Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Rencana Serangan Balik


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Setelah pagi berganti siang akhirnya rombongan prajurit yang dipimpin Jin Yan sampai di benteng Kerajaan Qiao, melihat Jin Yan dan kelompok prajurit yang baru datang, Qin Chen langsung memerintahkan mereka untuk istirahat karena besok pagi-pagi sekali mereka sudah harus pergi ke medan pertempuran.


Mereka segera menempati tenda kosong yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh prajurit yang tergabung dalam rombongan Qin Chen.


Namun, Jin Yan yang sama sekali tidak merasa lelah memutuskan menemani Qin Chen yang ingin mendiskusikan penyerangan benteng pertahanan Kekaisaran Barat bersama Qiao Bao dan juga Jin Han.


Setelah sampai di tenda utama, Qin Chen dan Jin Yan segera masuk ke dalam tenda, kemudian keduanya duduk di tempat yang sudah disediakan khusus untuk mereka.


Melihat semua orang sudah hadir, Qiao Bao segera menunjukkan peta benteng pertahanan Kekaisaran Barat, yang digambar langsung olehnya saat beberapa minggu yang lalu dia berhasil menyusup ke dalam benteng itu.


Gambar Qiao Bao sangat detail dan mudah dimengerti. Selain menggambarkan tata letak persenjataan dan letak gudang penyimpanan senjata, Qiao Bao juga menggambarkan titik lemah benteng pertahanan Kekaisaran Barat.


“Mereka kuat di bagian depan, tapi bagian kanan dan kiri benteng jauh lebih lemah dibandingkan bagian depan.” Qiao Bao menjelaskan sambil menunjukkan gambar yang dia gambar sendiri.


“Dari luar memang semua bagian terlihat sama, baik dari depan, dari sisi kanan, dari sisi kiri, maupun dari sisi belakang. Akan tetapi, begitu kita masuk ke dalam benteng, dengan jelas kita dapat melihat perbedaan kekuatan benteng mereka.” Qiao Bao kembali menunjuk apa yang sudah dia gambarkan.


“Dinding benteng bagian depan memiliki ketebalan sepuluh meter, tapi tiga sisi yang lain hanya memiliki ketebalan dua setengah meter. Hanya dengan empat kali serangan meriam, dinding benteng di sisi kanan maupun kiri dengan mudah dapat kita hancurkan.” Qiao Bao sangat yakin dengan perkataannya karena dia sudah melihat secara langsung kekuatan benteng pertahanan Kekaisaran Barat.


“Dari apa yang kamu gambarkan, untuk menjangkau sisi kanan dan kiri benteng juga tidak sulit. Mengarahkan senjata berat ke tempat itu bukanlah sesuatu yang menyusahkan,” ujar Qin Chen.


Di sisi kanan dan kiri benteng hanyalah hutan yang tidak terlalu rimbun, banyak celah diantara pepohonan yang bisa digunakan untuk menembakkan meriam, dan menghancurkan dinding benteng.


“Kalau gambaran yang kamu buat benar adanya, bukan sesuatu yang sulit untuk kita mengalahkan mereka. Namun, kita harus tetap waspada dengan apa yang tidak kita ketahui! Sebisa mungkin jangan pernah meremehkan kekuatan musuh, meski dia dalam keadaan sekarat!” kata Qin Chen.


Dengan cepat mereka memutuskan untuk melakukan serangan di keesokan hari, tepat setelah terbitnya matahari. Mereka bisa saja melakukan serangan di malam hari, tapi melakukan pertempuran malam di tengah hutan dengan minim pencahayaan hanya akan merugikan mereka yang tidak terbiasa melakukan pertempuran seperti itu.

__ADS_1


Pembagian prajurit juga telah mereka lakukan di mana Qin Chen dan Jin Yan akan melakukan serangan langsung dari depan, Qiao Bao dan prajurit Kerajaannya melakukan serangan dari sisi kiri, dan sisi kanan menjadi tugas Jin Han dan prajurit Kerajaannya.


Tugas Qin Chen, Jin Yan, dan prajurit Kekaisaran Shu adalah mengalihkan konsentrasi musuh. Sedangkan Qiao Bao dan Jin Han, mereka akan menjadi eksekutor untuk menghancurkan kekuatan musuh.


Dengan perencanaan yang begitu matang, muncul keyakinan pada diri mereka dapat memenangkan pertempuran yang akan segera terjadi.


Qin Chen kembali ke tendanya dengan di temani Jin Yan. Meskipun serangan baru akan dilakukan di keesokan harinya, malam ini Qin Chen berencana menyusup ke dalam benteng Kekaisaran Barat, untuk melihat langsung kelemahan yang dimiliki benteng itu.


Bukannya dia tidak percaya dengan gambaran yang ditunjukkan Qiao Bao, tapi dia hanya ingin membuktikan semuanya secara langsung, sekalian dia juga ingin memastikan keberadaan Kaisar Bernard dan Putra Mahkota Arthur di tempat itu.


“Jin Yan, malam ini aku ingin sedikit bermain-main di benteng pertahanan Kekaisaran Barat,” kata Qin Chen begitu berada di dalam tendanya.


Jin Yan yang mendengar itu segera berkata, “Yang Mulia, izinkan hamba ikut pergi bersama Yang Mulia! Hamba tidak akan tenang kalau membiarkan Yang Mulia pergi seorang diri.”


Qin Chen menggelengkan kepala. “Aku cuma pergi sebentar, dan sebaiknya gunakan waktu yang tersisa untuk istirahat. Aku tidak ingin konsentrasimu besok menurun gara-gara rasa lelah yang tiba-tiba datang! Ini perintah dan tidak ada penolakan!” kata tegas Qin Chen.


