
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Putri Liu Yao sudah mendapatkan kabar tentang apa yang terjadi di istana Kerajaan Shu. Kabar kematian seluruh anggota keluarga Kerajaan bisa dikatakan sebagai kabar duka, tapi Putri Liu Yao sama sekali tidak berduka untuk kematian mereka.
Mengingat kejadian yang menimpa Ibu, kakak dan seluruh keluarga dari Ibunya, bagi Putri Liu Yao, apa yang telah menimpa keluarga Kerajaan adalah balasan setimpal untuk apa yang sudah mereka perbuat di masa lalu. Meski mereka tidak mati di tangannya, setidaknya mereka mati dengan menyedihkan.
Melihat wajah Putri Liu Yao yang diselimuti kesedihan, Qin Chen yang sedang bersama Putri Liu Yao, dia mencoba memberi kenyaman pada Putri dengan memberi pelukan hangat pada wanita yang telah berhasil membuka kembali hatinya.
“Aku tidak sedih, aku hanya terlalu bahagia karena pada akhirnya mereka mengalami apa yang dulu dialami keluargaku. Akan tetapi aku belum puas sebelum melihat langsung wajah pria yang selama ini menganggap dirinya sebagai Ayahku,” ujar Putri Liu Yao yang merasakan kenyamanan saat Qin Chen memeluknya.
“Apa kamu ingin melihat orang itu?” tanya Qin Chen pada Putri Liu Yao.
“Aku ingin melihatnya, tapi sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat untuk melihatnya secara langsung,” jawab Putri Liu Yao.
Qin Chen sedikit mempererat pelukannya, lalu dia berkata, “Kalau kamu ingin, sekarang juga aku bisa membawamu pergi melihatnya secara langsung...”
“Aku memang sangat ingin melihatnya secara langsung. Akan tetapi, untuk sekarang lebih baik kita berfokus pada permasalahan yang segera kita hadapi. Ada Kerajaan Ming dan Kerajaan Gui yang kembali bersiap menyerang kita. Selain mereka, masih ada Pangeran Qing Moran dan Kasim Kerajaan Shu yang mungkin juga akan ikut mengganggu keberadaan kita di tempat ini,” ujar Putri Liu Yao.
“Jin Han dan pasukan tambahan sedang bergerak menuju Kota Hebei. Kalau tidak ada halangan, dua hari lagi kemungkinan mereka akan sampai. Dengan bantuan yang dibawa Jin Han, kita akan memiliki kekuatan yang dapat melawan serangan dari empat arah berbeda,” ungkap Qin Chen yang sudah mengirim surat pada Jin Han, meminta Jin Han dan seluruh kekuatan yang tersisa di Kerajaan Chu untuk datang ke Kota Hebei.
Membawa sekitar tiga puluh ribu prajurit biasa, dan lima belas ribu pasukan naga hitam yang selama ini melakukan penjagaan di istana Kerajaan Chu. Jin Han yang sudah melakukan perjalanan menuju Kota Hebei sejak semalam, dia membutuhkan waktu lebih dari dua hari untuk sampai di Kota Hebei.
“Seratus ribu prajurit teratai emas dan seratus ribu prajurit teratai perak juga sudah bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Selain mereka sebenarnya aku masih memiliki bantuan dari ratusan ribu prajurit yang selama ini berjaga di Kota Liuzhou, dan Kota Yulin....”
“Namun, saat ini aku tidak bisa menggunakan kekuatan mereka karena mereka tetap harus menjaga kedua kota yang mungkin akan menjadi incaran Kasim Kerajaan,” ujar Putri Liu Yao.
“Memang sebaiknya kita tetap membiarkan prajurit dari kedua kota itu untuk tetap berjaga di kota yang harus mereka jaga. Untuk menghadapi musuh yang akan menyerang Kota Zhuhai dan Kota Hebei, sebaiknya kita percayakan tugas itu pada mereka yang saat ini telah bersiap di Kota Zhuhai maupun mereka yang sudah bersiap di Kota Hebei. Dengan kekuatan yang mereka miliki, aku masih memiliki keyakinan kita dapat memenangkan peperangan yang segera terjadi,” ungkap Qin Chen.
Putri Liu Yao menganggukkan kepalanya, lalu berkata, “Asalkan ada kamu di sisiku, sekuat apapun musuh yang datang aku yakin kita pasti dapat mengalahkan mereka...” Putri Liu Yao tersenyum begitu selesai berkata.
“Selain memenangkan peperangan, aku juga ingin menunjukkan pada dunia kalau wanitaku bukanlah wanita yang bisa mereka anggap remeh,” ujar Qin Chen, lalu dia mendaratkan ciuman hangat di kening Putri Liu Yao.
__ADS_1
“Apa kamu ingin melakukannya sebelum kita meresmikan hubungan?” tanya Putri Liu Yao pada Qin Chen setelah dia merasakan ciuman hangat yang baru diberikan Qin Chen padanya.
Qin Chen tersenyum mendengar itu, “Kita akan melakukannya setelah semua permasalahan yang akan kita hadapi berakhir. Akan tetapi, aku bisa saja melakukan itu kalau kamu memaksaku...”
“Apa barusan kamu melayangkan tantangan padaku?” tanya Putri Liu Yao sembari mendorong tubuh Qin Chen.
Qin Chen masih saja tersenyum meski kini dia tidak lagi memeluk tubuh Putri Liu Yao, “Aki memang melayangkan sebuah tantangan resmi padamu. Akan tetapi, aku rasa kali ini Putri Liu Yao tidak akan berani menerima tantangan yang aku berikan. Bagaimanapun juga tantangan yang aku berikan bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan oleh seorang Putri Mah...”
