Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Penyesalan Raja Qin Duan Ren


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Istana Kerajaan Shu...


Dua hari telah berlalu sejak Putri Liu Yao pergi meninggalkan istana Kerajaam Shu. Menurut perhitungan Raja Liu Feng, tak lama lagi rombongan Putri Liu Yao akan sampai di Kekaisaran Qing.


“Yang Mulia, bagaimana kalau kita sekarang pergi ke istana Putri Mahkota, dan menjadikan semua orang di tempat itu menjadi bawahan Yang Mulia!” ujar Kasim Kerajaan.


“Aku sangat ingin melakukan itu, tapi bukannya ini terlalu terburu-buru?” tanya Raja Liu Feng pada Kasim Kerajaan.


“Menurut hamba, semakin cepat kita melakukannya, itu semakin baik untuk masa depan Kerajaan Shu...”


“Kalau seperti itu, sekarang juga kita pergi ke istana Putri Mahkota...” Pada akhirnya Raja Liu Feng mengikuti saran Kasim Kerajaan.


°°°


Istana Pangeran Qin Moran...


Pangeran Qing Moran sedang melihat tempat yang akan dia gunakan untuk menggelar pesta pernikahan dengan Putri Liu Yao. Meski terkesan terburu-buru, seluruh persiapan hampir seluruhnya telah selesai, dan tinggal menunggu hari esok saat digelarnya acara pesta pernikahan.


“Apa rombongan calon istriku sudah memasuki ibukota Kekaisaran?” tanya Pangeran Qing Moran pada salah satu orang kepercayaannya.


“Belum terlihat rombongan Tuan Putri memasuki Ibukota Kekaisaran. Akan tetapi, mengingat waktu keberangkatan rombongan Tuan Putri, kemungkinan malam ini atau besok pagi mereka akan sampai di ibukota Kekaisaran,” jawab orang kepercayaan Pangeran Qing Moran.


Pangeran Qing Moran hanya menganggukkan kepala, lalu dia kembali melanjutkan melihat-lihat persiapan acara pernikahannya, tanpa mencari tahu sekiranya sudah sampai di mana rombongan Putri Liu Yao.


°°°


Istana Kerajaan Chu...


Raja Qin Duan Ren sedang berduaan dengan Selir Agung Liu Wei di taman istana. Keduanya terlihat begitu mesra, meski kemesraan itu hanya ditunjukkan saat mereka berada di luar kediaman.


“Yang Mulia, apa Yang Mulia tahu penyebab Pangeran Qin Chen memutuskan hubungan dengan keluarga kerajaan dan pergi begitu saja meninggal Kerajaan Chu?” ujar Selir Agung sembari menepis tangan Raja Qin Duan Ren yang mencoba memeluk pinggangnya.


“Apa kamu mengetahuinya? Kalau kamu mengetahuinya, katakan padaku apa penyebab dia pergi!...” Raja Qin Duan Ren menatap penuh harap pada Selir Agung Li Wei

__ADS_1


“Aku sangat tahu apa yang menyebabkan dia pergi, dan semua berhubungan erat dengan pernikahan kita...” Selir Agung Li Wei mulai menceritakan hubungan antara dirinya dan Qin Chen pada Raja Qin Duan Ren.


Tubuh Raja Qin Duan Ren seketika lemas setelah dia mendengar keseluruhan cerita tentang hubungan percintaan antara Selir Agung Li Wei dan putranya, Pangeran Qin Chen.


“Kenapa kamu tidak menceritakan semua itu padaku sejak awal? Kenapa juga baru sekarang kamu menceritakan semuanya? Seandainya dari awal kamu menceritakan semua itu padaku, aku pasti merestui hubungan kalian,” ungkap Raja Qin Duan Ren.


“Apa Yang Mulia lupa bagaimana Yang Mulia mengancam keluargaku waktu itu? Apa menurut Yang Mulia aku masih memiliki keberanian menceritakan semua itu, setelah Mulia Tega memukul Ayah dan Ibuku?” kata Selir Agung Li Wei.


