Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Tidak Membutuhkan Selir


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Setelah para perampok di gang sepi yang bekerjasama dengan para prajurit diamankan prajurit yang berada di bawah perintah langsung Jin Fan dan Jin Yan, gang yang semula sepi karena tidak ada yang berani melewatint, kini ramai selayaknya gang-gang lain yang ada di ibukota Kekaisaran. Sedangkan untuk prajurit yang terbukti bekerjasama dengan para perampok, mereka dan seluruh anggota keluarganya telah menjalani hukuman mati di tempat yang hanya diketahui oleh Qin Chen, Jin Fan, Jin Yan dan prajurit khusus Kekaisaran Shu.


Meskipun perampok dan prajurit yang merubah sebuah gang menjadi tempat mereka melakukan aksi telah mendapatkan hukuman, Qin Chen tidak ingin kembali lengah dan membiarkan kejadian yang sama terulang. Dengan bantuan Jin Fan, Jin Yan dan orang-orang yang benar-benar dapat dipercaya, Qin Chen mulai melakukan pemeriksaan menyeluruh pada prajurit Kekaisaran Shu.


Setelah lima hari berlalu.


“Yang Mulia, setelah dilakukan pemeriksaan ulang terhadap kesetiaan prajurit Kekaisaran, sebanyak sepuluh ribu dari lima ratus ribu prajurit terbukti melakukan hal kotor seperti pemerasan dan melakukan perampokan.” Jin Yan menunjukkan laporan hasil pemeriksaan yang dia lakukan.


“Mereka yang terbukti bersalah telah mendapatkan hukuman yang sudah seharusnya didapatkan oleh mereka yang bersalah,” Jin Yan sendiri memilih memberi hukuman langsung menggunakan tangannya sendiri pada belasan pemimpin prajurit, yang nyata terbukti melakukan pemerasan di kota yang mereka jaga.


“Lakukan pemeriksaaan berkala setiap dua bulan sekali, dan berikan hukuman paling berat pada siapapun yang terbukti membuat kesalahan!” Qin Chen tidak mentolerir siapapun yang membuat kesalahan.


“Kami akan melakukan seperti apa yang menjadi keinginan Yang Mulia.” Jin Yan dan Jin Fan kemudia undur diri dari ruang kerja Qin Chen karena mereka masih ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan.


Qin Chen duduk tenang di tempat duduknya melanjutkan membaca laporan yang diberikan Jin Yan padanya. Dia hanya bisa menggelengkan kepala melihat masih banyak pemimpin prajurit dan para prajurit Kekaisaran yang melakukan pemerasan untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaan, padahal pihak Kekaisaran sudah membayar mahal uang bulanan mereka.


“Apa aku perlu meningkatkan uang bulanan mereka?” gumam lirih Qin Chen.


“Untuk sekarang aku belum bisa menaikkan uang bulanan mereka karena keadaan keuangan Kekaisaran masih belum stabil, tapi beberapa bulan ke depan aku bisa mempertimbangkan meningkatkan jumlah uang bulanan mereka.” Qin Chen kembali bergumam lirih.


“Lima hari ini aku disibukkan dengan banyak pekerjaan. Sebaiknya hari ini aku mengistirahatkan tubuhku dari pekerjaan.” Qin Chen keluar dari ruang kerjanya untuk berjalan-jalan di sekitaran istana.

__ADS_1


Yan Ran yang melihat Qin Chen keluar dari ruang kerjanya, sebagai pengawal Qin Chen tanpa menunggu perintah dia langsung berjalan di belakangnya. Setelah lima hari lalu datang ke istana dan mendapatkan pelatihan keras selama dua hari, hari ini menjadi hari kedua Yan Ran menjadi pengawal Qin Chen. Dari penjaga toko menjadi pengawal Kaisar, Yan Ran merasakan perubahan besar pada hidupnya.


Yan Ran sebelumnya memang hanya penjaga toko senjata milik ayahnya sekaligus penjaga di pandai besi, tapi dia sebenarnya pendekar hebat begitu juga dengan Yan Qiqi, adiknya. Bahkan ayahnya, Yang Zong, dia merupakan pendekar tingkat Raja yang keberadaannya tidak diketahui banyak orang karena sebagian besar hidupnya digunakan untuk membuat senjata di ruang penempaan.


Setelah berjalan cukup jauh dari ruang kerjanya, Qin Chen berhenti berjalan saat dari arah depan dia melihat Liu Yao datang dengan ditemani Yan Qiqi dan empat pelayan pribadinya. Dari arah kemunculan Liu Yao, Qin Chen tahu kalau wanitanya baru saja berkumpul dengan para wanita keluarga bangsawan yang mengabdikan diri pada Kekaisaran Shu.


Ini bukan kali pertama Qin Chen melihat Liu Yao berkumpul dengan para wanita keluarga bangsawan. Namun kali ini, Qin Chen merasa ada yang aneh saat melihat ekspresi wajah yang ditunjukkan Liu Yao. Sebagai seorang pendekar yang sudah berada di tingkat Kaisar, Qin Chen juga dapat melihat aura kemarahan yang meluap keluar dari dalam tubuh Liu Yao.


Qin Chen lalu menyambut kedatangan Liu Yao dengan senyuman hangat untuk sedikit meredakan amarahnya, tapi tetap saja dia belum terpikirkan apa yang telah membuat wanitanya marah begitu kembali dari tempat berkumpulnya para wanita.