Belum juga Qin Chen menyelesaikan kata-katanya, Putri Liu Yao tiba-tiba saja mendorong kuat tubuh Qin Chen, lalu dia menindih tubuh pria yang kini hanya bisa diam di bawah tubuhnya, “Aku menerima tantanganmu, dan jangan pernah menyesali apa yang terjadi setelah ini,” kata Putri Liu Yao sembari mendekatkan wajahnya mendekati wajah Qin Chen.
“Aku akan memulainya,” Bisik lirih Pitri Liu Yao.
Putri Liu Yao mulai mencium bibir Qin Chen, dan perlahan ciumannya turun ke area leher Qin Chen.
Mendapatkan perlakuan seperti itu dari Putri Liu Yao, Qin Chen hanya diam menikmati apa yang sedang dilakukan wanita di atas tubuhnya.
Tapi dominasi Pitri Liu Yao tidak berlangsung lama karena tiba-tiba Qin Chen berhasil merubah posisi. Sekarang dialah yang sedang menindih tubuh Putri Liu Yao.
“Tak seharusnya seorang wanita mendominasi apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang pria...”
Sesekali terdengar suara merdu keluar dari bibir Putri Liu Yao, yang justru membuat Qin Chen semakin bersemangat menjalankan aksinya.
Semakin lama Qin Chen menjalankan aksinya, wajah Putri Liu Yao semakin memerah, dan dia sudah tidak sabar melakukan hubungan badan dengan Qin Chen untuk pertama kalinya.
Tanpa di sadari Putri Liu Yao yang terus saja memejamkan kedua matanya. Saat Qin Chen menjelajahi tubuhnya, ternyata dia berhasil melepas seluruh pakaiannya, dan sekarang dia benar-benar telah sepenuhnya t*l*njang di hadapan Qin Chen.
Qin Chen terpesona melihat keindahan di depannya, dan dia sudah tidak sabar untuk melakukannya.
Setelah melepas pakaiannya sendiri dan memastika seluruh pintu dan jendela ruangan tertutup rapat, kini tiba saatnya Qin Chen melakukan apa yang ingin dia lakukan.
‘Titik pusat tenaga dalam terakhir pada tubuh manusia akan terbuka saat pria dan wanita menyatukan tubuh dalam keadaan sama-sama masih suci, dan keduanya sama-sama telah membuka tiga belas titik pusat tenaga dalam di tubuh mereka...’
Mengingat pesan terakhir gurunya, perlahan Qin Chen memasukkan miliknya ke dalam milik Putri Liu Yao.
__ADS_1
Air mata terlihat di sudut mata Putri Liu Yao yang sedang terpejam, saat milik Qin Chen berhasil menerobos pertahanan terakhir di dalam miliknya.
Begitu berhasil menerobos pertahanan terakhir di dalam milik Putri Liu Yao, Qin Chen merasakan lonjakan tenaga dalam di dalam tubuhnya. Di waktu yang sama, Pitri Liu Yao juga merasakan apa yang dirasakan Qin Chen.
Sama-sama memiliki tenaga yang besar, tak berlama-lama membiarkan miliknya hanya berdiam diri di dalam milik Putri Liu Yao, Qin Chen mulai melanjutkan aksinya. Sedangkan Putri Liu Yao, dia hanya sesekali menggerakkan pinggulnya, menambah sensasi kenikmatan yang dia rasakan.
“Aku tidak menyangka kita benar-benar melakukannya,” kata Qin Chen yang tidak kenal lelah melakukan aksinya, meski dua jam telah berlalu.
Putri Liu Yao yang mendengarnya hanya tersenyum, dan kembali dia merasakan sensasi aneh akan keluar dari miliknya.
Ini sudah yang ketiga kalinya, dan setiap kali itu keluar Putri Liu Yao senantiasa merasakan sensasi menikmatan yang setelahnya membuat tubuhnya terasa sangat lemas.
Desah*n panjang terdengar dari mulut Putri Liu Yao saat sesuatu yang begitu luar biasa keluar dari miliknya. Di waktu bersamaa, milik Qin Chen dalam masuk kedalam miliknya, lalu cairan hangat yang begitu banyak keluar dari milik Qin Chen, membuat berlipat ganda rasa nikmat yang dirasakan olehnya.
“Aku rasa sudah cukup kali ini kita melakukannya,” ujar Putri Liu Yao yang merasa tubuhnya sangat lemas.
“Aku juga merasa ini sudah cukup untuk sekarang,” kata Qin Chen sembari perlahan mengeluarkan miliknya dari milik Putri Liu Yao, lalu dia membaringkan tubuhnya di sebelah Putri Liu Yao, dan terakhir dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya serta tubuh sang putri.
Putri Liu Yao memiringkan tubuhnya ke arah Qin Chen, dan langsung saja dia memeluk pria yang sudah mengambil mahkota berharganya.
“Mulai sekarang kamu adalah milikku, dan tidak akan aku biarkan wanita lain mengambilmu dari sisiku!” ujar Putri Liu Yao.
“Begitu juga denganmu, selamanya kamu hanya milikku,” balas Qin Chen, sembari dia juga membalas pelukan Putri Liu Yao.
“Aku lelah,” ungkap Putri Liu Yao.
“Istirahatlah, dan setelahnya baru kita akan melihat apa yang baru saja kita dapatkan,” kata Qin Chen.
Putri Liu Yao hanya menganggukkan kepalanya, lalu perlahan dia mulai memejamkan kedua matanya.
‘Apapun yang terjadi, selamanya kamu adalah milikku, dan aku akan senantiasa melindungimu,’ kata Qin Chen sembari membelai lembut wajah Putri Liu Yao, sebelum akhirnya dia ikut terlelap dalam tidur...
°°°
__ADS_1
Bersambung...