
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Lebih dari seratus ribu prajurit Kekaisaran Qing telah gugur di medan perang, sedangkan dari pihak Kerajaan Shu belum satupun prajurit yang gugur, hanya saja ada ratusan prajurit yang terluka.
Tak ingin merugi semakin banyak dengan terus gugurnya prajurit yang dimilikinya, Kaisar Qing Luo memutuskan menarik mundur pasukannya. Meskipun harus mengorbankan pasukan garis depan, setidaknya banyak prajurit Kekaisarannya yang selamat dari serangan prajurit Kerajaan Shu.
Melihat kekuatan pertahanan yang dimiliki Kerajaan Shu, Kaisar Qing Luo dibuat bingung memikirkan cara menembus pertahanan itu. Menunggu musuh kehabisan senjata dengan mengorbankan banyak nyawa, tentu dia tidak akan melakukannya karena semua itu dapat merusak moral bertempur pasukannya.
Tidak menemukan cara lain, Kaisar Qing Luo akhirnya memutuskan untuk menerjunkan Kavaleri Rajawali Perak untuk menembus pertahanan musuh. Dengan kecepatan dan kekuatan yang dimiliki Kavaleri Rajawali Perak, panah, bola api, ataupun meriam, semua itu tidak akan menghentikan langkah Kavaleri Rajawali Perak.
Namun, dia masih terpikirkan akan keberadaan pasukan Teratai Emas dan pasukan Teratai Perak milik pihak musuh, yang sampai sekarang belum terlihat di medan perang. Meskipun belum tahu pasti sekuat apa mereka, Kaisar Qing Luo harus mewaspadai semua kekuatan yang dimiliki Kerajaan Shu.
“Besok kalian berlima dan keempat Jenderal Kekaisaran pimpin Kavaleri Rajawali Perak untuk menggempur benteng pertahanan Kerajaan Shu. Pasukan persenjataan berat akan berada tepat di belakang kalian, dan mereka akan langsung melakukan penyerangan begitu berada di jarak serang,” kata Kaisar Qing Luo pada kelima pendekar pelindung Kekaisaran Qing, begitu mereka sampai di tenda perkemahan.
Kelima pendekar pelindung Kekaisaran Qing menganggukkan kepala mengerti, dan dengan senang hati mereka akan memimpin Kavaleri Rajawali Perak menghancurkan bentang pertahanan Kerajaan Shu.
Dengan kekuatan mereka dan kekuatan Kavaleri Rajawali Perak, mereka yakin dapat menembus pertahanan koko Kerajaan Shu.
Sementara itu di tempat pertempuran antara Kerajaan Shu dan Kerajaan Gui, pasukan Kerajaan Gui juga mengalami kesulitan yang sama seperti yang dialami pasukan Kekaisaran Qing saat mereka ingin menembus pertahanan Kerajaan Shu. Puluhan ribu prajurit Kerajaan Gui telah gugur, tapi mereka sama sekali tidak bisa mendekati benteng pertahanan Kerajaan Shu yang berada di bawah pimpinan Jenderal Shang Hong, Qiao Bao dan Jin Han.
“Yang Mulia, kalau semua ini terus dibiarkan, akan semakin banyak prajurit yang gugur dari pihak kita. Yang Mulia, alangkah baiknya jika kita menarik mundur pasukan, dan menyiapkan rencana lain untuk menembus pertahanan mereka!” ujar salah satu Jenderal Kerajaam Gui yang untuk saat ini dia tidak melihat kesempatan menembus pertahanan kokoh Kerajaan Shu.
Raja Gui Mo yang geram karena gagal menembus pertahanan musuh, akhirnya dia memutuskan menarik mundur pasukannya, dan menyusun ulang rencana supaya dia bisa menembus pertahanan kokoh Kerajaan Shu.
Di sisi lain, di atas benteng Kerajaan Shu, Qiao Bao, Jin Han, dan juga Jenderal Shang Hong. Mereka diwaktu yang sama tersenyum saat melihat pasukan Kerajaan Gui bergerak mundur.
__ADS_1
“Keputusan yang bijak berhasil menyelamatkan mereka dari kerugian yang lebih besar, tapi tetap saja mereka telah mengalami kerugian besar setelah apa yang baru saja terjadi, dan aku yakin Raja Gui Mo akan menyusun ulang rencana baru untuk menerobos benteng pertahanan kita,” ujar Jin Fan yang ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi mereka yang berjuang menghadapi gempuran Kerajaan Gui.
Meski belum dapat disandingkan dengan Qin Chen, tapi apa yang dimiliki Jin Han tidak terlalu jauh dari dibandingkan apa yang dimiliki Qin Chen, dikarenakan semua yang dimiliki Jin Han adalah pengajaran langsung yang diberikan Qin Chen padanya.
Namun, melihat musuh yang dihadapi Jin Han dan yang lainnya, apa yang dimilikinya saat ini lebih dari cukup untuk mengalahkan musuhnya. “Kalau mereka menyusun strategi baru, kita juga akan menggunakan strategis baru,” kata Jin Han yang disambut anggukan kepala oleh Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong.
...----------------...
Medan peperangan Kerajaan Shu dan Kekaisaran Qing.
Ribuan prajurit Kekaisaran Qing dengan menggunakan ikat kepala berwarna putih mendatangi medan peperangan. Mereka tidak bersenjata dan tak satupun prajurit Kerajaan Shu yang menyerang keberadaan mereka.
