
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
°°°
Qiao Bao, Zang Lei, dan Jenderal Shang Hong terus melenyapkan orang-orang yang tidak setuju wilayah Kerajaan Ming jatuh ke tangan Kerajaan Shu.
Dalam dua hari sudah lebih dari sepuluh ribu orang yang mati di tangan mereka. Namun, sampai sekarang mereka masih belum menemukan sosok pemimpin dari orang-orang yang menentang keputusan para petinggi Kerajaan Ming. Ada kemungkinan pemimpin orang-orang itu telah pergi meminta perlindungan ke Kerajaan Gui.
Kalau benar orang itu telah pergi ke Kerajaan Gui dan mendapatkan perlindungan di tempat itu. Tentunya Qiao Bao dan dua orang lainnya tidak mungkin mengejarnya sampai masuk ke wilayah Kerajaan Gui. Mengejar orang itu sampai ke wilayah Kerajaan Gui, sama saja mereka memancing peperangan terbuka dengan Kerajaan Gui, dan itu bukanlah sesuatu yang diinginkan Putri Liu Yao yang untuk saat ini hanya ingin berfokus meningkatkan kekuatan Kerajaan Shu.
Daripada mengejar ke wilayah Kerajaan Gui, Qiao Bao, Zang Lei, Jenderal Shang Hong, serta pasukan yang menyertai ketiganya, mereka memutuskan menyisir seluruh wilayah Kerajaan Ming, membersihkan wilayah Kerajaan Ming dari orang-orang yang di masa depan hanya akan menjadi duri tajam di dalam kulit. Meskipun tidak mudah menyisir seluruh wilayah Kerajaan Ming, mereka tetap melakukannya demi masa depan wilayah kekuasaan Putri Liu Yao.
Melihat luas wilayah Kerajaan Ming, untuk menyisir seluruh wilayah Kerajaan Ming setidaknya diperlukan waktu lebih dari dua minggu. Namun, waktu itu bisa dipersingkat saat Qiao Bao, Zang Lei, dan Jenderal Shang Hong memutuskan berpencar. Mereka akan melakukan penyisiran dari tiga arah berbeda, dan mengarahkan orang-orang yang mereka cari ke arah wilayah kekuasaan Kerajaan Shu.
Bukannya tanpa alasan mereka mengarahkan orang-orang itu ke wilayah kekuasaan Kerajaan Shu. Saat ini wilayah perbatasan Kerajaan Shu dan Kerajaan Ming dijaga ketat oleh pasukan Teratai Merah dan pasukan Naga Hitam. Dengan keberadaan mereka, orang-orang yang melarikan diri dari kejaran Qiao Bao dan dua orang lainnya, bisa dipastikan orang-orang itu akan menjadi bulan-bulanan pasukan Teratai Merah dan pasukan Naga Hitam.
Meskipun berhasil lolos dari pasukan Teratai Merah dan pasukan Naga Hitam, orang-orang yang lolos masih harus melewati ketatnya penjagaan prajurit penjaga perbatasan. Meski prajurit penjaga berbatasan tidak setangguh dan sekuat pasukan Teratai Merah ataupun pasukan Naga Hitam, tetap saja prajurit penjaga perbatasan adalah sekumpulan orang pilihan yang kekuatannya setara dengan pendekar tongkat 3, bahkan ada beberapa yang sudah melampaui kekuatan pendekar tingkat 3. Untuk Jenderal pemimpin prajurit penjaga perbatasan, kekuatannya sudah berada di tingkat pendekar Ahli awal.
Sementara itu di istana Kerajaan Shu sepuluh hari setelah peristiwa kekacauan yang terjadi di gerbang Ibukota Kerajaan Shu, terlihat Putri Liu Yao, Qin Chen, Jin Fan dan Jin Yan sedang melakukan pertemuan membahas pembentukan Kavaleri Naga Hitam yang akan menjadi kekuatan rahasia Kerajaan Shu.
