Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Perampok Di Ibukota


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Setelah meninggalkan pandai besi mikik Yan Zong, Qin Chen dan Liu Yao melanjutkan jalan-jalan mereka mengelilingi ibukota Kekaisaran Shu, menikmati keramaian yang jarang bisa mereka nikmati karena kesibukan sebagai Kaisar dan Permaisuri Kekaisaran. Setelah Kerajaan Shu menjadi sebuah Kekaisaran, keadaan ibukota semakin ramai setiap harinya.


Pembangunan besar-besaran juga sedang di lakukan di ibukota Kekaisaran untuk melengkapi fasilitas, yang selama ini belum terdapat di ibukota Kekaisaran. Keamanan ibukota juga semakin baik dengan keberadaan sekelompok prajurit penjaga yang bisa dijumpai setiap jarak lima ratus meter. Keributan di ibukota juga dengan cepat terselesaikan berkat jumlah prajurit keamanan yang mumpuni.


Terus berjalan dengan menyamar sebagai penduduk biasa ibukota, Qin Chen dan Liu Yao menikmati suasana kota tanpa ada yang mengganggu kesenangan mereka. Meskipun sesekali ada pemuda yang melirik penuh ketertarikan pada Liu Yao, dikarenakan ketatnya penjagaan ibukota, tak satupun dari pemuda-pemuda itu berani menggoda Liu Yao. Mereka lebih takut akan hukuman dibandingkan kesenangan menggoda seorang wanita.


“Apa Chen'gege merasakan keberadaan mereka? Mereka ada beberapa orang, dan sejak beberapa waktu yang lalu mereka mulai mengikuti kita. Dari yang aku rasakan, mereka sepertinya menunggu kita melalui tempat sepi,” kata Liu Yao pada Qin Chen.


“Abaikan saja keberadaan mereka. Dengan kekuatan yang mereka miliki, mereka tidak akan mendapatkan apapun dari kita,” balas Qin Chen dengan tenang, dan terus saja dia membawa Liu Yao berkeliling.


Liu Yao mengikuti keinginan Qin Chen, dan dengan senang hati dia berjalan bersama dengannya berkeliling ibukota.


“Tak lama lagi mereka akan menunjukkan wujudnya di depan kita,” kata Qin Chen saat melihat jalanan di depannya sangat sepi, dan tidak terdapat penjagaan di tempat itu.


“Chen'gege, apa kamu merasa ada yang aneh dengan jalanan di depan sana?” tanya Liu Yao.


“Ada yang sengaja membuat jalanan di depan sepi, dan kemungkinan semua itu disiapkan untuk pendatang baru di ibukota,” jawab Qin Chen.


“Kalau itu benar, kemungkinan di depan sana ada anggota mereka yang sudah menanti keberadaan kita. Chen'gege, apa perlu kita memanggil bantuan?” kembali Liu Yao bertanya.


“Kekuatan kita berdua lebih dari cukup untuk menghadapi mereka. Jadi, kita tidak perlu memanggil bantuan,” jawab Qin Chen kemudia dia meminta Liu Yao sedikit mempercepat langkah kakinya.


Setelah beberapa saat berjalan mereka sampai di gang sepi, dan keduanya merasa ada banyak mata mengawasi setiap pergerakan yang mereka lakukan. Orang-orang yang sebelumnya mengikuti mereka juga semakin memperpendek jarak, dan tak lama lagi mereka akan berada tepat di belakang mereka.


Berada di tengah-tengah gang sepi, muncul dari sisi kanan dan sisi kiri gang lima belas orang bersenjataan golok. Mereka berjalan dari arah depan menuju Qin Chen dan Liu Yao. Sementara itu dari arah belakang keduanya, muncul lima belas orang lainnya dengan persenjataan sama. Mereka semua berjalan mengarah ke arah Qin Chen dan Liu Yao.

__ADS_1


Setelah sampai di depan Qin Chen dan Liu Yao, lima belas orang yang berjalan dari arah depan berhenti, begitu juga dengan mereka yang berjalan dari arah belakang, mereka berhenti berjalan dua langkah di belakang Qin Chen dan Liu Yao.


Senyum terlihat di wajah mereka semua yang keseluruhannya merupakan para pria berusia di atas tiga puluh tahun. Senyum mereka semakin lebar saat melihat keindahan tubuh Liu Yao.


Salah satu pria dari arah depan mengambil satu langkah mendekat, lalu berkata, “Serahkan seluruh harta berharga yang kalian miliki, dan untuk nona cantik bisa tinggal di sini untuk menemani kami bersenang-senang!”


“Pemimpin, bagaimana kalau langsung saja bunuh pria itu dan kita bawa nona cantik ini ke markas? Melih tubuhnya yang masih tertutup kain saja sudah membuat milikku menegang,” kata salah satu pria di belakang Qin Chen dan Liu Yao.


“Pemimpin, benar apa yang dikatakan kakak pertama. Sebaiknya segera bunuh pria itu, ambil harta berharganya, lalu kita bisa bersenang-senang dengan wanitanya!” kata pria berperut buncit dengan kepala botak yang terus menatap tubuh Liu Yao sambil menjilati bibirnya sendiri.


