Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Penculikan Putri Liu Yao


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Di tengah malam Qin Chen masih mengawasi kediaman yang ditempati tamu dari Kerajaan Song. Dari atas dahan sebuah pohon, dia dengan jelas melihat seluruh kawasan kediaman yang malam ini hanya dijaga prajurit yang berasal dari Kerajaan Song.


Terus mengawasi, tepat di tengah malam Qin Chen melihat Song Ziyi dan dua pria dari Kerajaan Song, mereka berjalan keluar dari salah satu ruangan di kediaman. Memakai pakaian serba hitam, dan menutup wajah menggunakan topeng yang baru mereka pakai setelah berada di luar ruangan. Ketiganya melompati dinding menggunakan teknik meringankan tubuh, lalu mereka melesat menuju istana Kerajaan Shu.


Qin Chen yang melihat pergerakan mereka, segera saja dia menyusul ketiganya menggunakan teknik meringankan tubuh yang lebih baik dibandingkan mereka. Bergerak ringan tanpa suara seolah tubuhnya seringan kapas, Qin Chen bisa leluasa bergerak di belakang mereka tanpa takut ketahuan.


Ketiga orang yang diikuti Qin Chen langsung pergi ke kediaman Putri Liu Yao begitu berada di kawasan istana Kerajaan. Penjagaan istana Kerajaan cukup ketat, tapi luar biasanya mereka bertiga lolos tanpa ketahuan.


Selayaknya ahli dalam hal menyusup, mereka dapat sampai di kediaman Putri Liu Yao tanpa ketahuan.


Akan tetapi, sampai sekarang ketiganya belum sadar kalau sejak tadi ada Qin Chen yang terus mengikuti mereka, bahkan jarak Qin Chen dengan mereka saat ini kurang dari lima langkah.


Song Ziyi terlihat mengeluarkan bambu kecil sepanjang tiga puluh centimeter dari lengan pakaiannya.


Melalui lubang sempit di antara celah jendela, Song Ziyi memasukkan salah satu ujung bambu ke kamar Putri Liu Yao, dan barulah dia meniup ujung bambu yang berada di luar.


Dari ujung bambu yang berada di dalam kamar Putri Liu Yao keluar asap tipis yang langsung menyebar menuju tempat tidur Sang Putri. “Asap yang keluar akan membuat dia lumpuh untuk beberapa jam ke depan,” kata Song Ziyi lirih.


Mendengar itu dari tempatnya bersembunyi, Qin Chen tahu apa yang baru saja dilakukan Song Ziyi.


“Kalau Putri sudah lumpuh, siapa yang akan Bibi pilih mengambil kesuciannya?” tanya salah satu pria yang sejak awal melihat Putri Liu Yao dia sudah tertarik dengan keindahan lekuk tubuh sang Putri.


“Kamu bisa melakukan itu, dan untuk kamu malam ini tubuhku akan menjadi milikmu. Namun kamu harus ingat, jangan mengeluarkan itu di dalam karena aku tidak ingin memiliki keturunan dari pria bajing*n sepertimu!” jawab Song Ziyi menatap bergantian dua pria di dekatnya.


Kedua pria itu bersama-sama menganggukkan kepala, setuju dengan jawaban Song Ziyi.


“Pantas saja posisi Permaisuri miliknya terancam. Ternyata dia suka bermain-main dengan pria muda di belakang suaminya,” gumam lirih Qin Chen merasakan perasaan jijik pada sosok Song Ziyi.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa saat, Song Ziyi dan dua pria yang bersamanya memasuki kamar Putri Liu Yao, dan tak lama mereka keluar dengan salah satu pria membawa seseorang di gendongannya.


Melihat itu Qin Chen sama sekali tidak khawatir, dan dengan tenang dia kembali mengikuti mereka yang ternyata tidak kembali ke kediaman tamu Kerajaan Shu. Ketiganya meninggalkan istana Kerajaan Shu, dan pergi ke penginapan di pinggiran Ibukota Kerajaan.


Di penginapan yang mereka tuju ternyata sudah menanti beberapa prajurit Kerajaan Song, dan terlihat penginapan itu kosong tanpa ada satu tamu yang malam ini menginap di penginapan.


“Ternyata sejak awal mereka sudah menyiapkan semua ini. Aku rasa mereka sudah tahu kalau Putri Liu Yao akan menolak keinginan mereka,” gumam Qin Chen yang terus mengikuti Song Ziyi dan dua pria yang sudah berada di dalam penginapan.


“Lakukan apa yang ingin kamu lakukan dengan wanita itu, tapi ingat besok kalian akan bertukar tempat, dan aku tidak ingin milikmu cepat lelah saat besok menghabiskan waktu bersamaku,” ujar Song Ziyi sambil menarik salah satu pria menuju ke kamarnya, sedangkan pria satunya membawa seseorang dalam gendongannya menuju kamar lain.


Qin Chen membiarkan Song Ziyi dan pria yang bersamanya. Dia memilih pergi masuk ke dalam kamar dimana seorang pria sedang meletakkan sosok yang sejak tadi berada di gendongannya.


Qin Chen hanya bisa mengasihani nasib pria yang terus menatap wanita yang baru dia tidurkan di atas tempat tidur penginapan.


“Beberapa saat lagi dia akan menyesali semua perbuatannya,” gumam lirih Qin Chen yang saat ini berdiri di sudut ruangan, yang tidak terpapar cahaya lilin.


