
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
“Sekarang apa yang harus kita lakukan pada mayat mereka?” tanya Qiao Bao menatap bergantian Qin Chen dan Putri Liu Yao.
“Tumpuk dan bakar mayat mereka sampai menjadi abu! Akan tetapi, sisakan beberapa kepala mereka karena aku ingin mengirimnya ke istana Kerajaan Shu, supaya orang itu tahu apa yang akan terjadi padanya saat dia berurusan denganku,” kata Putri Liu Yao menjawab pertanyaan Qiao Bao.
“Aku rasa kita tidak perlu mengirim kepala mereka ke istana Kerajaan, tapi cukup kita menggantung kepala mereka di gerbang ibukota Kerajaan Shu,” ujar Qin Chen.
Putri Liu Yao mengangguk setuju, lalu dia berkata, “Kalau begitu, segera kumpulkan dan bakar seluruh mayat prajurit Kerajaan Shu yang ada di tempat ini. Untuk menggantung kepala prajurit di gerbang ibukota, Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong, aku mempercayakan tugas itu pada kalian berdua! Lakukan tugas kalian, dan segera kembali ke Kota Hebei begitu tugas kalian selesai!” kata Putri Liu Yao tegas memberi perintah pada Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong.
Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong mengangguk, dan keduanya segera memberi perintah pada prajurit yang baru datang untuk mengumpulkan mayat prajurit Kerajaan Shu. Saat prajurit yang berasal dari Kota Hebei mengumpulkan mayat prajurit Kerajaan Shu, Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong mengumpulkan kepala dari sosok penting diantara mayat prajurit Kerajaan Shu.
Setelah mengumpulkan seluruh kepala dari sosok penting diantara mayat prajurit Kerajaan Shu, Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong membawa kepala-kepala itu menuju ibukota Kerajaan Shu, dan mereka akan menggantung kepala-kepala itu di gerbang ibukota seperti apa yang diperintahkan Putri Liu Yao.
“Dengan kematian prajurit di tempat ini, setidaknya dia sudah kehilangan cukup banyak kekuatannya,” ujar Putri Liu Yao melihat tumpukan mayat yang mulai terbakar.
“Kasim Kerajaan yang berkuasa atas Kerajaan Shu sebenarnya bukanlah ancaman besar untuk kita. Akan tetapi, dia bisa saja menjadi ancaman serius, saat dia memilih bekerjasama dengan kekuatan yang ingin menghancurkan kita,” ungkap Qin Chen sembari memegang erat tangan Putri Liu Yao.
Setelah mengatakan itu, Qin Chen membawa Putri Liu Yao pergi meninggalkan tempat yang kini menjadi tempat pembakaran mayat prajurit Kerajaan Shu, dan tak butuh waktu lama mereka telah sampai di pusat Kota Hebei.
Qin Chen membawa Putri Liu Yao ke salah satu restoran terbaik di pusat Kota Hebei. Penampilan Qin Chen yang memakai topeng dan Putri Liu Yao yang memakai cadar tipis, membuat keduanya menjadi pusat perhatian pelanggan restoran, begitu mereka masuk ke dalam restoran.
Keduanya memilih pergi ke lantai dua restoran, yang harga makanannya jauh lebih mahal dibandingkan harga makanan di lantai satu. Meski harga makanan lebih mahal, setidaknya suasana lantai dua jauh lebih tenang dibandingkan suasana di lantai satu restoran.
Qin Chen memesan makanan untuknya pada pelayan, sedangkan Putri Liu Yao, dia memesan makanan dan minuman sama persis seperti yang dipesan Qin Chen.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, makanan dan minuman yang mereka pesan datang, dan langsung saja keduanya dengan tenang menikmati makanan serta minuman yang telah tersaji di atas meja.
Saat keduanya menikmati dengan tenang makanan dan minuman di pantai dua restoran, di lantai pertama restoran tempat orang-orang yang tadi memperhatikan sosok Qin Chen dan Putri Liu Yao, banyak diantara mereka yang penasaran dengan identitas dua orang yang baru mereka lihat.
Terutama banyak diantara mereka yang merupakan kaum pria, mereka sangat penasaran dengan identitas wanita bercadar yang keindahan tubuhnya membuat mereka ingin menarik wanita itu ke dalam pelukannya.
Tiba-tiba saja lima dari banyak pria di lantai pertama naik ke lantai kedua, dan orang-orang itu langsung saja berjalan ke arah meja yang ditempati oleh wanita yang sejak tadi mengganggu pikiran mereka.
Qin Chen yang melihat kedatangan mereka, dia tahu kalau kedatangan orang-orang itu hanya akan mengganggu acara makannya. Tidak ingin acara makannya terganggu, Qin Chen segera menghimpun tenaga dalam di telapak tangannya, dan dengan sekali mengayunkan tangan dia membuat lima orang yang berjalan mendekat terpental mundur menghantam dinding restoran.
