
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Sementara itu, Pangeran August dan prajurit Kekaisaran Barat yang melakukan perjalanan menuju benteng pertahanan di ujung wilayah Kekaisaran, dalam setengah hari kemungkinan mereka akan sampai di tujuan. Namun, di sepanjang jalan Pangeran August merasa akan ada hal buruk yang menyambutnya begitu sampai di benteng pertahanan.
“Firasat ini, entah kenapa aku benar-benar takut firasat ini benar-benar terjadi begitu sampai di benteng pertahanan.” gumam Pangeran August sambil memacu kuda dalam kecepatan tinggi.
Tak terlalu lama beristirahat saat kuda yang di naikinya kelelahan, sang Pangeran terus saja memacu kuda bersama para Jenderal dan seluruh prajurit yang mengikutinya. Dua hari terus memacu kuda tanpa istirahat yang cukup membuat tubuhnya mulai merasakan efek buruk dari kondisi kelelahan, dan nasib buruk bisa saja menimpanya kalau memaksakan bertempur dengan kondisinya sekarang.
Setengah hari berlalu dan akhirnya Pangeran August dapat melihat benteng pertahanan yang menjadi tujuannya, tapi dari kejauhan dia melihat keadaan benteng itu sangat mengenaskan. Beberapa bagian benteng hancur, dan tak terlihat adanya tanda-tanda kehidupan di benteng itu.
Melihat itu, Pangeran August menghentikan langkah kudanya dan meminta para Jenderal serta para prajurit untuk mewaspadai sekitar.
“Keadaan benteng sudah hancur dan tidak lagi terlihat kehidupan di tempat itu, kemungkinan benteng telah tertembus oleh kekuatan musuh, tapi aku benar-benar tidak tahu bagaimana nasib Ayah dan Kakak.” Pangeran August masih terus menatap benteng dari kejauhan.
"Tidak mungkin mereka begitu mudah dikalahkan. Ada kemungkinan mereka memutuskan mundur untuk menghindari kekuatan musuh, dan saat ini sedang bersembunyi di suatu tempat menunggu kedatangan kita.” Pangeran August menatap kedua Jenderal yang mengikutinya.
Sang Pangeran memberi perintah pada mereka untuk mencari keberadaan Kaisar Bernard, Putra Mahkota Arthur, dan sisa prajurit Kekaisaran yang ikut bersama mereka. “Kalian cari keberadaan mereka di sekitar tempat ini, dan segera beri kabar padaku kalau kalian menemukan keberadaan mereka!” Perintah tegas Pangeran August pada kedua Jenderal yang bergegas menjalankan perintahnya.
Kedua Jenderal tidak pergi seorang diri, setidaknya ada ratusan prajurit yang ikut pergi bersama mereka. Namun, belum juga pergi, sebuah anak panah melesat dan menjatuhkan kedua kuda milik Jenderal Kekaisaran Barat. Kedua Jenderal terpelanting dari atas kuda, tapi mereka berhasil mendarat dengan selamat di atas permukaan tanah.
__ADS_1
Anak panah kembali melesat dari arah lain dan kali ini tepat mengenai kuda yang dinaiki Pangeran August. Sang Pangeran mengalami nasib yang sama dengan kedua Jenderal nya, dan beruntungnya dia mendarat di atas tanah tanpa luka. Walaupun harus kehilangan kuda kesayangannya, setidaknya Pangeran August tidak kehilangan nyawanya.
“Serangan musuh! Cepat lindungi Yang Mulia Kaisar!” Teriak salah satu Jenderal yang langsung memposisikan dirinya melindungi Pangeran August bersama beberapa prajurit yang segera menggunakan perisai melindungi sang Pangeran.
“Sialan!... Anak panah ini seolah tidak ada habisnya!” Kedua Jenderal yang sedang menghalau anak panah mulai kewalahan.
Ribuan prajurit menjadi korban dari hujan panah yang tak kunjung berhenti. Ratusan prajurit mati, sisanya mengalami luka ringan sampai luka berat, dan setelah sepuluh menit berlalu akhirnya hujan anak panah berhenti. Akan tetapi, belum juga Pangeran August dan orang-orang yang datang bersamanya dapat bernapas lega, ribuan prajurit menyerang mereka dari empat arah.
Dari hujan anak panah, kini giliran ribuan prajurit menyerang mereka. Dari lambang Naga Hitam yang terlihat dari bendera yang berkibar, Pangeran August dan kedua Jenderal nya tahu kalau prajurit yang menyerang berasal dari Kekaisaran Shu, dan jumlah mereka dua kali lebih banyak dibandingkan jumlah prajurit Kekaisaran Barat yang berada di bawah kepemimpinan Pangeran August.
Saat kedua prajurit dari dua Kekaisaran berbeda saling berhadap-hadapan, terlihat prajurit Kekaisaran Shu jauh lebih kuat dibandingkan prajurit Kekaisaran Barat walaupun dalam ukuran fisik, prajurit Kekaisaran Barat bisa dikatakan lebih besar dari prajurit Kekaisaran Shu. Unggul dalam kekuatan maupun jumlah, Kekaisaran Shu mulai mendominasi jalannya pertempuran.
