
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Gubernur Kota Hebei tidak menyadari apa yang sudah terjadi dengan pendekar yang telah dia sewa untuk menyingkirkan pengawal pribadi Putri Liu Yao, dan menyeret Putri Liu Yao ke kamarnya. Dia hanya tahu kalau besok Putri Liu Yao akan jatuh ke pelukannya, dan menuruti semua keinginannya.
Melewati malam panjang dengan tertidur lelap di atas tempat tidur ditemani dua pelayan yang sepanjang malam memberi kehangatan padanya. Pagi ini, Guang Dong, Gubernur Kota Hebei sudah tidak sabar menyambut kedatangan Putri Liu Yao, wanita yang lekuk tubuhnya senantiasa membuat miliknya memberontak setiap kali dia melihatnya.
Tak lama setelah menikmati sarapan pagi dengan kedua putranya, seorang prajurit penjaga datang menemui Guang Dong, dan mengatakan kalau ada Putri Liu Yao yang saat ini menunggu kedatangannya di ruang kerjanya. Prajurit itu juga mengatakan kalau ada dua pengawal yang menemani Putri Liu Yao, dan ada puluhan prajurit yang saat ini menunggu di depan gerbang kediaman Guang Dong.
Guang Dong dengan penuh semangat bangkit dari tempat duduknya dan bersiap pergi ke ruang kerjanya untuk menemui Putri Liu Yao. Saat kedua putranya ingin ikut dengannya, Guang Dong tegas menolak mereka yang ingin ikut dengannya.
“Kalian cukup tunggu di tempat ini, dan melihat bagaimana aku akan menjadikan Putri Mahkota sebagai ibu baru untuk kalian. Begitu Putri Mahkota menjadi milikku, kalian berdua akan menerima akibat yang tidak ringan jika masih memiliki keinginan untuk memilikinya!...” Guang Dong langsung saja pergi begitu mengatakan apa yang ingin dia katakan pada kedua putranya.
Tidak langsung pergi ke ruang kerjanya, Guang Dong terlebih dahulu pergi memanggil pendekar yang sudah dia sewa, dan menyuruh mereka membunuh dua pengawal Putri Liu Yao yang berdiri di luar ruang kerjanya.
Saat menemui pendekar yang dia sewa, Guang Dong tidak melihat adanya keanehan dari mereka karena sebelumnya dia sangat jarang bertemu dengan para pendekar yang dia sewa.
Setelah memberi perintah pada para pendekar, dengan langkah cepat dan lebar, Guang Dong pergi menemui Putri Liu Yao yang sudah menunggu kedatangannya di ruang kerja miliknya. Sampai di tempat yang dia tuju, Guang Dong hanya melihat salah satu pengawal Putri Liu Yao yang berdiri di luar ruang kerjanya. Melihat itu, Guang Dong yakin pengawal satunya yang senantiasa memakai topeng, saat ini dia berada di dalam ruang kerjanya menemani Putri Liu Yao.
Setelah memberi tatapan sinis pada pengawal Putri Liu Yao yang tak lain adalah Qiao Bao, Guang Dong langsung saja masuk ke dalam ruang kerjanya, dan melihat sosok Putri Liu Yao yang sedang duduk di atas pangkuan pengawal pribadinya yang senantiasa menggunakan topeng untuk menutupi sebagian wajahnya. Melihat itu seketika tubuh Guang Dong terasa panas, tapi dia tetap mencoba tenang karena dipikirannya tak lama lagi dialah yang akan berada di posisi itu bersama Putri Liu Yao.
Sementara itu Putri Liu Yao yang melihat kedatangan Guang Dong, bukannya turun dari pangkuan pengawal pribadinya yang tentu orang itu adalah Qin Chen. Putri Liu Yao justru memeluk leher Qin Chen, sengaja menunjukkan kemesraan untuk memanas-manasi Guang Dong yang mulai tak tahan menahan panasnya api cemburu yang membakar kesabarannya.
