Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Sampai Di Kota Hebei


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...


°°°


Rombongan Putri Liu Yao terus melanjutkan perjalanan menuju Kota Hebei. Dari jarak yang ditempuh, kemungkinan rombongan akan sampai di Kota Hebei saat hari menjelang malam. Akan tetapi perjalanan bisa memakan waktu lebih lama seandainya terjadi gangguan yang menghambat perjalanan.


Sementara itu di tempat lain, Raja Liu Feng dan Kasim Kerajaan sedang merayakan keberhasilan rencana mereka setelah melihat sendiri saat-saat Putri Liu Yao meninggalkan ibukota Kerajaan Shu. Keduanya berpesta dengan minum-minum dan dilayani para pelayan yang setengah bagian tubuhnya sudah tak lagi tertutupi kain.


Jika biasanya seorang Kasim tidak lagi memiliki kesempatan melanjutkan keturunan, berbeda dengan Kasim Kerajaan yang masih dapat melanjutkan keturunannya, dan terlihat jelas sekarang miliknya sedang berada di dalam milik pelayan yang duduk di atas pangkuannya.


Pelayan di atas pangkuan Kasim Kerajaan terus menggerakkan pinggulnya, membuat Kasim Kerajaan sangat menikmati apa yang dilakukan olehnya. Tak lama kemudian, Kasim Kerajaan menumpahkan cairan kehangatan kedalam milik pelayan di atas pangkuannya, yang seketika pelayan itu roboh tak mampu menanggung beban tubuhnya sendiri.


Kasim Kerajaan yang belum puas dengan satu pelayan, dia menarik pelayan lainnya setelah menyingkirkan pelayan yang sudah tak mampu memberi kepuasan padanya. Kembali memasukkan miliknya yang masih tegak berdiri ke milik pelayan yang baru saja duduk di atas pangkuannya, Kasim Kerajaan kembali merasakan sensasi penuh kenikmatan, yang membuat dia ingin melakukannya lagi dan lagi.


Bukan hanya Kasim Kerajaan, Raja Liu Feng juga melakukan hal yang sama. Bahkan, dia sudah melakukan itu dengan lima pelayan yang berbeda. Meski sudah menaklukkan lima pelayan, terlihat miliknya masih tegak berdiri, dan siap menaklukkan pelayan lainnya yang siap melakukan apapun untuk memberi kepuasan padanya.


Seharian Raja Liu Feng dan Kasim Kerajaan melakukan pesta dengan para pelayan di dalam istana Kerajaan. Prajurit penjaga istana yang mendengar suara dari dalam istana Kerajaan, mereka hanya bisa menahan keinginan, sambil sesekali memegangi milik mereka sendiri yang sudah menegang.


Menjelang malam, Raja Liu Feng dan Kasim Kerajaan sudah puas berpesta, tapi mereka masih berada di dalam istana Kerajaan dengan ditemani puluhan pelayan dalam kondisi sama-sama tidak mengenakan pakaian. Bahkan milik Raja Liu Feng dan milik Kasim Kerajaan masih berada di dalam milik dua pelayan, yang tidur terlelap dalam dekapan mereka.


“Apa kau ingin mengintip apa yang sudah terjadi di dalam?” tanya salah satu prajurit penjaga istana Kerajaan Shu pada rekannya.


“Kalau aku memiliki keberanian, aku sudah melakukannya sejak tadi,” jawab prajurit penjaga yang mendapat pertanyaan dari rekannya.


“Hari ini benar-benar hari buruk untukku karena harus mendengar suara mereka yang sedang bersenang-senang di dalam sana...”


“Begitu juga denganku, tapi kita cukup bersabar untuk beberapa saat karena tak lama lagi kita akan mendapatkan kesenangan dari para pelayan yang keluar dari istana Kerajaan...”

__ADS_1


Begitu prajurit penjaga selesai bicara, dia melihat dua orang pelajar dengan pakaian lusuh keluar dari istana Kerajaan.


Tak ingin membuang waktu, keduanya segera saja menangkap kedua pelayan itu, dan membawa mereka ke tempat sepi.


“Setelah Raja dan Kasim Kerajaan, malam ini saat kamu bersenang-senang denganku, dan kita akan melakukannya sampai pagi...” Langsung saja kedua prajurit penjaga bersenang-senang dengan dua pelayan yang hanya bisa pasrah dengan apa yang menimpa mereka.


°°°


Kota Hebei...


Rombongan Putri Liu Yao baru saja memasuki Kota Hebei, dan langsung saja rombongan pergi menuju istana Kota yang akan menjadi tempat tinggal Putri Liu Yao selama tinggal di Kota Hebei.


“Akhirnya kita sampai! Terlalu lama berada di kereta kuda, bisa membuat seluruh tulang di tubuhku remuk,” kata Putri Liu Yao sembari membuka jendela kereta kudanya, untuk melihat keindahan Kota Hebei.


Putri Liu Yao sudah memakai kembali cadarnya, begitu juga dengan Qin Chen yang juga sudah memakai kembali topengnya. Namun, meski keduanya sama-sama telah menutupi sebagian wajahnya, itu semua belum bisa menutupi kebahagian yang terpancar dari wajah mereka.


“Putri, apa kamu yakin ingin keluar dari kereta menggunakan pakaian ini?” tanya Qin Chen sembari memegang pakaian Putri Liu Yao yang kusut dan berantakan.