“Di Kota Hebei hamba berhasil menyeleksi sepuluh ribu calon anggota Kavaleri Naga Hitam, dan sekarang mereka telah bergabung dengan yang lainnya di tempat pelatihan,” kata Jin Yan melaporkan hasil yang dia dapatkan selama beberapa hari melakukan seleksi di Kota Hebei.
“Hamba di Kota Zhuhai berhasil menyeleksi dua puluh ribu orang yang benar-benar pantas menjadi calon anggota Kavaleri Naga Hitam. Untuk saat ini mereka semua telah memulai pelatihan di tempat pelatihan bersama dengan calon anggota Kavaleri Naga Hitam lainnya,” ujar Jin Fan.
“Untuk luas tempat pelatihan sudah aku perluas menjadi lima kali lebih luas dari sebelumnya, dan kedepannya tempat itu akan aku rubah menjadi markas besar Kavaleri Naga Hitam, dan kedepannya tentu tidak sembarangan orang yang dapat memasuki wilayah di sekitar tempat itu,” kata Qin Chen.
Putri Liu Yao mengangguk puas mendengar perkembangan pembentukan Kavaleri Naga Hitam yang dipimpin langsung oleh pria yang dicintainya. Meski jumlah orang belum sesuai target, tapi jumlah mereka sudah memenuhi target minimal untuk membentuk kesatuan Kavaleri Naga Hitam.
“Kalian berdua bisa melanjutkan pekerjaan! Untukmu, aku masih ingin membicarakan sesuatu yang penting hanya empat mata denganmu!...” Putri Liu Yao menatap Qin Chen.
__ADS_1
“Baik Yang Mulia Putri, kami berdua undur diri,” kata Jin Fan yang juga mewakili Jin Yan, lalu keduanya bersama-sama meninggalkan ruang kerja Putri Liu Yao yang menjadi tempat pertemuan mereka.
Menggunakan tenaga dalamnya, Putri Liu Yao menutup rapat pintu kerjanya, lalu dia berpindah duduk di atas pangkuan Qin Chen yang dengan tenang membiarkan tubuhnya berada di atas pangkuannya.
“Begitu Kavaleri Naga Hitam terbentuk, kita akan menggelar pesta pernikahan,” kata Putri Liu Yao yang merasa sangat nyaman duduk di atas pangkuan pria yang begitu dia cintai.
Qin Chen menganggukkan kepala lalu tersenyum mendengar itu, “Aku tidak ingin menggelar pesta meriah. Aku hanya ingi menggelar pesta pernikahan yang dihadiri oleh orang-orang terdekat kita,” ujar Qin Chen sambil mendekap tubuh Putri Liu Yao.
“Aku sangat setuju dengan itu. Daripada mengadakan pesta pernikahan yang meriah dan mengundang mereka yang tidak memiliki hubungan baik dengan kita, lebih baik kita mengadakan pesta sederhana, dan hanya dihadiri mereka yang memiliki hubungan dekat dengan kita,” kata Putri Liu Yao merasakan kenyamanan berlipat ganda saat Qin Chen mendekap tubuhnya.
“Menurutmu, apa perlu aku membuka identitas setelah kita resmi menjadi sepasang suami-istri?” tanya Qin Chen.
“Itu semua terserah padamu?” jawab Putri Liu Yao.
“Aku merasa seorang Putri Mahkota yang akan segera menjadi Ratu Kerajaan Shu, tidak akan pernah pantas menjadi pasangan seorang pengawal. Sebaiknya aku memang menunjukkan identitas asliku begitu kita resmi menjadi pasangan suami-istri,” ujar Qin Chen yang tidak ingin membuat malu Putri Liu Yao karena hanya menikahi seorang pengawal.
“Siapa di dunia ini yang tidak mengenali sosok Qin Chen sang Jenderal Perang Kerajaan Chu yang mampu memusnahkan ratusan ribu prajurit musuh hanya dengan segelintir orang?...”
