Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Menyergap Prajurit Kerajaan Shu


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Qin Chen dan Putri Liu Yao sudah berada di tempat pelatihan setelah sepanjang hari tertidur begitu selesai melakukan permainan yang membuat keduanya ingin segera mengulanginya kembali.


“Aku merasa kekuatanku berkali-kali lebih kuat dari sebelumnya,” ujar Putri Liu Yao setelah melakukan beberapa gerakan dengan menggunakan tenaga dalam miliknya.


“Tentu kita lebih kuat dari sebelumnya karena kita telah berhasil membuka keseluruhan titik pusat tenaga dalam yang ada di dalam tubuh kita,” kata Qin Chen yang juga baru selesai melakukan beberapa gerakan dengan menggunakan tenaga dalamnya.


Putri Liu Yao tersenyum mendengar perkataan Qin Chen, lalu dia berkata, “Apa kamu ingin berlatih tanding denganku untuk mengukur seberapa jauh peningkatan kekuatan kita? Akan tetapi, kita tidak mungkin melakukan latih tanding di tempat ini karena tempat ini bisa hancur kalau kita melakukan itu di tempat ini. Bagaimana kalau kita melakukannya di hutan di utara kota? Aku rasa tempat itu sangat tepat untuk kita jadikan sebagai tempat latih tanding...”


“Kalau begitu kita langsung pergi ke tempat itu,” ujar Qin Chen.


Menggunakan teknik meringankan tubuh, keduanya melesat cepat menuju hutan di utara Kota Hebei. Kecepatan keduanya yang luar biasa cepat, bahkan membuat Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong yang ingin menemui keduanya dibuat terdiam, dengan sepasang mata terbuka lebar.


“Apa yang barusan itu? Bagaimana bisa mereka bergerak secepat itu? Meski menggunakan tenaga dalam dan teknik meringankan tubuh yang aku miliki, sangat mustahi aku dapat bergerak secepat mereka,” ungkap Qiao Bao yang kagum akan kecepatan yang ditunjukkan Qin Chen dan Putri Liu Yao.


“Saudara Bao, kedua orang itu bukanlah sesuatu yang dapat dibandingkan dengan kemampuan kita. Asal saudara Bao tau, mereka adalah sepasang monster,” ujar Jenderal Shang Hong.


Qiao Bao menganggukkan kepalanya setuju, “Mereka berdua telah pergi sebelum kita sempat menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan pada mereka tentang pergerakan Kerajaan Ming dan Kerajaan Gui. Saudara Hong, apa menurutmu kita perlu mengejar mereka dan menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan?” tanya Qiao Bao pada Jenderal Shang Hong.


“Melihat arah yang mereka tuju, sepertinya mereka menuju hutan di utara kota. Melihat pentingnya apa yang ingin kita sampaikan pada mereka, sebaiknya kita segera menyusul mereka!” jawab Jenderal Shang Hong.


Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong lansung saja melesat pergi menyusul Qin Chen dan Putri Liu Yao. Meski kecepatan keduanya sudah sangat cepat, tapi kecepatan mereka tidak sebanding dengan kecepatan yang dimiliki Qin Chen dan Putri Liu Yao.


Sementara itu, Qin Chen dan Putri Liu Yao yang baru sampai di hutan yang letaknya berada di utara Kota Hebei, keduanya dibuat terkejut dengan keberadaan sekelompok prajurit yang dari zirah pelindung milik mereka, keduanya yakin kalau sekelompok prajurit itu berasal dari Kerajaan Shu.

__ADS_1


“Kasim Kerajaan ternyata sudah melakukan pergerakan, dan dia sudah menumpuk prajurit di tempat ini,” ujar Putri Liu Yao yang bersembunyi di balik lebatnya dedaunan pohon.


“Jumlah mereka lumayan banyak, tapi dengan jumlah yang mereka miliki, itu masih terlalu sedikit kalau mereka ingin menyerang Kota Hebei,” kata Qin Chen yang berdiri di sebelah Putri Liu Yao.


“Apa menurutmu mereka membagi kekuatan menjadi beberapa kelompok, seperti apa yang pernah dilakukan oleh Kerajaan Ming?” tanya Putri Liu Yao pada Qin Chen.


“Aku rasa mereka tidak melakukan itu. Membagi kekuatan menjadi beberapa kelompok tidak akan memberi mereka banyak keuntungan. Aku justru lebih yakin kalau prajurit yang saat ini kita lihat hanyalah prajurit yang datang duluan untuk mempersiapkan perkemahan, sementara kekuatan utama mereka saat ini sedang dalam perjalanan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan mereka adalah prajurit yang membelot dari penguasa Kerajaan Shu saat ini,” ungkap Qin Chen menyampaikan pendapatnya.


Putri Liu Yao merasa pendapat Qin Chen sangat masuk akal, dan dia terpikirkan sesuatu saat melihat keberadaan prajurit Kerajaan Shu yang jumlahnya lebih dari sepuluh ribu orang.


“Bagaimana kalau kita menyapa mereka untuk membuktikan mereka ini musuh, atau prajurit yang membelot?” kata Putri Liu Yao sembari mengarahkan tatapan matanya pada Qin Chen.


Qin Chen membalas tatapan Putri Liu Yao sembari menunjukkan senyuman di wajahnya, “Baiklah, mari kita menyapa mereka, dan kalau mereka tiba-tiba menyerang setidaknya kita akan memiliki lawan untuk menguji seberapa besar peningkatan kekuatan kita,” ujar Qin Chen.


