Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Menetapkan Peraturan Baru


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Qin Chen menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepala setelah mendengar laporan Jin Fan tentang para pendatang yang sering membuat onar di ibukota Kekaisaran. Dua orang yang semalam berurusan dengan Jin Fan mereka merupakan pendatang dari Kerajaan Tang.


Selain kedua orang itu, masih banyak pendatang lainnya yang sering membuat onar. Biasanya orang-orang itu berbuat onar di kedai atau restoran yang buka sampai larut malam, dan memanfaatkan lengahnya penjagaan Ibukota. Jin Fan yang melaporkan semua itu pada Qin Chen setelah semalaman dia mendengar cerita Bao Yu.


Tidak ingin kejadian yang sama terulang, Qin Chen memberi perintah resmi pada Jin Fan untuk menangkap orang-orang itu dan memberi mereka hukuman paling berat, supaya di masa depan tidak ada lagi orang-orang seperti mereka yang membuat onar di ibukota Kekaisaran.


“Apa ada dari mereka yang berasal dari luar empat Kerajaan?” Qin Chen bertanya pada Jin Fan.


“Yang Mulia, sebagian besar orang-orang itu berasal dari Kerajaan Tang, dan sebagian berasal dari Kerajaan Zang,” jawab Jin Fan.


“Apa kamu yakin sebagian besar dari mereka berasal dari Kerajaan yang kamu sebutkan?” Qin Chen memastikan jawaban Jin Fan.


Jin Fan mendengar itu segera menggelengkan kepala. “Ada kemungkinan mereka sengaja menyamarkan identitas.”


Jin Fan menjelaskan kecurigaannya pada identitas mereka yang kemungkinan dipalsukan. Meskipun lencana identitas mereka sama seperti lencana identitas baru yang diberikan pada penduduk asli Kerajaan Tang dan Kerajaan Zang, ada sedikit perbedaan mencolok yang terlihat di lencana identitas mereka, dengan yang dimiliki penduduk asli Kerajaan di bawah kekuasaan Kekaisaran Shu.


Perbedaan yang mencolok terletak pada jenis tinta permanen yang digunakan untuk menulis identitas di lencana, yang dimiliki oleh seluruh penduduk Kekaisaran maupun penduduk empat Kerajaan di bawah kekuasaan Kekaisaran Shu. Kebetulan, hanya Qin Chen, Liu Yai, Jin Fan, dan Jin Yan yang tahu jenis tinta itu. Dari situ bisa dibuktikan mereka adalah penyusup, dan artinya sudah ada musuh yang berhasil menyusup sampai ibukota dengan identitas palsu.


Itu merupakan kabar buruk, tapi juga kabar baik. Musuh memang bisa masuk dengan menggunakan identitas palsu, tapi mereka tidak akan pernah bisa keluar hidup-hidup karena cara yang mereka gunakan untuk menyusup terlah terbongkar.


“Jin Fan, kerahkan orang-orang kepercayaanmu untuk melakukan penyelidikan ke seluruh wilayah Kekaisaran Shu! Bunuh di tempat siapapun yang terbukti memalsukan identitas!” Qin Chen memberi perintah tegas pada Jin Fan.


Jin Fan segera pamit undur diri untuk mengerjakan perintah yang diberikan Qin Chen padanya, tapi sebelum bertugas, dia ingin memastikan keadaan Bao Yu. Entah kenapa dia merasa tidak tenang sebelum memastikan keadaan wanita itu.

__ADS_1


“Sepertinya dia sudah bertemu wanita yang membuatnya tertarik.” Qin Chen bisa melihat kecemasan saat melihat Jin Fan menceritakan wanita pemilik kedai teh.


Dia tidak masalah jika benar Jin Fan tertarik dengan wanita itu, tapi dia harap keberadaan wanita itu bukannya menjadi pengganggu, melainkan menjadi penyemangat untuknya. Jika wanita itu bisa menjadi sosok penyemangat untuk Jin Fan, dia tidak akan ragu menikahkan mereka.


“Sebelum memikirkan pernikahan untuk mereka, sebaiknya aku memikirkan apa yang harus aku lakukan pada wanita yang mengirim surat lamaran untukku!” Qin Chen melihat tumpukan surat lamaran yang menumpuk di meja kerjanya.


“Apa Yang Mulia membutuhkan bantuanku untuk memilih?” Liu Yao tiba-tiba saja masuk ke dalam ruang kerja Qin Chen.


“Yao'er, aku tidak sedang bingung memilih, tapi aku sedang bingung mau membuang ini di mana! Membuang di tempat sampah, hanya membuat mereka mengirimnya lagi dan lagi.” Qin Chen mulai putus asa dengan surat lamaran yang terus berdatangan.


“Bukan hanya Yang Mulia yang banyak mendapat surat lamaran, tapi aku juga mendapat banyak surat lamaran dari tuan muda putra bangsawan yang mengajukan lamaran untuk menjadi pelayan pribadiku.” Liu Yao menunjukkan surat lamaran yang membuatnya merasa jijik saat membacanya.


Banyak tuan muda putra bangsawan yang mengatakan rela menjadi pelampiasan saat Liu Yao kesepian karena Qin Chen sibuk bersama para Selir. Mereka rela melakukan apapun demi kepuasan wanita yang dilayani mereka, bahkan jika itu membahayakan nyawa mereka.


