Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Membersihkan Benalu


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Istana Kerajaan Shu.


“Orang itu hanya memimpin selama beberapa hari, tapi dia sudah membuat banyak peraturan yang merugikan penduduk Kerajaan,” kata Putri Liu Yao melihat peraturan baru yang dibuat Kasim Kerajaan.


“Orang yang sudah mati tidak bisa di salahkan. Jadi, kita hanya bisa memperbaiki kesalahan yang dia perbuat semasa hidup,” kata Qin Chen yang senantiasa mendampingi Putri Liu Yao berkeliling istana Kerajaan Shu, membersihkan istana dari orang-orang yang setia pada Kasim Kerajaan.


“Kamu benar, dan begitu semua permasalahan di tempat ini berakhir kita akan langsung menggelar pesta pernikahan,” kata Putri Liu Yao yang terlihat sangat senang saat membicarakan pesta pernikahannya dengan Qin Chen.


“Apapun yang kamu rencanakan, aku akan mengikutinya,” kata Qin Chen yang sebenarnya tidak mengharapkan adanya pesta di acara pernikahannya. Dia hanya ingin meresmikan hubungan, bukannya menggelar pesta.


Meski tidak ingin menggelar pesta, Qin Chen hanya bisa mengikuti keinginan Putri Liu Yao yang ingin mengadakan pesta pernikahan.


Setelah berkeliling istana Kerajaan Shu dan tak lagi menemukan orang-orang yang memiliki hubungan dengan Kasim Kerajaan. Keduanya memutuskan pergi ke halaman istana, melihat hasil kerja Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong.


“Putri, mereka semua adalah orang-orang yang berkaitan erat dengan Kasim Kerajaan...” Qiao Bao menunjukkan puluhan orang yang dipaksa berlutut di halaman istana Kerajaan Shu.


Putri Liu Yao menatap satu persatu mereka yang berlutut di istana Kerajaan Shu.


“Seret mereka ke alun-alun, dan jatuhkan hukuman mati pada mereka!” seru Putri Liu Yao tegas.


“Putri, bagaimana dengan keluarga mereka, apa kita juga memberikan hukuman yang sama pada mereka?” tanya Jenderal Shang Hong.


“Barikan hukuman yang sama pada mereka! Membiarkan mereka hidup hanya akan membuat orang-orang itu menjadi benalu di Kerajaan ini...”


“Kalau perlu, kalian telusuri seluruh orang yang memiliki hubungan darah dengan mereka. Sama seperti mereka, jatuhkan hukuman mati pada siapapun yang masih memiliki hubungan darah dengan mereka!...” Putri Liu Yao tidak ingin berbelas kasih pada mereka yang hanya akan menjadi benalu di Kerajaan Shu.

__ADS_1


“Baik Putri, kami akan melakukan sesuai keinginan Putri,” kata Jenderal Shang Hong, lalu dia dan Qiao Bao serta puluhan prajurit menyeret orang-orang yang memiliki hubungan dengan Kasim Kerajaan ke alun-alun ibukota untuk mendapatkan hukuman.


“Kalian cari siapa saja yang memiliki hubungan darah dengan mereka, dan jatuhkan hukuman di tempat untuk mereka!” perintah Jenderal Shang Hong pada prajuritnya setelah hukuman di alun-alun ibukota selesai dilakukan.


Puluhan prajurit Jenderal Shang Hong dibantu puluhan prajurit yang berasal dari pasukan teratai perak, mereka segera memburu orang-orang yang memiliki hubungan darah dengan mereka yang telah menjalani hukuman di alun-alun ibukota.


“Saudara Bao, tugas kita belum selesai. Sebaiknya kita segera mendatangi rumah mereka dan melakukan seperti apa yang dikatakan Putri Liu Yao,” kata Jenderal Shang Hong pada Qiao Bao.


Jenderal Shang Hong, Qiao Bao, dan puluhan prajurit mendatangi satu-persatu rumah orang-orang yang sebelumnya telah dihukum di alun-alun ibukota. Di setiap rumah yang mereka datangi akan selalu diwarnai darah dan jeritan pilu penghuni rumah.


Penduduk ibukota sudah tahu apa yang sedang dilakukan Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong. Bukannya ketakutan, penduduk ibukota justru senang dengan apa yang dilakukan Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong. Bagi penduduk ibukota, orang-orang yang mati di tangan Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong, orang-orang itu memang pantas mati karena selama beberapa hari Kasim Kerajaan menjabat sebagai Raja, orang-orang itu selalu menindas penduduk ibukota.


Selain menindas, orang-orang itu juga mengambil harta benda penduduk ibukota, bahkan ada beberapa anak gadis penduduk ibukota yang harus kehilangan kesucian mereka akibat perbuatan orang-orang yang kini sudah mati berlumuran darah.


Menjelang malam, sudah lebih dari seribu orang yang diketahui memiliki hubungan darah dengan mereka yang telah menjalani hukuman di alun-alun ibukota, dan jumlah itu dipastikan akan terus bertambah karena Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong masih saja bergerak mendatangi tempat-tempat yang dihuni oleh orang-orang yang sempat melakukan penindasan saat Kasim Kerajaan menjabat sebagai Raja Kerajaan Shu.


