
Jang lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Di luar ibukota Kekaisaran Shu, pasukan yang telah disiapkan para bangsawan, mereka telah ditangkap oleh prajurit Kekaisaran dibantu prajurit yang sebelumnya menyamar sebagai bagian dari prajurit keluarga bangsawan. Bagi yang menyerah, mereka akan mendapatkan hukuman ringan, tapi yang melawan langsung dibunuh di tempat.
Setelah semua prajurit yang menyerah di tangkap, mereka dibawa ke penjara Kekaisaran, bersebelahan dengan para bangsawan yang keadaannya sangat mengenaskan. Para bangsawan yang terluka begitu saja dimasukkan ke dalam penjara tanpa mendapat perawatan, sehingga keadaan mereka semakin memburuk.
“Yang Mulia, seluruh prajurit pemberontakan yang menyerah sudah dimasukkan ke dalam penjara. Silahkr Yang Mulia menentukan hukuman untuk mereka.” Jin Fan menyerahkan hukuman yang pantas diberikan untuk mereka pada Qin Chen.
“Perkenalan mereka di tambang Kekaisaran. Meskipun mereka bekerja dengan status tahanan, perlakuan mereka dengan baik selayaknya rakyat yang sedang bekerja,” ujar Qin Chen.
“Diantara mereka banyak yang merupakan pendekar bayaran. Apa mereka juga mendapat hukuman yang sama?” tanya Jin Fan.
“Mereka tentu tahu resiko membantu pemberontak, dan pastinya mereka juga sudah mendapatkan bayaran lebih banyak karena disewa untuk membantu pemberontak. Berikan hukuman yang sama pada mereka, tapi tindakan kekerasan tidak dilarang untuk mereka!”
“Orang-orang yang rela melakukan apapun demi uang, mereka bukanlah pendekar, mereka hanyalah sekumpulan perampok!” ujar Qin Chen tegas.
“Baik Yang Mulia, mereka akan mendapatkan hukuman yang layak, seperti banyaknya bayaran yang mereka terima,” kata Jin Fan lalu dia pamit undur diri meninggalkan Qin Chen.
Jin Fan pergi untuk memberi hukuman pada pemberontakan sesuai apa yang menjadi keputusan Qin Chen. Sedangkan Qin Chen, dia memilih pergi ke gudang penyimpanan Kekaisaran untuk melihat ketersediaan cadangan makanan yang cukup selama menghadapi musim dingin yang sebentar lagi akan datang.
Semua prajurit yang sedang menata bahan makanan di gudang terkejut dengan kedatangan Qin Chen yang begitu tiba-tiba. Akan tetapi, mereka senang karena pekerjaan mereka mendapatkan perhatian langsung dari sang Kaisar. Mereka bekerja dengan sangat baik dan tidak ada yang melakukan kesalahan. Jadi, mereka tidak merasa terbebani, dan mereka justru senang dengan keberadaan Qin Chen.
Memastikan persediaan bahan makanan di gudang lebih dari cukup untuk melalui satu musim dingin, Qin Chen melanjutkan perjalanan pergi berkeliling ke tempat lainnya yang masih berada dai kawasan istana Kekaisaran.
Sampai di barak prajurit, Qin Chen yang sedari tadi hanya ditemanu Yan Ran, dia membawa Yan Ran ke dalam gudang persenjataan untuk melihat keadaan persenjataan yang dimiliki Kekaisaran Shu. Semua senja terlihat dalam keadaan baik, tapi terdapat banyak senjata tua yang sudah saatnya diganti.
Mengingat bagaimana kualitas pedang buatan Yan Zong, Qin Chen memutuskan memesan persenjataan darinya. Kebetulan, pandai besi yang biasa menyiapkan senjata untuk Kekaisaran juga telah memutuskan meninggalkan Kekaisaran Shu dan menetap di Kerajaan Qiao. Jadi saat ini tidak ada pandai besi khusus yang menangani persenjataan Kekaisaran Shu.
__ADS_1
“Yan Ran, apa pandai besi Paman Zong sanggup membuat ribuan senjata untuk prajurit Kekaisaran?” tanya Qin Chen.
“Yang Mulia, ayah hamba memiliki puluhan pekerja yang sudah belasan tahun ikut dengannya. Melihat pengalaman mereka, hamba yakin pandai besi ayah hamba mampu melakukan yang terbaik untuk Kekaisaran Shu,” jawab Yan Ran.
Mendengar itu, langsung saja Qin Chen menyerahkan pada pandai besi Yan Zong untuk mempersiapkan persenjataan terbaik untuk Kekaisaran Shu. Namun, dikarenakan segera menghadapi musim dingin, Qin Chen hanya memesan setengah dari keseluruhan persenjataan yang dibutuhkan prajurit Kekaisaran.
Demi menghemat pengeluaran Kekaisaran, sisa persenjataan akan dipesan begitu musim dingin berakhir. Bukan hanya Kekaisaran Shu yang berhemat, tapi Kekaisaran Barat justru lebih berhemat dibandingkan apa yang dilakukan Kekaisaran Shu.
“Aku menunggu kedatangan ayahmu besok pagi! Aku harap, kamu membawa ayahmu ke hadapanku tepat waktu karena besok banyak kegiatan yang harus aku lakukan!” kata Qin Chen pada Yan Ran.
“Hamba dan Ayah hamba pasti datang tepat waktu.” Ayahnya pasti senang dengan terciptanya kerjasama besar dengan Kekaisaran, dan pastinya Ayahnya tidak ingin terlambat untuk bertemu dengan Kaisarnya meskipun harus bertemu sebelum matahari terbit.
