Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Mengusir Raja Liu Feng


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Siang hari rombongan Raja Liu Feng meninggalkan istana Kerajaan Shu, dan Raja Liu Feng yang memimpin rombongan berharap secepatnya dapat sampai di Kota Hebei.


Penduduk ibukota Kerajaan Shu yang melihat kepergian Raja Liu Feng dan ribuan prajurit Kerajaan, mereka mengira kembali terjadi kekacauan di kawasan perbatasan, dan segera saja penduduk ibukota dibuat cemas akan situasi Kerajaan Shu.


Dalam waktu singkat, mulai tersebar desas-desus yang mengatakan Kerajaan Shu tak lama lagi akan hancur.


Sementara itu di istana Kerajaan, Kasim Kerajaan yang tidak ikut menemani Raja Liu Feng, dia hanya tertawa saat mendengar desas-desus di ibukota Kerajaan.


“Biarkan saja mereka berpikir Kerajaan ini akan hancur karena kenyataannya Kerajaan ini memang akan segera hancur,” gumam Kasim Kerajaan.


“Daripada memikirkan penduduk ibukota Kerajaan, sebaiknya aku segera memulai rencana menyingkirkan seluruh keluarga Kerajaan, selama Raja Bodoh itu tidak berada di istana ini!...”


Kasim Kerajaan memanggil setiap Kasim yang bekerja untuk keluarga Kerajaan, lalu dia memberi masing-masing dari mereka botol kaca berisikan cairan berwarna putih selayaknya air biasa.


“Botol itu berisikan cairan racun yang tidak beraroma, dan tidak merubah rasa makanan atau minuman yang kalian beri racun itu...”


“Sekarang kalian bisa pergi, dan tak lama lagi kita akan menjadi penguasa Kerajaan ini,” kata Kasim Kerajaan.


“Baik Tuan...” Kasim yang melayani keluarga Kerajaan segeran pergi untuk mengerjakan tugas mereka.


“Akhirnya, setelah bertahun-tahun mengabdi pada Raja Bodoh itu, aku bisa menjadi Raja dari Kerajaan ini...” Kasim Kerajaan tanpa rasa takut duduk di singgasana Raja yang biasa ditempati Raja Liu Feng.


“Duduk di singgasana ini ternyata sangat nyaman. Pantas Raja Bodoh itu sangat menikmati saat dia duduk di singgasana ini. Akan tetapi, begitu kembali dia hanya akan duduk di lantai dingin penjara Kerajaan Shu,” kata Kasim Kerajaan sembari menyunggingkan senyuman di bibirnya.


°°°


Kota Hebei...


“Entah kenapa aku merasa kota ini jauh lebih hidup dibandingkan ibukota Kerajaan...” Kesan pertama Raja Liu Feng begitu sampai di Kota Hebei tak lama setelah terbitnya matahari.

__ADS_1


Kedua mata Raja Liu Feng melihat sekeliling, melihat keramaian Kota Hebei saat penduduk kota mulai melakukan aktivitas mereka. Raja Liu Feng tidak menyangka, meski dia tidak terlalu memperhatikan kehidupan penduduk Kota Hebei, ternyata penduduk Kota Hebei hidup dalam kecukupan.


“Aku bahkan tidak melihat adanya pengemis di kota ini, padahal di ibukota aku akan langsung menemukan keberadaan pengemis begitu meninggal istana Kerajaan,” ujar Raja Liu Feng.


Saat sampai di kediaman Gubernur Kota Hebei, kedatangan rombongan Raja Liu Feng disambut oleh Zang Lei yang ditunjuk Putri Liu Yao sebagai Gubernur sementara Kota Hebei.


Raja Liu Feng yang memang tidak mengenali siapa Gubernur Kota Hebei, dia hanya tersenyum saat mendapatkan sambutan dari Zang Lei dan prajurit yang menjaga kediaman Gubernur.


“Yang Mulia, selamat datang di Kota Hebei,” kata Zang Lei begitu Raja Liu Feng berada di hadapannya.


Raja Liu Feng melihat Zang Lei dari atas ke bawah, lalu dia berkata, “Apa kamu Gubernur Kota Hebei? Bukannya kamu masih terlalu muda untuk memimpin sebuah kota, apalagi Kota Hebei termasuk salah satu kota besar di Kerajaanku?...”


“Yang Mulia, hamba memang masih muda, tapi Kota Hebei bisa semaju sekarang itu semua karena usaha keras yang hamba lakukan, dan semua itu dapat terwujud tanpa campur tangan pihak Kerajaan,” kata Zang Lei sembari menunjukkan senyuman sinis di bibirnya.


“Kau!... apa kau baru saja menghinaku? Berani menghina Raja, hari ini juga kamu akan aku hukum mati, dan semua yang kamu miliki akan diambil oleh pihak Kerajaan,” kata Raja Liu Feng pada Zang Lei yang masih saja terlihat tenang, meski dia mendapat ancaman dari Raja Liu Feng.


Sekelompok prajurit yang jumlahnya dua kali dari prajurit yang dimiliki Raja Liu Feng muncul, dan langsung mengepung rombongan sang Raja. Selain munculnya sekelompok prajurit, Qin Chen juga muncul, berdiri tegak di sebelah Zang Lei.


Qin Chen melangkah maju dan hanya menyisakan jarak dua langkah dari Raja Liu Feng, “Yang Mulia, ini bukan istana Kerajaan dimana Yang Mulia dapat melakukan semua sesuai keinginan Yang Mulia. Tempat ini adalah Kota Hebei, kota yang tidak lagi mengakui Yang Mulia sebagi Raja Kerajaan Shu. Bagi penduduk Kota Hebei, Putri Mahkota adalah sosok yang mereka anggap sebagai penguasa Kerajaan Shu, dan hanya Putri Mahkota yang dapat berbuat sesuka hati di kota ini,” kata Qin Chen tegas, dan berwibawa.