Raja Qin Duan Ren mengingat apa yang terjadi dua tahun yang lalu saat dia mendatangi kediaman keluarga Li. Awalnya dia yang datang karena ingin melamar putri tertua keluarga Li, dia justru tergila-gila dengan kecantikan Li Wei, putri kedua keluarga Li. Pada akhirnya dia mengajukan lamaran pada Li Wei, setelah mengancam akan menghancurkan keluarga Li.


Mengingat semua itu, Raja Qin Duan Ren hanya bisa tertunduk lesu. Hanya karena keinginan memiliki wanita yang membuat dia tergila-gila karena kecantikannya, dia telah melakukan kesalahan besar, dan sekarang dia menuai akibat dari apa yang dilakukannya di masa lalu. Selain kehilangan putra terbaiknya, dia juga terancam kehilangan Kerajaan Chu yang tak lama lagi akan jatuh ke tangan keluarga Li.


“Yang Mulia tenang saja, begitu aku menjadi Ratu Kerajaan Chu, aku akan membawa pulang Pangeran Qin Chen. Bagaimanapun juga, dia adalah satu-satunya pria yang pantas bersanding denganku!” kata Selir Agung Li Wei lalu dia pergi meninggalkan Raja Qin Duan Ren yang masih tertunduk lesu setelah mengetahui kesalahan terbesar yang pernah dia lakukan pada putranya.


“Putraku, maafkan aku yang telah gagal menjadi ayah yang baik untukmu! Aku bahkan telah menghancurkan kebahagiaanmu,” Raja Qin Duan Ren benar-benar merasa bersalah pada Qin Chen.


°°°


Istana Putri Mahkota...


“Kenapa istana ini terasa begitu sepi, dan kemana perginya para penjaga?...” Raja Liu Feng tidak melihat adanya penjaga yang biasanya menjaga ketat istana Putri Mahkota.


Salah satu pengawal Raja Liu Feng memukuk gerbang istana Putri Mahkota, berharap ada yang segera membuka gerbang. Akan tetapi, meski sudah berkali-kali pengawal itu memukul gerbang menggunakan pedangnya, gerbang istana Putri Mahkota tak kunjung dibuka oleh mereka yang berada di dalam istana.


“Yang Mulia, sepertinya istana Putri Mahkota telah ditinggalkan seluruh penghuninya,” kata pengawal yang sebelumnya terus memukul pintu gerbang istana Putri Mahkota.


Raja Liu Feng tidak langsung percaya denga apa yang dikatakan pengawalnya. Untuk membuktikan kebenaran, Raja Liu Feng turun dari kudanya, lalu dengan menggunakan teknik meringankan tubuh, dia melompat ke atas dinding yang mengelilingi istana Putri Mahkota.


Dengan kedua matanya, Raja Liu Feng melihat bagian dalam istana Putri Mahkota.


Melihat kesegala arah yang terlihat dengan kedua matanya, Raja Liu Feng tidak menemukan adanya orang yang tinggal di dalam istana, dan kini dia yakin kalau istana Putri Mahkota telah ditinggalkan seluruh penghuninya.


“Apa dia telah mengetahui rencanaku, dan memutuskan membawa serta seluruh penghuni istananya pergi menemaninya ke Kekaisaran Qing?” gumam Raja Liu Feng sembari melompat turun dari atas dinding yang mengelilingi istana Putri Mahkota.


Sampai di bawah, Raja Liu Feng menceritakan apa yang dia lihat pada Kasim Kerajaan.


Kasim Kerajaan semula terkejut saat mengetahui istana Putri Mahkota telah ditinggalkan seluruh penghuninya. Akan tetapi, setelah mengingat keberadaan kekuatan besar Putri Mahkota yang ditempatkan di Kota Hebei dan Kota Zhuhai, Kasim Kerajaan menyarankan pada Raja untuk mengunjungi kedua kota itu, dan mengambil alih kekuatan yang selama ini ditempatkan Putri Mahkota disana.

