Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Berada Dalam Posisi Terjepit


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


“Meski telah menjalin kerjasama, aku tidak akan menerima bantuan prajurit dari Paman. Menurutku, prajurit sebanyak itu sebaiknya Paman gunakan untuk memperkuat kekuatan Kerajaan Song yang mungkin akan menghadapi perang besar dengan Kerajaan Chu,” ujar Putri Liu Yao.


“Kalau aku tidak memberi bantuan prajurit, bagaimana mungkin kamu dapat mempertahankan Kerajaan Shu dari gempuran Kekaisaran Qing dan Kerajaan Gui?” tanya Raja Song Kai.


“Paman, kekuatan Kerajaan Shu saat ini lebih dari cukup untuk menahan gempuran mereka,” jawab Putri Liu Yao.


“Putriku, bukannya Kerajaan Shu baru saja kehilangan sebagian besar prajurit setrlelah terjadi pemberontakan dan perang melawan Kerajaan Ming, lalu bagaimana mungkin dalam waktu singkat Kerajaan Shu memiliki kekuatan yang cukup untuk menghadapi gempuran mereka?” kembali Raja Song Kai bertanya pada Putri Liu Yao.


Putri Liu Yao tersenyum mendengarnya, lalu dia menceritakan tentang adanya kekuatan tambahan yang didapat Kerajaan Shu dari mantan prajurit Kerajaan Ming yang sebelumnya telah lolos seleksi kesetiaan.


Raja Song Kai menganggukkan kepala setelah mendengar keseluruhan cerita Putri Liu Yao.


“Dengan kekuatan sebanyak itu, kalau hanya bertahan aku yakin kamu bisa melakukannya,” ujar Raja Song Kai yang kini dia tahu kekuatan Kerajaan Shu jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Setelah menyepakati kerjasama dengan Putri Liu Yao, Rasa Song Kai memutuskan pergi undur meninggalkan istana Kerajaan Shu karena secepatnya dia harus kembali ke Kerajaan Song.


Putri Liu Yao hanya mengantar kepergian rombongan Raja Song Kai sampai gerbang istana, dan setelahnya dia kembali ke dalam istana membahas pertemuan singkatnya dengan Raja Song Kai bersama orang-orang kepercayaannya.


Sementara itu di dalam kereta kuda Raja Song Kai yang baru meninggalkan istana Kerajaan Shu, pria dengan penutup wajah tiba-tiba saja masuk kedalam kereta kuda Raja Song Kai.


“Aku tidak menyangka Kerajaan Shu justru jauh lebih kuat saat berada di tangannya. Dari segi sumberdaya prajurit dan kekuatan, bisa dikatakan Kerajaan Shu sedikit berada di atas Kerajaan Chu, tapi Kerajaan Shu masih berada di bawah kekuatan Kekaisaran Qing,” ujar pria bertopeng yang dengan santainya duduk berhadap-hadapan dengan Raja Song Kai.


“Semua berada di luar prediksiku. Awalnya aku mengira Kerajaan Shu sedang berada di titik terlemah, ternyata kekuatan mereka masih jauh diatas kekuatan Kerajaan Song,” kata Raja Song Kai.


“Awalnya kamu berencana memasukkan dua ratus ribu prajurit ke Kerajaan Shu untuk memperlancar rencanamu. Akan tetapi semua itu gagal karena dia menolak dengan halus keberadaan prajurit Kerajaan Song di Kerajaannya...”


“Apa menurutmu dia sudah mengetahui rencanaku?” tanya Raja Song Kai.


Pria bertopeng menggelengkan kepala. “Aku rasa saat ini dia belum mengetahui rencana kamu, tapi ada seseorang di dekatnya yang sepertinya curiga dengan kamu,” jawab pria bertopeng.

__ADS_1


“Maksudmu, pria bertopeng yang selalu berada di dekatnya? Entah kenapa aku merasa was-was dengan pria itu...”