“Bagaimana bisa seorang Putri Mahkota merendahkan martabat Kerajaan Shu dengan menjalin hubungan dengan seorang pengawal? Bukannya itu sangat tidak sebanding dengan gelar Putri Mahkota? Sebaiknya Yang Mulia Putri Mahkota segera menjauhi orang itu, yang dari penampilannya terlihat jelas dia sangat menginginkan kekuasaan setelah berhasil mendapatkan Yang Mulia,” ujar Guang Dong yang sama sekali tidak dianggap oleh Putri Liu Yao.
__ADS_1
“Kau pengawal rendahan, sebaiknya kau segera pergi menjauhi Yang Mulia Putri Mahkota! Dilihat dari manapun, pengawal rendahan sepertimu tidak ada pantas-pantasnya bersanding dengan Yang Mulia Putri Mahkota,” kata Guang Dong dengan tatapan sinis yang dia tujukan pada Qin Chen.
Qin Chen mengarahkan sorot mata tajam kepada Guang Dong setelah mendengar bagaimana pria itu menghinanya, lalu dengan penuh ketenangan dia berkata, “Kalau aku tidak pantas bersanding dengan Yang Mulia Putri Mahkota, lalu siapa yang pantas bersanding dengannya?...”
Senyum terlihat di wajah Guang Dong mendengar itu, “Setidaknya seorang Gubernur sepertiku jauh lebih pantas bersanding dengan Yang Mulia Putri Mahkota dibandingkan kau yang hanya pengawal rendahan,” kata Guang Dong.
“Seorang Gubernur yang sudah cukup berumur, dan sudah memiliki dua orang putra seumuran dengan Yang Mulia Putri Mahkota. Daripada menjadi pendamping Yang Mulia Putri Mahkota, bukannya kamu lebih pantas menjadi ayah dari Yang Mulia Putri Mahkota? Akan tetapi bagaimana mungkin seorang Gubernur dapat setara dengan Ayah Yang Mulia Putri Mahkota yang seorang Raja Kerajaan Shu?” ungkap Qin Chen.
“Aku rasa kamu jauh lebih tidak pantas menjadi pendamping Yang Mulia Putri Mahkota dibandingkan aku yang hanya seorang pengawal pribadi,” ungkap Qin Chen dengan senyum sinis yang terlihat di wajahnya.
“Kau, beraninya kau menghina seorang Gubernur! Prajurit, beri hukuman mati pada orang yang berani menghinaku!...” Guang Dong memanggil prajurit yang keberadaannya telah digantikan oleh para pendekar yang dia sewa.
“Guang Dong, apa hakmu mengadili pengawal pribadiku? Kau hanyalah seorang Gubernur dan bukan seorang Raja, beraninya kau melakukan apa yang sudah diluar batasanmu sebagai seorang Gubernur! Apa kau lupa kalau sewaktu-waktu aku bisa mengambil semua yang selama ini kau miliki?” seru Putri Liu Yao dengan kilatan sorot mata tajam menatap rendah sosok Guang Dong.
Guang Dong menatap para pendekar yang baru datang, lalu dia berkata, “Bunuh pria bertopeng di hadapan kalian, dan bawa wanita itu ke pangkuanku!...”
Para pendekar sejenak menatap Guang Dong, sebelum mereka semua tertawa terbahak-bahak setelah puas melihat kepercayaan diri yang dimiliki Guang Dong.
“Tuan Guang Dong, kenapa juga kami harus menuruti perintah kamu? Maaf saja kami tidak ingin menuruti perintah kamu karena kami bukanlah pendekar yang kamu sewa. Kami adalah pasukan khusus, yang berada di bawah kepemimpinan sosok pria bertopeng yang ingin kamu bunuh,” kata salah satu anggota pasukan elite kura-kura hitam yang menyamar sebagai pendekar bayaran yang disewa Guang Dong.
Wajah Guang Dong seketika memucat setelah mendengar perkataan salah satu anggota pasukan elite kura-kura hitam. Dia tidak menyangka kalau para pendekar yang dia sewa ternyata anggota pasukan dari orang yang ingin dia bunuh.