__ADS_1


Raja Liu Feng sebenarnya tidak ingin pergi terlalu jauh meninggal ibukota Kerajaannya, tapi demi memperkuat kekuatan Kerajaan, untuk pertama kalinya setelah diangkat menjadi Raja, Raja Liu Feng memutuskan pergi ke kota yang cukup jauh dari ibukota Kerajaan.


Meski bukan perjalanan menuju medan perang, Raja Liu Feng akan membawa serta ribuan prajurit dan beberapa Jenderal untuk ikut serta dalam perjalanannya.


Sedangkan Kasim Kerajaan, dia akan melakukan sesuatu di ibukota Kerajaan dengan memanfaatkan ketidak hadiran Raja Liu Feng di ibukota Kerajaan.


°°°


Istana Kota Hebei...


Qin Chen dan Putri Liu Yao baru saja selesai melakukan latihan bersama di tempat latihan khusus yang ada di istana Kota Hebei. Seharian berlatih, Qin Chen berhasil meningkatkan pemahamannya tentang penggunaan pedang dan tombak, dua jenis senjata yang paling dia kuasai.


“Tinggal sedikit lagi aku bisa membuka titik pusat tenaga dalam ke tiga belas yang ada dalam tubuhku, lalu setelahnya aku tinggal mencari letak titik pusat tenaga dalam yang keempat belas di dalam tubuhku. Setelah ketemu letak titik pusat tenaga dalam ke empat belas di dalam tubuhku, sepertinya saat itu kita harus segera meresmikan hubungan diantara kita, supaya kita berdua bisa membuka seluruh titik tenaga dalam yang ada di dalam tubuh kita,” kata Putri Liu Yao pada Qin Chen.


“Sejak kapan Putri tahu bagaimana cara membuka seluruh titik pusat tenaga dalam di dalam tubuh manusia?” tanya Qin Chen pada Putri Liu Yao.


“Mendiang guruku pernah mengatakan semua itu padaku. Akan tetapi sangat disayangkan, guruku harus pergi meninggalkan dunia ini, tak lama setelah dia menemukan satu-satunya cara membuka seluruh titik pusat tenaga dalam di dalam tubuh manusia,” jawab Putri Liu Yao.


“Nasib guru Putri sama dengan apa yang dialami guruku. Beliau juga pergi meninggalkan dunia ini, setelah mengetahui cara untuk membuka seluruh titik pusat tenaga dalam di dalam tubuh manusia,” ujar Qin Chen.


“Apa mungkin guru kita memiliki hubungan, dan selama ini mereka bersama-sama mencari cara untuk membuka seluruh titik pusat tenaga dalam di dalam tubuh manusia?” tanya Putri Liu Yao.


“Aku tidak mengetahui ada tidaknya hubungan diantara guru kita karena aku sendiri tidak tahu siapa sosok yang telah menjadi guru Putri,” jawab Qin Chen.


Keduanya tiba-tiba saja berhenti bicara, saat seekor merpati tiba-tiba hinggap di bahu Putri Liu Yao.


Di kaki kiri merpati terikat sebuah surat yang langsung diambil oleh Putri Liu Yao, dan sang putri segera membaca isi surat yang memang ditujukan padanya.


Selesai membaca, Putri Liu Yao menyerahkan surat ditangannya pada Qin Chen.


“Raja bodoh itu ingin mengunjungi Kota Hebei dan Kota Zhuhai. Dia ingin mengambil alih kekuatan yang telah aku besarkan tanpa bantuan darinya,” kata Putri Liu Yao.


“Putri tenang saja, biar aku yang pergi menemui orang itu saat dia berkunjung ke Kota ini,” ujar Qin Chen yang tahu harus melakukan apa saat Raja Liu Feng mengunjungi Kota Hebei.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2