Qin Chen hanya menganggukkan kepala, lalu dia keluar dari gudang persenjataan, dan kembali melanjutkan berkeliling untuk melihat kesiapan penghuni istananya menyambut datangnya musim dingin.
Sejauh apa yang di lihat Qin Chen semua persiapan hampir seluruhnya telah selesai. Bukan hanya persiapan di istana maupun di ibukota Kekaisaran, tapi persiapan di seluruh wilayah Kekaisaran Shu juga hampir keseluruhannya selesai.
“Dengan begini aku bisa lebih fokus mempersiapkan kekuatan untuk menghadapi kemungkinan terburuk seandainya Kekaisaran Barat dan Kerajaan Chu datang menyerang memanfaatkan datangnya musim dingin,” gumam Qin Chen begitu dia sudah puas berkeliling.
“Salam Yang Mulia.” Liu Yao dan semua yang mengikutinya memberi salam pada Qin Chen, sedangkan Yan Ran menunduk menghormati keberadaan Liu Yao.
“Bangunlah, dan mari masuk bersama! Ada beberapa hal yang ingin aku bahas denganku.” Qin Chen memegang tangan Liu Yao lalu perlahan dia membawa wanitanya masuk ke dalam ruang kerja Kaisar.
Baru juga satu langkah masuk ke dalam ruang kerja, tubuh Liu Yao lemas, dan dia merasa ingin memuntahkan isi perutnya.
Melihat keadaan Liu Yao yang kurang sehat, Qin Chen memberi perintah pada Yan Ran untuk memanggik tabib Kekaisaran, sedangkan dia menggendong Liu Yao menuju ruangan istirahat Kaisar yang bersebelahan dengan ruang kerja Kaisar.
Tak lama tabib wanita terbaik yang bertugas sebagai tabib Kekaisaran datang dan segera melakukan pemeriksaan pada Liu Yao.
Dengan wajah serius tabib Kekaisaran memeriksa keadaan Liu Yao. Dengan gerakan yang lembut dia memeriksa beberapa bagian tubuh Liu Yao untuk menentukan penyakit apa yang sedang menjangkit sang Permaisuri.
__ADS_1
Setelah beberapa waktu melakukan pemeriksaan, senyum lebar terlihat jelas di eajah tabib Kekaisaran.
“Yang Mulia, saat ini Permaisuri sedang mengandung, dan usia kandungannya masih sangat muda. Untuk memperkuat kandungan Permaisuri, hamba akan meracikkan obat untuk memperkuat kandungan.”
Qin Chen yang mendengar itu hanya diam, tapi wajahnya tidak bisa menutupi kebahagiaan yang dirinya rasakan. ‘Ternyata air yang kamu keluarkan memang berbisa, tapi itu tidak masalah karena aku akan segera memiliki keturunan.’ Qin Chen membatin sambil melirik miliknya yang tertutup beberapa lembar kalian.
Setelah tabib Kekaisaran selesai meracik obat dan pamit undur diri, Qin Chen memerintahkan Yan Ran mengirim seratus koin emas ke rumah tabib yang baru memeriksa keadaan Liu Yao.
Setelah kepergian Yan Ran, dan menyuruh Yan Qiqi serta empat pelayan pribadi Liu Yao menunggu di luar. Sekarang Qin Chen hanya berduaan dengan Liu Yao yang sejak tadi terus tersenyum sambil menatap kearahnya.
“Apa ada yang Yao'er inginkan? Kalau ada, Yao'er bisa mengatakannya, dan aku pasti a
memberikan apapun yang Yao'er inginkan!” ujar Qin Chen.
“Apa Chen'gege yakin memberikan apapun yang aku inginkan?” tanya Liu Yao memastikan.
Qin Chen menganggukkan kepala. “Apapun itu aku pasti memberikannya untuk Yao'er.” Qin Chen bertekad melakukan apapun untuk membuat Liu Yao selalu bahagia.
“Saat ini hanya satu yang aku inginkan, dan Chen'gege harus memberikan apa yang aku inginkan.” Liu Yao mulai membuka pakaiannya sendiri dan tak lama dia sudah membuka seluruh bajakannya. “Ini sudah basah, dan Chen'gege harus membuatnya semakin basah!” Liu Yao memasukkan dua jari ke dalam miliknya, dan menggerakkannya secara perlahan.
“Kalau itu, tanpa di minta sekalipun, aku pasti memberikannya!” Qin Chen begitu cepat membuka seluruh pakaiannya, dan segera dia mengambil posisi diantara belahan paha Liu Yao.
Setelah merasa pas posisinya, Qin Chen melumasi ujung miliknya yang sudah memerah dengan cairan kental yang keluar dari milik Liu Yao. Melihat anggukan Liu Yao sebagai tanda dia boleh melakukannya, dengan sekali hentak miliknya berhasil menerobos masuk lorong sempit, licin dan hangat, yang membuatnya segera merasakan nikmat.
Suara des*han dari mulut Liu Yao terdengar saat Qin Chen mulai menggerakkan pinggulnya, dan suara des*han semakin liar terdengar saat Qin Chen semakin cepat menggerakkan pinggulnya.
Mereka terus memburu kenikmatan berdua tanpa peduli dengan keberadaan orang-orang diluar ruangan, yang sangat jelas mendengar suara pertempuran mereka.
Kenikmatan demi kenikmatan terus mereka raih, sampai akhirnya mereka terlelap dalam tidur karena lelah, setelah melakukan itu lebih dari tiga jam.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.