Jin Yan yang sebelumnya tidak ingin membiarkan Qin Chen pergi sendirian, pada akhirnya dia hanya bisa menurut setelah mendengar perkataan tegas Qin Chen.


Tidak memasuki benteng pertahanan Kekaisaran Barat dari depan, Qin Chen mencoba menerobos masuk dari sisi kiri benteng yang menurut penggambaran Qiao Bao merupakan sisi dengan pertahanan paling lemah, dibandingkan pertahanan sisi depan dan sisi kanan.


Qin Chen langsung menerobos masuk tanpa ada yang menyadari kalau dirinya sudah berada di dalam benteng, dan jelas melihat kebenaran dari gambaran yang ditunjukkan Qiao Bao.


Dengan teknik meringankan tubuh, Qin Chen berpindah dari tempat satu ke tempat lain tanpa ada yang menyadari pergerakannya. Terus bergerak melihat-lihat keadaan benteng pertahanan Kekaisaran Barat, akhirnya Qin Chen menemukan apa yang dia cari.


“Padahal mereka bisa kembali ke istana Kekaisaran, tapi mereka memilih bertahan di tempat ini,” gumam Qin Chen lirih sambil mencoba mencuri dengar apa yang sedang dibicarakan Kaisar Bernard dan Putra Mahkota Arthur di dalam tenda mereka.


“Prajurit bantuan dan persenjataan baru bisa datang dua hari lagi. Setelah dua hari kita akan kembali mencoba menyerang benteng Kerajaan Qiao,” kata Kaisar Bernard.


“Ayahanda, bagaimana kalau prajurit Kerajaan Qiao menyerang sebelum bala bantuan datang? Seberapa yakin Ayahanda kalau benteng ini dapat bertahan dari serangan mereka?” tanya Putra Mahkota Arthur.

__ADS_1


“Selama mereka datang dari arah depan, aku sangat yakin benteng ini dapat bertahan dari serangan Kerajaan Qiao. Lagi pula, mereka tidak tahu tentang kelemahan benteng ini, jadi kemungkinan besar mereka melakukan serangan dari arah depan, dan sekuat tenaga mereka akan berusaha menjebol gerbang benteng,” jawab Kaisar Bernard.


“Meskipun mereka sekuat tenaga berusaha menjebol gerbang benteng, mereka tidak akan pernah bisa melakukan itu karena pertahanan kita terlalu kuat untuk bisa mereka tembus,” lanjutnya.


Putra Mahkota Arthur hanya menganggukkan kepala mendengar perkataan Kaisar Bernard. Sedangkan Qin Chen yang juga mendengar perkataan Kaisar Bernard, dia menunjukkan senyuman tipis di bibirnya sambil menggelengkan kepala.


“Sayangnya musuh kalian sudah mengetahui kelemahan dari benteng yang hanya terlihat kuat dari sisi luar. Puluhan meriam, belasan pelontar bola api, semua itu tidak akan berguna begitu kedua sisi benteng kalian berhasil dihancurkan,” gumam lirih Qin Chen kemudian dia pergi ke gudang persenjataan yang berada di benteng pertahanan Kekaisaran Barat.


Melihat gudang persenjataan hanya di jaga empat prajurit, sedangkan prajurit lainnya berada di tempat yang cukup, hanya dalam hitungan detik Qin Chen berhasil melumpuhkan empat prajurit penjaga tanpa menimbulkan suara yang membuat curiga prajurit penjaga lainnya.


Memposisikan keempat prajurit dalam posisi duduk seolah mereka sedang tidur, Qin Chen begitu saja masuk ke dalam gudang yang menyimpan berbagai jenis senjata, termasuk peluru meriam.


Setelah berada di dalam gudang senjata, Qin Chen hanya bisa tersenyum melihat tumpukan senjata yang sebentar lagi akan dia hancurkan. Kalau saja dia bisa membawa senjata di dalam gudang ini ke benteng Kerajaan Qiao, dia pasti dapat menghemat banyak pengeluaran untuk Kekaisarannya, tapi sayangnya dia tidak bisa membawa apa-apa dari gudang persenjataan milik Kekaisaran Barat.


“Semua ini harus aku hancurkan, supaya prajurit yang aku miliki tidak mati sia-sia di medan pertempuran.” Qin Chen melempar obor yang dia bawa dari luar gudang ke arah tumpukan bola besi peledak, yang merupakan peluru dari meriam milik Kekaisaran Barat. Setelah itu, dengan gerakan yang begitu cepat dia keluar dari gudang persenjataan, dan melesat meninggalkan benteng pertahanan Kekaisaran Barat.


Berdiri di atas benteng pertahanan Kekaisaran Barat, kedua bola mata Qin Chen tertuju ke arah gudang persenjataan yang berada di sisi belakang benteng.


“Semoga kalian menyukai sedikit hadiah dariku!” gumam Qin Chen.


“BOOM... BOOM... BOOM...” Suara ledakan berkali-kali terdengar dari arah gudang persenjataan.


Selain menghancurkan bangunan yang dijadikan sebagai gudang penyimpanan senjata, ledakan juga menghancurkan bangunan di sekitarnya, dan memusnahkan lebih dari seratus prajurit yang berada seratus meter dari sumber ledakan.


Tidak butuh waktu lama Kaisar Bernard dan Putra Mahkota Arthur sampai di tempat ledakan dan bersama-sama dengan ribuan prajurit mereka mencoba memadamkan api untuk menyelamatkan apa yang masih bisa diselamatkan. Namun, melihat besarnya kobaran api dan besarnya ledakan yang sebelumnya terjadi, kecil kemungkinan ada yang bisa diselamatkan dari gudang persenjataan.


“Api unggun yang besar sangat cocok untuk menghangatkan dinginnya malam musim dingin,” kata Qin Chen sambil tersenyum.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2