Tidak sampai setengah jam, sebagian besar prajurit Kekaisaran Barat mati di medan pertempuran dan sisanya memilih menyerah, walaupun pada akhirnya mereka tetap mati karena prajurit Kekaisaran Shu tidak mengenal ampun pada musuh mereka. Kini di pihak Kekaisaran Barat hanya tersisa Pangeran August dan kedua Jenderal yang melindunginya.
“Hanya menyuruh sekelompok prajurit menyerangku, apa pemimpin kalian terlalu pengecut untuk bertemu denganku?” teriak Pangeran August.
“Siapa yang kamu katakan pengecut? Apa itu aku? Aku memang pengecut, apa lagi kalau harus menghadapi orang lemah sepertimu!” Qin Chen muncul sepuluh langkah dihadapan Pangeran August.
“Yang Mulia, apa sekarang kita sudah boleh membunuh orang ini? Dia terlalu berisik dan hamba sudah bosan mendengar suaranya.” Qiao Bao muncul sambil menyeret Kaisar Bernard.
Pangeran August terkejut melihat siapa orang yang diseret Qiao Bao. Orang itu adalah Kaisar Bernard, Ayahnya, dan keadaannya sangat mengenaskan dengan adanya banyak luka di sekujur tubuhnya. Kalau saja tidak melihat zirah perang yang dipakai Kaisar Bernard, Pangeran August tidak akan mengenali orang itu sebagai ayahnya karena wajahnya benar-benar sudah rusak.
__ADS_1
Sementara itu Qin Chen yang melihat ekspresi wajah Pangeran August, dia hanya tersenyum kemudian menemdang Kaisar Bernard yang sebelumnya beradi di tangan Qiao Bao. Keadaan Kaisar Bernard sangat parah, jangankan tenaga untuk bergerak, untuk bersuara saja dia sudah tidak memiliki tenaga untuk melakukannya.
Melihat keadaan ayahnya, Pangeran August ingin menghampirinya, tapi kedua Jenderal melarangnya melakukan itu.
Qin Chen tersenyum lebar melihat Pangeran August yang tidak kunjung menghampiri ayahnya. “Sebenarnya bukan Kaisar Bernard yang akan segera mati, tapi ada orang yang akan mati lebih dulu sebelum kematiannya, dan orang itu adalah...” Qin Chen menjeda kata-katanya, lalu dia menunjuk Pangeran August.
“Pangeran August, seperti janjiku pada ayahmu, aku akan menunjukkan kematianmu di hadapannya dan sebentar lagi aku akan melakukannya.” Sosok Qin Chen tiba-tiba menghilang dari tempatnya, dan dalam satu kedipan mata dia telah membunuh kedua Jenderal di dekat Pangeran August.
“Membunuhmu bukan sesuatu yang sulit untukku.” Qin Chen telah mengalungkan pedang di tangannya ke leher Pangeran August, bahkan bilah tajamnya telah menggores leher mulus sang Pangeran sampai berdarah.
“To... to... tolong ja... jangan lakukan itu pada putraku! Ka.. kalau kamu ingin membunuh, bunuh saja aku!” Kaisar Bernard memohon pada Qin Chen supaya melepaskan Pangeran August.
“Kamu memang akan mati, tapi sebelum mati aku ingin menunjukkan kematian putramu seperti apa yang aku lakukan pada Putra Mahkota Arthur.” Tanpa berkedip Qin Chen menarik pedangnya memotong leher Pangeran August.
Darah terciprat mengenai tubuh Qin Chen, tapi dia sama sekali tidak merasa risih dengan darah Pangeran August yang mengenai tubuhnya. “Qiao Bao, lakukan apa yang ingin kamu lakukan pada orang itu, dan setelah ini kita pergi melihat ibukota Kekaisaran Barat!” Qin Chen mengayunkan pedangnya, membersihkan sisa darah Pangeran August yang menempel di bilah tajam pedangnya.
Qiao Bao hanya mengangguk kemudian di memenggal kepala Kaisar Bernard yang sebelum kematiannya dia sudah tidak lagi memiliki semangat hidup.
“Langsung pergi ke ibukota Kekaisaran Barat!” Qin Chen kembali naik ke atas kuda, memimpin prajurit menuju ibukota Kekaisaran Barat yang berjarak ratusan kilometer dari tempatnya saat ini.
Seluruh prajurit bergegas mengikuti Qin Chen, termasuk Qiao Bao, Jin Han, dan Jin Yan. Sedangkan mayat Kaisar Bernard dan Pangeran August, mayat mereka dibiarkan tergeletak begitu saja karena sebelumnya diatas langit sudah banyak berterbangan burung pemakan bangkai, yang siap memangsa mayat mereka.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.