
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Setelah memastikan keamanan wilayah perbatasan, Putri Liu Yao membawa prajuritnya kembali ke ibukota Kerajaan. Putri Liu Yao untuk saat ini tidak memiliki keinginan menyerang balik Kerajaan Ming, tapi lain halnya kalau Kerajaan Ming kembali mencari masalah dengan Kerajaan Shu.
Mencari masalah kembali dengan Kerajaan Shu, artinya Kerajaan Ming siap menerima konsekuensi terburuk, saat Putri Liu Yao mengerahkan seluruh kekuatan yang dimilikinya.
Kalau sampai semua itu terjadi, bisa dipastikan Kerajaan Ming akan mengalami kehancuran, tapi kehancuran urung terjadi seandainya Kerajaan Ming memiliki kekuatan yang setara dengan kekuatan milik Putri Liu Yao.
“Putri, kenapa kita tidak membalas serangan Kerajaan Ming? Bukannya saat ini kita unggul dalam kekuatan dibandingkan dengan mereka?” tanya Qiao Bao pada Putri Liu Yao.
“Menyerang lebih sulit dilakukan dibandingkan bertahan. Menyerang mereka dengan kekuatan yang ada di tempat ini, kita hanya akan melakukan kebodohan seperti yang baru dilakukan Kerajaan Ming,” jawab Putri Liu Yao.
“Daripada menyerang mereka, lebih baik kita segera kembali ke ibukota untuk mempersiapkan kekuatan yang lebih besar dan lebih kuat. Dengan meningkatnya kekuatan yang kita miliki, sekalipun Kerajaan Ming bekerjasama dengan Kerajaan Gui menyerang Kerajaan Shu, kita tidak akan kekurangan kekuatan untuk melawan mereka,” imbuh Putri Liu Yao.
“Putri memang bijak, hamba akan senantiasa mendukung apa yang menjadi keputusan Putri,” ungkap Qiao Bao.
Qiao Bao segera naik ke atas kudanya, dan bersiap mengikuti Putri Liu Yao kembali ke ibukota. Sedangkan sang Putri, dia mengarahkan pandangannya pada Qin Chen yang sedang mengatur barisan prajurit.
Setelah Qin Chen selesai mengatur barisan prajurit, dia mengarahkan kudanya mendekati Putri Liu Yao yang kali ini juga menaiki kuda. Begitu Qin Chen berada di sebelahnya, Putri Liu Yao segera memberi perintah pada Jenderal Shang Hong yang berada di barisan depan untuk memulai perjalanan.
Perjalanan dari perbatasan ke ibukota Kerajaan Shu dapat ditempuh dalam waktu satu hari satu malam dengan hanya melakukan satu kali istirahat. Kalau lebih dari satu kali melakukan istirahat, tentu waktu yang diperlukan akan lebih lama.
Lima puluh ribu prajurit mengikuti di belakang Putri Liu Yao yang di kanan dan kirinya dijaga oleh Qin Chen dan Qiao Bao. Seluruh prajurit kembali dengan perasaan senang karena selain memenangkan perang, mereka kembali ke ibukota dalam keadaan utuh.
°°°
Setelah menempuh perjalanan datu hari satu malam dan hanya melakukan satu kali istirahat, Putri Liu Yao dan seluruh orang yang mengikutinya akhirnya sampai di ibukota Kerajaan Shu. Kedatangan mereka mendapat sambutan meriah dari penduduk ibukota yang sudah mendengar kabar dari perbatasan.
__ADS_1
Putri Liu Yao dan yang lainnya senang dengan sambutan penduduk ibukota, tapi mereka buru-buru kembali ke istana Putri Mahkota karena masih banyak urusan yang harus segera diselesaikan.
Namun, wajah Putri Liu Yao seketika terlihat jelek saat dia melihat keberadaan Raja Liu Feng yang sudah berdiri tegak di depan gerbang istana miliknya.
Putri Liu Yao yang lelah dan ingin beristirahat, dia turun dari kudanya, lalu berjalan menghampiri Raja Liu Feng, “Yang Mulia, kami semua mengalami kelelahan setelah melakukan perjalanan panjang dari wilayah perbatasan, dan ingin segera beristirahat. Oleh karena itu, apa Yang Mulia bisa menyingkir dari jalan?” tanya Putri Liu Yao.
“Putriku, aku di sini untuk menyambut kedatangan kalian yang telah memenangkan peperangan, dan memberi selamat padamu atas kemenangan yang luar biasa,” kata Raja Liu Feng.
“Terimakasih atas sambutan Yang Mulia, tapi kami benar-benar ingin segera beristirahat, jadi sebaiknya Yang Mulia segera menyingkir dari tempat ini!” seru Putri Liu Yao dengan sorot mata tajam menatap Raja Liu Feng.
Raja Liu Feng segera menepi setelah melihat bagaimana cara Putri Liu Yao menatap keberadaannya, “Putriku, kalau kamu menginginkan sesuatu, segera katakan padaku! Aku pasti memberikan apa yang kamu inginkan, kalau aku memiliki apa yang kamu inginkan,” kata Raja Liu Feng.
“Untuk saat ini aku tidak menginginkan apapun dari Yang Mulia, tapi di masa depan mungkin aku menginginkan sesuatu. Namun, aku yakin Yang Mulia tidak akan mampu memberikan padaku, apa yang menjadi keinginanku,” kata Putri Liu Yao lalu dia kembali menaiki kudanya, dan begitu saja masuk kedalam istana miliknya meninggal Raja Liu Feng yang terus menatap kearahnya.
