Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Menyerahkan Wilayah


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Istana Kerajaan Chu.


“Ayah, berapa banyak prajurit yang saat ini kita miliki?” tanya Ratu Li Wei pada ayahnya, Jenderal Li.


“Saat ini kita memiliki dua ratus ribu prajurit yang tergabung dalam pasukan elite, dan lebih dari empat ratus ribu prajurit pasukan Kerajaan,” jawab Jenderal Li.


“Kekuatan kita masih terlalu lemah jika dibandingkan dengan kekuatan Kekaisaran Qing yang memiliki lebih dari satu juta prajurit. Ayah, secepatnya kita harus meningkatkan kekuatan,” ujar Ratu Li Wei.


“Putriku, kenapa kamu terlihat begitu terburu-buru ingin meningkatkan kekuatan yang kita miliki? Apa kamu ingin memperluas wilayah ke wilayah Kerajaan lain?” tanya Jenderal Li menatap wajah Ratu Li Wei.


“Bukan seperti itu. Aku hanya ingin seluruh Kerajaan dan pihak Kekaisaran tahu kalau kita tidak lemah. Untuk menunjukkan kalau kita tidak lemah, secepatnya kita perlu meningkatkan kekuatan Kerajaan ini,” jawab Ratu Li Wei.


Setelah kepergian Pangeran ketiga dan bubarnya pasukan Naga Hitam, banyak Kerajaan yang menganggap remeh kekuatan Kerajaan Chu.


Demi membungkam anggapan remeh mereka, Ratu Li Wei berencana mensejajarkan kekuatan Kerajaan Chu setara dengan kekuatan Kekaisaran Qing. Oleh karena itu, dia sangat membutuhkan prajurit dalam jumlah besar.


“Kalau itu tujuan kamu, dengan senang hati Ayah akan membantu kamu mengumpulkan lebih banyak lagi prajurit,” kata Jenderal Li mendukung apa yang menjadi tujuan Ratu Li Wei.


Jenderal Li Wei sendiri geram dan marah saat banyak Kerajaan yang menganggap remeh Kerajaan Chu, yang mana saat ini Kerajaan Chu dipimpin oleh putrinya. Namun, saat ini kekuatan Kerajaan Chu memang belum cukup untuk membungkam mulut mereka, yang masih saja menganggap remeh kekuatan Kerajaan Chu.


Jenderal Li Wei meninggalkan ruang kerja putrinya, setelah selesai membahas beberapa hal yang memang perlu dia bahas dengan pemimpin Kerajaan Chu.


“Aku akan menunjukkan padanya, kalau aku bisa menjadi wanita yang lebih kuat dari Putri Liu Yao. Tunggu saja, saat waktunya tiba, aku sendiri yang akan membunuh wanita itu, dan kembali kamu akan jatuh ke dalam pelukanku!” gumam lirih Ratu Li Wei begitu Jenderal Li keluar meninggal ruang kerjanya.


Tujuan utama Ratu Li Wei menghimpun kekuatan adalah untuk membuktikan kalau dirinya lebih baik dibandingkan dengan Putri Liu Yao.


°°°


Istana Kerajaan Shu.


“Saat ini kekuatan Kerajaan Shu hanya terdiri dari seratus ribu prajurit Kerajaan, tujuh puluh lima ribu prajurit anggota pasukan Teratai Perak, sembilan puluh ribu prajurit anggota pasukan Teratai Emas, dan sepuluh ribu prajurit anggota pasukan Kura-Kura Hitam. Kekuatan yang Kerajaan Shu miliki jauh dari kekuatan ideal sebuah Kerajaan,” kata Putri Liu Yao pada Qin Chen.


“Bukannya masih ada prajurit yang berjaga di setiap kota? Kenapa hanya seratus ribu prajurit Kerajaan yang kamu hitung?” tanya Qin Chen.

__ADS_1


“Prajurit di kota adalah prajurit yang melindungi kota, sedangkan prajurit Kerajaan adalah prajurit yang melindungi seluruh wilayah Kerajaan. Sebelumnya prajurit Kerajaan berjumlah lebih dari empat ratus ribu prajurit, tapi sekarang kurang dari setengah mereka yang tersisa,” jawab Putri Liu Yao.