“Dari sorot matanya aku bisa tahu kalau dia sosok pria kejam terhadap musuh, tapi bisa menjadi sosok pelindung bagi orang-orang yang ingin dia lindungi,” kata Raja Song Kai.


“Meskipun dia kejam dan bisa menjadi sosok pelindung, tanpa kekuatan dia hanya akan menjadi sampah. Dari apa yang aku lihat, dia hanya pandai menilai situasi, tapi soal kekuatan berdiri, aku merasa beladirinya biasa-biasa saja,” ungkap pria bertopeng.


Raja Song Kai setuju dengan pendapat sosok bertopeng, yang sudah menemaninya selama lima tahun terakhir, dan berkat pria bertopeng di hadapannya Kerajaan Song tak lagi dianggap remeh oleh Kerajaan lain.


...----------------...


Setelah orang-orang kepercayaannya berkumpul di istana Kerajaan, Putri Liu Yao segera mengatakan apa yang ingin dia katakan.


“Musuh kita sepertinya akan semakin banyak, Kerajaan Song yang selama ini hanya diam, sepertinya mereka sedang menumpuk kekuatan untuk menguasai Kerajaan lain...”


Semua orang yang mendengar perkataan Putri Liu Yao, tak satupun dari mereka membantah apa yang dikatakan sang Putri. Apalagi mereka melihat gelagat aneh dari prajurit Kerajaan Song saat mereka berada di istana Kerajaan Shu.


Dari apa yang mereka lihat, beberapa prajurit Kerajaan Song terus berkeliling ke segala penjuru istana Kerajaan Shu seolah mereka sedang mencari titik lemah dari pertahanan istana Kerajaan. Keanehan itu semakin terasa saat ada prajurit Kerajaan Shu yang menegur mereka. Bukannya menjawab, mereka justru buru-buru pergi menjauhi keberadaan prajurit Kerajaan Shu.


“Aku tidak bisa menjawab pertanyaan Jenderal Hong, tapi segera aku akan mengirim mata-mata untuk mengumpulkan informasi di Kerajaan Tang,” kata Putri Liu Yao.


“Namun, kalau terbukti ada kerjasama antara Kerajaan Tang dan Kerajaan Song, posisi Kerajaan Shu akan semakin terpojok. Di utara ada Kerajaan Gui dan Kekaisaran Qing, Di Timur ada Kerajaan Tang dan Song, serta di tenggara ada Kerajaan Chu. Meski wilayah selatan dan sebagian wilayah barat telah jatuh ke tangan kita, tetap saja kita akan kesulitan melawan musuh dari berbagai sisi,” ujar Putri Liu Yao.


“Saat ini jumlah prajurit Kerajaan Shu secara keseluruhan hanya berkisar diantara satu juta sampai satu setengah juta prajurit. Hanya dengan jumlah seperti itu, kita benar-benar hanya bisa bertahan menghadapi gempuran musuh,” ungkap Zang Lei.


Jika di total, Kerjaan Shu akan menghadapi lebih dari empat juta prajurit, yang sebagian besar tentu berasal dari Kekaisaran Qing dan Kerajaan Chu. Hanya memiliki prajurit tak sampai setengah jumlah prajurit musuh, Kerajaan Shu hanya akan bertahan total dari gempuran musuh.


Saat semua kebingungan harus melakukan apa, Qin Chen dengan tenang berkata, “Aku telah berhasil mempelajari cara pembuatan meriam dan bahan peledak yang jauh lebih besar daya ledaknya dibandingkan bahan peledak yang selama ini kita beli dari pihak barat. Bahan peledak yang aku kembangkan, memiliki daya ledak dua kali lebih besar dari yang dijual pihak barat pada kita...”


“Tanpa sepengetahuan kalian, dengan memanfaatkan bangunan kosong tak jauh dari tempat pelatihan calon anggota Kavaleri Naga Hitam, aku telah membangun pabrik senjata berat. Pabrik itu dalam satu bulan setidaknya mampu menghasilkan tiga puluh meriam dan puluhan ton bahan peledak...”


