
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
“Zang Lei kita berangkat sekarang juga! Sebelum matahari terbit secara keseluruhan adalah waktu yang tepat untuk memulai pergerakan, dan kemungkinan siang ini kita akan bertemu dengan mereka,” ujar Qin Chen.
Zang Lei menganggukkan kepala dan segera dia naik ke atas kuda yang sudah beberapa bulan ini menjadi tunggangannya.
“Tuan, apa kita langsung menyerang begitu bertemu dengan mereka?” tanya Zang Lei.
“Kita tahu jumlah mereka tiga kali lebih banyak dari kita, tapi kita tidak tahu secara pasti persenjataan apa saja yang mereka miliki. Untuk menghindari kegagalan dalam penyerangan, lebih baik kita melakukan serangan secara tersembunyi sambil memastikan kekuatan sesungguhnya yang mereka miliki,” jawab Qin Chen.
Zang Lei mengangguk mendengar itu. “Tuan, bagaimana kalau kita melakukan serangan dalam skala kecil? Memyerang diam-diam dalam jumlah kecil, lalu pergi saat mereka mengetahui keberadaan kita. Aku rasa cara itu sangat efektif mengurangi jumlah musuh, sekaligus kita dapat melihat seberapa lengkap persenjataan yang mereka miliki,” kata Zang Lei.
“Cara itu memang bisa digunakan. Ditambah pergerakan Kavaleri Naga Hitam yang lincah dan cepat, cara itu sangat cocok untuk mereka.” Qin Chen menatap Zang Lei lalu kembali berkata, “Pimpin sepuluh ribu prajurit anggota Kavaleri Naga Hitam untuk melakukan itu. Bagi mereka menjadi sepuluh kelompok dan lakukan serangan secara bergantian!”
“Aku tidak akan membuat Tuan kecewa,” ujar Zang Lei lalu dia memanggil salah satu pemimpin prajurit anggota Kavaleri Naga Hitam, yang diberi kepercayaan memimpin sepuluh ribu prajurit anggota Kavaleri Naga Hitam.
Zang Lei secara rinci menjelaskan rencana yang sudah dia buat bersama Qin Chen pada mereka yang akan ikut bersamanya menjalankan rencana itu.
“Tuan, kami akan berangkat lebih dulu!” kata Zang Lei pamit pada Qin Chen, dan begitu mendapatkan izin dia langsung pergi bersama pemimpin prajurit dan sepuluh ribu prajurit anggota Kavaleri Naga Hitam.
“Zang Lei, dia sangat mirip dengan Jin Han, dan keduanya dengan cepat mampu memahami setiap pelajaran yang aku berikan,” gumam Qin Chen lalu dia segera memimpin Kavaleri Naga Hitam pergi meninggalkan kota, menuju tempat dimana dia ingin menghentikan pergerakan pasukan Kerajaan Chu.
...----------------...
Pasukan Kerajaan Chu.
Tiga ratus ribu prajurit yang tergabung dalam pasukan Kerajaan Shu yang menggunakan nama pasukan Kerajaan Song, dengan mudah menguasai dua kota yang sebelumnya bagian dari Kekaisaran Qing. Saat ini mereka sedang melakukan perjalanan menuju kota ketiga yang ingin diambil alih.
Lima Jenderal Kerajaan dan sepuluh wakil Jenderal ikut dalam pergerakan besar pasukan Kerajaan Chu yang ingin mengambil alih sebagian besar wilayah Kekaisaran Qing.
Mereka tahu saat ini Kerajaan Shu juga sedang mencoba mengambil alih wilayah Kekaisaran Qing. Oleh karena itu mereka memilih kota yang jauh dari pergerakan pasukan Kerajaan Shu.
__ADS_1
Meskipun unggul dalam jumlah, mereka pasukan Kerajaan Chu tidak ingin meremehkan kekuatan pasukan Kerajaan Shu yang baru saja mengalahkan kekuatan utama Kekaisaran Qing.
