Legenda Qin Chen

Legenda Qin Chen
Serangan Di Tengah Gelapnya Malam


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Malam datang tak lama setelah kedatangan Qin Chen di benteng pertahanan Kerajaan Qiao yang berbatasan langsung dengan Kekaisaran Barat. Qin Chen yang saat ini berdiri di atas puncak paling tinggi di benteng Kerajaan Qiao, dia dapat melihat api yang menerangi perkemahan prajurit Kekaisaran Barat.


Jarak perkemahan prajurit Kekaisaran Barat dengan benteng Kerajaan Qiao hanya berjarak ratusan meter, dan sebenarnya bisa saja prajurit Kerajaan Qiao menembakkan meriam ke arah mereka.


Dalam beberapa malam Qiao Bao sebagai Raja Kerajaan Qiao membiarkan perkemahan musuh tetap berdiri, tapi malam ini perkemahan mereka yang masuk ke wilayah Kerajaan Qiao tidak akan selamat dari serangan meriam.


Puluha meriam telah dipersiapkan untuk melakukan serangan, dan tepat tengah malam prajurit Kerajaan Qiao akan mulai menggempur perkemahan Kekaisaran Barat yang berdiri di atas wilayah Kerajaan Qiao.


“Apa prajurit Kekaisaran Barat tidak tahu kalau letak perkemahan mereka berada dalam jangkauan senjata kita?” Qin Chen bertanya pada Qiao Bao yang berdiri di sebelahnya.


“Yang Mulia, senjata yang kita miliki hanya sekali diuji yaitu setelah keluar dari pabrik senjata. Jadi, kecil kemungkinan mereka mengetahu jarak terjauh yang bisa dijangkau persenjataan kita,” jawab Qiao Bao.


Mendengar itu Qin Chen menganggukkan kepala. Area di sekitaran pabrik senjata milik Kekaisaran Shu menjadi tempat paling ketat penjagaannya setelah penjagaan di istana Kekaisaran. Dengan sistem pertahanan berlapis-lapis, kecil kemungkinan musuh berhasil mengumpulkan informasi dari pabrik senjata, kecuali ada seorang pengkhianat di pabrik senjata.


Untuk pengkhianat sendiri juga tidak akan mudah membawa keluar informasi yang dia dapatkan selama menjadi bagian dari pekerja di pabrik senjata Kekaisaran Shu. Denga sistem pemeriksaan ketat yang diterapkan Qin Chen, bukan sesuatu yang sulit mengungkapkan keberadaan seorang pengkhianat.


“Sebentar lagi waktu menunjukkan tengah malam. Sebaiknya kamu segera pergi ke tempatmu bersiap melakukan serangan!” Qin Chen berkata tegas pada Qiao Bao.


“Baik Yang Mulia, kalau begitu hamba undur diri!” Qiao Bao segera pergi mematangkan persiapan penyerangan.


Sedangkan Qin Chen yang ditinggal sendirian di atas benteng Kerajaan Qiao, dia terus mengawasi pergerakan prajurit musuh yang melakukan penjagaan malam. Dari apa yang dia lihat, mereka sama sekali tidak sadar kalau sebentar lagi Kerjaan Qiao akan memulai serangan, dan tetap melakukan penjagaan seperti di siang hari.

__ADS_1


Namun, Qin Chen dapat melihat penjagaan saat malam hari dilakukan lebih banyak prajurit dibandingkan penjagaan di siang hari. Terlihat juga beberapa prajurit Kekaisaran Barat terus mengarahkan pandangan mereka ke arah benteng Kerajaan Qiao.


“Persiapan mereka jauh lebih baik dibandingkan yang dulu dipersiapkan Kekaisaran Qing, tapi mereka tetap kekurangan informasi tentang kekuatan utama Kerajaan yang berada di bawah perlindungan Kekaisaran Shu.”


Tak lagi melihat ada pergerakan mencurigakan dari prajurit Kekaisaran Barat, Qin Chen kembali mengarahkan fokusnya pada persiapan yang dilakukan prajurit Kerajaan Qiao. Dari tiga puluh meriam yang dimiliki Kerajaan Qiao dan belasan meriam bantuan dari Kerajaan Han, semua sudah tertata di tempatnya, dan sewaktu-waktu dapat digunakan untuk menyerang perkemahan Kekaisaran Barat.


Sementara itu di perkemahan Kekaisaran Barat, Kaisar Bernard dan Putra Mahkota Arthur sedang mematangkan rencana penyerangan benteng Kerajaan Qiao dengan belasan Jenderal Kekaisaran Barat.


Rencananya besok tepat setelah matahari terbit mereka akan mulai melakukan penyerangan. Penyerangan akan dimulai dengan penembakan meriam dan pelontar bola api, kemudian dilanjutkan dengan pengerahan prajurit penghancur gerbang, dan di susul setelahnya oleh prajurit baris depan yang akan melakukan pertempuran berhadap-hadapan dengan prajurit Kerajaan Qiao.


Dengan lebih dari satu juta prajurit, puluhan meriam, serta puluhan pelontar bola api, Kaisar Bernard yakin dapat mengalahkan Kerajaan Qiao, meskipun Kerajaan Qiao mendapatkan bantuan dari Kekaisaran Shu. Kekuatan yang dia kerahkan adalah seluruh kekuatan terbaik yang dimiliki Kekaisaran Barat. Kekuatan Kerajaan Qiao dan bala bantuannya, bukanlah sesuatu yang menakutkan untuknya.


...----------------...


