
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Beberapa hari berlalu setelah penyerangan yang terjadi pada Liu Yao, di istana Kekaisaran Shu, Qin Chen sedang mengumpulkan para Raja dari keempat Kerajaan, dia membahas tentang peningkatan kekuatan militer keempat Kerajaan. Dari keempat Kerajaan, Kerajaan Zang memiliki kekuatan militer terkuat, sedangkan Kerajaan Tang menjadi yang terlemah di antara mereka. Dengan hanya memiliki tiga ratus ribu prajurit, Kerajaan Tang tidak mungkin dapat bertahan seandainya Kerajaan Chu menyerang.
Setelah mendengar betapa lambatnya perkembangan kekuatan militer Kerajaan Tang, Qin Chen meminta Zang Lei membantu Kerajaan Tang meningkatkan kekuatan militernya. Sedangkan untuk perbatasan Kerajaan Qiao yang berbahasa langsung dengan wilayah Kekaisaran Barat, Qin Chen berencana memperkuat pertahanan di tempat itu karena bagaimanapun juga, tempat itu merupakan pertahanan awal Kekaisaran Shu seandainya Kekaisaran Barat melakukan serangan ke Kekaisaran Shu.
“Meskipun saat ini keadaan terlihat aman dan tidak ada pergerakan yang mencurigakan dari mereka, kita tetap harus berhati-hati,” kata Qin Chen pada para Raja.
Semua orang menganggukkan kepala, setuju dengan perkataan Qin Chen. Meskipun mereka tidak melihat pergerakan mencurigakan dari Kekaisaran Barat maupun Kerajaan Chu sama seperti Qin Chen, mereka tahu kedua kekuatan itu sedang mempersiapkan sesuatu yang bisa saja apa yang dipersiapkan dapat merugikan Kekaisaran Shu dan empat Kerajaan. Oleh karena itu lebih baik mereka bersiap daripada hanya diam menunggu apa yang akan dilakukan Kekaisaran Barat dan Kerajaan Chu.
“Meskipun saat ini persenjataan yang kita miliki hampir sama kuatnya dengan persenjataan Kekaisaran Barat, kita tidak boleh lengah dan berhenti meningkatkan persenjataan yang kita miliki,” kata Qin Chen.
“Selain membahas apa yang sebelumnya sudah kita bahas, dalam pertemuan kali ini aku juga ingin menunjukkan persenjataan baru, yang belum lama ini terselesaikan,” Qin Chen meminta Jin Fan dan Jin Yan mengambil kotak senjata, yang sebelumnya sudah dipersiapkan olehnya.
Jin Fan dan Jin Yan membawakan kotak yang sudah di persiapkan Qin Chen, kemudian mereka membuka penutup kotak setelah mendapat isyarat dari Qin Chen.
Begitu penutup kotak terbuka, semua orang dapat melihat sebuah senjata api di dalam kotak. Selain itu, di dalam kotak juga terdapat benda aneh dengan ujung runcing, tapi ukuran benda itu hanya sebesar jari kelingking.
Qin Chen menjelaskan benda kecil dengan ujung runcing merupakan butiran peluru senjata api jenis baru yang belum lama ini dia kembangkan. Dengan butiran peluru berujung runcing dan jenis senjata api terbaru hasil pengembangannya, jangkauan senjata api menjadi semakin jauh, dan kecepatan butiran peluru sepuluh kali lebih cepat dibandingkan apa yang selama ini dikembangkan mengikuti desai Kekaisaran Barat.
__ADS_1
...----------------...
Setelah menunjukkan senjata api serta butiran peluru jenis baru pada para Raja, dan menunjukkan betapa kuatnya senjata itu pada mereka. Qin Chen saat ini telah berada di ruang pribadinya bersama Liu Yao, Jin Yan, dan Jin Fan. Sedangkan untuk keempat Raja, mereka saat ini berada di kediaman khusus yang dipersiapkan untuk mereka selama berada di Kekaisaran Shu.
“Yang Mulia, apa pelaku utama di balik para pendekar yang melakukan serangan padaku telah diketemukan? Kalau sudah, apa aku boleh tahu siapa pelaku utama yang menginginkan aku celaka?” tanya Liu Yao yang sangat penasaran dengan pelaku utama di balik para pendekar yang beberapa hari lalu menyerangnya, saat dia ingin pergi melihat keindahan hutan tak jauh dari ibukota Kekaisaran.
Sebenarnya Qin Chen tidak ingin memberitahu pelaku utama di balik peristiwa itu, tapi melihat Liu Yao yang sangat penasaran, akhirnya dia memberitahu siapa pelaku utama di balik peristiwa itu. “Yao'er, aku yakin pelaku utama di balik peristiwa itu adalah Ratu Li Wei karena aku menemukan ini di ikat pinggang para pendekar yang menyerangmu.” Qin Chen menunjukkan lencana khusus yang hanya dimiliki pengawal khusus Raja ataupun Ratu Kerajaan Chu.
Liu Yao melihat lencana yang ditunjukkan Qin Chen padanya. “Sekarang apa yang akan Yang Mulia lakukan setelah tahu pelaku utama dalam peristiwa itu?” tanya Liu Yao penasaran dengan keputusan Qin Chen.