“Sepertinya tuan muda bangsawan bergerak mengincar Permaisuriku, sedangkan Putri mereka bergerak mendekatiku. Benar-benar pemikiran yang menjijikkan,” ujar Qin Chen.


Merasa tahu apa yang menjadi tujuan para bangsawan di Kekaisaran Shu, Qin Chen menetapkan peraturan resmi bahwa seorang Kaisar hanya memiliki satu istri, dan Permaisuri tidak akan pernah menerima pelayan pria. Kedua peraturan itu dengan segera akan disebarluaskan ke seluruh penjuru wilayah Kekaisaran Shu.


Qin Chen memerintahkan Jin Yan dan Yan Ran untuk menyebarkan peraturan yang baru saja dia tetapkan. Jika di nantinya ada yang menolak peraturan itu, Qin Chen memberikan kebebasan pada mereka untuk mengutarakan pendapat langsung di depannya, tapi apapun pendapat yang mereka berikan, semua itu tidak akan pernah merubah keputusannya karena sekali dia membuat peraturan, peraturan itu akan berlaku untuk selamanya.


...----------------...


Setelah peraturan baru yang ditetapkan Qin Chen tersebar luas ke seluruh wilayah Kekaisaran Shu, banyak bangsawan Kekaisaran yang tidak terima dengan pertaran itu, dan mereka memutuskan untuk memprosesnya secara langsung di hadapan Qin Chen.


Namun, sebel bertemu Qin Chen langsung, beberapa bangsawan berkumpul di kediaman bangsawan terkuat di Kekaisaran Shu.


“Bagaimana mungkin seorang Kaisar hanya memiliki seorang istri! Permaisuri memang cuma satu, tapi setidaknya dia harus memiliki banyak Selir untuk memberinya banyak keturunan!” Tuan rumah pertemuan mereka membuktika suara.

__ADS_1


“Peraturr konyol yang itu benar-benar menutup peluang putraku bisa masuk ke istana menjadi pelayan pribadi Permaisuri.”


“Begitu juga dengan putraku. Kesempatannya memasuki istana pupus gara-gara peraturan itu.” Satu persatu para bangsawan mulai menyampaikan keluhannya.


“Kita harus bersatu untuk memaksa penghapusan peraturan itu, sekalian memaksa Yang Mulia Kaisar menerima beberapa putri kita menjadi Selirnya!”


“Aku sangat setuju. Di saat itu aku juga akan memaksa Permaisuri mengambil putraku sebagai pelayan pribadiny! Meskipun hanya pelayan, ada kesempatan bagi putraku menjadi orang kepercayaan Permaisuri.”


“Kalau begitu kita tinggal memutuskan, kapan waktu terbaik untuk kita pergi ke istana Kekaisaran menemui Yang Mulia Kaisar.”


“Bagaimana kalau dua hari lagi? Kebetulan di istana dua hari lagi akan diadakan jamuan untuk menyambut datangnya musim dingin.”


Semua orang menunjukkan senyuman mendengar pendapat salah satu dari mereka. Tentu mereka semua setuju dengan itu, dan setelah berakhirnya acara di istana mereka akan berbondong-bondong menemui Kaisar. Mereka memiliki dua tujuan saat menemui Kaisar. Tujuan pertama memaksa Kaisar menghapus peraturan yang mereka anggap konyol, dan tujuan kedua adalah memaksa Kaisar dan Permaisuri menuruti keinginan mereka.


Dengan nama besar dan kekuatan yang mereka miliki, para bangsawan yakin Kaisar maupun Permaisuri akan menuruti keinginan mereka. Jika keduanya menolak, mereka berniat menggunakan kekuatan militer untuk mengancam Kekaisaran.


Setidaknya jika seluruh kekuatan mereka digabungkan, mereka akan memiliki lebih dari dua ratus ribu prajurit, dan mereka sendiri yang akan memimpin pergerakan prajurit itu. Dengan kekuatan dua ratus ribu prajurit, mereka yakin dapat membuat takut Kaisar dan Permaisuri.


Namun, tanpa mereka ketahui, lebih dari setengah prajurit yang mereka miliki adalah prajurit Kekaisaran yang sengaja disisipkan di keluarga bangsawan.


Meskipun di keluarga bangsawan para prajurit mendapatkan perlakuan sangat baik, tapi kesetiaan mereka pada Kekaisaran tidak pernah goyah. Bagaimanapun juga mereka dulunya bukan apa-apa, tapi setelah menjadi bagian dari prajurit Kekaisaran, keberadaan mereka sangat dihargai.


Setelah pertemuan mereka selesai, para bangsawan memutuskan kembali ke wilayah mereka masing-masing, dan berjanji berkumpul kembali sebelum menghadiri jamuan di istana Kekaisaran. Akan tetapi, bagi mereka yang wilayahnya jauh dari ibukota, mereka memutuskan untuk sementara waktu menetap di ibukota Kekaisaran.


“Mereka benar-benar sekumpulan orang bodoh yang tidak mengerti kalau peraturan itu dibuat untuk ditaati,” ungkap Jin Yan yang sejak awal berada di tengah-tengah para bangsawan.


“Mereka hanya akan bernasib buruk kalau merasa kekuatan mereka dapat setara dengan kekuatan Kekaisaran,” kata Yan Ran yang ikut bersama Jin Yan.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2