Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Kekuatan Tubuh Dewa Matahari


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


°°°


Di hari yang cerah setelah melatih calon anggota Kavaleri Naga Hitam Qin Chen pergi ke gua yang tidak begitu jauh dari tempat pelatihan calon anggota Kavaleri Naga Hitam.


Duduk di atas baru besar yang berada di tengah-tengah gua, Qin Chen mengeluarkan tiga kitab kuno yang selama ini dia simpan baik-baik di balik lengan pakaiannya. Ketiga kitab itu merupakan pemberian gurunya sebelum tiba hari kematiannya.


Ketiga kitab itu bernama Kitab Teknik Tubuh Dewa Matahari, Kitab Teknik Nafas Api, dan terakhir merupakan Kitab Jurus Pedang Naga Api. Ketiga kitab itu saling berhubungan, dan kalau ingin mempelajarinya harus diawali dengan mempelajari Kitab Tubuh Dewa Matahari.


Oleh karena itu, Qin Chen kembali menyimpan dua Kitab lainnya, dan dia mulai mempelajari Kitab Tubuh Dewa Matahari. Meski kitab ditangannya tidak terlalu tebal dan hanya terdiri dari sepuluh halaman, Qin Chen terlihat cukup kesulitan mempelajari setiap lembar dari Kitab Tubuh Dewa Matahari.


Setengah hari berlalu, Qin Chen baru selesai mempelajari setengah bagian Kitab Tubuh Dewa Matahari, dan barulah saat matahari pagi mulai terbit dia berhasil mempelajari seluruh bagian dari Kitab Tubuh Dewa Matahari.


Qin Chen sudah tahu bagaimana cara melatih kekuatan Tubuh Dewa Matahari supaya tidak melukai tubuhnya. Beruntung dia sudah membuka seluruh titik pusat tenaga dalam di tubuhnya, sehingga dia tidak akan kesulitan saat berlatih kekuatan Tubuh Dewa Matahari.


“Mengubah tenaga dalam menjadi energi panas,” gumam Qin Chen.


Qin Chen segera saja pergi meninggalkan bagian dalam gua dan sekarang dia sudah berada di atas gua yang kebetulan di tempat itu terdapat batu besar dengan permukaan datar. Duduk bermeditasi di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung, Qin Chen mulai berlatih kekuatan Tubuh Dewa Matahari.


Merubah tenaga dalam menjadi energi panas tubuh, membuat kulit seputih giok Qin Chen perlahan berubah warna menjadi kemerahan.


Semakin panas energi di dalam tubu Qin Chen, semakin merah warna kulitnya.


Qin Chen merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya saat energi panas terasa membakar seluruh bagian tubuhnya.


Keringat keluar melalui pori-pori kulit Qin Chen, tapi tak lama keringat yang keluar menguap menjadi asap.


“Argh....” teriak Qin Chen merasakan hawa panas yang seolah-olah sedang membakar seluruh tubuhnya.


Bersama teriakan tanpa henti yang keluar dari mulutnya, Qin Chen merasa tulang di tubuhnya dilebur oleh energi panas, tapi tak lama tumbuh tulang baru jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Rasa sakit yang dirasakan Qin Chen mulai mereda setelah seluruh tulang di tubuhnya berganti dengan tulang baru yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Namun, dia masih merasakan energi panas di seluruh tubuhnya.


“Swis...” asap tebal berwarna hitam keluar dari tubuh Qin Chen dan menghilang tertiup angin bersama dengan menghilangnya energi panas di tubuhnya.

__ADS_1


Kedua mata Qin Chen yang tertutup perlahan terbuka, begitu dia berhasil menguasai kekuatan Tubuh Dewa Matahari. Beruntung pakaian yang dia gunakan berasal dari bahan khusus yang bisa menahan suhu panas, sehingga pakaiannya masih utuh setelah luapan energi panas yang keluar dari tubuhnya.


Setelah membuka kedua matanya, Qin Chen mencoba kembali merubah tenaga dalam menjadi energi panas. Meski kembali mengalirkan energi panas keseluruhan tubuhnya, Qin Chen tak lagi merasakan hawa panas yang menyakitkan.


Melompat turun, Qin Chen memukul pohon berukuran besar dengan tinju tangannya. Hanya dengan sekali pukul, batang pohon berdiameter lebih dari dua meter hancur berkeping-keping, dan sisa batang pohon yang tidak hancur roboh menimpa pohon di sekitarnya.


Qin Chen tersenyum melihat itu, dia tidak menyangka kekuatannya meningkat pesat hanya dengan mempelajari Kitab Tubuh Dewa Matahari.


Dia tidak bisa membayangkan seberapa besar kekuatannya setelah mempelajari kedua Kitab lainnya.


Qin Chen kembali ke atas gua, melihat batang pohon yang hancur berkeping-keping setelah terkena pukulannya.


Puas melihat hasil dari latihannya, Qin Chen memutuskan kembali ke istana Kerajaan Shu karena ada beberapa hal yang harus dia selesaikan, terutama beberapa hal yang berhubungan dengan perkembangan perekonomian Kerajaan Shu.


°°°


Istana Kerajaan Chu.


Ratu Li Wei tersenyum lebar menyambut kedatangan wanita tua yang sudah beberapa tahun ini tidak bisa dia temui karena sedang melakukan pelatihan tertutup.


Lao Pi, wanita tua yang juga merupakan guru dari Ratu Li Wei begitu saja duduk di kursi yang berada di dekat Sang Ratu.


Ratu Li Wei yang ingin memberi penghormatan pada gurunya segera di cegah oleh Lao Pi yang tau akan keadaan Ratu Li Wei.