Melompat turun dari titik tertinggi di benteng Kerajaan Qiao, Qin Chen berjalan ke tempat Qiao Bao dan Jin Han yang sedang mengatur prajurit mereka. Mengambil busur panah beserta anak panahnya, Qin Chen bermaksud memulai serangan karena waktu sudah menunjukkan tepat tengah malam.


Memanfaatkan gelapnya malam tanpa adanya cahaya rembulan prajurit Kerajaan Qiao dan prajurit Kerajaan Han bersiap melakukan penyerangan.


Sedangkan prajurit Kekaisaran Barat yang sejak tadi mengawasi benteng Kerajaan Qiao, mereka mengerutkan kening saat penerangan di benteng Kerajaan Qiao padam, membuat suasana benteng menjadi gelap gulita tanpa pencahayaan. Baru juga mereka ingin melaporkan hasil pengawasan mereka, suara ledakan bertubi-tubi terdengar dari benteng Kerajaan Qiao.


“Boom... Boom... Boom... Boom...” Ledakan terjadi di perkemahan prajurit Kekaisaran Barat. Puluhan tenda beserta ratusan prajurit di dalamnya yang sedang beristirahat mati tiap kali terdengar suara ledakan. Di tengah kegelapan malam ledakan terus terjadi. Menghancurkan perkemahan prajurit Kekaisaran Barat dan telah membunuh ribuan prajurit di dalam perkemahan.


“Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa bisa terjadi kekacauan sebesar ini? Apa Kerajaan Qiao mengerahkan prajuritnya keluar dari bentenh dan melakukan serangan? Kalau benar mereka keluar, kenapa prajurit pengawas tidak memberitahukan semua itu padaku?” Kaisar Bernard dibuat bingung dengan situasi yang dihadapinya.


“Yang Mulia, Kerajaan Qiao sama sekali tidak mengerahkan prajuritnya keluar meninggalkan benteng, melainkan mereka melakukan serangan langsung dari atas benteng,” ujar Putra Mahkota Arthur setelah mendengar laporan dari prajurit yang mengawasi benteng Kerajaan Qiao.

__ADS_1


“I... itu tidak mungkin terjadi! Bagaimana mungkin mereka memiliki senjata yang mampu menjangkau perkemahan kita? Jarak perkemahan ini dengan benteng Kerajaan Qiao dua kali jarah terjauh yang dapat di jangkau senjata miliki kita. Bagaimana mungkin mereka memiliki senjata yang dapat menjangkau perkemahan kita?” Kaisar Bernard dibuat bingung dengan persenjataan yang dimiliki Kerajaan Qiao.


Namun, tahu musuh dapat menjangkau perkemahannya, Kaisar Bernard meminta para Jenderal menarik mundur seluruh prajurit yang masih bisa di selamatkan. Mereka akan bergerak mundur sampai benteng Kekaisaran Barat yang berjarak satu kilometer di belakang perkemahan.


Prajurit Kekaisaran Barat segera mundur mengikuti perintah Jenderal mereka. Tidak ada persenjataan berat yang dapat mereka bawa. Semua prajurit berlari meninggalkan perkemahan hanya membawa senjata yang melekat di tubuh mereka. Puluhan merim dan pelontar bola api begitu saja ditinggalkan oleh mereka.


Bagi mereka, nyawa jauh lebih penting dibandingkan persenjataan yang bisa dibuat ulang, oleh karena itu, dari mereka semua tak satupun yang berpikir untuk membawa kembali persenjataan berat di perkemahan.


...----------------...


Malam berlalu dan pagi ini pemandangan api yang berkobar di sisa-sisa perkemahan prajurit Kekaisaran Barat masih dapat terlihat. Meskipun serangan sudah dihentikan beberapa waktu yang lalu, api yang membakar perkemahan prajurit Kekaisaran Barat belum juga padam, dan lagi sering terdengar suara ledakan dari perkemahan yang sudah terbakar.


Semua ledakan yang sampai sekarang masih terdengar dari perkemahan prajurit Kekaisaran Barat kemungkinan berasal dari bola beso peledak yang ditinggalkan begitu saja oleh prajurit Kekaisaran Barat yang lari tunggang langgang meninggalkan perkemahan mereka.


Dari satu juta lebih prajurit Kekaisaran Barat, diperkirakan seperempat dari mereka mati dalam serangan yang semalaman dilakukan oleh prajurit Kerajaan Qiao dan prajurit Kerajaan Han. Untuk sisanya, mereka saat ini sudah berada di dalam benteng pertahanan Kekaisaran Barat, yang berjarak sekitar dua kilometer dari benteng Kerajaan Qiao.


Setelah api benar-benar padam, Qin Chen, Qiao Bao, Jin Han dan dua ribu prajurit memeriksa keadaan perkemahan prajurit Kekaisaran Barat yang sudah hangus terbakar.


Hal pertama yang mereka lihat setelah sampai di perkemahan prajurit Kekaisaran Barat adalah ratusan ribu mayat prajurit Kekaisaran Barat yang tergeletak tak beratu, banyak mayat yang anggota tubuhnya tidak utuh, dan ada juga yang hangus terbakar.


Puluhan meriam dan puluhan pelontar bola api juga mereka temukan, tapi semua sudah dalam keadaan hancur. Meskipun ada beberapa yang masih bisa diperbaiki, Qin Chen dan yang lainnya tidak memiliki keinginan mengambil barang bekas untuk diperbaiki.


“Mereka sudah mundur ke benteng pertahanan Kekaisaran Barat, yang artinya setelah ini giliran kita yang menyerang mereka!” ujar Qin Chen yang tidak ingin melepaskan musuh begitu saja.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2