Qin Chen menyeringai, membuat siapapun yang melihatnya merinding ketakutan.


“Aku akan membunuhmu kalau kamu berani memusnahkan prajurit yang dipimpin putra keduaku!” Kaisar Bernard mengangkat kepalanya, menatap tajam kearah Qin Chen.


“Katakan padaku bagaimana caranya kamu membunuhku di situasimu yang sekarang?” Qin Chen tiba-tiba mencengkeram leher Kaisar Bernard.


“Cepat katakan bagaimana kamu ingin membunuhku!” Qin Chen berteriak di hadapan Kaisar Bernard.


“Kaisar Bernard, aku sudah tahu seperti apa keadaan Kekaisaran Barat saat ini, dan aku bisa mengatakan padamu kalau saat ini kamu tidak memiliki apa-apa yang bisa digunakan untuk membunuhku!” ujar Qin Chen.


“Jujur saja, seandainya kamu datang dengan niat baik ke Kekaisaran Shu dan meminta maaf untuk semua kesalahanmu, dengan senang hati aku memberi maaf padamu, dan membantu Kekaisaran Barat mengatasi krisis pangan dan pakaian tebal.”


“Namun sayangnya kamu datang dengan membawa prajurit dan persenjataan yang menunjukkan kamu ingin berperang. Maaf saja, kamu memang ditakdirkan mati di tanganku, tapi kamu baru akan mendapatkan itu setelah aku memusnahkan prajurit Kekaisaran Barat yang datang ke tempat ini!”


Qin Chen menyuruh beberapa prajurit menyeret Kaisar Bernard kedalam penjara yang berada di benteng, dan tanpa perintah darinya secara langsung tidak ada yang boleh mengeluarkan Kaisar Bernard dari dalam penjara.


Saat diseret menuju penjara Kaisar Bernard mulai menyesali keputusannya menyerang Kerajaan Qiao. Setelah kehilangan Putra pertamanya, tak lama lagi dia bisa dipastikan kehilangan Putra keduanya.


‘Seandainya aku tidak menyerang Kerajaan Qiao, aku tidak akan mengalami nasib buruk seperti ini!’ Kaisar Bernard membatin, menyesali sekuruh perbuatannya.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2