
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Semua orang di aula istana dikejutkan dengan kedatangan Qin Chen bersama wanita bercadar yang sama persis dengan Putri Kerajaan Shu.
Qin Chen yang menjadi pusat berhatian semua orang, dia hanya tersenyum lalu berkata, “Wanita yang di sana, kembalilah ke posisi kamu karena wanitaku ingin memberi pengumuman, dan mengungkap penipu yang berada di ruangan ini,” sorot mata tajam Qin Chen menatap wanita yang menyamar sebaga Liu Yao.
Wanita itu mengangguk, lalu dia segera turun dari kursi tertinggi di aula istana Kerajaan Shu, tapi dia tetap berada di dalam aula. Identitas wanita itu sendiri adalah wanita malam, yang dibayar mahal Liu Yao untuk menggantikan posisinya.
Begitu wanita itu turun, Qin Chen membawa Liu Yao naik bersamanya ke tempat kursi tertinggi di aula, yang kebetulan di tempat itu terdapat dua kursi.
Sampai di tempat yang dituju, Qin Chen langsung saja duduk, sedangkan Liu Yao tetap berdiri, sambil mengarahkan pandangan ke seluruh orang yang hadir di aula Kerajaan Shu.
“Maafkan aku yang selama beberapa hari ini menempatkan sosok putri pengganti untuk menggantikan posisiku. Semua itu aku lakukan karena ada yang lebih dulu membohongiku dengan mengaku-ngaku sebagai orang lain di hadapan kita semua,” kata Liu Yao dengan tenang.
“Kau, beraninya kau membohongi Yang Mulia ini dengan menyuruh wanita lain menggantikan posisimu! Kupastikan kau menyesal seumur hidup karena berani membohongi Yang Mulia ini,” seru pria yang mengaku sebagai Arthu, Putra Mahkota Kekaisaran Barat.
Semua petinggi Kerajaan Shu gemetar ketakutan mendengar itu. Bagi mereka, menyinggung kekuatan besar Kekaisaran Barat, adalah mimpi buruk untuk Kerajaan Shu.
Mendengar perkataan pria itu Liu Yao hanya tersenyum. “Yang Mulia? Bagaimana mungkin sosok penipu sepertimu bisa berubah menjadi sosok Yang Mulia? Tubuh kurus kering, wajah tidak menarik, dan sikap lebih cocok sebagai berandalan. Apa kamu pikir dengan semua itu, aku percaya kalau kamu seorang Putra Mahkota Kekaisaran Barat?” ujar Liu Yao.
“Maaf saja, aku sudah tau yang sebenarnya, dan keberadaanmu di tempat ini adalah sebuah penghinaan untuk Kerajaan Shu!”
Liu Yao menarik keluar pedang dari sarung pedang di tangan Qin Chen, kemudian dengan seluruh kekuatannya dia melempar pedang itu ke arah pria yang mengaku sebagai Arthur, yang selama dua hari ini bertindak begitu arogan di Kerajaan Shu.
Pedang yang dilempar Liu Yao tertancap di dada pria yang seketika itu juga mati sebelum sempat melakukan pembelaan.
__ADS_1
“Kekaisaran Barat benar-benar menghina Kerajaan Shu dengan mengirim Putra Mahkota palsu, yang identitas aslinya hanyalah seorang prajurit rendahan!” ujar Liu Yao yang seketika membuat geram petinggi Kerajaan Shu karena mereka tahu telah dibohongi oleh Kekaisaran Barat.
“Mereka terlalu angkuh dan sombong, dan mereka benar-benar meremehkan kekuatan Kerajaan Shu!” ujar salah satu petinggi Kerajaan, yang mana dia tidak lagi ketakutan dengan kekuatan Kekaisaran Barat, setelah tahu Kekaisaran Barat telah menginjak-injak harga diri Kerajaan Shu dengan mengirim seorang Putra Mahkota palsu.
“Karena mereka telah menginjak-injak harga diri kita, sudah saatnya kita menunjukkan pada mereka kekuatan yang dimiliki Kerajaan Shu! Bunuh semua prajurit Kekaisaran Barat yang ada di luar!” perintah Qin Chen, dan langsung saja sosok yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan Kerajaan Shu memimpin prajurit, membunuh seluruh prajurit Kekaisaran Barat yang saat ini berada di istana Kerajaan Shu.
“Mulai sekarang kalian dilarang takut dengan kekuatan barat karena mulai hari ini kita akan membangun kekuatan yang jauh lebih kuat dari mereka!” kata Qin Chen dengan suara lantang.
“Hari ini juga aku ingin menegaskan pada kalian kalau Yang Mulia Qin Chen akan menjadi Raja baru Kerajaan Shu! Kalau ada yang tidak setuju, kalian bisa maju ke depan, dan biarkan aku mengakhiri hidup kalian!” ujar Liu Yao dengan sorot mata tajam, memandang seluruh orang di aula istana.
Tidak ada yang keberatan dengan penunjukan Qin Chen sebagai Raja baru Kerajaan Shu meskipun dia belum resmi menjadi suami dari Liu Yao. Namun, melihat jasa besarnya pada Kerajaan Shu serta kekuatan besar yang dimilikinya, tidak ada sosok yang lebih pantas menjadi Raja Kerajaan Shu selain Qin Chen.