“Semakin banyak persenjataan berat yang kita miliki, kita bisa membunuh banyak musuh dari kejauhan tanpa harus turun langsung berperang dengan mereka...”


“Meskipun terkesan licik, semua itu perlu kita lakukan untuk menutupi perbedaan jumlah kekuatan yang begitu mencolok,” ujar Qin Chen menutup informasi yang baru dia katakan.

__ADS_1


Semua orang menghirup nafas lega setelah mendengar keseluruhan informasi yang disampaikan Qin Chen.


Mereka benar-benar tidak menyangka kalau selama ini Qin Chen menyembunyikan fakta kalau dia telah menemukan cara membuat meriam, bahkan dia bisa menciptakan bahan peledak yang lebih baik dibandingkan apa yang dijual pihak barat.


“Sebenarnya aku sudah melakukan penelitian sejak masih berada di Kerajaan Shu, dan sekaran kita semua bisa menikmati hasil penelitian yang selama ini aku lakukan...”


...----------------...


Kekaisaran Qing.


Kaisar Qing Luo sedang melihat persiapan pasukan Kekaisaran yang tak lama lagi akan dia kirim ke medan pertempuran di Kerajaan Shu. Dari dua juta lebih prajurit Kekaisaran, Kaisar Qing Luo mengirim lebih dari setengahnya menuju medan pertempuran. Dalam perang kali ini Kaisar memberi dua tugas penting pada pasukannya yaitu memenangkan pertempuran, dan menghancurkan Kerajaan Shu.


Dengan jumlah pasukan yang sudah dia siapkan, dan nantinya akan ditambah dengan kekuatan Kerajaan Gui. Kaisar Qing Luo yakin Kekaisaran akan memenangkan perang dan menghancurkan Kerajaan Shu.


“Yang Mulia, ada mata-mata Kekaisaran yang mengatakan tentang penumpukan pasukan Kerajaan Song di perbatasan Kerajaan Tang. Tanpa alasan yang jelas, Kerajaan Song sepertinya mencoba menguasai Kerajaan Tang,” kata Kasim Kekaisaran yang sudah melayani Kaisar Qing Luo sejak masih berusia lima tahun.


“Kerajaan Song yang dulunya merupakan Kerajaan lemah yang hanya bersembunyi di belakang kekuatan Kekaisaran, ternyata diam-diam mereka selama ini menghimpun kekuatan untuk memperluas wilayah. Namun aku tidak menyangka, mereka justru ingin menyerang Kerajaan Tang yang selama ini memiliki hubungan baik dengan mereka,” ujar Kaisar Qing Luo.


“Yang Mulia, konon katanya ada sosok yang membantu Raja Song Kai mengelola Kerajaan Song, dan sosok itu juga yang membuat kekuatan militer Kerajaan Song meningkat pesat,” kata Kasim Kekaisaran.


“Bagaimana mungkin ada sosok seperti itu di Kerajaan Song? Kasim, jangan terlalu percaya berita sebelum kamu mengecek sendiri kebenarannya!” ujar Kaisar Qing Luo.


Kasim Kekaisaran mengerti, dan secepatnya dia akan mencari tahu kebenadan berita tentang sosok dibalik perkembangan Kerajaan Song. Namun sebelum melakukan itu, dia melaporkan sesuatu pada Kaisar Qing Luo.


“Yang Mulia, hamba sudah mengatur pertemuan antara Yang Mulia dan Ratu Li Wei dari Kerajaan Chu. Selain itu, hamba juga sudah menyiapkan apa yang Yang Mulia inginkan...”


Senyum lebar terlihat jelas di wajah Kaisar Qing Luo mendengar itu. “Hahahaha, kalau aku berhasil mendapatkan apa yang aku inginkan dari wanita itu, kamu bebas mencari kehangatan dengan para gundik dan pelayan di istana ini...”


Kasim Kekaisaran hanya tersenyum, lalu dia kembali diam berdiri di samping Kaisar Qing Luo.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2