Qin Chen menunjukkan senyuman di wajahnya, setelah mendapat pertanyaan seperti itu dari Liu Yao. “Aku bukan orang baik yang akan mengampuni siapapun itu yang memiliki niatan buruk pada wanitaku, apalagi dia terang-terangan sudah membuat kamu terluka. Tunggu saja, beberapa hari ke depan kamu akan tahu apa yang aku lakukan pada orang itu, dan aku yakin kamu puas saat mendengar apa yang aku lakukan padanya,” jawab Qin Chen.
“Kalau saja dia dulu tidak mengkhianati perasaan Yang Mulia padanya, mungkin saat ini bukan aku yang berada di sisi Yang Mulia, melainkan dialah yang berada diposisiku sekarang,” lanjutnya.
“Tidak perlu menyinggung kembali apa yang terjadi di masa lalu. Aku sudah melupakannya, dan sebaiknya saat ini kita menatap masa depan kita tanpa harus terpaku pada apa yang terjadi di masa lalu,” kata Qin Chen dengan senyuman yang kembali terlihat di wajahnya.
...----------------...
Sementara itu jauh dari Kekaisaran Shu, tepatnya di Kerajaan Chu, Ratu Li Wei terlihat begitu marah setelah mendengar kematian para pendekar yang dia kirim ke Kekaisaran Shu untuk menyeret Liu Yao ke hadapannya. Kabar kematian mereka dia dapatkan dari lima orang mata-mata yang dia kirim untuk mencari kabar para pendekar yang dia kirim ke Kekaisaran Shu.
“Aku benar-benar tidak menyangka mereka gagal menyelesaikan tugas menyeret seorang wanita kehadapanku, dan kini mereka justru mati sia-sia,” gumam lirih Ratu Li Wei.
__ADS_1
“Apa perlu aku mengirim mereka berdua untuk menyeret wanita sialan itu ke hadapanku?” tanyanya pada dirinya sendiri.
Ratu Li Wei memiliki dua sosok pendekar di tingkat pendekar Kaisar yang bisa saja dia kirim untuk menyeret Liu Yao ke hadapannya, tapi bayaran keduanya sangatlah mahal. Terakhir kali meminta tolong pada mereka, dia harus rela satu minggu terbaring tak berdaya di atas tempat tidur, dikarenakan mereka terus menggunakan tubuhnya sebagai bayaran, dari tugas yang diberikan untuk mereka.
“Dengan kandunganku yang semakin membesar, permainan liar mereka dapat menyakiti anakku. Sebaiknya aku menunda menyeret wanita itu ke hadapanku, sampai aku melahirkan,” gumamnya.
Meski kesal dan marahkarena gagal menyingkirkan wanita di sisi Qin Chen. Ratu Liu Yao memilih menunda rencananya demi keselamatan anaknya, dan lagi untuk sekarang dia masih punya beberapa permasalahan Kerajaan yang harus segera diselesaikan, terutama permasalahan hubungan antara Kerajaan Chu dengan Kekaisaran Barat.
“Dengan tertutupnya jalur utama Kekaisaran Barat ke Kerajaan Chu, hanya ada dua pilihan untuk mempertahankan hubungan baik Kerajaan Chu dan Kekaisaran Barat. Melewati Kekaisaran Utara yang tentu tidak akan mudah melihat baiknya hubungan mereka dengan Kerajaan Zang, hanya jalur panjang di lautan yang dapat menghubungkan Kekaisaran Barat dengan Kerajaan Chu,” kata Ratu Li Wei.
Ratu Li Wei tidak melihat adanya pilihan lain selain tetap menjalin hubungan dengan Kekaisaran Barat melalui lautan. Meskipun waktu berharga akan banyak terbuang karena jauhnya jarak yang di tempuh melalui lautan, Ratu Li Wei harus tetap melakukan itu karena Kekaisaran Barat adalah satu-satunya kekuatan yang dapat membantu dia mengalahkan Kekaisaran Shu, dan membawa kembali pria yang begitu dia cintai.
Meskipun kandungnya semakin membesar dan kemungkinan dua bulan lagi dia akan melahirkan, Ratu Li Wei menjadwalkan perjalanan menuju Kekaisaran Barat satu minggu yang akan datang. Setidaknya dia membutuhkan waktu satu bulan untuk sampai di Kekaisaran Barat dengan mengarungi lautan luas, yang tentu jauh lebih berbahaya daripada melakukan perjalanan melewati daratan.
“Sebelumnya aku hanya ingin hidup dengan tenang bersamanya begitu menjadi Ratu di Kerajaan ini, tapi semua itu tidak mudah untuk aku wujudkan,” ujar Ratu Li Wei melihat apa yang sudah dia lakukan untuk mendapatkan Qin Chen.
Dia sempat merasakan jijik pada dirinya sendiri saat mengingat apa yang sudah dia lakukan, tapi tiap kali ada pria yang memberinya kepuasan, rasa jijik itu menghilang, dan segera digantikan rasa nikmat dan kepuasan, seolah dia ingin terus merasakannya lagi dan lagi.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1