“Malam ini akan menjadi malam terindahku karena berhasil merenggut kesucian calon Ratu Kerajaan Shu,” kata pria yang mulai membuka sendiri pakaiannya.


“Apa kamu pikir semudah itu kamu bisa mendapatkan apa yang kmenjadi keinginanmu? Dalam mimpi sekalipun kamu tidak akan pernah mendapatkannya,” kata wanita yang semula tertidur di atas tempat tidur, tapi saat ini dia sudah berada di belakang pria yang terdiam mematung setelah mendengar suaranya.


Wanita itu memang Putri Liu Yao, tapi sejak awal dibawa menuju penginapan dia tidak pernah kehilangan kesadarannya, dan dia dengan jelas mendengar semua pembicaraan ketiga orang yang menculiknya.


“Aku sudah tahu apa yang menjadi niat kamu menculikku, dan asal kamu tahu aku tidak pernah memberi pengampunan pada mereka yang memiliki niat buruk padaku!...” Putri Liu Yao mengeluarkan belati dari lengan pakaiannya, dan langsung saja dia menusukkan belati itu ke punggung pria yang tidak menyangka kalau seorang Putri berani membunuh manusia.


“Aku lupa mengatakan padamu kalau aku sudah terbiasa membunuh manusia, dan aku sendiri sudah tidak ingat berapa banyak manusia yang mati di tanganku,” ujar Putri Liu Yao.


Mendengar itu, pria yang punggungnya telah tertusuk belati tepat di bagian jantung, dia hanya bisa menyesali keputusannya tidak melakukan perlawanan saat dia merasa terancam. Pada akhirnya dia mati penuh penyesalan di tangan wanir yang malam ini dia harap memberi kepuasan padanya.


Putri Liu Yao menarik belatinya dari punggung pria yang sudah dipastikan mati, lalu dia menatap Qin Chen yang berjalan santai mendekatinya.


Senyum terlihat di wajah Putri Liu Yao melihr keberadaan Qin Chen, tapi senyum diwajahnya seketika dibarengin munculnya rona merah saat dia mendengar suara desah*n wanita dari kamar sebelah.

__ADS_1


Di balik wajahnya yang merona merah, Putri Liu Yao tidak menyangka kalau Bibi nya telah menjadi wanita berbeda sejak terakhir kali pertemuan mereka.


“Aku tidak menyangka Bibi menjadi wanita yang tak lagi setia pada suaminya sendiri,” kata Putri Liu Yao begitu Qin Chen berada tepat di depannya.


“Apa menurut kamu kita perlu menyadarkannya yang sedang berbuat kesalahan? Mungkin saja dia bisa berubah, dan kembali menjadi wanita seperti yang ada di ingatan kamu,” ujar Qin Chen sambil memeluk pinggang Putri Liu Yao dari samping.


“Setelah apa yang dia lakukan padaku, apa menurutmu dia masih bisa berubah? Aku rasa sebaiknya kita mengundang Raja Kerajaan Song untuk menyelesaikan masalah ini,” ungkap Putri Liu Yao.


“Kalau itu yang menjadi keinginan kamu, aku hanya bisa memberi dukungan padamu,” balas Qin Chen lalu dia berjalan meninggalkan kamar yang dipenuhi bau amis darah.


Berada di luar kamar, Putri Liu Yao langsung pergi membereskan prajurit Kerajaan Song di sekitar penginapan, sedangkan Qin Chen dia segera masuk ke kamar Song Ziyi.


Dengan mudah Qin Chen membuat pingsan Song Ziyi dan pria yang sedang menindih tubuhnya. Meskipun dalam keadaan gelap, Qin Chen masih dapat melihat benda pria yang tertanam di dalam milik Song Ziyi.


“Itu sangat kecil, tak sampai setengah ukuran milikku,” gumamnya lirih, lalu dia menggunakan slimut menutupi tubuh keduanya yang masih saling tindih.


Tepat setelah tubuh keduanya tertutupi selimut, Putri Liu Yao masuk menemui Qin Chen, dia mengatakan kalau seluruh prajurit di luar telah dibereskan.


“Sebaiknr kita panggil prajurit untuk membawa mereka ke penjara Kerajaan, dan untuk pria yang mati di kamar sebelah sebaiknya kita segera menguburkannya dengan layak,” kata Qin Chen pada Putri Liu Yao.


Putri Liu Yao mengangguk setuju, lalu dia kembali ke istana Kerajaan dan memberi perintah pada prajurit untuk membereskan masalah di penginapan di pinggiran Ibukota Kerajaan.


Tak lama, prajurit Kerajaan Shu datang dan melakukan tugas mereka, tapi tak sedikit prajurit yang menelan ludah mereka sendiri saat melihat pemandangan di kamar Song Ziyi.


Namun tak satupun dari mereka ingin melakukan sesuatu pada Song Ziyi karena mereka tahu masih ada hubungan keluarga antara Putri Mahkota Kerajaan Shu dengan Song Ziyi.


Pada akhirnya, setelah memakaikan kembali pakaian Song Ziyi dan pria yang semula menindih tubuh wanita itu, prajurit Kerajaan Shu membawa keduanya ke penjara Kerajaan Shu.


Sedangkan untuk pria yang mati di tangan Putri Liu Yao, dia dikuburkan di tanah kosong tepat dibelakang penginapan.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2