Keduanya langsung saja kelompat turun dari atas pohon dan mendarat tepat di hadapan puluhan prajurit yang sedang melakukan penjagaan, sementara prajurit lainnya sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing. Melihat sosok Putri Liu Yao, puluhan prajurit yang memang prajurit dibawah perintah Kasim Kerajaan, mereka langsung saja menyerang Putri Liu Yao dan Qin Chen.


Puluhan prajurit menggunakan tombak di tangan mereka menyerang Putri Liu Yao dan Qin Chen, yang langsung saja menghindari setiap serangan yang mereka lakukan.


Puluhan prajurit dibuat terpental dengan luka parah, dan tak lama puluhan prajurit mati setelah memuntahkan darah segar dari mulut mereka.


Setelah berhasil mengalahkan puluhan prajurit tanpa berkeringat, kini keduanya dihadapkan dengan ratusan prajurit yang datang menyerang, begitu mereka mendengar suara keributan di bagian depan perkemahan yang sedang mereka bangun.


Bukannya takut dan buru-buru pergi. Qin Chen dan Putri Liu Yao justru tersenyum, melihat kedatangan ratusan prajurit musuh. Keduanya bahkan tetap berdiri di tempat, menunggu musuh yang saat ini hanya berjarak belasan meter dari mereka.


“Mereka terlihat sangat bersemangat, tapi sayangnya mereka tidak bisa melihat sekuat apa lawan yang akan dihadapi. Menyerang lawan yang tidak mereka ketahui seberapa besar kekuatannya, hanya akan membuat mereka mati sia-sia,” ujar Putri Liu Yao, lalu dia begitu saja melesat maju, menyambut kedatangan musuh yang baginya mereka bergerak terlalu lambat.


Qin Chen tersenyum melihat semangat yang ditunjukkan Putri Liu Yao, “Kalau dia sudah bersemangat, tanpa aku sekalipun, mereka semua tidak akan mampu mengalahkannya. Hanya kematian yang akan mereka dapatkan, setelah berhadap-hadapan dengannya,” ungkap Qin Chen bersamaan dengan prajurit Kerajaan Shu yang terpental ke berbagai arah setelah berhadap-hadapan dengan Putri Liu Yao.

__ADS_1


“Keluarkan seluruh kekuatan yang kalian miliki!” seru Putri Liu Yao sembari dia terus mengayunkan tangan dan kaki, membuat puluhan prajurit terpental ke berbagai arah, tiap kali dia mengayunkan tangan atau kakinya.


Ratusan prajurit tak berdayakan berhadapan dengan Putri Liu Yao. Hanya dalam kurun waktu kurang dari lima menit, mereka semua berhasil dikalahkan oleh Putri Liu Yao. Sedangkan sang putri, dia sama sekali tidak terlihat kelelahan setelah berhasil mengalahkan lebih dari seratus prajurit. Meski tidak membunuh semua dari mereka, setidaknya selain mereka yang mati, mereka yang masih hidup setidaknya akan mengalami penderitaan di sisa hidup mereka.


“Bukannya kamu terlalu kejam pada mereka?” ujar Qin Chen yang sudah berdiri di sebelah Putri Liu Yao.


“Aku tidak terlalu kejam, tapi aku cuma memberi mereka apa yang pantas mereka dapatkan karena telah menjadi bagian dari pemberontak,” kata Putri Liu Yao.


“Kalau begitu, apa kita akan melakukan hal yang sama pada mereka?...” Qin Chen menunjuk prajurit Kerajaan Shu yang bergerak ke arahnya.


Belum juga Putri Liu Yao menjawab pertanyaan Qin Chen, Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong muncul di kanan dan kiri keduanya.


“Putri, prajurit sebentar lagi akan datang ke tempat ini,” kata Jenderal Shang Hong.


“Sebelum mereka datang, biarkan aku menghadapi mereka...” Qiao Bao langsung saja melesat maju, menyerang prajurit Kerajaan Shu.


“Saudara Bao, kenapa kamu begitu terburu-buru? Sebenarnya aku juga ini menghadapi mereka...” Qin Chen maju mengikuti Qiao Bao, sedangkan Putri Liu Yao hanya diam berdiri dibawah perlindungan Jenderal Shang Hong.


“Mereka sangat bersemangat,” kata Jenderal Shang Hong.


“Sebelum prajurit datang, seluruh prajurit Kerajaan Shu sudah terlebih dahulu mati di tangan mereka,” ujar Putri Liu Yao.


“Kekuatan saudara Bao memang luar biasa, tapi aku tidak pernah menyangka kekuatannya masih jauh jika dibandingkan dengan kekuatan saudara Chen...”


Putri Liu Yao tersenyum mendengarnya, “Julukan Jenderal Perang bukanlah julukan yang bisa diberikan pada sembarangan orang, apa lagi julukan itu diberikan oleh musuhnya sendiri. Melihatnya dengan mudah dapat membunuh ratusan orang dalam hitungan detik, dia memang pantas dijuluki sebagai Jenderal Perang,” ungkap Putri Liu Yao.


Saat Putri Liu Yao dan Jenderal Shang Hong sedang membicarakan kekuatan yang dimiliki Qin Chen, orang yang mereka bicarakan sedang bersenang-senang dengan membunuh musuh yang mendekatinya...

__ADS_1


°°°


Bersambung...


__ADS_2