Putri Liu Yao menoleh, menatap Qin Chen dengan tatapan genit, lalu dia berkata, “Aku sudah menyiapkan pakaian ganti, tapi kamu tidak boleh melihat saat aku sedang berganti pakaian...”


“Kenapa aku tidak boleh melihat? Bukannya aku tadi telah melihat semuanya?” tanya Qin Chen sedikit melirik ke bukit kembar milik Putri Liu Yao, yang tadi dia lihat secara langsung, bahkan dia sempat memegang dan merasakan sensasi hangat, kenyal, serta lembut saat memegangnya.


Putri Liu Yao menggelengkan kepalanya, “Kamu baru melihat bagian ini...” Putri Liu Yao menunjuk salah satu bukit miliknya, “Karena kamu belum melihat keseluruhan yang ada dalam tubuhku. Jadi kamu belum berhak melihat saat aku berganti pakaian,” ungkapnya sembari menunjukkan senyuman di bibirnya.


Qin Chen tidak terlalu mengerti apa inti dari perkataan Putri Liu Yao, tapi dia tahu kalau dirinya belum diperbolehkan melihat, saat Putri Liu Yao berganti pakaian.


Menuruti keinginan Putri Liu Yao, Qin Chen memilih memunggungi Putri Liu Yao saat wanita itu berganti pakaian. Meski berganti pakaian, Putri Liu Yao tetap menggunakan pakaian serupa dengan pakaian yang dia ganti. Semua itu dia lakukan supaya tidak ada yang mencurigai kalau dirinya telah berganti pakaian.

__ADS_1


Sampai di istana Kota Hebei, kereta Putri Liu Yao berhenti di halaman istana, dan langsung saja Putri Liu Yao keluar dari kereta kuda dengan memegang erat tangan Qin Chen yang sudah lebih dulu keluar dari kereta kuda.


Kedatangan Putri Liu Yao dan rombongannya mendapatkan sambutan hangat dari Gubernur Kota Hebei dan kedua putranya. Namun, Gubernur Kota Hebei dan kedua putranya menatap sinis keberadaan Qin Chen yang senantiasa berada di sebelah Putri Liu Yao.


Ketiganya jelas tidak menyukai keberadaan Qin Chen, tapi mereka tidak terburu-buru memisahkan Putri Liu Yao dan Qin Chen. Meski mencoba bersikap biasa-biasa saja saat berada di hadapan Putri Liu Yao. Terlihat jelas kalau kedua putra Gubernur Kota Hebei menyukai Putri Liu Yao. Bukan hanya mereka, Gubernur Kota Hebei nyatanya sudah lama ingin memiliki Putri Liu Yao, dan karena itu dia sangat senang saat mendengar Putri Liu Yao untuk sementara waktu akan tinggal di Kota Hebei.


Ketiganya sama-sama sudah menyiapkan rencana untuk membuat Putri Liu Yao bermalam di kamar mereka. Namun tak satupun dari ketiga orang itu yang mengetahui kalau Putri Liu Yao sudah lama mengawasi mereka, dan sudah menyiapkan cara untuk menyingkirkan ketiganya dari Kota Hebei.


Begitu Putri Liu Yao yang didampingi Qin Chen sudah berada di hadapan Gubernur Kota Hebei dan kedua putranya, ketiganya membungkukkan badan, memberi hormat pada Putri Liu Yao yang langsung saja pergi setelah menerima penghormatan dari mereka. Meski Gubernur merupakan orang paling berkuasa di Kota Hebei, tapi istana Kota Hebei bukanlah miliknya.


Gubernur Kota Hebei dan keluarganya tinggal di kediaman Gubernur. Sedangkan istana Kota Hebei hanya boleh ditempati oleh keluarga Kerajaan yang berkunjung ke Kota Hebei, dan selama ini hanya Putri Liu Yao satu-satunya keluarga Kerajaan yang pernah mengunjungi Kota Hebei.


Menyadari keberadaannya tak menarik perhatian dari Putri Liu Yao, Gubernur Kota Hebei dan kedua putranya mencoba mengikuti Putri Liu Yao, tapi langkah ketiganya dihentikan oleh Qiao Bao dan Jenderal Shang Hong.


“Tuan-tuan sekalian, jika ada keperluan dengan Putri Liu Yao, sebaiknya kalian kembali esok hari! Putri baru saja melakukan perjalanan jauh, dan saat ini Putri membutuhkan waktu untuk beristirahat,” kata Jenderal Shang Hong.


Melihat sosok di hadapan mereka adalah seorang Jenderal, Gubernur dan keduanya memilih mendengar perkataannya, dan mereka langsung saja berbalik arah pergi meninggalkan istana Kota Hebei yang saat ini dijaga ketat oleh pasukan elite kura-kura hitam.


“Saudara Hong, dari sorot mata saat mereka melihat Putri Liu Yao, entah kenapa aku merasa ketiga orang itu sangat menginginkan sosok Putri Liu Yao,” ujar Qiao Bao.


“Saudara Bao, siapa orang yang tidak tertarik pada Putri Liu Yao? Seorang Pangeran Kekaisaran saja sangat menginginkannya, apalagi mereka yang hanya keluarga Gubernur. Akan tetapi, aku sepertinya sudah tau siapa yang pada akhirnya dapat memiliki Putri Liu Yao...” Jenderal Shang Hong mengingat kejadian yang baru saja terjadi di mana Putri Liu Yao memegang erat tangan Qin Chen.


Qiao Bao mengangguk, “Mereka memang sangat serasi...” ungkapnya.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2