Berhasil mengalahkan kekuatan utama Kekaisaran Qing yang lebih kuat dibandingkan kekuatan mereka, tentu kekuatan pasukan Kerajaan Shu bukanlah sesuatu yang dapat diremehkan.
Jika pasukan utama Kekaisaran Qing saja tidak bisa mengalahkan pasukan Kerajaan Shu, apalagi dengan kekuatan mereka yang lebih lemah dibandingkan kekuatan pasukan utama Kekaisaran Qing.
Demi menghindari pertemuan dengan pasukan Kerajaan Shu, kelima Jenderal setuju menjauhi arah pergerakan pasukan Kerajaan Shu. Kalaupun nantinya ketemu, mereka berharap pertemuan terjadi di ibukota Kekaisaran Qing supaya mereka dapat bersama-sama menyerang pasukan Kerajaan Shu bersama dengan kekuatan terakhir yang dimiliki Kekaisaran Qing.
Namun, setalah setengah hari berlalu kelima Jenderal merasakan kalau ada yang sedang mengawasi pergerakan mereka. Berhenti adalah keputusan buruk, jadi kelima Jenderal terus melanjutkan perjalanan sambil meningkatkan kewaspadaan mereka.
Baru beberapa saat setelah kelima Jenderal sama-sama merasakan ada yang mengawasi pergerakan mereka, ribuan anak panah melesat dari lebatnya hutan di kiri dan kanan jalur yang dilewati pasukan Kerajaan Chu.
Kelima Jenderal memberi perintah seluruh pasukan untuk bertahan, dan memerintahkan prajurit perisai melindungi prajurit di sekitar mereka. Akan tetapi, pergerakan mereka sangat lambat, membuat ratusan prajurit mati saat anak panah menembus tubuh mereka, dan ratusan prajurit lainnya mengalami luka parah.
Saat para Jenderal Kerajaan Chu melihat asal serangan dan memerintahkan prajuritnya membalas serangan, tiba-tiba saja serangan musuh berhenti, dan bersamaan dengan itu para Jenderal mendengar suara derap langkah kaki ribuan kuda pergi menjauh.
Melihat anak panah yang berserakan di samping tubuh mereka, para Jenderal Kerajaan Chu tidak bisa memutuskan siapa yang telah menyerang mereka.
Melihat serangan musuh yang sangat akurat dan pergerakan musuh yang sangat cepat, mereka tahu kalau musuh yang baru saja menyerang bukanlah sekumpulan prajurit biasa.
“Setelah ini lebih tingkatkan kewaspadaan kalian!” teriak salah satu Jenderal pada seluruh pasukan Kerajaan Chu yang cukup terkejut dengan datangnya serangan barusan.
...----------------...
“Kalian segera kembali ke tempat Tuan!” perintah Zang Lei pada dua ribu prajurit yang ikut bersamanya melakukan serangan pada posisi musuh.
Dua ribu prajurit segera saja pergi ke tempat Qin Chen. Sedangkan Zang Lei, dia sudah berada di tempat prajurit anggota Kavaleri Naga Hitam yang siap melakukan serangan selanjutnya.
“Barusan hanya ratusan dari mereka yang mati. Kalian semua harus membunuh lebih banyak musuh!” seru Zang Lei yang dapat terdengar sampai prajurit anggota Kavaleri Naga Hitam yang berada di sebelah jalur.
Tak lama setelah Zang Lei menyiapkan orang-orangnya, dia mendengar suara derap langkah kaki kuda dari kejauhan.
“Bersiap! Mereka sebentar lagi datang,” kata Zang Lei pada seluruh prajurit anggota Kavaleri Naga Hitam yang bersamanya.
__ADS_1
Begitu pasukan Kerajaan Chu melintas, Zang Lei dan yang lainnya menarik busu panah, dan bersiap melepaskan anak panah. “Serang bagian leher mereka yang tidak terlindung! Dengan keterampilan yang kalian miliki, aku yakin kalian dapat melakukannya,” ujar Zang Lei lalu dia menjadi orang pertama yang melepaskan anak panah, lalu yang lain segera mengikuti apa yang dilakukan Zang Lei.
