Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Kedatangan Raja Kerajaan Song


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Qin Chen dan Putri Liu Yao melihat keadaan prajurit baru Kerajaan Shu yang sebelumnya merupakan prajurit Kerajaan Ming. Dari keadaan fisik dan mental, mereka semua sudah dalam keadaan siap tempur.


Dikarenakan Jenderal Shang Hong telah dijadikan pemimpin dia dia ratus ribu prajurit Teratai Emas. Prajurit yang baru datang akan berada di bawah pimpinan Qiao Bao yang dalam waktu dekat akan diangkat menjadi salah satu Jenderal Kerajaan Shu.


Sedangkan Jin Han dan yang lainnya, mereka akan berada di barisan petinggi Kavaleri Naga Hitam. Untuk tugas pengawalan Putri Liu Yao, secara penuh tugas itu diambil alih oleh Qin Chen.


Zang Lei yang sebelumnya menjabat sebagai pemimpin prajurit keamanan ibukota, dia juga akan diangkat sebagai Jenderal yang tugas utamanya adalah menjaga Ibukota Kerajaan Shu.


Sementara itu untuk kota-kota yang baru bergabung dengan Kerajaan Shu, kota-kota itu akan tetap dipimpin oleh orang yang sama, tapi akan ada perwakilan dari Kerajaan Shu yang mendampingi mereka.


Nasib mantan petinggi Kerajaan Ming juga menjadi perhatian Putri Liu Yao. Setelah menyingkirkan mantan petinggi yang bisa menjadi benalu, sisanya akan segera dipekerjakan di istana Kerajaan Shu, membantu tugas petinggi Kerajaan yang memang sedang membutuhkan banyak tenaga untuk meringankan beban tugas mereka setelah wilayah Kerajaan Shu diperluas dua kali lebih besar dari sebelumnya.


Dengan pengaturan yang dilakukan Putri Liu Yao atas bantuan Qin Chen, keadaan Kerajaan Shu dengan cepat mulai menuju jalur kejayaan. Akan tetapi, mereka tetap waspada akan perang besar yang bisa terjadi sewaktu-waktu.


Selain Kerajaan Gui dan Kekaisaran Qing, mereka juga mewaspadai Kerajaan Chu.


“Rombongan Raja Song telah sampai di istana Kerajaan dan ingin segera menemui Yang Mulia,” ujar prajurit menyampaikan kedatangan Raja Song yang memang kedatangannya sudah dinantikan oleh Putri Liu Yao.


“Persilahkan rombongan Raja Song memasuki istana! Aku akan segera kembali ke istana setelah menjemput tahanan,” kata Putri Liu Yao kemudian dia pergi ke penjara Kerajaan Shu dengan didampingi Qin Chen dan Zang Lei.


Tidak membutuhkan waktu lama, Putri Liu Yao, Qin Chen, serta Zang Lei yang sebelumnya berada di istana Putri Mahkota, saat ini mereka sudah berada di penjara Kerajaan Shu.


Berada di dalam penjara yang minim pancahayaan, Putri Liu Yao dapat melihat keadaan Song Ziyi, Permaisuri Kerajaan Song yang tak lain adalah adik dari mendiang Ibunya. Meski berada di dalam penjara, keadaan wanita itu terlihat baik-baik saja.


Keadaan Song Ziyi berbanding terbalik dengan dua pria yang datang bersamanya. Setelah salah satu dari mereka mati di penginapan, pria satunya dalam keadaan terluka setelah menerima siksaan terus menerus dari prajurit Kerajaan Shu.

__ADS_1


“Sudah saatnya Bibi mempertanggungjawabkan semuanya di hadapan Raja Song Kai,” ujar Putri Liu Yao lalu dia meminta prajurit mengeluarkan Song Ziyi dari penjara.


“Keluarkan juga pria di penjara sebelah, dan seret pria itu ke istana Kerajaan! Kalau dia menolak, pukul saja sampai pingsan dan kita akan membuat dia tersadar begitu berada di istana Kerajaan!...” Perintah tegas Putri Liu Yao pada prajurit penjaga yang senantiasa mengikutinya saat masuk kedalam bangunan penjara.


Tiga orang prajurit segera pergi begitu mendengar perintah Putri Liu Yao. Dari tempatnya berdiri, Putri Liu Yao dapat melihat tiga prajurit menyeret paksa pria yang bersikeras menolak pergi ke istana Kerajaan Shu. Di seret dari dalam penjara, pria itu sudah dalam keadaan tak sadarkan diri setelah beberapa pukulan menghantam tubuhnya.


“Bawa mereka berdua ke istana Kerajaan! Meski dia Bibiku, kalian tidak perlu sungkan berbuat kasar padanya kalau dia tidak bisa diajak bekerjasama,” ujar Putri Liu Yao lalu dia berjalan keluar lebih dulu dari bangunan penjara dengan Qin Chen berada di sampingnya, sementara Zang Lei berada di belakangnya.


“Menurutmu, hukuman apa yang akan diberikan Raja Song Kai pada Bibi?” tanya Putri Liu Yao pada Qin Chen.


“Bibi kamu bisa dipastikan akan kehilangan posisi Permaisuri, dan kemungkinan setelah itu dia akan diasingkan,” jawab Qin Chen sambil terus berjalan menuju istana Kerajaan Shu.


...----------------...