“Benar juga, lebih baik kita membunuh pria ini, dan kita bisa memiliki semua miliknya termasuk wanita yang bersamanya,” kata pemimpin perampok kemudia dia meminta beberapa orang menyerang korban yang ingin dia bunuh.


“Yakin hanya kalian berlima yang menyerangku? Kenapa tidak kalian semua saja langsung menyerangku?” ujar Qin Chen.


“Hanya mengalahkan pria tidak berguna sepertimu, kami berlima sudah lebih dari cukup untuk mengirimu ke alam kematian!” kata pria yang dipanggil kakak pertama, sambil melakukan serangan pada Qin Chen dari arah belakang.


Bukan hanya bergerak menghindar, melihat gerakan musuh yang begitu lambat, Qin Chen menggerakkan kakinya menendang keras musuh yang bisa dipastikan tidak bisa menghindari serangan cepatnya.


“Boom...” Orang yang ditendang Qin Chen terpental ke belakang, menghantam beberapa orang di belakangnya.


Tak hanya yang menyerang dari arah belakang, beberapa orang yang menyerang dari arah depan juga mendapat balasan serangan dari Qin Chen, yang membuat mereka terkapar karena Qin Chen menggunakan tenaga dalam, dalam setiap serangan yang dilakukannya.


“Aku sudah bilang, hanya dengan kalian itu belum cukup untuk mengalahkanku! Sejujurnya, meskipun kalian semua maju memyerang, tetap saja kalian akan kalah,” kata Qin Chen sambil menunjukkan seringaian di wajahnya.


“Hahahaha... baru mengalahkan beberapa dari kami kau sudah begitu sombong dan menganggap tinggi kekuatan yang kau miliki. Kau memang berhasil mengalahkan mereka, tapi kau sudah ditakdirkan mati di tangan kami!” ketua perampok dan dan anak buahnya maju bersamaan menyerang Qin Chen.


“Aku memang kuat, dan kekuatanku memang lebih tinggi dari apa yang kalian miliki.” Qin Chen dengan lembut melepas pegangan tangan Liu Yao di lengan tangannya, lalu dia melesat maju menyambut serangan para perampok.


Dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dibandingkan kecepatan ketua perampok, Qin Chen melesat ke arah para perampok dan langsung memukuli mereka satu-persatu.

__ADS_1


Hanya dalam lima tarikan napas belasan perampok tumbang di tangannya, dan kini hanya menyisakan ketua perampok dan lima anggotanya. Meskipun mereka masih dapat berdiri, masing-masing dari mereka sudah mendapatkan luka lebam di wajahnya.


Luka mereka memang masih tergolong ringan, tapi berbeda dengan ketua perampok yang harus mengalami patah tulang lengan tangan kanannya, serta patah di beberapa bagian tulang rusuknya.


Kaki kirinya juga mengalami luka yang cukup parah setelah sebelumnya dia gunakan beradu dengan kaki Qin Chen. Bisa dikatakan mereka hanya berdiri, tapi sudah tidak sanggup memberi perlawanan pada Qin Chen. Jangankan memberi perlawanan, melawan rasa takut pada sosok Qin Chen saja mereka sudah tidak mampu untuk melakukannya.


Pada akhirnya mereka memilih menyerah, tapi tak semudah itu Qin Chen membiarkan mereka menyerah setelah berani menginginkan wanitanya. Setidaknya mereka harus mengalami penyiksaan sebelum dilemparkan ke dalam penjara.


Sambil memberi siksaat pada mereka, Qin Chen bertanya pada mereka siapa yang membantu membuat gang yang mereka jadikan sebagai tempat persembunyian sepi.


Awalnya mereka menolak menjawab, tapi setelah Qin Chen mematahkan satu persatu jari tangan mereka, salah satu dari mereka memberi jawaban lengkao. Mereka dibantu kelompok prajurit yang berjaga di ujung depan maupun belakang gang.


Mendengar itu, Qin Chen segera memanggil Jin Fan dan Jin Yan, dan menyerahkan tugas menghukum para prajurit pada mereka.


Keduanya mengerti apa yang harus dilakukan, dan dengan gerakan yang begitu cepat keduanya pergi ke dua arah berbeda.


“Sepertinya aku harus melakukan pembersihan ulang, dan benar-benar memilih mereka yang dapat dipercaya untuk menjadi prajurit keamanan ibukota,” gumam Qin Chen sambil mematahkan leher anggota perampok yang memberi jawaban atas pertanyaannya.


“Kenapa Chen'gege membunuh dia? Bukannya dia telah menjawab pertanyaan Feng'gege?” tanya Liu Yao penasaran.


Qin Chen tersenyum mendengarnya. “Aku cuma melakukan apa yang seharusnya aku lakukan pada orang-orang seperti mereka. Membiarkan orang-orang seperti mereka hidup, ke depannya hanya akan membuat orang lain celaka,” jawab Qin Chen.


Setelah memberi jawaban pertanyaan Liu Yao, Qin Chen tanpa ampun memberi hukuman mati di tempat pada seluruh anggota perampok, dan kini yang tersisa hanyalah pemimpin mereka yang berada dalam keadaan tidak berdaya.


“Sudah saatnya kamu menyusul mereka semua, dan jika ada kehidupan kedu untumu cobalah untuk menjadi orang yang lebih baik,” kata Qin Chen sebelum dia mematahkan leher pemimpin perampok.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2