Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Extra Part 1. Permintaan Maaf


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Win Chen telah mengukuhkan wilayah yang dulunya merupakan bagian dari Kekaisaran Barat, kini sepenuhnya telah jatuh ke tangan Kekaisaran Shu. Dengan begini tak lagi ada Kekaisaran Barat di dunia ini, dan seluruh dunia sekarang adalah milik Kekaisaran Shu. Jika ada yang menentang semua itu, Kekaisaran Shu akan memeranginya sampai ke akar-akarnya.


Saat ini di tempat yang dulunya merupakan ibukota Kekaisaran Barat, atau sering disebut Kota Astrea, Qin Chen sedang melihat prajurit gabungan dari wilayah timur yang sedang melakukan perawatan pada penduduk Kota Astrea yang menderita berbagai macam penyakit, dan ada beberapa penyakit yang membutuhkan penanganan khusus.


Meskipun keadaan Kota Astrea sudah jauh membaik dibandingkan beberapa hari yang lalu saat pertama kalinya orang-orang timur menginjakkan kaki di kota, masih bisa ditemukan orang-orang yang tidak mempercayai niat baik Qin Chen dan orang-orangnya. Mereka memang tidak membuat kekacauan, tapi tegas mereka menolak keberadaan orang timur di wilayah barat karena dalam sejarah tidak pernah ada orang timur yang lebih hebat dari orang barat.


“Dalam sejarah memang tidak ada orang timur yang lebih kuat dibandingkan dengan orang barat, tapi aku ada untuk membuat sejarahku sendiri, dan kelak di masa depan orang-orang bisa mengenang semua ini.” Qin Chen menciptakan legenda untuk menunjukkan bahwa orang timur lebih kuat dibandingkan orang barat.


...----------------...


Sementara itu di istana Kekaisaran Shu, Permaisuri Liu Yao sedang menerima tamu dari Kerajaan Li, Kerajaan di ujung timur yang dulunya merupakan Kerajaan Qin. Jatuhnya kerajaan Qin ke keluarga Li, menjadikan tanda runtuhnya dinasti Kerajaan Qin, dan awal dari berdirinya dinasti baru, dinasti Kerajaan Li yang dipimpin oleh seorang Ratu dan Pangeran kecil.


Tamu yang datang berkunjung dari Kerajaan Li adalah Ratu Kerajaan Li, Li Wei, dan Pangeran kecil Kerajaan Li, Li Hochu. Kedatangan Ratu Li Wei adalah untuk meminta maaf sekaligus menghapuskan dendam lama yang pernah ada.


“Aku sudah banyak membuat kesalahan, bahkan aku telah membuat ayah dari putra kecilku menderita di dalam penjara. Yang Mulia Permaisuri, hamba Li Wei dengan tulus meminta maaf atas seluruh kesalahan yang pernah hamba lakukan.” Li Wei bersujud dengan kening menyentuh lantai di hadapan Permaisuri Liu Yao.


Tak ada tanda kebohongan, Ratu Li Wei tulus meminta maaf pada Permaisuri Liu Yao.


Permaisuri Liu Yao tersenyum mendengar itu. “Aku sendiri telah menerima permintaan maafmu, tapi kamu seharusnya tahu pada siapa kesalahan terbessrmu!”

__ADS_1


Ratu Li Wei menganggukkan kepalanya mengerti.


“Kesalahanku pada Yang Mulia Kaisar Qin Chen sangatlah besar. Aku tidak memiliki keyakinan apa dia mau memafkan kesalahanku!”


Sejak awal apa yang terjadi pada Qin Chen sampai hari ini adalah kesalahannya. Kalau saja dirinya tidak serakah dengan kekuasaan dan tidak terlalu yakin Qin Chen tetap setia padanya meski dirinya setelah berhasil melengserkan kekuasaan Qin Duan Ren.


“Kalau kamu belum mencoba, bagaimana kamu bisa tahu hasilnya.” Permaisuri Liu Yao memberi dorongan semangat pada Ratu Li Wei.


Ratu Li Wei masih ragu untuk meminta maaf pada Qin Chen setelah mengingat seluruh kesalahannya di masa lalu, tapi apa yang dikatakan Permaisuri Liu Yao ada benarnya. Jika dirinya tidak mencoba, bagaimana dirinya bisa tahu tentang diterima atau tidaknya permintaan maafnya pada Qin Chen.


Namun, meski dirinya memutuskan untuk meminta maaf pada pria itu, dirinya juga masih belum bisa menemuinya karena saat ini Qin Chen masih di wilayah barat, berperang dengan Kekaisaran Barat, dan tidak ada yang tahu kapan Qin Chen kembali ke Kekaisaran Shu.


Baru juga memikirkan tentang kapan Qin Chen kembali ke Kekaisaran Shu, salah satu prajurit yang datang dari perbatasan wilayah timur dan wilayah barat masuk ke dalam aula Kekaisaran tempat Permaisuri Liu Yao menyambut kedatangan Ratu Li Wei. Prajurit itu terlihat sangat kelelahan, tapi ekspresi wajahnya dipenuhi kebahagiaan.


