Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Utusan Kekaisaran Barat


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Menunggu hari pernikahan dan penobatannya sebagai Raja baru Kerajaan Shu, Qin Chen mengisi hari-harinya dengan berlatih dan menjalankan tugasnya sebagai Raja sementara Kerajaan Shu. Setelah terus berlatih di sepanjang malam, dua hari sebelum hari pernikahannya Qin Chen akhirnya dapat meningkatkan jumlah lingkaran tenaga dalam miliknya, dan kini dia berhasil menjadi pendekar Kaisar tingkat awal.


Meskipun baru pendekar Kaisar tingkat awal, dia dapat melawan pendekar Kaisar tingkat puncak yang belum berhasil membuka seluruh titik pusat tenaga dalam di dalam tubuhnya. Selain itu, dengan jumlah lingkaran tenaga dalam setelah menjadi pendekar Kaisar, Qin Chen dapat menahan serangan sebuah meriam tanpa terluka meskipun dia harus menggunakan setengah jumlah keseluruhan tenaga dalamnya, untuk melindungi seluruh bagian tubuhnya.


“Sekarang aku tinggal berfokus meningkatkan kekuatan Kerajaan Shu dan tiga Kerajaan lainnya untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk adanya serangan dari Kekaisaran Barat,” ujar Qin Chen yang belum tahu pasti sekuat apa kekuatan Kekaisaran Barat.


“Selain serangan Kekaisaran Barat, aku juga harus membagi fokus dengan keberadaan Kerajaan Chu yang sewaktu-waktu dapat melakukan tusukan dari belakang, apalagi sekarang mereka telah berhasil menguasai seluruh Kerajaan Song, dan berhasil menguasai pelabuhan besar di timur,” gumam Qin Chen.


“Mungkin aku bisa mencoba bekerjasama dengan Kekaisaran Utara untuk menekan kekuatan Kekaisaran Barat,” kata Qin Chen lalu dia bangkit berdiri, dan keluar dari tempat dia melatih kekuatannya.


Keluar dari tempat pelatihan Qin Chen disambut oleh Liu Yao yang belum lama ini tiba di depan tempat pelatihan. Namun, baru juga Qin Chen ingin sedikit bermesraan dengan wanitanya ada prajurit yang mendatangi mereka, dan menyampaikan kedatangan urusan dari Kekaisaran Barat. Prajurit itu tidak tahu apa tujuan utusan Kekaisaran Barat karena utusan itu hanya ingin bicara dengan pemimpin Kerajaan Shu.


Mendengar itu Qin Chen dan Liu Yao bersama-sama menemui utusan dari Kekaisaran Barat yang saat ini menunggu kedatangan mereka. Dikarenakan aula istana Kerajaan sedang dipersiapkan untuk upacara pernikahan, tamu Kerajaan diarahkan ke aula belakang yang letaknya cukup jauh dari aula istana, sehingga butuh beberapa saat untuk Qin Chen dan Liu Yao sampai di tempat itu.


Setelah kasim mengumumkan kedatangan mereka, keduanya memasuki aula belakang yang ukurannya hanya setengah dari ukuran aula utama, tapi aula belakang tak kalah mewah jika dibandingkan dengan aula utama.


Duduk di kursi Raja dengan Liu Yao yang berada di sampingnya, Qin Chen menatap utusan Kekaisaran Barat yang sempat terlihat mengangkat ke atas salah satu alisnya, saat dia melihat Qin Chen lah yang duduk di kursi Raja, sedangkan Liu Yao duduk di kursi Permaisuri Kerajaan.

__ADS_1


“Katakan apa yang membuat Kekaisaran Barat mengirimmu! Apa Kaisar Kekaisaran Barat kembali ingin menghina Kerajaan Shu dengan mengirim Pangeran palau?” tanya Qin Chen sinis.


“Kedatanganku untuk menyampaikan dekret Yang Mulia Kaisar penguasa Kekaisaran Barat. Dalam dekret Yang Mulia Kaisar, Putri Liu Yao, Putri Kerajaan Shu harus menerima lamaran Yang Mulia Kaisar, dan sang Putri akan diangkat sebagai Selir tingkat satu di Kekaisaran Barat,” kata utusan Kekaisaran Barat, menyampaikan dekret Kaisarnya.


“Apa Kaisar Barat sedang mabuk saat menulis dekret itu, sampai dia lupa kalau Kerajaan Shu bukan bagian dari Kekaisarannya?” tanya Qin Chen.


“Dan lagi dia ingin menjadikan Permaisuriku Selir tingkat satu yang hanya sedikit lebih baik dibandingkan seorang gundik. Apa belum cukup Kaisar kalian merendahkan Kerajaan Shu?” seru Qin Chen bangkit dari tempat duduk, sambil menatap tajam utusan Kekaisaran Barat yang gemetaran melihat sosoknya.


“Katakan pada Kaisarmu, dekret yang di buat tidak berlaku di Kerajaan Shu, dan hinaan yang berulang kali dia berikan aku pasti membalasanya!” Sosok Qin Chen tiba-tiba saja sudah berada di depan utusan Kekaisaran Barat, lalu dia kembali berkata, “Satu lagi, Kerajaan Shu, Kerajaan Han, Kerajaan Qiao, Kerajaan Zang, serta Kerajaan Tang, kelima Kerajaan yang aku sebutkan mulai hari ini dan sampai kapanpun tidak memiliki hubungan dengan Kekaisaran Barat. Jadi, Kaisar Barat tidak perlu mengirim utusan kepada lima Kerajaan yang baru aku sebutkan!”