“Kalau begitu, masukkan saja pasukan Naga Hitam menjadi anggota prajurit Kerajaan,” ungkap Qin Chen tiba-tiba.


“Mereka tidak pantas menjadi prajurit Kerajaan...”


“Kenapa mereka tidak pantas menjadi prajurit Kerajaan Shu? Apa karena jumpa mereka terlalu sedikit, atau karena kekuatan mereka yang lebih lemah dibandingkan prajurit Kerajaan saat ini?” tanya Qin Chen.


“Mereka sama sekali tidak lemah, dan lima puluh ribu orang bukanlah jumlah yang sedikit. Akan tetapi, daripada menjadikan mereka sebagai prajurit Kerajaan, mereka lebih pantas masuk divisi pasukan khusus. Mungkin, kita bisa membentuk Kavaleri Naga Hitam yang anggotanya terdiri dari pasukan Naga Hitam dan pasukan Kura-Kura Hitam...”


Qin Chen senang mendengar pemikiran Putri Liu Yao tentang pembentukan Kavaleri Naga Hitam. Namun jumlah mereka masih terlalu kecil untuk membentuk sebuah kekuatan besar Kavaleri tempur. Setidaknya, sebuah Kavaleri tempur harus memiliki sedikitnya seratus ribu anggota. Untuk saat ini, sekalipun di gabung, jumlah pasukan Naga Hitam dan jumlah pasukan Kura-Kura Hitam belum bisa menyentuh angka seratus ribu.


Kalau ingin melengkapi jumlah mereka, terpaksa Qin Chen harus melakukan seleksi, dan kembali melakukan pelatihan khusus untuk mereka yang lolos seleksi.


“Kalau memang ingin membentuk Kavaleri tempur yang kuat, kita harus kembali melakukan seleksi dan melakukan pelatihan khusus pada mereka yang berhasil lolos seleksi,” kata Qin Chen sambil menatap wajah Putri Liu Yao yang tak tertutupi cadar karena saat ini mereka hanya berduaan.


“Aku akan membuat pengumuman di Ibukota tentang seleksi pembentukan pasukan khusus,” ujar Putri Liu Yao tahu apa yang harus dia lakukan.


Qin Chen menganggukkan kepalanya setuju. “Sebelum Kavaleri Naga Hitam benar-benar terbentuk, aku berharap informasi pembentukan Kavaleri Naga Hitam tidak tersebar ke Kerajaan Lain, atau bahkan tersebar sampai ke pihak Kekaisaran...”


“Kalau tersebar sebelum benar-benar terbentuk. Aku khawatir mereka akan berusaha menggagalkan pembentukan Kavaleri Naga Hitam,” ungkap Qin Chen serius.


Saat keduanya sedang serius membicarakan pembentukan Kavaleri Naga Hitam, keduanya mendengar suara derap langkah kaki mendekat ke tempat mereka.


Seorang prajurit meminta izin memasuki ruang kerja Putri Liu Yao di istana Kerajaan Shu karena ada yang ingin dia sampaikan pada sang Putri.


“Masuklah,” kata Putri Liu Yao begitu dia selesai memakai cadar menutupi sebagian wajahnya.


“Apa yang ingin kamu sampaikan padaku?” tanya Putri Liu Yao pada prajurit yang berlutut tak jauh darinya.


“Yang Mulia, ada petinggi Kerajaan Ming yang ingin bertemu dengan Yang Mulia...”


“Suruh mereka menunggu di aula Kerajaan karena aku harus bersiap terlebih dahulu sebelum menemui mereka!” kata Putri Liu Yao.


“Baik Yang Mulia...” Prajurit segera bangkit dan pergi meninggalkan ruang kerja Putri Liu Yao.


“Apa yang perlu kamu persiapkan? Bukannya kamu sudah tahu apa yang menjadi tujuan mereka datang ke istana ini?” ujar Qin Chen menatap Putri Liu Yao.