“Sebaiknya kalian segera pergi, dan jangan lagi muncul di hadapanku!” seru Qin Chen tanpa menatap lima orang yang segera pergi meski harus berjalan tertatih-tatih.
Kelima orang yang tahu kalau mereka telah berurusan dengan seseorang yang tak dapat mereka sentuh, kelima orang itu segera saja pergi meninggalkan restoran.
“Bukannya kamu terlalu kejam pada mereka yang hanya terpesona akan kecantikanku!” ujar Putri Liu Yao.
“Aku hanya memberi pelajaran pada mereka yang memiliki niatan buruk pada wabitaku,” ungkap Qin Chen yang kembali menikmati makanannya.
°°°
Ibukota Kerajaan Shu...
Ditengah malam di saat gerbang ibukota telah tertutup rapat dan tak seorangpun dapat keluar masuk ibukota. Tanpa diketahui prajurit penjaga, Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong menggantung kepala pemimpin prajurit yang membangun perkemahan tak jauh dari Kota Hebei.
Sekitar sepuluu menit melakukan pekerjaannya, akhirnya mereka berhasil menggantung enam kepala pemimpin prajurit.
“Sudah saatnya kita pergi dari tempat ini,” kata Qiao Bao pelan.
__ADS_1
“Daripada langsung pergi, bagaimana kalau kita cari tempat bersembunyi dan melihat apa yang terjadi di tempat ini saat orang itu melihat hadiah kecil yang diberikan khusus untuknya?” ujar Jenderal Shang Hong.
Qiao Bao setuju dengan rencana Jenderal Shang Hong, dan keduanya segera mencari tempat persembunyian yang membuat mereka dapat melihat jelas apa yang akan terjadi di gerbang ibukota Kerajaan Shu.
Beberapa jam berlalu, seorang prajurit penjaga gerbang ibukota berlari dengan tergesa-gesa menuju istana Kerajaan.
Sampai di istana Kerajaan, dia langsung menghadap Kasim Kerajaan yang kini menjadi penguasa dari Kerajaan Shu.
“Yang Mulia, digerbang ibukota tergantung kepala enam pemimpin prajurit yang sebelumnya pergi ke wilayah sekitar Kota Hebei untuk membangun perkemahan,” lapor prajurit penjaga yang sudah berlutut di hadapan Kasim Kerajaan.
Kasim Kerajaan dengan perasaan terkejut segera bangkit dari singgasananya, “Apa yang sudah terjadi pada mereka? Apa mungkin wanita itu berhasil menemukan keberadaan mereka, dan memusnahkan seluruh prajurit yang aku kirim untuk mempersiapkan perkemahan?” ujar Kasim Kerajaan sembari melangkahkan kaki, dan dengan ilmu tenaga dalam dia melesat menuju gerbang ibukota Kerajaan Shu.
Sampai di gerbang ibukota Kerajaan Shu, dengan kedua matanya dia melihat enam kepala yang dia kenal, tergantung di atas gerbang ibukota Kerajaan Shu.
Dari darah yang sudah mulai mengering, dia tahu kalau mereka telah mati bener jam yang lalu.
Dia langsung saja menyuruh prajurit menurunkan kepala mereka, lalu dia mengirim dua prajurit pengumpul informasi untuk mencari informasi tentang prajurit yang dia kirim untuk membangun perkemahan di sekitar wilayah Kota Hebei.
“Aku benar-benar tidak bisa meremehkan wanita itu. Secepatnya aku akan bekerjasama dengan Kerajaan Ming dan Kerajaan Gui. Kalau perlu, aku akan bekerjasama dengan Pangeran Qing Moran,” gumam Kasim Kerajaan setelah melihat dari jarak dekat enam kepala pemimpin prajuritnya.
“Makamkan mereka dengan layak!” perintah Kasim Kerajaan pada prajurit yang ada di sekitarnya, lalu dia begitu saja pergi meninggalkan gerbang ibukota Kerajaan.
Setelah kepergian Kasim Kerajaan, Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong yang sejak tadi bersembunyi, akhirnya mereka dapat keluar dari tempat persembunyian.
“Ini baru awal. Kalau dia masih saja mengganggu Putri Liu Yao, mungkin kepalanya tak lama lagi akan tergantung di atas gerbang ibukota Kerajaan,” kata Qiao Bao yang tak memiliki sedikitpun niat mengampuni siapapun yang menjadi musuh junjungannya.
Jenderal Shang Hong mengangguk setuju, “Dengan senang hati aku akan menggantung kepala orang itu kalau dia masih saja mengganggu Putri Liu Yao,” kata Jenderal Shang Hong, lalu dia dan Qiao Bao memutuskan kembali ke Kota Hebei.
__ADS_1
°°°
Bersambung...