Para petinggi segera berlutut di hadapan hadapan Qin Chen yang mulai hari ini secara resmi menjadi Raja baru Kerajaan Shu.
“Aku sekarang memang Raja baru kalian, tapi aku baru benar-benar menjadi Raja kalian setelah meresmikan hubungan dengan Putri Liu Yao. Oleh karena itu, sebelum melakukan upaca pengangkatanku sebagai Raja, aku ingin terlebih dahulu mengadakan upacara pernikahan, untuk meresmikan hubunganku dengan Putri Liu Yao,” ujar Qin Chen.
Qin Chen mengangguk mendengarnya. “Satu minggu dari sekarang aku ingin mengadakan upacara pernikahan. Aku berharap kalian membantu mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk kelancaran upacara pernikahan!” kata Qin Chen.
Seluruh petinggi Kerajaan Shu berjanji akan membantu menyiapkan segalanya untuk kelancaran upacara pernikahan Qin Chen dan Liu Yao. Mereka juga berjanji dalam tiga sampai empat hari kedepan, seluruh persiapan telah terselesaikan.
Sementara itu di luar aula istana Kerajaan Shu, prajurit Kerajaan Shu yang dipimpin Menteri Pertahanan, mereka sedang memburu prajurit Kekaisaran Barat yang berjumlah puluhan orang.
“Apa yang kalian lakukan? Kenapa tiba-tiba kalian menyerang kami dan membunuh sebagian dari kami? Apa kalian ingin menjadi musuh Kekaisaran Barat, yang bersedia mengikat hubungan pernikahan dengan mengirim Putra Mahkota Arthur untuk menjadi suami Putri Kerajaan Shu?” tanya salah satu prajurit Kekaisaran Barat pada prajurit Kerajaan Shu.
“Cih... ikatan pernikahan katamu! Apa kamu pikir kami rela membiarkan Putri Kerajaan kami menikahi seorang penipu yang pada kenyataannya dia hanyalah prajurit yang lebih rendah dari kami semua yang berada di tempat ini?” kata prajurit Kerajaan Shu bersuara lantang.
“Kalian adalah orang-orang yang telah menginjak-injak harga diri kami sebagai bagian dari Kerjaan Shu. Orang-orang seperti kalian memang pantas mati!” Prajurit Kerajaan Shu menyerang membabi-buta prajurit Kekaisaran Barat, dan hanya butuh waktu kurang dari sepuluh menit seluruh prajurit Kekaisaran Barat mati di tangan mereka.
__ADS_1
“Segera laporkan pada Yang Mulia Raja kalau seluruh prajurit Kekaisaran Barat telah mati, dan tanyakan pada Yang Mulia Raja apa yang harus kita lakukan pada mayat mereka!” Perintah Menteri Pertahanan pada prajurit Kerajaan Shu yang ikut bersamanya membunuh prajurit Kekaisaran Barat.
“Baik Tuan,” salah satu prajurit segera pergi ke aula istana Kerajaan untuk melaporkan seluruh kematian prajurit Kekaisaran Barat.
Sampai di aula istana Kerajaan, prajurit itu segera melaporkan apa yang ingin dia laporkan pada Qin Chen.
“Potongan-potongan saja tubuh mereka dan berikan pada binatang buas!” kata Qin Chen pada prajurit yang baru saja selesai melaporkan apa yang perlu dia laporkan.
“Baik Yang Mulia, kalau begitu hamba undur diri,” tahu apa yang harus dilakukan pada prajurit Kekaisaran Barat, prajurit itu segera kembali menemui Menteri Pertahanan.
Menteri Pertahanan yang tahu apa keinginan Rajanya, segera saja dia mengerahkan prajurit Kerajaan Shu menyeret mayat-mayat prajurit Kekaisaran Barat menuju kandang binatang buas yang menjadi pelihara Putri Liu Yao.
Di aula istana sendiri, Qin Chen menyuruh semua petinggi Kerajaan melanjutkan pekerjaan mereka, dan saat ini hanya tersisa dia dan Liu Yao yang duduk di pangkuannya.
“Apa kamu mau terus berada di atas pangkuanku?” tanya Qin Chen.
“Aku justru merasa ingin melakukan itu di tempat ini,” ujar Liu Yao sambil membuka sedikit pakaian bagian atasnya.
“Ini aula istana, banyak orang bisa masuk ke tempat ini. Apa kamu benar-benar ingin melakukannya di tempat ini?” kembali Qin Chen bertanya.
Bukannya menjawab, Liu Yao justru membuka bagian bawah pakaian Qin Chen, begitu juga dengan pakaiannya.
Kemudian, dia langsung saja mengarahkan milik Qin Chen kedalam lubang miliknya, dan hanya sekali hentak milik Qin Chen tertanam sepenuhnya kedalam miliknya.
Liu Yao terus menggoyang pinggulnya, membuat Qin Chen memejamkan erat matanya, menikmati kenikmatan yang selalu ingin dia rasakan lagi dan lagi.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.