‘Setelah kejadian di istana waktu itu, dia semakin membenciku. Aku tidak bisa membayangkan seberapa benci dia padaku, setelah aku menyiapkan acara pernikahan tanpa sepengetahuannya,’ kata Raja Liu Feng dalam hati, sebelum dia dan rombongannya pergi meninggalkan istana Putri Mahkota.
Zang Lei, mantan pemimpin bandit kura-kura hitam yang kini telah diangkat menjadi wakil pemimpin prajurit kura-kura hitam, dia segera menghampiri Qin Chen dan Putri Liu Yao setelah melihat keberadaan mereka.
Zang Lei menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat, setelah dia berada di hadapan dua orang yang telah memberi kesempatan kedua baginya untuk memperbaiki kehidupan.
Qin Chen sebagai pemimpin prajurit kura-kura hitam, menyuruh Zang Lei mengangkat kepalanya, “Saudara Lei, apa seluruh anggota bandit kura-kura hitam yang tersebar di berbagai tempat telah berkumpul di tempat ini?” tanya Qin Chen.
“Pemimpin, mereka semua telah berkumpul di tempat ini, dan sebagian masih berada di luar ibukota karena tempat ini sudah tidak mampu menampung keberadaan mereka,” jawab Zang Lei.
Mendengar itu, Putri Liu Ya berkata, “Di utara ibukota ada sebuah desa yang dulunya aku gunakan sebagai tempat saat melatih prajurit teratai emas. Setelah prajurit teratai emas selesai melakukan pelatihan, tempat itu tidak lagi terpakai, tapi aku masih sering menyuruh orang untuk menjaga tempat itu...”
“Bagi mereka yang belum memiliki tempat tinggal dan untuk kalian yang ingin melakukan pelatihan, tempat itu sangat cocok dijadikan tempat tinggal. Untuk persediaan, aku akan mengirim seluruh persediaan yang kalian butuhkan,” ungkap Putri Liu Yao.
Zang Lei senang mendengar itu karena orang-orang yang selama ini mengikutinya, akhirnya mereka memiliki tempat layak untuk tempat tinggal.
__ADS_1
“Saudara Lei, ada berapa orang yang siap menerima pelatihan dariku?” kembali Qin Chen bertanya pada Zang Lei.
“Pemimpin, jumlah keseluruhan mereka kurang lebih ada sepuluh ribu orang, tapi jumlah itu bisa jauh lebih banyak karena ada dari anggota lama yang membawa serta anggota keluarga mereka, yang selama ini berdiam diri di tempat persembunyian,” kata Zang Lei menjawab pertanyaan Qin Chen.
“Jumlah mereka lumayan banyak, tapi aku akan melakukan seleksi ketat pada mereka, dan aku tidak yakin mereka semua dapat lolos dari seleksi yang aku lakukan,” ujar Qin Chen.
Qin Chen sudah menyiapkan pelatihan khusus untuk prajurit kura-kura hitam, dan dia juga terpikirkan untuk mengumpulkan kembali orang-orang yang dulu ikut berperang bersamanya mengalahkan musuh Kerajaan Chu.
Mengumpulkan mereka, dan menyatukan kekuatan mereka dengan prajurit kura-kura hitam yang akan segera terbentuk. Kalau itu terjadi, prajurit teratai emas sekalipun tidak akan sebanding dengan prajurit kura-kura hitam.
“Zang Lei, aku akan mengirim orang untuk mengantarkan kamu ke tempat yang aku maksud,” kata Putri Liu Yao.
Zang Lei menganggukkan kepalanya, “Putri dan pemimpin telah banyak memberi bantuan padaku dan pada orang-orang yang selama ini ikut bersamaku. Aku dan mereka semua hanya bisa membalas kebaikan Putri dan pemimpin dengan kesetiaan, dan nyawa kami,” kata Zang Lei.
“Bagiku, kesetiaan kalian sudah cukup untuk membalas semuanya,” ujar Putri Liu Yao, lalu dia mengajak Qin Chen pergi meninggalkan Zang Lei.
Sebelum pergi mengikuti Putri Liu Yao, Qin Chen sempat berkata pada Zang Lei kalau pelatihan akan dimulai dua hari lagi, dan dia berharap semua orang mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi sebelum memulai pelatihan.
“Aku melihat Zang Lei dan yang lainnya akan menjadi bantuan terbesar di masa depan seandainya ada yang berbuat macam-macam pada Kerajaan Shu,” kata Putri Liu Yao pada Qin Chen.
Qin Chen mengangguk setuju, “Putri, dua hari ke depan aku akan pergi meninggalkan Kerajaan Shu untuk menyelesaikan suatu urusan. Aku berharap Putri memberi izin padaku untuk melakukan itu,” kata Qin Chen.
“Aku tidak akan bertanya apa yang ingin kamu lakukan, tapi aku cuma ingin kamu kembali dalam keadaan selamat,” ujar Putri Liu Yao sembari membuka cadar, dan menunjukkan senyumnya secara langsung di hadapan Qin Chen.
Qin Chen sendiri juga membuka topengnya, dan menunjukkan senyuman tipis di bibirnya pada Putri Liu Yao. Akan tetapi itu semua berlangsung singkat karena mereka harus kembali menutup sebagian wajah mereka saat datang sekelompok prajurit yang sedang melakukan patroli keamanan...
°°°
Bersambung...
__ADS_1