“Sebagai seorang pendekar, kalian harus menepati janji. Kalian sudah menerima uang dariku dan berjanji membunuh orang itu. Sekarang buktikan janji kalian padaku, bunuh orang itu!...” Guang Dong menunjuk Qin Chen.
“Guang Dong, sepertinya kamu belum mengerti. Baiklah, aku akan menjelaskan semuanya supaya kamu mengerti...” salah satu anggota pasukan elite kura-kura hitam berjalan mendekati Guang Dong, dan berhenti satu langkah di hadapannya.
__ADS_1
“Kami bukanlah sekumpulan pendekar lemah yang telah menerima uangmu. Akan tetapi kalau kamu ingin bertemu mereka, dengan senang hati aku akan mengantarmu bertemu dengan mereka,” kata anggota pasukan elite kura-kura hitam yang berdiri di hadapan Guang Dong.
Guang Dong bukanlah orang bodoh. Mendengar semua itu dia segera mengerti kalau rencananya dari awal sudah diketahui oleh Putri Liu Yao dan pengawalnya. Para pendekar yang telah dia sewa sudah diamankan, dan posisi mereka digantikan oleh anggota pasukan pengawal pribadi Pitri Liu Yao.
“Guang Dong, aku memberimu dua pilihan,” kata Putri Liu Yao mengarahkan pandangannya ke pada Guang Dong, lalu dia kembali berkata, “Dihukum mati di hadapan seluruh penduduk Kota Hebei, atau meminum racun yang sudah aku persiapkan untukmu?...” Putri Liu Yao menaruh cangkir berisikan cairan racun yang sudah dia persiapkan sebelum pergi ke kediaman Guang Dong.
Wajah Guang Dong sudah pucat pasi setelah mengetahui semuanya. Selain dua pilihan yang diberikan Putri Liu Yao padanya, dia tidak melihat ada pilihan lain yang dapat menyelamatkan hidupnya. Akan tetapi, Guang Dong yang tidak ingin mati sia-sia, dia menarik pedang di atas meja kerjanya, dan melesat maju mendekati Putri Liu Yao.
“Kalaupun harus mati, aku akan membawamu mati bersamaku!” seru Guang Dong, tapi belum juga dia berhasil mendekati Putri Liu Yao, tubuhnya telah terpisah menjadi lima bagian setelah lima anggota pasukan elite kura-kura hitam menyerangnya di waktu bersamaan.
“Kalian ini, kenapa menunjukkan pemandangan yang begitu mengerikan di hadapan Yang Mulia Putri Mahkota?” kata Zang Lei yang berada di antara anggota pasukan elite kura-kura hitam yang melakukan penyamaran.
“Zang Lei, aku sudah terbiasa melihat pemandangan seperti ini. Jadi, kamu tidak perlu sungkan untuk memotong-motong tubuh musuh menjadi beberapa bagian meski aku berada tak jauh darimu,” kata Putri Liu Yao sembari bangkit berdiri setelah sekian lama duduk diatas pangkuan Qin Chen.
Zang Lei hanya menganggukkan kepalanya, lalu dia memerintahkan anggota pasukan elite kura-kura hitam untuk membawa potongan tubuh Guang Dong keluar dari ruangan.
“Yang Mulia Putri Mahkota, aku permisi keluar karena tugasku di tempat ini sudah selesai...” Zang Lei langsung saja keluar menyusul mereka yang membawa keluar potongan tubuh Guang Dong.
Tersisa berdua dengan Qin Chen, Putri Liu Yao kembali duduk di pangkuan Qin Chen, “Sekarang kita tinggal berfokus pada ancaman dari Kerajaan Ming, Kerajaan Gui, serta ancaman dari Pangeran Qing Moran,” kata Putri Liu Yao yang wajahnya begitu dekat dengan wajah Qin Chen.
“Aku sudah punya rencana menghadapi mereka, seandainya mereka benar-benar menyerang diwaktu bersamaan, dan lagi pasukan rajawali langit siap membantu kalau kekuatan kita saat ini belum cukup untuk menghadapi mereka...”
°°°
Bersambung...
__ADS_1