Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Hari Pernikahan


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Qin Chen telah kembali ke kediamannya setelah membereskan orang-orang yang ingin mengacaukan pernikahannya dengan Liu Yao. Meskipun sudah menyingkirkan orang-orang yang dia ketahui ingin mengacaukan pernikahannya, Qin Chen berencana memperketat penjagaan saat hari pernikahannya untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Jika apa yang dia takutkan itu menimpa dirinya, itu bukan masalah untuknya, tapi dia tidak ingin apa yang dia takutkan justru menimpa Liu Yao.


“Jin Fan, Jin Yan, mulai besok perketat penjagaan istana dan laporkan padaku apapun yang terlihat mencurigakan!” perintah Qin Chen.


“Baik Yang Mulia...” Jin Fan dan Jin Yan merubah panggilannya pada Qin Chen, meskipun belum diresmikan, Qin Chen sudah menjabat sebagai Raja Kerajaan Shu sejak beberapa hari yang lalu.


“Aku pastikan siapapun yang memiliki niatan buruk di hari pernikahanku, dia beserta semua orang yang berhubungan dengannya akan musnah!” ujar Qin Chen sambil berjalan menuju kediaman Liu Yao karena ada beberapa hal yang ingin dia bicarakan dengannya, terutama mengenai para pejabat yang baru saja mati di tangannya.


Sampai di kediaman Liu Yao, pelayan pribadi Liu Yao mengantarkan Qin Chen ke taman belakang karena saat ini sang putri sedang menikmati keindahan cahaya bulan purnama.


“Chen'gege, kenapa wajahmu terlihat seperti orang yang sedang memikirkan banyak masalah? Apa ada sesuatu yang telah terjadi dan aku tidak mengetahuinya?” tanya Liu Yao setelah melihat wajah Qin Chen.


“Malam ini aku maendapati sedikit masalah dengan beberapa orang, dan sebenarnya masalah itu telah berhasil aku selesaikan. Akan tetapi, aku masih khawatir ada orang lain yang bisa menimbulkan masalah yang sama seperti mereka,” jawab Qin Chen sambil mengambil posisi duduk di sebelah Liu Yao yang langsung bersandar di bahunya.


Qin Chen mulai menceritakan apa yang direncanakan tiga orang pejabat Kerajaan. Dia juga menceritakan apa yang sudah dia lakukan pada mereka dan seluruh anggota keluarganya, dan mungkin besok akan ada kabar menggemparkan di ibukota Kerajaan Shu.


“Seharusnya Chen'gege mengajakku melakukan itu, supaya aku bisa melihat wajah mereka sebelum mati,” kata Liu Yao setelah mendengar keseluruhan cerita Qin Chen.


Qin Chen tersenyum mendengar itu. Dengan sifat dan kebiasaan yang hampir sama dengannya, tentu Liu Yao juga ingin melakukan apa yang baru dia lakukan. Akan tetapi, dia tentunya tidak mengizinkan Liu Yao melakukan sesuatu yang hanya akan membuat tangannya kotor oleh darah orang-orang tidak penting.


“Dari pada itu, aku masih khawatir ada orang lain yang memiliki niatan tersembunyi seperti mereka,” ujar Qin Chen.


“Aku rasa hanya mereka diantara pejabat Kerajaan yang memiliki niatan tersembunyi karena mereka belum lama ini menjadi bagian dari orang-orangku. Sedangkan pejabat yang lainnya, mereka adalah orang-orang yang sudah lama ikut denganku, dan aku percaya mereka tidak akan memiliki niatan buruk untuk menggagalkan pernikahan kita. Kalaupun ada yang memiliki niatan buruk di hari pernikahan kita, aku biasa memastikan mereka orang-orang yang berasal dari luar Kerajaan Shu,” kata Liu Yao.


Qin Chen menganggukkan kepalanya mendengar itu. Namun, meskipun kemungkinan adanya niatan buruk dari para pejabat Kerajaan sangat kecil, Qin Chen tetap mewaspadai keberadaan mereka karena dia tidak ingin mengambil resiko dengan membiarkan mereka tanpa pengawasan.

__ADS_1


Untuk orang-orang dari luar wilayah Kerajaan Shu. Dengan ketatnya penjagaan yang menjaga istana Kerajaan, kecil kemungkinan bagi mereka berhasil memasuki kawasan istana. Kalaupun bisa masuk, bisa dipastikan tidak akan ada jalan keluar untuk mereka.


Setelah membicarakan permasalahan yang kemungkinan terjadi di hari pernikahan mereka, saat ini Qin Chen dan Liu Yao sedang menikmati indahnya cahaya bulan purnama yang terlihat sempurna, tanpa adanya awan yang menghalangi cahaya bulan.


Sambil menikmati keindahan cahaya bulan purnama di tengah dinginnya malam, Qin Chen dan Liu Yao saling menghangatkan dengan merapatkan tubuh mereka. Terbawa suasana malam dengan keindahan cahaya bulan purnama, entah sejak kapan mereka sudah berciuman, dan saling *******.


“Apa kita bisa terus seperti ini selamanya?” tanya Liu Yao disela ciumannya dengan Qin Chen.


“Kita bisa terus melakukan ini, sampai kita tidak lagi menginginkannya, dan saat itu mungkin kita bisa bersama-sama berjalan menuju alam kematian. Membiarkan anak cucu kita melanjutkan perjuangan kita,” jawab Qin Chen.


“Mendengar Chen'gege mengatakan anak dan cucu, aku jadi ingin segera memilikinya,” ujar Liu Yao sambil menggigit bibir bawahnya.