“Sekarang sebaiknya kamu pergi sebelum kesabaranku habis! Aku bisa saja membuatmu mengalami nasib yang sama seperti Pangeran palsu dan seluruh prajurit yang datang bersamanya, kalau aku masih melihat keberadaanmu di wilayah Kerajaan Shu! Sebelum matahari tenggelam pastikan kamu sudah meninggalkan wilayah Kerajaan Shu kalau masih ingin hidup!” kata Qin Chen lalu dia membiarkan utusan Kekaisaran Barat meninggalkan aula belakang istana Kerajaan Shu.


Qin Chen kembali ke tempat duduknya untuk menenangkan emosinya. Tentu saja dia marah me dengar wanitanya ingin dijadikan Selir tingkat satu oleh Kaisar Kekaisaran Barat. Bagaimanapun juga, Selir tingkat satu adalah kasta terendah di dalam anggota Kerajaan maupun Kekaisaran. Namun, meskipun Kaisar Kekaisaran Barat ingin mengangkat Liu Yao sebagai Permaisuri Kekaisarannya, tetap Qin Chen tidak akan merelakan wanitanya menjadi milik pria lain.


“Chen'gege tenag saja, aku tidak akan pernah pergi dari sisi Chen'gege, meski Kaisar itu datang dan ingin menjadikan aku penguasa seluruh wilayah Kekaisarannya,” ujar Liu Yao sambil meraih lengan tangan Qin Chen, lalu dengan erat dia memeluknya.


“Aku yakin kamu bisa melakukan itu untukku, dan aku pasti mempertahankan kamu untuk selamanya hanya menjadi milikku,” kata Qin Chen lalu dia menarik tubuh Liu Yao kedalam pelukannya.


Sedangkan di tempat lainnya, utusan Kekaisaran Barat terus memacu kuda miliknya berusaha meninggalkan wilayah Kerajaan Shu sebelum terbenamnya matahari. Di dampingi dua prajurit yang mengawal perjalannya, dia mengabaikan rasa lelah dan terus memacu kuda untuk secepatnya keluar dari kawasan Kerajaan Shu.


Meskipun sebenarnya dia tidak yakin dengan ancama pria yang dikatakan sebagai Raja baru Kerajaan Shu, entah kenapa dia merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi padanya kalau tidak segera meninggalkan wilayah Kerajaan Shu. Raja baru Kerajaan Shu sangat menyeramkan, bahkan dia jauh lebih ketakutan saat ditatap olehnya, dibandingkan saat dia di tatap Kaisar Kekaisaran Barat.

__ADS_1


Baginya, lebih baik mendapatkan marah dari Kaisar Kekaisaran Barat daripada harus bertemu kembali dengan Raja baru Kerajaan Shu yang sangat mengerikan.


“Bagaimanapun caranya aku harus keluar dari wilayah Kerajaan Shu. Aku memang tidak yakin dengan ancamannya, tapi aku terlalu takut untuk berurusan lagi dengannya kalau tidak segera keluar dari wilayah Kerajaan Shu,” ujar utusan Kekaisaran Barat, yang terus memacu kuda dengan kecepatan tinggi meski keadaan tubuhnya sudah sangat kelelahan.


Tanpa disadari olehnya ataupun dua prajurit yang memberi pengawalan padanya, sejak mereka meninggalkan istana Kerajaan Shu ada dua sosok yang terus mengikuti mereka. Meskipun mereka memacu kuda dengan kecepatan tinggi, hanya dengan menggunakan teknik meringankan tubuh tingkat tinggi, dua orang yang mengikuti mereka, sama sekali tidak mengalami kesulitan saat harus mensejajarkan posisi dengan mereka.


Senyum terlihat di wajah dua orang yang terus mengikuti utusan Kekaisaran saat keduanya melihat matahari hampir terbenam, sementara orang yang mereka ikuti masih jauh dari ujung wilayah Kerajaan Shu.


Berbekal busur dan anak panah, keduanya siap mengakhiri hidup utusan Kekaisaran Barat dan dua prajurit pengawalnya, begitu mereka gagal keluar dari wilayah Kerajaan Shu. Ancaman Qin Chen bukan sekedar ancaman karena dia telah menyuruh Jin Fan dan Jin Yan membuktikan kebenaran dari ancamannya.


Tepat matahari terbenam dan kegelapan mulai menyelimuti jalanan, dua anak panah yang disusul satu anak panah lainnya melesat menembus kegelapan, mencari target mereka.


“Jleb... Jleb... Jleb...” tiga anak panah tertancap di kepala utusan Kekaisaran Barat, dan dua prajurit yang mengawal perjalanannya.


“Sebagai binatang buruan, bukan sesuatu yang sulit memburu binatang seperti mereka,” ujar Jin Fan sambil tersenyum melihat buruannya mati.


“Jangan membuang-buang waktu! Cepat kita singkirkan mayat mereka dari jalan, dan kita berikan tubuh mereka pada binatang buas pelihara Putri Liu Yao!” kata Jin Yan sambil mengeluarkan belati untuk memotong-motong mayat utusan Kekaisaran Barat, dan dua prajurit pengawalnya.


“Kekaisaran Barat memang senang membuat masalah dengan Tuan,” gumam Jin Fan sambil memotong mayat menjadi beberapa bagian, dan begitu selesai keduanya kembali ke istana Kerajaan Shu.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2