Ribuan prajurit dengan ikat kepala berwarna putih adalah prajurit yang ditugaskan Kaisar Qing Luo mengumpulkan mayat prajurit Kekaisaran Qing. Begitu seluruh mayat terkumpul, mereka membakar tumpukan mayat prajurit Kekaisaran Qing tak jauh dari lokasi perkemahan yang disaksikan langsung oleh Kaisar Qing Luo.
Kurang dari dua jam seluruh mayat telah terbakar, dan saat ini di medan perang hanya tersisa genangan darah yang perlahan mulai mengering.
Melihat seluruh mayat telah dibawa kembali oleh pihak Kekaisaran Qing, Qin Chen kembali memperketat penjagaan, dan menyuruh prajurit yang berjaga untuk membunuh siapapun yang berasal dari Kekaisaran Qing.
“Meskipun di hari esok mereka menggunakan berbagai cara untuk membalas kekalahan di hari ini, tapi kita sudah menyiapkan banyak cara untuk mengalahkan cara yang mereka gunakan. Jika melihat kekalahan hari ini, aku yakin besok Kaisar Qing Luo akan menurunkan Kavaleri Rajawali Perak untuk menggempur pertahanan kita,” kata Putri Liu Yao.
“Kalau benar Kaisar Qing Luo mengerahkan Kavaleri Rajawali Perak, aku sendiri yang akan memimpin pasukan Teratai Emas dan pasukan Teratai Perak maju menghadapi mereka,” ujar Qin Chen yang tahu kalau panah, bola api, ataupun meriam tak akan bisa menghentikan Kavaleri Rajawali Perak yang terkenal akan kekuatan dan kecepatannya.
Namun, kecepatan dan kekuatan yang mereka miliki masih berimbang dengan kekuatan dan kecepatan yang dimiliki pasukan Teratai Perak, dan berada sedikit di bawah pasukan Teratai Emas setelah kedua pasukan mendapatkan pelatihan dari Jin Fan dan Jin Yan.
“Besok akan menjadi peperangan besar, dan kalau musuh lengah bisa saja perang ini akan berakhir hanya dalam dua hari,” ujar Qin Chen.
Setelah melewatkan perang di hari pertama dengan kemenangan besar, Putri Liu Yao tahu kalau Kekaisaran Qing hanya mengandalkan jumlah, tapi kekuatan mereka sangat biasa-biasa saja. Bahkan tanpa harus menurunkan Kavaleri Naga Hitam Putri Liu Yao yakin dapat memenangkan peperangan.
__ADS_1
“Awalnya aku mengira kita akan kewalahan di hari pertama ini, tapi nyatanya kita dengan mudah memenangkan peperangan di hari pertama,” kata Putri Liu Yao.
Qin Chen mengangguk mendengar itu. “Hari ini kita memang menang, tapi jangan sampai hari esok kita lengah! Gunakan kemenangan hari ini sebagai penyemangat di peperangan esok hari. Dengan semangat kemenangan, kita pasti dapat melalui peperangan hari esok, dan kembali membawa kemenangan di pihak kita,” ujar Qin Chen.
“Jalannya peperangan esok hari tentunya jauh lebih berat dari hari ini,” ungkap Putri Liu Yao.
“Sudah tahu besok peperangan jauh lebih berat dari hari ini, kenapa kamu masih tetap di sini? Sebaiknya kamu segera pergi ke tenda untuk istirahat!” kata Qin Chen pada Putri Liu Yao.
Mendengar itu Putri Liu Yao menggelengkan kepala. “Bagaimana aku bisa istirahat kalau kamu tidak berada di sisiku? Sebaiknya malam ini kita istirahat bersama, dan percayakan pada para Jenderal untuk penjahaan malam ini!” kata Putri Liu Yao.
“Baiklah, malam ini kita istirahat bersama.” Qin Chen dan Putri Liu Yao pergi ke tenda yang sama, dan menghabiskan malam dengan istirahat.
...----------------...
Di tempat perkemahan Kerajaan Chu, yang sedang berperang dengan Kerajaan Tang.
Ratu Li Wei mendengar laporan prajuritnya, yang baru saja menerima kabar tentang jalannya peperangan antara Kerajaan Shu dan Kekaisaran Qing.
“Yang Mulia, dalam peperangan hari pertama Kekaisaran Qing telah kehilangan lebih dari seratus ribu prajurit, dan puluhan ribu prajurit lainnya mengalami luka parah. Laporan dari mata-mata kita yang melihat jalannya pertempuran mengatakan kalau Kerajaan Shu meraih kemenangan mutlak di peperangan hari pertama.”
“Mereka memulai perang tanpa tahu seberapa kuat lawan yang dihadapi. Dari situ saja kita bisa tahu kalau Kekaisaran Qing datang untuk kalah. Informasi tentang kekuatan musuh sangatlah penting, tanpa informasi itu siapapun yang datang menyerang bisa dipastikan dia akan berada di pihak yang kalah,” ungkap Ratu Li Wei.
“Lalu, bagaimana dengan jalannya peperangan antara Kerajaan Shu dan Kerajaan Gui? Apa mata-mata kita di Kerajaan Gui belum mengirimkan kabar?” tanya Ratu Li Wei.
“Yang Mulia, hamba belum mendapatkan kabar dari mereka. Jauhnya jarak tempuh dari tempat itu ke tempat ini, Rajawali yang membawa surat kemungkinan baru akan sampai besok.”
Ratu Li Wei menganggukkan kepala. "Meskipun belum ada kabar dari tempat itu, aku yakin Kerajaan Gui juga mengalami hal yang sama seperti yang dialami Kekaisaran Qing. Kekalahan di hari pertama yang sangat merugikan,” kata Ratu Li Wei sambil menunjukkan senyuman lebar di wajahnya.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.