
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Putri Liu Yao dan Qin Chen telah berada di dalam istana Kota Hebei. Keduanya yang tidak merasakan lelah setelah perjalanan panjang, mereka memutuskan berkeliling melihat keadaan istana Kota Hebei. Meski jarang ditempati, istana Kota Hebei tetap dalam keadaan terawat berkat keberadaan orang-orang yang dipekerjakan Putri Liu Yao untuk merawat istana Kota Hebei.
Berkeliling istana yang mulai ramai dengan keberadaan ratusan prajurit dan puluhan pelayan, banyak pasang mata yang mencuri-curi pandang saat Putri Liu Yao dan Qin Chen melewati sekelompok prajurit dan sekelompok pelayan.
Putri Liu Yao dan Qin Chen tahu akan keberadaan orang-orang yang terus mencuri pandang, tapi keduanya tak mempermasalahkan apa yang sedang dilakukan orang-orang itu. Putri Liu Yao dan Qin Chen, keduanya lebih berfokus melihat-lihat keadaan istana Kota Hebei daripada mengurusi mereka yang hanya sedang mencuri-curi pandang.
Terus berjalan, keduanya sampai di bagian belakang istana Kota Hebei yang terdapat tempat untuk melakukan latihan. Melihat tempat latihan yang tak begitu luas, Qin Chen tahu tempat latihan yang dia lihat merupakan tempat latihan khusus untuk keluarga Kerajaan Shu yang sedang mengunjungi Kota Hebei.
Meski tidak luas dan mungkin hanya bisa menampung tidak lebih dari dua puluh orang. Perlengkapan yang berada di tempat latihan sangat lengkap, termasuklah keberadaan puluhan senjata yang bisa digunakan untuk berlatih.
Putri Liu Yao dan Qin Chen pergi ke tempat latihan, melihat dari jarak dekat apa saja yang tersedia di ruang pelatihan. Dari semua barang yang tersedia di tempat pelatihan, semua dalam keadaan terawat dan sewaktu-waktu dapat digunakan.
Qiao Bao, Jenderal Shang Hong, serta empat pelayan priba Putri Liu Yao tiba di tempat pelatihan saat sang Putri dan Qin Chen sedang melihat-lihat keadaan tempat pelatihan. Rencananya kedua orang itu ingin menggunakan tempat pelatihan untuk meningkatkan kekuatannya.
“Tuan Putri, di depan istana ada orang-orang yang mengantarkan dua kotak perhiasan pemberian Gubernur Kota Hebei, dan mereka menolak pergi sebelum menyerahkan secara langsung barang yang mereka antar pada Tuan Putri,” kata Qiao Bao pada Putri Liu Yao.
“Aku menolak apapun barang pemberian Gubernur Kota Hebei! Kalau mereka masih tidak ingin pergi, kirim mereka kembali ke hadapan Gubernur Kota Hebei, tapi ingat untuk hanya mengirim kembali kepala mereka!” kata Putri Liu Yao.
“Baik, Tuan Putri. Aku pasti melakukan seperti apa yang Tuan Putri katakan,” balas Qiao Bao, lalu dia dan Jenderal Shang Hong undur diri untuk menyelesaikan masalah di depan istana Kota Hebei.
“Kalian berempat siapkan makan malam untuk kita berdua, dan juga siapkan air untuk aku membersihkan diri!...” Putri Liu Yao memberi perintah pada keempat pelayan pribadinya, dan langsung saja keempat pelayan pribadinya pergi undur diri untuk mengerjakan tugas mereka.
“Apa Tuan Putri ingin merenggangkan otot sebelum makan malam?...” Qin Chen mengambil salah satu pedang di tempat pelatihan, dan menggenggam erat pedang itu dengan tangan kanannya.