__ADS_1


“Setidaknya aku ingin berganti pakaian yang tidak menunjukkan kalau baru saja ada pria nakal yang menyentuh tubuhku...” Putri Liu Yao menatap genit Qin Chen.


Pergi ke ruangan di sebelah ruang kerjanya, Putri Liu Yao dengan cepat mengganti pakaiannya.


Tidak sampai sepuluh menit dia telah kembali ke ruang kerja tempat Qin Chen menunggu kedatangannya.


“Sebaiknya kita segera menemui mereka,” kata Putri Liu Yao sambil memeluk lengan Qin Chen.


Dengan berjalan beriringan dan Putri Liu Yao yang enggan melepas pelukannya di lengan Qin Chen, keduanya berjalan menuju aula Kerajaan, tempat petinggi Kerajaan Ming menunggu kehadiran mereka.


Prajurit penjaga pintu langsung mengumumkan kedatangan Putri Liu Yao dan Qin Chen, saat keduanya ingin memasuki aula Kerajaan.


“Sungguh wanita yang begitu anggun dan cantik...” kesan pertama tiga orang petinggi Kerajaan Ming saat melihat paras Putri Liu Yao meski sebagian wajahnya tertutupi cadar.


“Hormat kami pada Yang Mulia Putri Mahkota,” kata ketiganya begitu Putri Liu Yao duduk di singgasana Putri Mahkota, yang persis berada di samping sebelah kiri singgasana Raja.


Putri Liu Yao memang sengaja tidak duduk di singgasana Raja karena dia memang belum dilantik secara resmi sebagai pemimpin tertinggi Kerajaan Shu. Saat ini dia masih seorang Putri Mahkota Kerajaan Shu.


Putri Liu Yao menerima penghormatan mereka, dan menyuruh ketiganya kembali duduk setelah sempat berdiri saat menyambut kedatangannya. Begitu mereka duduk, Putri Liu Yao langsung saja bertanya apa tujuan mereka datang menemuinya.


Menteri Pertahanan Kerajaan Ming berdiri, lalu dia menjawab pertanyaan Putri Liu Yao, “Yang Mulia, maksud kedatangan kami adalah untuk membicarakan penyerahan seluruh wilayah Kerajaan Ming ke tangan Kerajaan Shu...”


“Kenapa kalian ingin menyerahkan seluruh wilayah Kerajaan Ming pada Kerajaan Shu?” tanya Putri Liu Yao.


“Yang Mulia, tak lagi ada sosok yang bisa diharapkan dapat memimpin Kerajaan Ming, oleh karena itu kami memutuskan menyerahkan seluruh wilayah Kerajaan Ming pada Kerajaan Shu...”


“Apa kalian tahu kalau saat ini Kerajaan Shu sedang mengalami penurunan kekuatan setelah peperangan dan pemberontakan yang baru saja terjadi? Dan lagi, Kerajaan Shu juga berada di situasi yang tidak baik dengan pihak Kekaisaran?...”


“Dengan banyaknya permasalahan yang sedang kami hadapi, apa kalian yakin tetap ingin menyerahkan semuanya pada kami?” tanya Putri Liu Yao.


Menteri Pertahanan Kerajaan Ming menoleh ke belakang, melihat kearah dua rekannya. Melihat keduanya menganggukkan kepala, dia langsung saja menjawab pertanyaan Putri Liu Yao. “Kami sangat yakin menyerahkan semuanya pada Yang Mulia, dan kami siap mengerahkan seluruh kekuatan untuk membantu Yang Mulia kalau memang Yang Mulia membutuhkan kekuatan kami...”


“Kalau kalian sudah memutuskan, dengan tangan terbuka aku menerima kalian menjadi bagian dari Kerajaan Shu, tapi jangan pernah kalian menghalang-halangi saat aku melakukan pembersihan di wilayah kalian!” seru Putri Liu Yao.


Mereka tahu yang dimaksud Putri Liu Yao dengan pembersihan, dan mereka sama sekali tidak memiliki niatan untuk menghalanginya.


“Yang Mulia berhak melakukan apapun di wilayah kami...”

__ADS_1


°°°


Bersambung...


__ADS_2