Hanya dengan melihat, Lao Pi tahu muridnya sedang berbadan dua, dan lagi dia juga tidak butuh hormat dari wanita yang sudah dia anggap seperti cucunya sendiri.


“Ceritakan padaku, bagaimana kamu tiba-tiba menjadi Ratu Kerajaan Chu, dan dimana pria kecil yang selalu bersamamu?” tanya Lao Pi.


Pria kecil yang dimaksud Lao Pi adalah Qin Chen. Dia sendiri cukup dekat dengan Qin Chen yang dulu merupakan kekasih muridnya, tapi selama lima tahun ini dia benar-benar tidak tahu apa yang sudah terjadi di dunia luar.


“Apa telah terjadi sesuatu padanya sampai kamu yang harus menjadi Ratu di Kerajaan ini?...”


“Guru, pria itu dalam keadaan baik-baik saja, tapi sekarang dia tidak lagi berada di Kerajaan Chu,” kata Ratu Li Wei, lalu dia mulai menceritakan apa yang sudah terjadi selama beberapa tahun terakhir.


Dia mulai bercerita dari pernikahan politik antara dirinya dan Raja Qin Duan Ren. Kepergian Qin Chen setelah tahu pernikahannya dengan sang Raja, dan terakhir dia menceritakan jalan bagaimana dia bisa menjadi Ratu Kerajaan Chu.

__ADS_1


Lao Pi mengangguk-anggukkan kepala mendengar keseluruhan cerita Ratu Li Wei.


“Wajar dia memilih pergi, itu juga tidak lepas dari kamu yang tidak menjelaskan padanya kenapa tiba-tiba kamu menikah dengan Raja yang tak lain adalah Ayahnya sendiri,” kata Lao Pi.


“Guru, aku tahu aku salah, tapi aku saat itu benar-benar bingung harus seperti apa menjelaskan semua itu padanya...”


“Bukannya kamu tinggal mencari dia, dan menjelaskan semuanya padanya! Namun, kamu akan sulit mendapatkan dia kembali dengan adanya anak Raja Qin Duan Ren di dalam rahim kamu...”


“Guru, kalau dia memang mau kembali denganku, aku rela menggugurkan anak ini. Lagi pula, aku tidak pernah menginginkan anak dari pria yang telah menghancurkan kehidupanku!...” Ratu Li Wei masih ingat saat Raja Qin Duan Ren merenggut semua miliknya saat dia dalam keadaan setengah sadar, akibat pil penenang yang dicampurkan Sang Raja dalam minumannya.


Bodohnya, dia terus terjebak dalam permainan Raja Qin Duan Ren, sampai akhirnya dia mengandung keturunannya. Mengingat semua itu, dia sangat ingin melampiaskan amarahnya pada Raja Qin Duan Ren yang saat ini mendekam di penjara bawah tanah Kerajaan Chu.


“Anak di rahim kamu tidak salah, dan aku tidak yakin dia akan kembali padamu meski kamu menggugurkan anak itu. Sebaiknya kamu perlahan-lahan jelaskan padanya apa yang sudah terjadi, dan berharap dia bisa menerima seluruh penjelasan kamu...”


“Bagaimana aku bisa menjelaskan semuanya padanya, disaat dia terus memberikan tatapan kebencian saat melihatku?...”


“Apalagi dia saat ini sedang dekat dengan Putri Liu Yao, Putri Mahkota Kerajaan Shu yang ternyata merupakan teman lamanya. Hubungan mereka semakin dekat, dan dari apa yang aku ketahui mereka telah menjadi sepasang kekasih, dan tinggal menunggu waktu untuk mereka resmi menjadi sepasang suami-istri,” ujar Ratu Li Wei dengan kepala tertunduk.


Lao Pi tersenyum mendengar itu. “Apa kamu ingin aku menyingkirkan wanita itu? Kalau kamu menginginkan itu, bukan hal sulit untukku menyingkirkan wanita itu,” katanya.


Ratu Li Wei menggelengkan kepalanya, “Guru, wanita itu bukanlah sosok sederhana. Aku merasa dia memiliki kekuatan jauh melampaui kekuatanku. Selain itu, ada banyak sosok kuat yang melindunginya, yang membuat dia tidak mudah disingkirkan meski Guru sendiri yang melakukannya,” ujar Ratu Li Wei.


“Gurumu ini telah berhasil menjadi pendekar yang telah melampaui pendekar Raja. Apa kamu pikir di dunia ini ada yang mampu mengalahkan gurumu?” kata Lao Pi menyombongkan kekuatannya.


Ratu Li Wei tidak ragu dengan kekuatan gurunya, tapi entah kenapa dia merasa hal buruk akan terjadi kalau dia membiarkan gurunya pergi ke Kerajaan Shu untuk menyingkirkan keberadaan Putri Liu Yao.


“Kalau Guru mengizinkan, biarkan aku yang membunuh wanita itu, tapi aku akan melakukannya begitu melahirkan anak di rahimku,” kata Ratu Li Wei.


“Apa kamu yakin ingin membunuh wanita itu menggunakan tanganmu sendiri?” tanya Lao Pi.


Ratu Li Wei mengangguk. “Wanita yang merebut priaku hanya pantas mati dengan tanganku sendiri. Dengan kekuatanku yang sebentar lagi akan meningkat ke tingkat Raja, aku yakin kekuatanku saat itu lebih dari cukup untuk mengalahkannya,” kata Ratu Li Wei dengan niat membunuh yang dia tujukan pada Putri Liu Yao.


°°°


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2