“Bagiku hanya orang bodoh yang tidak mengenali identitas pria yang tak lama lagi hanya akan menjadi milikku karena sampai kapanpun aku tidak rela untuk berbagi!” ungkap Putri Liu Yao.
Qin Chen tidak masalah dengan itu karena dia memang tidak memiliki keinginan membagi perasaannya ke wanita lain, selama Putri Liu Yao tidak mengkhianati perasaannya.
Setelah selesai membicarakan permasalahan pribadi, keduanya memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang masih menumpuk.
Putri Liu Yao mengerjakan setumpuk masalah yang dihadapi Kerajaan Shu, sementara Qin Chen mengerjakan pekerjaan yang tujuannya untuk meningkatkan kekuatan militer dan perekonomian Kerajaan Shu.
Kerjasama keduanya dalam beberapa hari ini benar-benar telah memberi dampak nyata pada perkembangan kekuatan dan perekonomian Kerajaan Shu.
Jika semua terus berkembang seperti apa yang terjadi selama beberapa hari terakhir, dalam beberapa bulan ke depan, bisa dipastikan kekuatan militer maupun kekuatan perekonomian Kerajaan Shu akan menyamai apa yang dimiliki Kekaisaran Qing.
__ADS_1
Akan tetapi, seluruh kabar baik yang terjadi di Kerajaan Shu sangat tertutup rapat. Dengan tidak diizinkannya orang asing memasuki Ibukota ataupun Kota di wilayah Kerajaan Shu, dan bungkamnya penduduk Kerajaan Shu saat bepergian ke luar wilayah Kerajaan. Seluruh kabar baik di Kerajaan Shu kecil kemungkinan tersebar luas ke wilayah lain.
°°°
Istana Kekaisaran Qing.
“Yang Mulia, Kerajaan Shu benar-benar menutup diri dari dunia luar...”
“Bukan hanya wilayah Ibukota Kerajaan, tapi seluruh kota di Kerajaan Shu tertutup untuk mereka yang bukan penduduk Kerajaan Shu...”
“Meski belum bisa memastikan, ada rumor yang mengatakan Kerajaan Shu sedang mengalami masa sulit, dan tak lama lagi akan mengalami kehancuran seperti yang terjadi dengan Kerajaan Ming...”
Kata tiga orang mata-mata Kekaisaran Qing yang ditugaskan Kaisar Kekaisaran Qing untuk mengumpulkan seluruh informasi yang berhubungan dengan Kerajaan Shu.
“Jangan mempercayai rumor sebelum kalian membuktikan kebenaran dari rumor itu,” kata Kaisar Kekaisaran Qin yang duduk di singgasana megah miliknya.
“Bisa saja rumor yang kalian dengar adalah kebalikan dari apa yang sedang terjadi di Kerajaan Shu. Rumor itu mungkin sengaja disebarluaskan untuk membuat lengah musuh Kerajaan Shu...”
“Namun, kalau rumor itu adalah sebuah kebenaran, tentu itu merupakan kabar baik untuk kita karena tanpa perlu membalas mereka sudah runtuh dengan sendirinya...”
Kaisar Kekaisaran Qing sangat membenci keberadaan Kerajaan Shu setelah apa yang terjadi pada Pangeran Qing Moran dan juga apa yang terjadi pada pendekar Tombak Naga.
Apa yang terjadi pada keduanya adalah kerugian besar untuk Kekaisaran Qing, dan tentu sang Kaisar tidak akan mudah melupakan kejadian yang menimpa dua pilar masa depan Kekaisaran Qing.
“Seluruh penduduk Kerajaan Shu tidak akan merasakan ketenangan selama aku masih hidup di dunia ini!” seru Kaisar Kekaisaran Qing yang belum sulit mengendalikan emosinya saat mengingat apa yang terjadi pada Pangeran Qing Moran dan pendekar Tombak Naga...
°°°
Bersambung.
__ADS_1