Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Datang Untuk Berperang


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Empat bulan berlalu dan saat ini Kekaisaran Shu telah menjadi Kekaisaran kuat dari kekuatan militer, maupun ekonomi. Sementara Kekaisaran Barat yang sebelumnya menganggap remeh kekuatan Kekaisaran Shu, kini mereka yang secara perlahan runtuh akibat musim dingin yang berkepanjangan.


Sedangkan Ratu Li Wei yang sebelumnya melakukan perjalanan panjang pulang pergi ke Kekaisaran Barat, dia telah kembali ke Kerajaan Chu sambil menggendong bayi laki-laki tampan, yang terlahir dalam keadaan sempurna di tengah lautan saat terjadi badai besar.


Dalam empat bulan ini, Qin Chen juga mendapat peningkatan besar pada kekuatannya. Setelah melakukan pelatihan keras yang berkali-kali membuatnya berada dalam keadaan kritis, akhirnya dia mencapai tingkat pendekar Suci, dan saat ini dia adalah satu-satunya pendekar Suci di dunia persilatan. Bisa dikatakan dialah yang terkuat, dan sulit bagi siapapun menandingi kekuatannya.


“Yang Mulia, Kaisar Bernard berencana menyerang dalam waktu dekat. Dia sudah mendirikan perkemahan besar di sepanjang garis perbatasan dengan Kerajaan Qiao. Meski Raja Qiao Bao telah menyiagakan penuh kekuatan yang dimiliki, tanpa bantuan kita Kerajaan Qiao tidak akan bisa bertahan.” Jin Yan menyampaikan informasi yang dia dapat dari burung pembawa surat dari Kerajaan Qiao.


“Dalam empat bulan ini terasa sangat tenang, tapi kenapa tiba-tiba dia ingin menyerang Kerajaan Qiao?” tanya Qin Chen.


“Yang Mulia, saat ini Kekaisaran Barat sedang dilanda krisis pangan dan pakaian hangat akibat musim dingin yang berkepanjangan. Kaisar Bernard yang tidak ingin melihat rakyatnya mati kedinginan karena kelaparan, dia berencana menguasai Kerajaan Qiao, dan menggunakan persediaan makanan di Kerajaan Qiao untuk menyelamatkan rakyatnya,” jawab Jin Yan.


“Kenapa dia justru datang untuk berperang? Bukannya dia bisa datang baik-baik dan meminta bantuan!” ujar Qin Chen tidak habis pikir dengan pemikiran Kaisar Bernard.


“Bukannya Yang Mulia melarang hubungan dalam bentuk apapun dengan Kekaisaran Barat? Mungkin karena itu dia memutuskan menyerang Kerajaan Qiao,” balas Jin Yan.


“Aku memang melarang kita semua menjalin hubungan dengan Kekaisaran Barat, tapi aku tidak pernah melarang dia datang baik-baik meminta bantuan,” kata Qin Chen.


“Sekarang bukannya datang baik-baik meminta bantuan, dia justru datang sambil menabuh genderang perang, dan apa dia berpikir dapat mengusik Kekaisaran Qiao yang berada di bawah perlindunganku? Dalam mimpi sekalipun dia tidak akan bisa melakukannya,” lanjutnya.


Qin Chen memberi perintah untuk menyiapkan prajurit Kekaisaran beserta seluruh persenjataan terbaik yang dimiliki Kekaisaran Shu. Untuk siapa yang nantinya memimpin mereka, dirinya sendiri yang akan memimpin mereka berperang melawan kekuatan besar Kekaisaran Barat, yang kekuatannya tak sebesar di masa lalu.


Sementara itu Liu Yao yang usia kandungannya semakin bertambah dengan perut yang semakin membuncit, dia akan tetap tinggal di Kekaisaran dengan penjagaan ketat Jin Fan, Yan Ran, dan Yan Qiqi. Paman Yan Zong juga akan ikut membantu menjaga keselamatan Liu Yao.


Untuk permasalahan dengan Kerajaan Chu, ada Kerajaan Tang dan Kerajaan Zang yang saat ini menyatukan kekuatan, dan perlahan mereka berhasil menahan Kerajaan Chu untuk tetap diam di tempatnya.

__ADS_1


...----------------...


Disaat Qin Chen, Jin Yan, dan prajurit Kekaisaran Shu sedang bergerak menuju wilayah Kerajaan Qiao yang berbatasan dengan wilayah Kekaisaran Barat, Qiao Bao dan Jin Han yang sudah terlebih dulu berada di tempat yang tak lama lagi menjadi medan perang, mereka sedang mengawasi pergerakan yang dilakukan prajurit Kekaisaran Barat di wilayah mereka.


“Mereka sedang menata tempat untuk meletakkan persenjataan berat,” ujar Qiao Bao.


“Aku telah melihat persenjataan mereka. Mereka memang memiliki banyak persenjataan, tapi semua merupakan persenjataan jenis lama seperti yang dulu dimiliki Kekaisaran Qing,” kata Jin Han.


“Meskipun mereka menggunakan persenjataan lama, ada kemungkinan mereka telah meningkatkan kualitas senjata itu, dan kita tidak bisa menganggap remeh semua itu,” kata Qiao Bao.


Jin Han mengangguk setuju setelah mendengar keseluruhan perkataan Qiao Bao. Dari apa yang pernah dia pelajari dari Qin Chen, dia tidak boleh meremehkan kekuatan musuh meskipun dengan jelas musuh menunjukkan kelemahannya. “Di balik kelemahan menyimpan bahaya mematikan,” gumam lirih Jin Han.