__ADS_1
Putri Liu Yao melihat beberapa jenis senjata yang ada di depannya, sampai kedua matanya melihat sebuah cambuk yang cukup berkualitas, “Aku sudah lama tidak menggunakan senjata jenis ini. Pangeran Chen, bagaimana kalau kamu menemaniku melatih kembali keterampilanku menggunakan cambuk?...” Tak menunggu jawaban Qin Chen, Putri Liu Yao langsung saja mengayunkan cambuk ditangannya ke arah Qin Chen.
Qin Chen yang menyadari serangan tiba-tiba Putri Liu Yao, dia langsung saja melompat ke samping menghindari ujung cambuk yang hampir saja mengenai tubuhnya. Bukannya marah mendapatkan serangan tiba-tiba, Qin Chen justru tersenyum dan dengan gerakan zig-zag dia bergerak maju menyerang Putri Liu Yao. Namun karena senjata Putri Liu Yao merupakan senjata jarak menengah, Qin Chen cukup kesulitan mendekati Putri Liu Yao.
Qin Chen berkali-kali harus melompat mundur untuk menghindari serangan Putri Liu Yao. “Ternyata Tuan Putri cukup terampil menggunakan cambuk, tapi serangan Tuan Putri masih mudah tertebak,” kata Qin Chen yang sejak tadi tidak kesulitan menebak arah serangan Putri Liu Yao.
Putri Liu Yao hanya tersenyum dibalik cadarnya, sembari terus melakukan serangan ke arah Qin Chen, meski tak satupun serangannya dapat mengenai Qin Chen yang begitu lincah menghindari setiap serangannya.
“Seperti yang dirumorkan, Jenderal Perang Kerajaan Chu memang lincah, dan sangat sulit untuk melukainya. Jangankan melukai, mengoyak pakaiannya saja sulit dilakukan...” Putri Liu Yao menghentikan serangannya, setelah berkali-kali gagal mengenai Qin Chen.
Mendengar itu Qin Chen hanya tersenyum, dan dia berjalan mendekati Putri Liu Yao begitu menaruh pedang di tangannya ke tempatnya semula.
“Itu semua karena Tuan Putri belum mengeluarkan segenap kekuatan yang dimiliki. Kalau Tuan Putri serius kenghadapiku, mungkin pakaianku akan terkoyak di beberapa bagian,” ujar Qin Chen yang sudah berada di hadapan Putri Liu Yao.
“Apa Pangeran kira aku tidak tahu kalau yang barusan Pangeran juga belum serius? Kalau kita sama-sama serius, mungkin tempat ini hancur dan kita tidak bisa berlatih di tempat ini,” ungkap Putri Liu Yao menyadari kalau Qin Chen tidak serius dalam latih tanding yang baru dilakukan.
“Suatu saat Pangeran akan tahu identitas yang aku miliki di dunia persilatan, tapi aku rasa itu akan terjadi tak lama lagi,” kata Putri Liu Yao.
Sebenarnya Qin Chen memiliki keyakinan kalau Putri Liu Yao adalah salah satu tokoh dunia persilatan yang dijuluki sebagai tiga pendekar terkuat karena masing-masing dari mereka telah menjadi seorang Pendekar Raja.
Namun, dia masih belum yakin kalau Putri Liu Yao adalah satu-satunya pendekar wanita diantara mereka, yang dijuluki pendekar wanita seribu racun.
“Sebaiknya kita segera pergi membersihkan diri, dan aku menunggu kamu di kediamanku untuk menikmati makan malam bersama,” kata Putri Liu Yao.
Qin Chen yang menempati kediaman tak jauh dari kediaman Putri Liu Yao, dia terlebih dahulu mengantarkan Putri Liu Yao ke kediamannya, baru setelahnya dia pergi ke kediaman miliknya untuk membersihkan diri.
Mengantarkan Putri Liu Yao sampai ke kediamannya, Qin Chen berjalan sendirian ke kediaman miliknya. Saat melintasi taman yang menjadi pemisah kediamannya dengan kediaman Pitri Liu Yao, Qin Chen melihat dua sosok yang bergerak mengendap-endap di atap kediaman Putri Liu Yao.