“Katakan padaku apa ada salah satu dari mereka yang membuatmu marah?” Qin Chen bertanya sambil menatap lekat wajah Liu Yao yang sebagian tertutup cadar.


Liu Yao tidak langsung menjawab pertanyaan Qin Chen. Terlebih dahulu dia meminta semua orang pergi menjauh kecuali Qin Chen, kemudia dia membawa pria itu ke kolam ikan yang tak jauh dari tempat pertemuan mereka.


Melihat sebuah kursi, Liu Yao menarik Qin Chen untuk duduk bersamanya di tempat itu, dan begitu duduk dia mulai berkata. “Apa Chen'gege membutuhkan banyak Selir? Jujur saja, mereka para wanita sangat ingin menjadi Selir Chen'gege, bahkan tak sedikit yang dari sorot matanya saja aku tahu mereka menginginkan posisi Permaisuri yang sekarang aku tempati. Bahkan ada yang terang-terangan mengancam menggunakan nama besar keluarganya,” kata Liu Yao.


Qin Chen tersenyum mendengarnya, lalu dia berkata, “Jangankan membutuhkan, membayangkan memiliki Selir saja aku tidak pernah.”


“Lagipula untuk apa juga aku memiliki Selir disaat aku sudah memiliki wanita terbaik di sisiku? Bukan hanya terbaik, tapi juga tercantik.” Qin Chen begitu saja mencium kening Liu Yao menunjukkan keseriusan dalam perkataannya.


Liu Yao membalas ciuman Qin Chen dengan menciun bibirnya, tapi karena berada di tempat terbuka di keadaan terang benderang, Liu Yao hanya memberi kecupan singkat di bibir Qin Chen, dan setelahnya mereka memutuskan untuk kembali ke tempat Yan Ran, Yan Qiqi, dan empat orang lainnya yang sedang menunggu mereka.


“Yang Mulia, bagaimana kalau kita makan siang bersama?” Liu Yao merubah panggilannya pada Qin Chen saat di hadapan banyak orang.


Qin Chen melirik keberadaan matahari, dan memang sudah tiba waktunya makan siang. “Kalian antarkan makanan ke kediamanku! Aku dan Permaisuri ingin menikmati makan siang di kediamanku,” perintah Qin Chen pada keempat pelayaran pribadi Liu Yao.

__ADS_1


Keempat pelayan segera pergi setelah mendapat perintah dari Qin Chen. “Kalian berdua bisa pergi ke dapur istana untuk menikmati makan siang, dan kalian bisa kembali bertugas setelah waktu makan siang berakhir!” Qin Chen berkata pada Yan Ran, dan Yan Qiqi.


“Baik Yang Mulia, kalau begitu kami undur diri.” Yan Ran, dan Yan Qiqi pergi meninggalkan Qin Chen dan Liu Yao.


“Apa Chen'gege hanya ingin menikmati makan siang denganku atau Chen'gege juga ingin menikmati makanan lainnya?” Liu Yao menggigit bibir bawahnya sambil menyibak sedikit cadar yang dia gunakan.


Melihat itu Qin Chen langsung menggendong tubuh Liu Yao, dan dengan gerakan yang begitu cepat dia bergerak menuju kediamannya. Sedangkan Liu Yao yang berada di gendongannya, dia hanya memejamkan mata sambil menikmati hembusan angin saat Qin Chen bergerak dengan begitu cepat.


Sementara itu di pelabuhan terbesar yang dimiliki Kerajaan Chu, Ratu Li Wei sedang menaiki kapal layar yang akan membawanya pergi ke Kekaisaran Barat melalui jalur lautan.


Melihat panjangnya rute perjalanan dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk sampai di Kekaisaran Barat, Ratu Li Wei tidak lupa membawa tabib untuk berjaga-jaga kalau sewaktu-waktu dia melahirkan sebelum sampai di Kekaisaran Barat.


“Perjalanan ini sangat panjang, lama, dan berbahaya. Aku sendiri sebenya ragu untuk melakukan perjalanan ini, tapi demi dukungan Kekaisaran Barat aku harus melakukannya.” Ratu Li Wei bertekad segera sampai di Kekaisaran Barat dan mendapatkan apa yang dia inginkan dari tempat itu.


“Satu bulan berada di lautan.” Ratu Li Wei mengelus perutnya yang semakin membuncit setiap harinya. “Semoga kamu tidak menjadi penghambat dalam perjalananku!” katanya sambil menatap bentuk perutnya.


“Kalau saja kamu anak dia, aku pasti sangat menyayangimu!” gumamnya kemudia dia mulai menikmati pemandangan birunya air laut.


Ratu Li Wei bukan hanya membawa satu kapal layar dalam perjalanannya, setidaknya ada lima belas kapal dengan persenjataan lengkap mengawal perjalanannya menuju wilayah Kekaisaran Barat.


Jika di dalam satu kapal terdapat seribu prajurit, dalam perjalanan kali ini Ratu Li Wei juga mengikutsertakan belasan ribu prajurit untuk menjaga keselamatannya.


Lautan yang membentang dari wilayah timur ke wilayah barat sangatlah berbahaya dengan banyaknya perompak yang berkeliaran di tengah lautan. Oleh karena itu, Ratu Li Wei membawa banyak kapal dan prajurit terlatih untuk melakukan pengawalan dalam perjalannya.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2