Tidak ingin meremehkan rencana musuh, keduanya terus mengawasi apa yang sedang dilakukan musuh, meskipun seharian berdiri di bawah terik sinar matahari. Bukan hanya mengawasi, tapi mereka juga mulai menyusun rencana bertahan dan rencana melakukan serangan balik saat musuh mulai melakukan serangan.


...----------------...


Sementara itu Qin Chen yang memimpin prajurit Kekaisaran Shu sudah menempuh setengah perjalanan untuk sampai di tempat tujuan mereka. Dalam peperangan yang akan terjadi, Qin Chen membawa tiga Jenderal Kekaisaran dan lebih dari tiga ratus ribu prajurit. Selain itu dia juga membawa serta puluhan persenjataan berat untuk menggempur pertahanan musuh.


“Dengan kecepatan kita, mungkin dua hari lagi kita akan sampai, dan hamba yakin kita datang tepat waktu,” jawab Jin Yan.


“Semoga saja kita tidak terlambat datang!” Qin Chen tidak bisa memacu lebih cepat kudanya karena ada kelompok kereta kuda pembawa persenjataan berat yang tidak bisa melaju cepat.


Kalau saja tanpa membawa persenjataan berat dalam satu hari Qin Chen dan prajuritnya bisa sampai di tujuan, tapi karena persenjataan berat yang mereka bawa, perjalanan tidak bisa lebih cepat.


“Kalau Yang Mulia ingin kita cepat sampai, kita bisa membagi prajurit menjadi dua kelompok. Kelompok pertama bisa lebih dulu sampai ke tujuan, sedangkan satu hari setelahnya giliran kelompok kedua yang akan sampai,” ujar Jin Yan memberi saran.


“Kalau begitu, aku percayakan prajurit di kelompok kedua padamu, dan aku hanya akan membawa lima puluh ribu prajurit serta seorang Jenderal pergi bersamaku!” kata Qin Chen tegas dan tak seorangpun dapat membantah keputusannya.


Jin Yan hanya bisa menganggukkan kepala mengikuti apa yang menjadi keputusan Qin Chen, dan saat menemukan tempat yang cocok mereka berhenti untuk menentukan siapa yang ikut kelompok pertama maupun kelompok kedua.

__ADS_1


Setelah menentukan siapa saja yang ikut dalam kelompok Qin Chen dan kelompok Jin Yan, Qin Chen memimpin satu Jenderal dan lima puluh prajurit menuju tujuan dengan kecepatan penuh. Sedangkan kelompok yang dipimpin Jin Yan, mereka tetap bergerak dengan kecepatan semula, dan mereka akan sampai di tempat tujuan satu hari lebih lama dibandingkan kelompok pertama.


...----------------...


Satu hari berlalu akhirnya kelompok prajurit yang dipimpin Qin Chen sampai di tujuan, dan kedatangan mereka langsung mendapatkan sambutan dari Jin Han dan Qiao Bao yang tidak percaya jika kelompok prajurit Kekaisaran dipimpin langsung oleh Qin Chen.


“Hah, akhirnya aku sampai tempat ini,” kata Qin Chen sambil melompat turun dari kuda yang telah menemani perjalanannya.


Melihat Qin Chen turun dari kuda Qiao Bao dan Jin Han segera menunduk hormat menyambut kedatangan sang Kaisar. Meskipun mereka Raja yang dihormati di wilayahnya, mereka tetap orang yang setia sebagai pelayan Qin Chen, dan apa yang mereka lakukan merupakan hal yang biasa dilakukan para pelayan.


“Aku menerima hormat kalian, dan sekarang giliran kalian menjelaskan padaku tentang keadaan di tempat ini!” kata Qin Chen meminta penjelasan.


“Yang Mulia, sebaiknya kita membicarakannya di atas benteng sambil melihat pergerakan musuh,” ujar Qiao Bao.


Qin Chen hanya mengangguk kemudian dia mengikuti Qiao Bao dan Jin Han pergi ke atas benteng kokoh dengan tinggi lebih dari dua puluh meter.


“Ternyata jumlah mereka jauh lebih banyak dari perkiraanku, dan kemungkinan dalam dua hari mereka sudah siap menyerang tempat ini,” kata Qin Chen setelah melihat keberadaan musuh yang terlihat jelas dari atas benteng pertahanan.


Qin Chen kemudia melihat persiapan yang dilakukan prajurit Kerajaan Qiao dan prajurit Kerajaan Han. Senyum puas terlihat di wajahnya, setelah dia melihat persiapan prajurit kedua Kerajaan yang tidak kalah siap dibandingkan yang sudah dipersiapkan pihak musuh.


“Untuk saat ini persenjataan musuh memang lebih banyak dibandingkan apa yang kita miliki, tapi begitu prajurit yang dipimpin Jin Yan datang kita akan memiliki jumlah persejajaran setara dengan mereka.” Sekilas Qin Chen tahu kalau persenjataan musuh untuk saat ini lebih banyak dibandingkan milik Kerajaan Qiao dan Kerajaan Han.


“Apa Yang Mulia membagi prajurit Kekaisaran dalam dua kelompok?” tanya Qiao Bao memastikan apa yang baru dia dengar.


“Aku memang membagi prajurit Kekaisaran menjadi dua kelompok, dan Jin Yan aku beri tugas memimpin kelompok kedua,” jawab Qin Chen.


“Kalau begitu kita akan memiliki kekuatan setara dengan mereka begitu saudara Yan datang,” ujar Qiao Bao merasa lega karena kekuatan kedua kubu menjadi setara.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2