Ribuan anak panah segera saja melesat ke arah pasukan Kerajaan Chu. Kali ini lebih banyak anak panah yang tepat sasaran, membuat lebih dari seribu prajurit Kerajaan Chu mati.
“Lumayan, sekilas aku lihat jumlah yang mati jauh lebih banyak dibandingkan serangan sebelumnya,” ujar Zang Lei lalu dia menarik mundur pasukannya.
Terus bergerak mundur Zang Lei akhirnya sampai di tempat penyergapan ketiga. Setelah menyuruh prajurit yang datang bersamanya kembali ke tempat Qin Chen. Zang Lei kini bergabung dengan prajurit yang melakukan penyergapan di tempat ketiga.
“Kalau seperti ini, pasukan Kerajaan Chu akan kehilangan ribuan prajurit sebelum sampai di kota terdekat yang ingin mereka kuasai,” gumam Zang Lei.
“Setelah dua kali penyerangan, selain mengurangi jumlah mereka, aku juga sudah tahu seberapa lengkap persenjataan mereka, dan ini adalah informasi yang dibutuhkan Tuan,” gumam Zang Lei lalu dia menyuruh prajurit menyampaikan pesan pada Qin Chen tentang seberapa kuat kekuatan musuh.
Sementara itu di sisi pasukan Kerajaan Chu, kelima Jenderal semakin meningkatkan kewaspadaan mereka setelah mendapat dua kali serangan dari sosok yang tidak dikenalinya seperti apa wujudnya.
“Siapa sebenarnya mereka, dan kenapa tiba-tiba saja menyerang pasukan kita? Apa mereka adalah sisa-sisa prajurit elite Kekaisaran Qing, atau mereka adalah kekuatan tersembunyi yang dimiliki Kekaisaran Qing? Sial! Gara-gara orang itu aku sudah kehilangan lebih dari dua robu prajurit,” gumam salah satu Jenderal Kerajaan Chu.
Lebih dari dua ribu prajurit Kerajaan Chu telah mati, tapi para Jenderal belum bisa membalas kematian mereka. Pergerakan musuh terlalu cepat untuk mereka. Meski tahu dimana tempat serangan itu berasal, saat ingin membalas serangan, musuh selalu saja sudah pergi meninggalkan tempat persembunyiannya.
Bukan hanya gagal melakukan serangan balasan, para Jenderal yang melakukan pengejaram, mereka sama sekali tidak bisa mengejar pergerakan musuh. Meskipun mereka gagal melakukan pengejaran, mereka kini tahu kalau ada banyak musuh yang bersembunyi di balik lebatnya hutan.
“Kedepannya kita harus lebih berhati-hati,” kata salah satu Jenderal lalu pasukan Kerajaan Chu kembali bergerak setelah membakar mayat prajurit yang mati terkena anak panah.
Serangan yang dipimpin Zang Lei terus berlanjut, membuat perjalanan pasukan Kerajaan Chu kini mulai dilanda ketakutan karena mereka takut akan datangnya serangan yang begitu tiba-tiba.
Dalam lima kali serangan yang dilakukan Zang Lei secara sembunyi-sembunyi, pasukan Kerajaan Chu harus merelakan kematian delapan ribu prajurit, dan ribuan lainnya mengalami luka parah.
Setelah berkali-kali mendapatkan serangan yang cukup mempengaruhi mental bertarung pasukan Kerajaan Chu, akhirnya mereka dapat melihat keberadaan Kavaleri Naga Hitam yang menunggu kedatangan mereka.
Kelima Jenderal merasakan firasat buruk melihat keberadaan Kavaleri Naga Hitam, yang sangat mirip dengan Pasukan Naga Hitam yang dulunya merupakan pasukan terkuat milik Kerajaan Chu.
“Ini tidak akan baik. Kalau benar mereka pasukan Naga Hitam, artinya kita telah mendatangi pasukan yang seharusnya kita hindari,” kata salah satu Jenderal dengan tubuh tak henti bergetar.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.