Prajurit itu segera saja menyampaikan kabar dari wilayah barat, dan tentu yang disampaikan adalah kabar kemenangan Qin Chen dan pasukan yang dia pimpin. Prajurit itu juga menyampaikan kabar kalau dua minggu lagi Qin Chen bakalan kembali ke Kekaisaran Shu. Intinya, kedatangannya adalah untuk menyampaikan kabar baik.


Permaisuri Liu Yao tentu senang mendengar kabar baik dari orang yang sangat dicintainya, dan dia segera menyuruh prajurit untuk membuat pengumuman resmi tentang kemenangan besar Kekaisaran Shu atas Kekaisaran Barat. Dengan kemenangan ini, kelak di masa yang akan datang, tak lagi ada yang mengatakan wilayah timur tak sebanding dengan wilayah barat.


“Selamat atas kemenangannya.” Ratu Li Wei memberi selamat pada Permaisuri Liu Yao dan dia ikut senang atas pencapaian Kekaisaran Shu.


“Ini adalah prestasi wilayah timur, termasuk Kerajaan Li yang berada di ujung wilayah timur.” Permaisuri Liu Yao membalas perkataan Ratu Li Wei.


Ratu Li Wei tersenyum masam mendengar itu karena kalau tidak terlalu mewaspadai dirinya, mungkin Kekaisaran Shu jauh lebih cepat dalam memenangkan pertempuran.

__ADS_1


“Dalam dua minggu Yang Mulia Kaisar ada kemungkinan kembali. Apa kamu tidak ingin menunggunya sampai kembali untuk meminta maaf langsung padanya?” Permaisuri Liu Yao bertanya pada Ratu Li Wei.


“Hamba sebenarnya ingin menunggu kembalinya Yang Mulia Kaisar, tapi hamba tidak mungkin membiarkan Kerajaan Li tanpa pemimpin dalam waktu lama, sedangkan suami hamba saat ini masih dalam keadaan sakit.” Ratu Li Wei telah mengakui kembali Qin Duan Ren sebagai suaminya, dan berjanji menyerahkan kembali Kerajaan Li padanya begitu pulih dari sakit.


Permaisuri Liu Yao mengerti dengan keadaan Ratu Li Wei saat ini. Kedatangannya kali ini juga karena dirinya terus terpikirkan tentang kesalahannya pada dirinya, dan perasaannya belum tenang sebelum meminta maaf langsung padanya. “Raja Qin Duan Ren adalah ayah dari suamiku, dan aku belum sekalipun bertemu dengannya sejak resmi menjadi istri putranya. Untuk menghormatinya, begitu suamiku kembali, aku akan membawanya mengunjungi Kerajaan Li.”


Mendengar itu Ratu Li Wei tentu saja merasa senang, dan berjanji pada dirinya sendiri akan menyiapkan sambutan meriah untuk menyambut kedatangan Qin Chen dan Permaisuri Liu Yao. Terutama dirinya akan menyiapkan kediaman milik Qin Chen, yang sampai hari ini masih dalam keadaan terawat, meski ada beberapa bagian yang membutuhkan perbaikan karena tempat itu sudah cukup lama dibiarkan kosong tak berpenghuni.


“Kalau benar Yang Mulia ingin berkunjung ke Kerajaan Li, hamba pasti menyambut meriah kedatangan Yang Mulia.” Meski sudah mendapatkan maaf dari Permaisuri Liu Yao, Ratu Li Wei tetap saja ingin menebus seluruh kesalahannya pada Permaisuri Liu Yao.


“Ratu Li Wei adalah istri dari pria yang seharusnya aku panggil Ayah mertua. Dari status yang dimiliki Ratu Li Wei, bagaimana kalau mulai sekarang aku memanggil Ratu Li Wei sebagai mertua, dan Pangeran kecil adalah adikku?” Permaisuri Liu Yao serius dengan perkataannya.


Tak lagi dapat membendung perasaan bahagianya, air mata bahagia mengalir keluar dari kedua mata Ratu Li Wei. Setelah melahirkan Pangeran kecil, Ratu Li Wei mulai sadar dengan seluruh kesalahannya, dan satu persatu dia mencoba memperbaiki kesalahannya. Hal pertama yang dirinya lakukan adalah meminta maaf pada Qin Duan Ren, dan merawat pria itu dengan sepenuh hati.


Setelah Qin Duan Ren memberinya maaf. Dirinya memutuskan pergi ke Kekaisaran Shu menemui Permaisuri Liu Yao untuk meminta maaf atas semua kesalahannya. Namun, niatnya yang datang hanya untuk meminta maaf, dirinya justru dibuat sangat bahagia dengan apa yang diberikan Permaisuri Liu Yao padanya.


“Hamba merasa sangat beruntung karena memiliki menantu luar biasa seperti Permaisuri.” Ratu Li Wei tulus memuji Permaisuri Liu Yao.


Permaisuri Liu Yao tersenyum mendengarnya. “Aku juga merasa sangat beruntung memiliki seorang ibu yang begitu cantik.”


Ratu Li Wei memang cantik, tapi kecantikan yang dimiliki Permaisuri Liu Yao juga tak kalah dibandingkan dengannya. Keduanya adalah wanita cantik, dan mereka sekarang sedang saling berbagi kebahagiaan.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2