Setelah sampai di istana Kerajaan Shu yang bisa dikatakan semegah istana Kekaisaran Qing, Putri Liu Yao yang kali ini hanya didampingi Qin Chen, dia menemui Raja Song Kai dan orang-orang yang datang bersamanya. Setelah sedikit berbasa-basi, seperti biasa Putri Liu Yao duduk di singgasana Putri Mahkota karena dia belum resmi menjadi seorang Ratu.


Akan tetapi, setelah melihat interaksi diantara Putri Liu Yao dan pria bertopeng, Raja Song Kai tahu kalau ada hubungan spesial diantara mereka, dan lagi pria bertopeng terlihat lain saat sedang berinteraksi dengan Putri Liu Yao. ‘Pria yang kejam pada musuh, tapi akan senantiasa melindungi orang-orang terdekatnya,’ kata Raja Song Kai membatin.


“Paman Kai, ah maksud hamba Yang Mulia Raja, maaf hamba telah bertindak kasar pada Permaisuri Kerajaan Song, yang sebelumnya ingin berbuat buruk pada hamba,” ujar Putri Liu Yao.


Bukannya marah, Raja Song Kai justru menunjukkan senyuman lembut padanya.


“Panggil saja Paman seperti biasanya, dan kamu tidak perlu meminta maaf untuk apa yang kamu lakukan pada wanita itu!...”


“Kamu sudah aku anggap seperti putriku sendiri, dan apa yang kamu lakukan pada wanita itu memang pantas kamu lakukan padanya. Kamu sudah menceritakan semua padaku, dengan kesalahannya itu dia seharusnya mendapatkan hukuman yang lebih berat...”


Baru juga Raja Song Kai menuntaskan kata-katanya, Song Ziyi yang diseret empat orang prajurit akhirnya sampai di istana Kerajaan.


Tidak lama kemudian, pria yang diketahuinya telah menjalin hubungan terlarang dengan Song Ziyi juga sampai di istana Kerajaan Shu, tapi dia dalam keadaan pingsan.

__ADS_1


Putri Liu Yao memerintahkan prajurit membangunkan pria itu dengan cara menyiram tubuh pria itu menggunakan air yang sudah bercampur garam.


Begitu tubuhnya tersiram air bercampur garam, pria itu terbangun dan teriak histeris karena rasa sakit yang teramat menyakitkan di sekujur tubuhnya yang dipenuhi banyak luka.


“Aku menyerahkan mereka berdua pada Paman, dan terserah Paman mau memberi hukuman apa pada mereka,” kata Putri Liu Yao.


“Putriku, aku akan membawa mereka kembali ke Kerajaan Song, dan hukuman mereka akan aku berikan di hadapan seluruh penduduk Kerajaan Song,” ujar Raja Song Kai lalu dia memerintahkan prajurit yang datang bersamanya membawa Song Ziyi dan pria di sampingnya menuju kereta penjara yang dia bawa langsung dari Kerajaan Song.


Setelah keberadaan Song Ziyi dan pria yang terus merintih kesakitan tak lagi terlihat di istana Kerajaan Shu, Raja Song Kai tiba-tiba menunjukkan wajah serius, lalu dia berkata. “Putriku, aku akan mengirim dua ratus ribu prajurit seandainya Kekaisaran Qing datang menyerang Kerajaan Shu. Selain itu, aku dan Raja Tang Gong akan menyiapkan pasukan untuk kemungkinan terburuk...”


Kemungkinan terburuk yang dimaksud Raja Song Kai adalah pertempuran skala penuh melawan Kekaisaran Qing dan pendukungnya.


Meskipun saat ini hanya Kerajaan Gui yang jelas menjalin kerjasama dengan Kekaisaran Qing, tapi tidak menutup kemungkinan Kerajaan Chu akan bergabung dengan mereka. Dengan bergabungnya kekuatan Kerajaan Chu, tentu akan membuat kekuatan mereka jauh lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya.


Oleh karena itu, Raja Song Kai dan Raja Tang Gong yang memiliki hubungan dekat dengan Putri Liu Yao, mereka telah menyiapkan seluruh kekuatan Kerajaan Song maupun kekuatan Kerajaan Tang untuk membantu Kerajaan Shu yang kini bisa dianggap setara dengan Kekaisaran Qing dalam hal luas wilayah kekuasaan.


Meski kekuatan Kerajaan Song maupun kekuatan Kerajaan Tang tak sekuat Kerajaan Chu, tapi dengan menggabungkan kekuatan, mereka bisa mengimbangi kekuatan besar Kerajaan Chu.


“Paman sebaiknya tidak terlibat dalam peperangan ini karena peperangan yang akan terjadi hanya akan merugikan Kerajaan Paman,” ujar Putri Liu Yao.


“Kalau sekarang aku tidak terlibat dan membantu Kerajaan Shu, belum tentu Kerajaan Song akan terbebas dari peperangan di masa depan. Jujur saja, aku memiliki firasat mereka akan melakukan hal yang sama pada Kerajaan Song maupun Kerajaan Tang seandainya mereka berhasil menaklukkan Kerajaan Shu...”


“Putriku, keterlibatanku dalam peperangan kali ini bukan semata-mata membantu Kerajaan Shu, tapi kalau perang ini tidak diakhiri sekarang juga juga, dimasa depan akan kembali terjadi perang dan setiap terjadi perang, para penduduk akan menjadi sisi yang paling dirugikan, dan aku tidak ingin melihat itu semua terjadi,” ujar Raja Song Kai.


“Kalau memang itu yang menjadi alasan Paman, aku hanya bisa menyambut kedatangan Paman dalam pasukan Kerajaan Shu,” ujar Putri Liu Yao sambil menyunggingkan senyuman di bibirnya.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2