“Ehem...” Seseorang berdehem begitu Raja Liu Feng selesai berkata.


Saat Raja Liu Feng mengarahkan pandangannya pada sosok yang berdehem, kedua mata Raja Liu Feng terbuka lebar karena dia melihat sosok yang tidak dia harap keberadaannya di Kota Hebei.


Sosok yang dilihat Raja Liu Feng adalah Putri Liu Yao, yang saat ini sedang menunjukkan senyuman di wajahnya, “Yang Mulia, aku tidak pernah pergi meninggalkan Kerajaan Shu, dan aku tidak mungkin dapat kamu jebak dalam rencana pernikahan yang sudah kamu rencanakan bersama Pangeran Qing Moran!...”


“Sejak awal aku sudah mengetahui seluruh rencana Yang Mulia, oleh karena itu aku telah memindahkan semua kekuatanku ke kota ini, dan untuk sementara waktu aku juga akan tinggal di kota ini,” kata Putri Liu Yao sembari mendekati Qin Chen, dan begitu saja dia memeluk lengan pria yang telah mencuri hatinya.


“Putri Mahkota, apa kamu sadar dengan yang kamu lakukan? Tidak datang diacara pernikahanmu sendiri, bukannya kamu hanya akan memancing kemarahan Pangeran Qing Moran?” seru Raja Liu Feng pada Putri Liu Yao.


“Aku sadar dengan apa yang aku lakukan, dan aku sama sekali tidak takut dengan kemarahan Pangeran Qing Moran,” ujar Putri Liu Yao santai.


Raja Liu Feng melangkah maju mencoba menampar Putri Liu Yao yang benar-benar telah membuatnya kehilangan kesabaran. Akan tetapi, tangannya yang hampir menyentuh wajah mulus Putri Liu Yao dihentikan tangan kokoh yang mencengkram erat lengan tangannya.

__ADS_1


“Jangan harap Yang Mulia dapat melakukan apa yang ingin Yang Mulia lakukan,” kata Qin Chen, masih mencengkram erat lengan Raja Liu Feng.


Qin Chen baru melepas cengkraman tangannya saat melihat Raja Liu Feng meringis menahan rasa sakit.


“Sebaiknya Yang Mulia kembali ke istana Kerajaan, dan jangan lagi mengganggu ketenangan kami yang berada di tempat ini!...” kata Qin Chen menaruh badan melindungi Putri Liu Yao.


Melihat situasi yang tidak menguntungkan, Raja Liu Feng memilih mundur, “Putri Mahkota, kamu akan menanggung sendiri akibat dari apa yang sudah kamu lakukan,” kata Raja Liu Feng.


“Pangeran Qing Moran pasti membalas apa yang sudah kamu lakukan padanya, dan dia tidak berhenti sebelum mendapatkan kamu!...”


Raja Liu Feng langsung saja masuk kembali ke dalam kereta kuda miliknya, setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan pada Putri Liu Yao. Dia berharap Putri Liu Yao berubah pikiran setelah mendengar apa yang baru dikatakannya.


Namun, Putri Liu Yao sama sekali tidak menganggap apa yang dikatakan Raja Liu Feng. Semua yang dikatakan Raja Liu Feng adalah kemungkinan terburuk yang sebelumnya sudah diperkirakan oleh Qin Chen, dan Qin Chen sudah mencarikan jalan keluar terbaik untuk mengatasinya.


Rombongan Raja Liu Feng yang terusir dari Kota Hebei dan tidak mungkin juga melanjutkan perjalanan ke Kota Zhuhai, sebagai pemimpin rombongan Raja Liu Feng memutuskan kembali ke ibukota Kerajaan, dan bersiap menanggung kemarahan dari Pangeran Qing Moran.


“Bukannya kita baru saja mengusir seorang Raja dari kota yang seharusnya bebas dia tempati?” ujar Qin Chen.


“Dia hanyalah orang bodoh, yang tidak pantas menjadi Raja dari Kerajaan Shu...” Putri Liu Yao menyerahkan surat yang dikirim menggunakan merpati oleh orang-orangnya yang berada di istana Kerajaan Shu.


Membaca surat yang diberikan Putri Liu Yao padanya, Qin Chen hanya bisa menggelengkan kepala.


“Disaat dia pergi ke tempat ini, seluruh keluarganya justru mati di tangan orang kepercayaannya, yang saat ini telah mengambil alih kekuasaannya sebagai seorang Raja...”


“Putri, apa kamu bisa menebak apa yang akan terjadi pada Raja Liu Feng begitu dia sampai di istana Kerajaan?” tanya Qin Chen pada Putri Liu Yao.


“Kasim Kerajaan tidak mungkin langsung menjatuhi hukuman mati padanya. Aku yakin dia akan dikurung di dalam penjara, dan ada kemungkinan Kasim Kerajaan akan menggunakan dia untuk mengamcamku...” ungkap Putri Liu Yao.


Qin Chen mengangguk setuju, “Kalau benar Kasim Kerajaan menggunakan Raja Liu Feng untuk mengancam Putri supaya Putri menuruti seluruh keinginannya, apa Putri mau menuruti keinginan Kasim Kerajaan untuk menyelamatkan nyawa Raja Liu Feng?...”


“Untuk apa juga aku peduli pada orang yang tidak pernah peduli padaku?” kata Putri Liu Yao lalu dia menyuruh semua orang membubarkan diri, sedangkan dia dan Qin Chen pergi ke tempat latihan untuk melanjutkan latihan mereka...


°°°

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2