Selanjutnya keduanya saling tindih, dan tanpa khawatir ada yang melihat karena tempat itu hanya bisa dimasuki oleh mereka. Keduanya mulai melakukan apa yang sudah menjadi kebiasaan mereka saat melewati dinginnya malam, dan setelah dua jam berlalu keduanya terlelap di atas ranjang kecil di tengah taman bunga.


...----------------...


Tanpa terasa dua hari berlalu begitu cepat, dan akhirnya tiba hari pernikahan Qin Chen dan Liu Yao.


Akan tetapi mereka belum bisa mendapatkan gelar Raja dan Permaisuri karena penobatan Qin Chen sebagai Raja baru akan dilakukan di keesokan harinya, dan saat itu juga akan dinobatkan Liu Yao sebagai Permaisuri Kerajaan yang akan membantu tugas Raja mengurus permasalahan Kerajaan.


Meskipun keduanya belum resmi menjadi Raja dan Permaisuri Kerajaan Shu, semua pejabat Kerajaan dan tamu undangan termasuk tamu undangan dari Kerajaan Tang, mereka memberikan ucapan selamat dengan memanggil Qin Chen dan Liu Yao sebagai Raja dan Permaisuri Kerajaan Shu.


Setelah menyelesaikan seluruh prosesi pernikahan dan telah resmi menjadi pasangan suami istri, Qin Chen dan Liu Yao bersama-sama menghadiri pesta yang diadakan di aula istana. Di waktu yang sama, pesta besar juga di lakukan di ibukota Kerajaan, dan seluruh kota yang menjadi bagian dari wilayah Kerajaan Shu.


Rencananya pesta akan berlangsung selama tujuh hari tujuh malam di seluruh kota, sedangkan di ibukota dan di istana Kerajaan, pesta hanya berlangsung selama satu hari karena di hari berikutnya akan ada pesta lainnya setelah peresmian Qin Chen dan Liu Yao sebagai Raja dan Permaisuri Kerajaan Shu.


“Chen'gege, apa sekarang aku sudah bisa memanggilmu suami?” tanya Liu Yao yang saat ini berada di kamar pengantin berduaan dengan Qin Chen.


Senyum terlihat di wajah Qin Chen setelah mendengar itu. “Tentu saja boleh, apalagi jika yang memanggik seperti itu adalah istriku,” jawab Qin Chen.

__ADS_1


Setelah menjawab pertanyaan Liu Yao, Qin Chen membantu Liu Yao melepas riasan berat di kepalanya, kemudian dia mulai membuka satu persatu pakaian yang dipakai Liu Yao selama prosesi pernikahannya. Setidaknya dari pagi sampai hari sudah beranjak malam, Liu Yao harus bertahan dari rasa panas karena banyaknya lapisan pakaian yang dia pakai.


Begitu seluruh pakaian Liu Yao terbuka, Qin Chen dapat melihat keindahan tubuh Liu Yao yang malam ini bisa terlihat jelas dengan bantuan cahaya lilin.


Meskipun sudah sering melihat keindahan tubuh Liu Yao, Qin Chen tidak akan pernah bosan mengagumi keindahan yang hanya dia seorang, yang dapat melihat keindahannya. dan tentunya dia tidak akan membiarkan orang lain melihatnya.


“Suamiku curang!” kata Liu Yao berbisik lalu dengan gerakan tangan yang sangat lincah dia melepas seluruh pakaian Qin Chen, dan setelahnya dia berjongkok di depan Qin Chen untuk memulai prosesi malam pernikahan mereka.


Memegang milik Qin Chen yang sudah tegak berdiri, Liu Yao langsung saja menjil*tinya, kemudian memasukkan milik Qin Chen kedalam mulutnya. Dengan ukuran milik Qin Chen yang besar, Liu Yao tidak bisa memasukkan keseluruhannya ke dalam mulutnya.


“Hmmm...” Suara yang keluar dari mulut Liu Yao saat milik Qin Chen berada di dalam mulutnya.


“Ah...” Liu Yao menarih nafas dalam-dalam setelah beberapa waktu membiarkan milik Qin Chen masuk sampai titik terdalam yang bisa dimasukinya.


Qin Chen terlihat menggelengkan kepalanya, saat Liu Yao melihat ke arahnya.


Meskipun apa yang baru dilakukan Liu Yao benar-benar memberi sensasi nikmat padanya, Qin Chen tidak ingin Liu Yao terlalu sering melakukan itu karena semua itu hanya akan membuatnya tersiksa.


Tak ingin melihat Liu Yao melakukan hal yang sama, Qin Chen segera saja menggendong Liu Yao, dan menidurkannya di atas tempat tidur.


“Sekarang biarkan aku yang memberi kenikmatan padamu,” kata Qin Chen yang mulai melakukan sentuhan ke setiap bagian tubuh Liu Yao.


Liu Yao hanya menutup mata, kemudian dia mulai menikmati setiap sentuhan tangan, dan bibir Qin Chen di bagian sensitif nya.


Tak lagi tahan dengan keindahan tubuh Liu Yao, Qin Chen langsung saja melakukan apa yang sudah sering dia lakukan, mengaduk-aduk milik Liu Yao dengan miliknya.


Saat inilah Liu Yao sangat menikmati pelayan Qin Chen, yang seringkali pelayanannya jauh lebih baik dari harapannya.


Suara des*han terus terdengar di kamar mereka, bahkan pelayan di luar kamar dapat mendengarnya. Para pelayan yang mendengar itu, mereka hanya bisa memejamkan mata, menikmati kehangatan aura hangat hasil dari hubungan Qin Chen dan Liu Yao.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2