__ADS_1
Setelah menarik nafas panjang, sosok Qin Chen menghilang dari tempatnya dan begitu saja dia muncul di belakang dua sosok yang belum menyadari keberadaannya. Dengan langkah tanpa menimbulkan suara, Qin Chen terus mengikuti pergerakan keduanya.
Sedangkan dua sosok yang diikuti Qin Chen, mereka sedang fokus mencari celah untuk memasuki kediaman Putri Liu Yao. Tidak mempersenjatai diri dengan senjata berukuran besar, keduanya hanya mempersenjatai diri dengan belati kecil yang terikat di pinggang mereka. Selain belati, masing-masing dari mereka juga membawa bambu kecil yang juga mereka ikat di pinggang.
“Kita hanya perlu meniupkan asap pelumpuh, lalu membawa Putri Mahkota yang sudah tak sadarkan diri ke tempat Tuan Gubernur,” kata salah satu sosok mengatakan apa yang ingin mereka lakukan.
Qin Chen jelas mendengar apa yang ingin mereka lakukan, dan tidak mungkin dia membiarkan kedua orang itu berhasil melakukan apa yang ingin mereka lakukan. ‘Karena kalian memiliki niat buruk pada Putri Liu Yao, jangan salahkan aku kalau hanya kepala kalian yang akan kembali ke tempat Gubernur Kota Hebei,’ kata Qin Chen dalam hati.
“Sepertinya Putri Mahkota sedang membersihkan diri! Bagaimana kalau kita sedikit menikmati keindahan tubuh Putri Mahkota sebelum kita membawa dia ke tempat Tuan Gubernur?” kata salah satu sosok yang ingin melakukan hal buruk pada Putri Liu Yao tanpa menoleh ke belakang.
Sedangkan sosok dibelakangnya yang dia ajak bicara, sosok itu telah mati di tangan Qin Chen, dan saat ini Qin Chen lah yang berada di belakang sosok yang belum sadar kalau rekannya telah berganti orang.
Sosok di depan Qin Chen mencoba membuka genting tepat di atas tempat pemandian di kediaman Putri Liu Yao. Namun, belum juga sosok itu berhasil membuka genting, Qin Chen sudah lebih dulu menebas kepalanya dari belakang, dan membiarkan tubuh orang itu jatuh sementara kepalanya dipegang erat Qin Chen menggunakan tangan kirinya.
“Apa hanya mereka?...” Putri Liu Yao yang tubuhnya hanya tertutupi pakaian tipis berwarna putih polos tiba-tiba saja muncul di belakang Qin Chen.
“Dari apa yang aku lihat mereka hanya berdua. Akan tetapi, untuk memastikan keamanan, aku akan pergi berkeliling, dan sekalian aku ingin mengantarkan hadiah kecil untuk Gubernur Kota Hebei,” ungkap Qin Chen menunjukkan dua kepala di tangannya pada Putri Liu Yao.
Saat menunjukkan dua kepala di tangannya, kedua mata Qin Chen melihat tubuh Putri Liu Yao yang hanya tertutupi kain tipis berwarna putih polos. Ada sesuatu yang menegang dalam tubuhnya saat dia melihat itu.
“Sebaiknya Tuan Putri segera membersihkan diri dan memakai pakaian yang lebih tebal karena cuaca malam ini cukup dingin,” ujar Qin Chen lalu dia begitu saja pergi meninggalkan Putri Liu Yao.
Putri Liu Yao tersenyum melihat kepergian Qin Chen, “Dia sangat lucu saat menahan gairah dari dalam tubuhnya,” gumam Putri Liu Yao yang dirinya sendiri baru sadar kalau pakaian yang dia pakai tidak menutupi seluruh bagian tubuhnya.
°°°
Bersambung...
__ADS_1