“Semua ini memang harus terjadi untuk masa depan Kerajaan Shu, terutama semua itu harus terjadi untuk memberi rasa aman pada penduduk Kerajaan,” kata Putri Liu Yao pada Qin Chen setelah dia mendengar laporan terbaru dari pekerjaan yang dia percayakan pada Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong.


“Kamu benar, membiarkan lebih lama keberadaan mereka, itu hanya akan membuat mereka semakin kuat, dan semakin sulit bagi kita untuk dibersihkan keberadaan mereka,” balas Putri Liu Yao.


Qin Chen dan Putri Liu Yao bukannya hanya berdiam diri di istana saat Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong sedang bekerja. Keduanya bersama-sama sedang menyusun rencana untuk menyetabilkan keadaan ibukota Kerajaan setelah kekacauan yang dilakukan Kasim Kerajaan dan orang-orangnya.


“Setelah saudara Bao dan saudara Hong selesai membereskan mereka, giliran tugas kita untuk memberi keamanan dan kenyamanan pada penduduk ibukota. Untuk itu semua, biarkan Zang Lei dan pasukan kura-kura hitam yang melakukannya. Kekuatan mereka lebih dari cukup untuk memberi rasa aman dan nyaman pada penduduk ibukota Kerajaan,” kata Qin Chen.


Putri Liu Yao setuju dengan rencana Qin Chen yang ingin menempatkan Zang Lei dan pasukan kura-kura hitam menjaga keamanan dan kenyamanan ibukota Kerajaan. “Setalah masalah di Kerajaan ini berhasil kita atasi dan begitu kita meresmikan hubungan, sebenarnya masih banyak masalah yang harus kita selesaikan, terutama permasalahan dengan Kerajaan Gui dan Kekaisaran Qing,” ujar Putri Liu Yao.


“Kamu tenang saja, selama ada aku, kamu tidak akan pernah berjuang seorang diri,” kata Qin Chen sembari mendaratkan ciuman lembut ke kening Putri Liu Yao yang duduk di sebelahnya.


Putri Liu Yao tersenyum lembut mendapatkan perlakuan hangat dari Qin Chen, dan perlakuan hangat yang dia terima membuatnya semakin tidak ingin kehilangan Qin Chen.

__ADS_1


°°°


Pagi hari di istana Kerajaan Shu.


Qin Chen terbangun dari tidurnya dan segera memakai pakaiannya yang jatuh berserakan di bawah tempat tidur. Menoleh ke samping, dia mendapati Putri Liu Yao yang kecantikannya tidak memudar meski dalam keadaan tertidur.


Tidak tega membangunkan Putri Liu Yao yang masih terlelap dalam tidurnya, Qin Chen memutuskan pergi ke kamar mandi. Namun, sebelum pergi dia menyempatkan diri menata kembali selimut yang menutupi tubuh Putri Liu Yao. Meski kecil kemungkinan ada orang masuk ke dalam kamar karena pintu dan jendela terkunci rapat, Qin Chen ingin tubuh Putri Liu Yao tetap dalam keadaan tertutup rapat.


Selesai membersihkan tubuhnya di kamar mandi, Qin Chen kembali ke kamar, dimana di kamar itu sudah duduk di atas tempat tidur sosok wanita cantik yang sedang menunggu kedatangannya.


Melihat sosok Qin Chen, wanita cantik yang tak lain adalah Putri Liu Yao, dia langsung saja melompat dari atas tempat tidur, dan mendarat di pelukan Qin Chen.


Qin Chen memeluk erat tubuh Putri Liu Yao yang tak lagi tertutup selimut saat melompat ke pelukannya. Hanya menggunakan pakaian berkain tipis, Qin Chen dapat merasakan kehangatan tubuh Putri Liu Yao, yang seketika membuat miliknya mengeras.


“Jangan lagi untuk pagi ini. Aku sangat lelah dan lagi itu masih sakit setelah kamu terus melakukannya di sepanjang malam, bahkan kamu baru berhenti saat ayam jago berkokok,” ujar Putri Liu Yao di pelukan Qin Chen.


“Aku pria normal, tentu itu mengeras saat ada wanita yang memelukku dalam keadaan tanpa pakaian,” kata Qin Chen lirih di dekat telinga Putri Liu Yao.


Putri Liu Yao hanya tertawa lirih mendengar itu, lalu dia buru-buru pergi ke kamar mandi setelah terlepas dari pelukan Qin Chen.


“Panggil pelayan untuk mempersiapkan pakaianku, tapi pakai dulu pakaianmu sebelum memanggik mereka!” kata Putri Liu Yao sebelum masuk kedalam kamar mandi.


Qin Chen hanya tersenyum mendengar itu, lalu dia segera memakai pakaiannya, dan setelahnya dia memanggil pelayan untuk menyiapkan kebutuhan wanitanya.


Tidak lama setelah dipanggil Qin Chen, keempat pelayan pribadi Putri Liu Yao langsung saja masuk kedalam kamar yang ditempati Qin Chen dan Putri Liu Yao.


Berada di dalam kamar sambil menyiapkan pakaian dan kebutuhan lainnya yang biasa digunakan Putri Liu Yao setelah mandi, keempat pelayan senyum-senyum sendiri melihat keadaan tempat tidur yang sangat berantakan.


“Pikiran polos mereka mulai tercemar,” gumam Qin Chen saat melihat senyuman di wajah mereka.

__ADS_1


°°°


Bersambung...


__ADS_2